<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389</id><updated>2012-02-12T09:18:15.469-08:00</updated><category term='Pancasila Sebagai Sistem Filsafat'/><category term='Pesantren Dalam Sistem Pendidikan Nasional'/><category term='Arti Kemerdekaan'/><category term='Tekhnik Penulisan Skripsi'/><category term='Perbedaan antara Kalor dan Panas'/><category term='My Picture2'/><category term='PERKAWINAN ADAT BONE'/><category term='Dasar-dasar filsafat ilmu pendidikan'/><category term='BENTUK-BENTUK KEBIJAKAN MAKRO EKONOMI'/><category term='SEJARAH MASUKNYA HUKUM ISLAM'/><category term='PENULISAN KARANGAN ILMIAH'/><category term='makalah kimia'/><category term='Penerus cita-cita leluhur negeri'/><category term='X-FREE Software'/><category term='Artikel Pendidikan'/><category term='Download Aplikasi Gratis'/><category term='Pahlawanku teladanku'/><category term='KARYA ILMIAH PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP  PERKEMBANGAN KARAKTERISTIK ANAK'/><category term='TEKNOLOGI DAN INDUSTRI HANKAM DI INDONESIA'/><title type='text'>EDUKATIF BLOG</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>27</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-651154994734227688</id><published>2011-12-12T08:35:00.000-08:00</published><updated>2011-12-12T08:35:21.591-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tekhnik Penulisan Skripsi'/><title type='text'>Tekhnik Penulisan Skripsi</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;b&gt;Skripsi&lt;/b&gt;&amp;nbsp;adalah karya tulis ilmiah yang&amp;nbsp;berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/ fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Dalam penulisan skripsi, mahasiswa dibimbing oleh dua orang pembimbing yang berstatus&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dosen" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: underline;" title="Dosen"&gt;dosen&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada perguruan tinggi tempat&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mahasiswa" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Mahasiswa"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt;&amp;nbsp;kuliah. Kedua pembimbing tersebut disebut dengan istilah Pembimbing I dan Pembimbing II. Biasanya, Pembimbing I memiliki peranan yang lebih dominan bila dibanding dengan Pembimbing II&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Seiring dengan kemajuan zaman yang menyilaukan mata ini mahasiswa tidak seperti dulu lagi yang giat dan melakukan semua aktivitasnya sendiri, berbeda dengan mahasiswa saat ini yang senang dengan hal-hal yang bersifat instant (seperti mie cepat saji) dan menyerahkan pekerjaan kuliahnya ke tukang ketik. hanya sedikit mahasiswa murni di zaman kita ini yang bekerja keras dan haus ilmu dan tidak rela membuang waktunya sia-sia. akhir-akhir ini 50% skripsi yang berhasil disahkan oleh dosen ternyata berbeda jauh dengan yang dipahami pembuatnya, ini tidak lain karena mahasiswa hanya meng-copy paste dari skripsi-skripsi lama dan diedit sedemikian rupa agar tidak dicurigai oleh dosen pembimbing. point copy paste yang baru saja saya utarakan adalah point pertama yang menunjukkan tipe mahasiswa yang rajin (ahli copas), sedangkan point yang kedua adalah mahasiswa balpetlas (tebal dompet dan pemalas) yang menyerahkan sepenuhnya pengerjaan skripsi kepada tukang ketik dan terima beres, tipe yang kedua ini mungkin sama-sekali tidak mengerti apa inti yang terkandung pada skripsi yang dipesannya tersebut, inilah yang menghancurkan martabat titel sarjana. saya berdoa semoga tahun depan titelnya berubah menjadi sarjono ( &amp;nbsp;:D &amp;nbsp; ).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;inti artikel saya kali ini adalah tentang tata cara pembuatan skripsi yang ditujukan kepada temen-temen mahasiswa yang mau berusaha sendiri dan supaya memahami luar dalam skripsi yang dibuatnya sehingga menjadi sarjana seutuhnya dan bermanfaat kepada diri sendiri pada khusunya dan kepada masyarakat banyak pada umumnya. baiklah langsung saja ke intinya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;b&gt;1. Judul&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Judul skripsi harus unik sesuai dengan yang kita teliti selama PPL, contoh jika saat PPL kita ditempatkan untuk penelitian di kebun jeruk, maka judul skripsi harus sesuai pengalaman penelitian kita selama meneliti di kebun jeruk tersebut. Contoh Judul yang benar " Pengaruh Pestisida Pada Kesuburan Jeruk di Kebun Nasional Kalimantan Timur ". Contoh Judul yang salah " pengaruh pestisida terhadap kesuburan daun ".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Judul skripsi haruslah unik, artinya jangan sampai sama dengan judul-judul skripsi yang pernah dibuat di kampus tempat anda kuliah, jika ada kesamaan maka Pembimbing anda meminta anda untuk menggantinya,ini tidak masalah karena sudah menjadi kewajiban pembimbing untuk menuntun kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;jika Judul skripsi sudah disetujui oleh pembimbing 1 &amp;amp; 2 silahkan teruskan ke langkah yang kedua&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;b&gt;2. Menentukan Kerangka BAB&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Judul anda sudah disetujui oleh Pembimbing adalah hal yang sangat menggembirakan tetapi ada perjuangan yang lebih keras lagi bagi anda untuk segera mengerjakannya yaitu menentukan kerangka BAB.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Contoh:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;BAB I&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;(di segmen ini adalah pembukaan awal skripsi anda, anda harus menjelaskan sekelumit dari ringkasan penelitian anda tapi tidak perlu dijelaskan semuanya)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;LANDASAN TEORI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;(pada segmen yang kedua ini anda harus menjelaskan tentang landasan teori yang anda gunakan selama penelitian sehingga pembaca nantinya mengerti alur-alur pada hasil akhir penelitian)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;BAB II &lt;b&gt;&lt;i&gt;dst................ sampai penutup&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;jika semua kerangka BAB sudah tersusun tinggal anda mengisinya sesuai dengan judul BAB&lt;b style="font-style: italic;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;dari hasil penelitian anda&lt;b&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;b&gt;3. Mengatur urutan Penulisan skripsi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;pada sesi ini anda diwajibkan mengatur dengan benar susunan dan penempatan skripsi anda mulai dari sampul depan, Alinea,Paragraf, ukuran spasi, jarak ketikan dan lain-lain. tidak sedikit mahasiswa yang ditolak skripsinya lantaran ukuran dan penyusunan tidak benar. untuk contoh format skripsi bisa anda download disini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-651154994734227688?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/651154994734227688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/12/tekhnik-penulisan-skripsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/651154994734227688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/651154994734227688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/12/tekhnik-penulisan-skripsi.html' title='Tekhnik Penulisan Skripsi'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-2477760229975274361</id><published>2011-10-26T12:23:00.000-07:00</published><updated>2011-10-26T12:23:17.083-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='X-FREE Software'/><title type='text'>CARA MENAMBAH MEMORY VGA ONBOARD UNTUK BERMAIN GAME GEDE</title><content type='html'>Hobby main game gede tapi VGA kamu kecil? aku kasih solusi tapi khusus untuk VGA Onboard Intel dengan OS Windows 7, Nama softwarenya Intel Display Adapter Management Tool&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-jAOg-8gsWec/TqhaE0EVN0I/AAAAAAAABeE/LiorPKiWO3A/s1600/11.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="http://3.bp.blogspot.com/-jAOg-8gsWec/TqhaE0EVN0I/AAAAAAAABeE/LiorPKiWO3A/s320/11.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Kerjanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Klik pada Tab Vertex Processing Modes For Selected Executables (Intel Only)&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-dsheit_w5J8/TqhamGJo2II/AAAAAAAABeM/Tr-E4VHrHHA/s1600/12.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="http://4.bp.blogspot.com/-dsheit_w5J8/TqhamGJo2II/AAAAAAAABeM/Tr-E4VHrHHA/s320/12.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;2. Kemudian Klik pada Tab Add Executable&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Shl5JEWRBUs/Tqha2PdrsTI/AAAAAAAABeU/TU31OeIfDWY/s1600/13.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="http://2.bp.blogspot.com/-Shl5JEWRBUs/Tqha2PdrsTI/AAAAAAAABeU/TU31OeIfDWY/s320/13.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;3. Pilih Game yang mau kamu masukkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; sebagai contoh saya memilih Game vaoritku NEED FOR SPEED MOST WANTED&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Dfi-csXqUu4/TqhbXXxCFqI/AAAAAAAABec/3auWrsVksCo/s1600/14.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="227" src="http://1.bp.blogspot.com/-Dfi-csXqUu4/TqhbXXxCFqI/AAAAAAAABec/3auWrsVksCo/s320/14.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;4. Kemudian klik Open&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-YD31nDlHZHU/TqhbmRpjJeI/AAAAAAAABek/3DOU_ZkYB_0/s1600/15.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="227" src="http://2.bp.blogspot.com/-YD31nDlHZHU/TqhbmRpjJeI/AAAAAAAABek/3DOU_ZkYB_0/s320/15.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;5. Klik pada daftar Game yang telah kamu masukkan (disitu settingannya masih default yaitu Hardware)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-u8Ml5ID6kmA/TqhcgftiT7I/AAAAAAAABes/Z7Cxga3A9xo/s1600/16.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="http://2.bp.blogspot.com/-u8Ml5ID6kmA/TqhcgftiT7I/AAAAAAAABes/Z7Cxga3A9xo/s320/16.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;6. Kemudian Klik Tab Change Vertex Processing Mode (ini bertujuan  mengubah game yang tadinya dijalankan sepenuhnya oleh VGA beralih di  jalankan oleh game itu sendiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika proses betul maka anda akan mendapati gambar seperti dibawah ini: &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-z9Wecy9a1GE/Tqhc-YQ7O8I/AAAAAAAABe0/CkPKU4v-JVU/s1600/17.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="http://4.bp.blogspot.com/-z9Wecy9a1GE/Tqhc-YQ7O8I/AAAAAAAABe0/CkPKU4v-JVU/s320/17.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Game yang tadinya dijalankan oleh Hardware (VGA) sekarang sudah dijalankan pada game itu sendiri jadinya gambarnya lancar dan gak tersendat-sendat lagi. setelah selesai menyetting kamu bisa me-minimize ataupun meng-close program tersebut tanpa khawatir game tidak akan berjalan tanpa membuka tools tersebut karena system game sudah di atur terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dulu sobatku yang Edukatif...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-2477760229975274361?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/2477760229975274361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/10/cara-menambah-memory-vga-onboard-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/2477760229975274361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/2477760229975274361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/10/cara-menambah-memory-vga-onboard-untuk.html' title='CARA MENAMBAH MEMORY VGA ONBOARD UNTUK BERMAIN GAME GEDE'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-jAOg-8gsWec/TqhaE0EVN0I/AAAAAAAABeE/LiorPKiWO3A/s72-c/11.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-3285619197496092917</id><published>2011-10-26T11:11:00.000-07:00</published><updated>2011-10-26T11:19:20.714-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='X-FREE Software'/><title type='text'>Task manager has been disabled / Registry editing has been disabled/ hilang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-OJ1Ks0AVuY4/TqhOp3AXH3I/AAAAAAAABdY/8J3unZWkLfs/s1600/windowslivewritertaskmanagerhasbeendisablebyyouradministr-2f19taskmanager-error4.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="http://1.bp.blogspot.com/-OJ1Ks0AVuY4/TqhOp3AXH3I/AAAAAAAABdY/8J3unZWkLfs/s400/windowslivewritertaskmanagerhasbeendisablebyyouradministr-2f19taskmanager-error4.gif" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;memang kacau semua kerjaan kalo muncul balon seperti diatas, tapi temen2 edukatif gak usah pucing agi.. aku dah nemu script di forum sebelah buat merepair hal tersebut. silahkan download script registrinya di bawah ini :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?sdci425vw5kc2jt"&gt;SCRIPT VBS REGISTRY ENABLE MEDIAFIRE.COM&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Cara penggunaan:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika sobat udah selesai download silahkan klik kanan pada file tersebut kemudian pilih "Install", setelah itu silahkan di restart (gak di restart juga gak apa2 kayaknya), okay sekian dulu ya sob..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-3285619197496092917?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/3285619197496092917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/10/task-manager-has-been-disabled-hilang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/3285619197496092917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/3285619197496092917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/10/task-manager-has-been-disabled-hilang.html' title='Task manager has been disabled / Registry editing has been disabled/ hilang'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-OJ1Ks0AVuY4/TqhOp3AXH3I/AAAAAAAABdY/8J3unZWkLfs/s72-c/windowslivewritertaskmanagerhasbeendisablebyyouradministr-2f19taskmanager-error4.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-5948576351355263326</id><published>2011-10-26T10:56:00.000-07:00</published><updated>2011-10-26T10:56:33.100-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='X-FREE Software'/><title type='text'>PHOTOSHOP CS 3 LITE</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-DfpMPa8sUEQ/TqhI86MUaeI/AAAAAAAABdE/-NBKxOVC8eQ/s1600/CS3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-DfpMPa8sUEQ/TqhI86MUaeI/AAAAAAAABdE/-NBKxOVC8eQ/s320/CS3.jpg" width="229" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hobi mendesain gambar tapi spek kompi kuno? cobalah yang satu ini, Adobe Photoshop CS 3 Lite, Softwarenya kecil dan ringan. anda bisa download di link berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?ymmjq255w4q"&gt;MEDIAFIRE.COM&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses download pasti cepat karena berada pada hosting lokal, silahkan sobat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-5948576351355263326?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/5948576351355263326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/10/photoshop-cs-3-lite.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/5948576351355263326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/5948576351355263326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/10/photoshop-cs-3-lite.html' title='PHOTOSHOP CS 3 LITE'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-DfpMPa8sUEQ/TqhI86MUaeI/AAAAAAAABdE/-NBKxOVC8eQ/s72-c/CS3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-1269894308942430687</id><published>2011-06-18T02:22:00.000-07:00</published><updated>2011-10-26T12:27:30.029-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='X-FREE Software'/><title type='text'>K-Lite Codec Terbaru</title><content type='html'>Sebuah software pemutar media audio dan video lengkap. mendukung segala macam format seperti AVI, MPG, FLV, RM, RMVB, MP3, MKV, AAC, VOB, MPEG, MP4 dan masih banyak lagi. ukuran filenya sangat kecil yaitu 13 MB. Silahkan unduh di link download dibawah ini : &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-jjgVoJbXZGw/TcuBmRdzeyI/AAAAAAAABcY/Wlz02GN_Ouw/s1600/klite01.jpg"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-d0d_6SMsGCQ/TcuBmrLQSfI/AAAAAAAABcg/tO9AFlwssxE/s1600/klite1.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605716662617655794" src="http://4.bp.blogspot.com/-d0d_6SMsGCQ/TcuBmrLQSfI/AAAAAAAABcg/tO9AFlwssxE/s400/klite1.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 319px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/8NhTLbJq/K-Lite_Codec_Pack_670_Full_Tan.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/8NhTLbJq/K-Lite_Codec_Pack_670_Full_Tan.html"&gt;DOWLOAD K-LITE CODEC FULL&lt;br /&gt;13 MB&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• Player:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Media Player Classic Homecinema [version 1.4.2764]&lt;br /&gt;- Media Player Classic Homecinema [version 1.2.1008.0]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• ffdshow:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- ffdshow [revision 3651]&lt;br /&gt;- ffdshow VFW interface&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• DirectShow video decoding filters:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- XviD [version 1.3.0 build 2010-12-07]&lt;br /&gt;- DivX H.264 [version 8.2.0.26]&lt;br /&gt;- On2 VP7 [version 7.0.10.0]&lt;br /&gt;- MPEG-2 (Cyberlink) [version 8.4.0.1014]&lt;br /&gt;- MPEG-2 (Gabest) [version 1.0.0.4]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• DirectShow audio decoding filters:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- AC3/DTS/LPCM/MP1/MP2 (AC3Filter) [version 1.63b]&lt;br /&gt;- Vorbis (CoreVorbis) [version 1.1.0.79]&lt;br /&gt;- AAC (MONOGRAM) [version 0.9.6.0]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• DirectShow audio parsers:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- FLAC (madFLAC) [version 1.8]&lt;br /&gt;- WavPack (CoreWavPack) [version 1.1.1]&lt;br /&gt;- MusePack (MONOGRAM) [version 0.9.2.0 | 0.4.0.0]&lt;br /&gt;- Monkey's Audio (DCoder) [version 1.0]&lt;br /&gt;- OptimFROG (RadLight) [version 1.0.0.1]&lt;br /&gt;- AMR (MONOGRAM) [version 1.0.1.0]&lt;br /&gt;- DC-Bass Source [version 1.2.0]&lt;br /&gt;- AC3/DTS Source (AC3File) [version 0.7b]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• DirectShow source filters:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Haali Media Splitter [version 1.10.120.15]&lt;br /&gt;- AVI splitter (Gabest) [version 1.3.1748.0]&lt;br /&gt;- MP4 splitter (Gabest) [version 1.3.1748.0]&lt;br /&gt;- Matroska splitter (Gabest) [version 1.3.1748.0]&lt;br /&gt;- Ogg splitter (Gabest) [version 1.3.1748.0]&lt;br /&gt;- MPEG PS/TS splitter (Gabest) [version 1.3.1748.0]&lt;br /&gt;- FLV splitter (Gabest) [version 1.3.1748.0]&lt;br /&gt;- CDXA Reader (Gabest) [version 1.3.1748.0]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• DirectShow subtitle filter:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- DirectVobSub (a.k.a. VSFilter) [version 2.39.5.3]&lt;br /&gt;- DirectVobSub (a.k.a. VSFilter) [version 2.33]&lt;br /&gt;• Other filters:&lt;br /&gt;- Haali Video Renderer [version 1.9.42.1]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• VFW video codecs:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- XviD [version 1.2.2]&lt;br /&gt;- On2 VP7 [version 7.0.10.0]&lt;br /&gt;- huffyuv [version 2.1.1 CCE Patch 0.2.5]&lt;br /&gt;- YV12 (Helix) [version 1.2]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• ACM audio codecs:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- MP3 (LAME) [version 3.98.2]&lt;br /&gt;- AC3ACM [version 1.5]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• Tools:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Codec Tweak Tool [version 4.4.4]&lt;br /&gt;- Win7DSFilterTweaker [version 3.1]&lt;br /&gt;- MediaInfo Lite [version 0.7.31]&lt;br /&gt;- VobSubStrip [version 0.11]&lt;br /&gt;- GraphStudio [version 0.3.2.0]&lt;br /&gt;- Haali Muxer&lt;br /&gt;- Bitrate Calculator &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-1269894308942430687?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/1269894308942430687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/05/k-lite-codec-ver670-full.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/1269894308942430687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/1269894308942430687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/05/k-lite-codec-ver670-full.html' title='K-Lite Codec Terbaru'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-d0d_6SMsGCQ/TcuBmrLQSfI/AAAAAAAABcg/tO9AFlwssxE/s72-c/klite1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-6376795274760922538</id><published>2011-06-18T02:21:00.000-07:00</published><updated>2011-10-26T12:28:44.786-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='X-FREE Software'/><title type='text'>Winrar Terbaru</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-TD72k5ZAFho/TcuJkKKf8RI/AAAAAAAABco/j1gMVEL6mWA/s1600/winrar390.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605725415489401106" src="http://1.bp.blogspot.com/-TD72k5ZAFho/TcuJkKKf8RI/AAAAAAAABco/j1gMVEL6mWA/s400/winrar390.jpg" style="display: block; height: 400px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 259px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;WinRAR adalah salah satu program yang memiliki banyak fungsi yang cukup  populer dibidang pengompresan data. Dengan program ini kita bisa  mengkompres file-file apa saja. Dan Winrar sangat diperlukan pada sebuah  Komputer. selain mengompres, WinRar juga berfungsi untuk melindungi  data anda dari virus dengan cara mengompres file anda (contoh:  gamezuma.exe) menjadi gamezuma.  Winrar memiliki banyak fitur  diantaranya mendukung semua format kompresi populer ( RAR, ZIP, CAB,  ARJ, LZH, ACE, TAR, GZip, UUE, ISO, BZIP2, Z and 7-Zip ). Silahkan unduh  file ini di link download dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;a href="http://www.4shared.com/file/714aA93n/WINRAR_VERSI390.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/714aA93n/WINRAR_VERSI390.html"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-weight: bold;"&gt;DOWNLOAD WINRAR 90&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-weight: bold;"&gt;1.30 MB&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-6376795274760922538?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/6376795274760922538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/05/winrar-390.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/6376795274760922538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/6376795274760922538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/05/winrar-390.html' title='Winrar Terbaru'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-TD72k5ZAFho/TcuJkKKf8RI/AAAAAAAABco/j1gMVEL6mWA/s72-c/winrar390.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-26672082651271644</id><published>2011-04-12T05:48:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T02:23:05.711-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Pendidikan'/><title type='text'>IMPLEMENTASI LANDASAN PENDIDIKAN PADA SMA YPK TENGGARONG</title><content type='html'>Tugas S2 Manajemen Pendidikan Universitas Mulawarman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan sebagai usaha sadar yang sistematis-sistemik selalu bertolak dari sejumlah landasan serta pengindahan sejumlah asas-asas tertentu. Landasan dan asas tersebut sangat penting, karena pendidikan merupakan pilar utama terhadap perkembangan manusia dan masyarakat bangsa tertentu. Beberapa landasan pendidikan tersebut adalah landasan filosofis, sosiologis, dan kultural, yang sangat memegang peranan penting dalam menentukan tujuan pendidikan. Selanjutnya landasan ilmiah dan teknologi akan mendorong pendidikan untuk mnjemput masa depan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan ini akan memusatkan paparan dalam berbagai landasan dan beberapa hal yang berkaitan dengan penerapannya. Landasan-landasan pendidikan tersebut adalah dilihat dari aspek manajemen , historis , filosofis, , yuridis , psikologis, dan teknologi. Beberapa landasan ini yang akan dilihat pada SMA-YPK Tenggarong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. LANDASAN PENDIDIKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Landasan Filosofis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pengertian Landasan Filosofis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Landasan filosofis bersumber dari pandangan-pandanagan dalam filsafat pendidikan, meyangkut keyakianan terhadap hakekat manusia, keyakinan tentang sumber nilai, hakekat pengetahuan, dan tentang kehidupan yang lebih baik dijalankan. Aliran filsafat yang kita kenal sampai saat ini adalah Idealisme, Realisme, Perenialisme, Esensialisme, Pragmatisme dan Progresivisme dan Ekstensialisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ­Esensialisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esensialisme adalah mashab pendidikan yang mengutamakan pelajaran teoretik (liberal arts) atau bahan ajar esensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perenialisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perensialisme adalah aliran pendidikan yang megutamakan bahan ajaran konstan (perenial) yakni kebenaran, keindahan, cinta kepada kebaikan universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pragmatisme dan Progresifme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prakmatisme adalah aliran filsafat yang memandang segala sesuatu dari nilai kegunaan praktis, di bidang pendidikan, aliran ini melahirkan progresivisme yang menentang pendidikan tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rekonstruksionisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekonstruksionisme adalah mazhab filsafat pendidikan yang menempatkan sekolah/lembaga pendidikan sebagai pelopor perubahan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pancasila sebagai Landasan Filosofis Sistem Pendidkan Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 2 UU RI No.2 Tahun 1989 menetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan pancasila dan UUD 1945. sedangkan Ketetapan MPR RI No. II/MPR/1978 tentang P4 menegaskan pula bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat indonesia, kepribadian bangsa Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia, dan dasar negara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Landasan Sosiolagis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. ­Pengertian Landasan Sosiologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar sosiolagis berkenaan dengan perkembangan, kebutuhan dan karakteristik masayarakat. Sosiologi pendidikan merupakan analisi ilmiah tentang proses sosial dan pola-pola interaksi sosial di dalam sistem pendidikan. Ruang lingkup yang dipelajari oleh sosiolagi pendidikan meliputi empat bidang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hubungan sistem pendidikan dengan aspek masyarakat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. hubunan kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sekolah dalam komunitas,yang mempelajari pola interaksi antara sekolah dengan kelompok sosial lain di dalam komunitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Masyarakat indonesia sebagai Landasan Sosiologis Sistem Pendidikan Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa ke masa telah mempengaruhi sistem pendidikan nasional. Hal tersebut sangatlah wajar, mengingat kebutuhan akan pendidikan semakin meningkat dan komplek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai upaya pemerintah telah dilakukan untuk menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan masyarakat terutama dalam hal menumbuh kembangkan Bhineka tunggal Ika, baik melalui kegiatan jalur sekolah (umpamanya dengan pelajaran PPKn, Sejarah Perjuangan Bangsa, dan muatan lokal), maupun jalur pendidikan luar sekolah (penataran P4, pemasyarakatan P4 nonpenataran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Landasan Kultural&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pengertian Landasan Kultural&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbal balik, sebab kebudayaan dapat dilestarikan/ dikembangkan dengan jalur mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi penerus dengan jalan pendidikan, baiksecara formal maupun informal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota masyarakat berusaha melakukan perubahan-perubahan yang sesuai denga perkembangan zaman sehingga terbentuklah pola tingkah laku, nlai-nilai, dan norma-norma baru sesuai dengan tuntutan masyarakat. Usaha-usaha menuju pola-pola ini disebut transformasi kebudayaan. Lembaga sosial yang lazim digunakan sebagai alat transmisi dan transformasi kebudayaan adalah lembaga pendidikan, utamanya sekolah dan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kebudayaan sebagai Landasan Sistem Pendidkan Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelestarian dan pengembangan kekayaan yang unik di setiap daerah itu melalui upaya pendidikan sebagai wujud dari kebineka tunggal ikaan masyarakat dan bangsa Indonesia. Hal ini harsulah dilaksanakan dalam kerangka pemantapan kesatuan dan persatuan bangsa dan negara indonesia sebagai sisi ketunggal-ikaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Landasan Psikologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pengertian Landasan Filosofis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar psikologis berkaitan dengan prinsip-prinsip belajar dan perkembangan anak. Pemahaman etrhadap peserta didik, utamanya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, hasil kajian dan penemuan psikologis sangat diperlukan penerapannya dalam bidang pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai implikasinya pendidik tidak mungkin memperlakukan sama kepada setiap peserta didik, sekalipun mereka memiliki kesamaan. Penyusunan kurikulum perlu berhati-hati dalam menentukan jenjang pengalaman belajar yang akan dijadikan garis-garis besar pengajaran serta tingkat kerincian bahan belajar yang digariskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Perkembangan Peserta Didik sebagai Landasan Psikologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman tumbuh kembang manusia sangat penting sebagai bekal dasar untuk memahami peserta didik dan menemukan keputusan dan atau tindakan yang tepat dalam membantu proses tumbuh kembang itu secara efektif dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Landasan Ilmiah dan Teknologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pengertian Landasan IPTEK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan pendidikan yang mendesak cenderung memaksa tenaga pendidik untuk mengadopsinya teknologi dari berbagai bidang teknologi ke dalam penyelenggaraan pendidikan. Pendidikan yang berkaitan erat dengan proses penyaluran pengetahuan haruslah mendapat perhatian yang proporsional dalam bahan ajaran, dengan demikian pendidikan bukan hanya berperan dalam pewarisan IPTEK tetapi juga ikut menyiapkan manusia yang sadar IPTEK dan calon pakar IPTEK itu. Selanjutnya pendidikan akan dapat mewujudkan fungsinya dalam pelestarian dan pengembangan iptek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Perkembangan IPTEK sebagai Landasan Ilmiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iptek merupakan salah satu hasil pemikiran manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, yang dimualai pada permulaan kehidupan manusia. Lembaga pendidikan, utamanya pendidikan jalur sekolah harus mampu mengakomodasi dan mengantisipasi perkembangan iptek. Bahan ajar sejogjanya hasil perkembangan iptek mutahir, baik yang berkaitan dengan hasil perolehan informasi maupun cara memproleh informasi itu dan manfaatnya bagi masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Aspek Manajemen dan Yuridis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerapkan UU Sisdiknas Pasal 51 ayat 1 secara murni dan konsekuen;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memandirikan atau memberdayakan sekolah melalui pemberian otonomi, fleksibilitas, dan partisipasi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Meningkatkan mutu sekolah melalui kemandirian dan inisiatif sekolah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mempercepat transformasi proses belajar mengajar secara optimal;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Meningkatkan motivasi kepala sekolah agar lebih bertanggung jawab terhadap mutu peserta didik;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada stakeholders sehingga selalu berusaha seoptimal mungkin melaksanakan dan mencapai sasaran mutu pendidikan yang telah direncanakan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Memberikan tanggung jawab baru bagi pelaku MBS;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Meningkatkan kepedulian stakeholder dalam penyelenggaraan pendidikan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Meningkatkan usaha desentralisasi manajemen pendidikan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Memberdayakan sumberdaya manusia lokal serta sarana dan prasarana sekolah yang ada sesuai kebutuhan peserta didik;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Memacu inisiatif dan kreativitas dalam meningkatkan mutu sekolah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada sekolah, sekolah akan lebih lincah dalam mengadakan dan memanfaatkan sumberdaya sekolah secara optimal untuk meningkatkan mutu sekolah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Mengetahui SWOT (Strength, Weaknesess, Opportunities, Threats) bagi dirinya sehingga sekolah dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia untuk memajukan sekolahnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Mengambil keputusan yang cocok untuk memenuhi kebutuhan sekolah karena sekolahlah yang paling tahu apa yang terbaik bagi sekolahnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Menggunakan sumberdaya pendidikan lebih efisien dan efektif bilamana dikontrol oleh masyarakat setempat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Melibatkan stakeholder dalam pengambilan keputusan sekolah menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Melakukan persaingan sehat dengan sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan stakeholder; dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Merespons aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. E. Mulyasa, M.Pd dalam bukunya Manajemen Berbasis Sekolah menyatakan alasan MBS sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sekolah lebih mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sekolah lebih mengetahui kebutuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Keterlibatan warga sekolah dan masyarakat dalam pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan MBS menurut Bank Dunia adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ekonomis: King dan Ozler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Manajemen lokal dirasakan lebih efektif karena semakin ke tingkat lokal suatu keputusan diambil, semakin besar kedekatan pengelola sekolah dengan pelanggan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Politis&lt;br /&gt;MBS sebagai bentuk reformasi. Desentralisasi yang mendorong adanya partisipasi demokrasi dan kestabilan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Profesional&lt;br /&gt;Tenaga kerja sekolah harus berpengalaman dan memiliki keahlian untuk membuat keputusan pendidikan yang paling sesuai untuk sekolah terutama untuk para siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Efisiensi Administrasi&lt;br /&gt;Pengalokasian sumber daya dilakukan oleh sekolah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Finansial&lt;br /&gt;MBS dapat dijadikan alat untuk meningkatkan sumber pendanaan lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Prestasi Belajar&lt;br /&gt;Peningkatan prestasi belajar siswa terjadi apabila orang tua siswa dan para guru diberi otoritas dari sekolah, maka iklim belajar untuk mendukung pencapaian prestasi siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Akuntabilitas Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan terjadi apabila ada keterlibatan aktor-aktor sekolah dalam pengambilan keputusan dan pelaporannya. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-26672082651271644?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/26672082651271644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/04/tugas-s2-manajemen-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/26672082651271644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/26672082651271644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/04/tugas-s2-manajemen-pendidikan.html' title='IMPLEMENTASI LANDASAN PENDIDIKAN PADA SMA YPK TENGGARONG'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-4189287489520557154</id><published>2009-03-25T09:17:00.000-07:00</published><updated>2011-10-26T11:38:07.184-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='X-FREE Software'/><title type='text'>Software Pengembali File/Folder yang terhidden/Terhapus oleh virus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;SHINAGA UNHIDE&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sebuah Software kecil tapi bertenaga besar (dengan hitungan detik mampu  memunculkan file-file yang terhidden) setelah proses scan oleh karena  file-file di sembunyikan oleh virus&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ySxsitncCKg/TqhSWFxLlbI/AAAAAAAABdk/UEA8anYGgj4/s1600/1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="313" src="http://2.bp.blogspot.com/-ySxsitncCKg/TqhSWFxLlbI/AAAAAAAABdk/UEA8anYGgj4/s400/1.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;cara kerjanya :&lt;br /&gt;double klik UnHide&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-5r-zGU_RT8M/TqhSe0mVK9I/AAAAAAAABdw/mWzzgel8IvE/s1600/2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="313" src="http://3.bp.blogspot.com/-5r-zGU_RT8M/TqhSe0mVK9I/AAAAAAAABdw/mWzzgel8IvE/s400/2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;pilih partisi atau folder yg ingin di munculkan kembali data2nya&lt;br /&gt;yang ilang di rampok virus&lt;br /&gt;kemudian klik/beri tanda centang pada PILIH SEMUA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-xDos6NyuFac/TqhSoYpQg4I/AAAAAAAABd8/3_vNcN_Ey4Q/s1600/3.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="313" src="http://4.bp.blogspot.com/-xDos6NyuFac/TqhSoYpQg4I/AAAAAAAABd8/3_vNcN_Ey4Q/s400/3.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;setelah itu klik button UNHIDE maka file-file kamu bakal kelihatan lagi&lt;br /&gt;dah dulu ya, silahkan di download n jangan lupa beri komentarnya&lt;br /&gt;wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?8696gy640vh3334"&gt;DOWNLOAD SHINAGA UNHIDE MEDIAFIRE.COM&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-4189287489520557154?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/4189287489520557154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2009/03/software-pengembali-filefolder-yang.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/4189287489520557154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/4189287489520557154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2009/03/software-pengembali-filefolder-yang.html' title='Software Pengembali File/Folder yang terhidden/Terhapus oleh virus'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ySxsitncCKg/TqhSWFxLlbI/AAAAAAAABdk/UEA8anYGgj4/s72-c/1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-6270302551236121929</id><published>2009-03-20T11:28:00.002-07:00</published><updated>2009-03-20T15:13:41.085-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KARYA ILMIAH PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP  PERKEMBANGAN KARAKTERISTIK ANAK'/><title type='text'>KARYA ILMIAH PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP  PERKEMBANGAN KARAKTERISTIK ANAK</title><content type='html'>Satu lagi postingan terbaruku, nah postingan kali ini menyagkut tentang karya ilmiah. ini bukan karyaku lho, jujur.. aku cuma ngetik doank wank wank wank. hari minggu tgl 15 kemarin aku apel ke rumah pacarku, 20 km ku kebut motor kesayanganku, sesampainya disana, eh... ga di kasih apa-apa malah disuruh bantu ngetik karya ilmiahnya, n katanya disuruh ngedit grammar indonesia yg hambur-hamburan.. capek deh gua.. asli capek. udah di suruh ngetik di suruh ngedit grammar lagi. ya udah ga papa kalo semua atas dasar cinta ga akan capek kata ibuku... suerrr dah.. walau dusuruh ngetik sejuta lembar capek gak akan terasa karena cinta. gombal.. gagagag&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya udah langsung aja, dari pada karya ilmiah ini nganggur n menuhin hardisk lebih baik ku posting aja. siapa tau aja ada temen2 yg membutuhkan sebagai bahan referensi kalo mau penelitian, ya kan....?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;KARYA ILMIAH&lt;br /&gt;PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP&lt;br /&gt;PERKEMBANGAN KARAKTERISTIK ANAK&lt;/center&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;Disusun oleh :&lt;br /&gt;Abdul Ghofur&lt;br /&gt;Dewi Fatmawati&lt;br /&gt;Ira Suprihatin&lt;br /&gt;M. Fitroh Al-Hadi&lt;br /&gt;Rahmat Effendi&lt;br /&gt;Sinta Purnamasari&lt;br /&gt;Sunadi&lt;br /&gt;Vina Sulistya Ningsih&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;MOTTO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang kuat ialah yang dapat menundukkan nafsunya&lt;br /&gt;dan berbuat untuk kepentingan sesudah mati,&lt;br /&gt;sedangkan orang yang lemah ialah&lt;br /&gt;orang yang jiwanya mengikuti nafsunya&lt;br /&gt;dan berangan-angan terhadap Allah azza wajalla”.&lt;br /&gt;( HR. Syaddad bin Aus ).&lt;/center&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;HALAMAN PERSEMBAHAN&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya ilmiah ini kami persembahkan untuk Kedua orang tua kami yang telah mencurahkan sentuhan kasih sayangnya dan yang telah mengasuh, merawat serta mendidik kami sehingga tumbuh dewasa seperti sekarang ini. Segenap dewan guru yang tak henti-hentinya membimbing dan mengajarkan ilmunya kepada kamiSemua teman sekelas XII IPS dan adik-adik kelas yang kami sayangi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;KATA PENGANTAR&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah Swt tuhan semesta alam yang telah melimpahkan karunianya serta memberikan pertolongan kepada setiap hambanya yang patuh dan taat kepada ajaran agama. Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada pengemban risalah suci, nabi Muhammad saw, yang telah banyak mengajarkan adab dan tatakrama dalam kehidupan, ilmu-ilmu agama dan lainnya sehingga kita khususnya umat muslim dapat lepas dari zaman yang suram, zaman yang penuh dengan kefasikan menjadi zaman yang penuh dengan rahmat tuhan. Karya ilmiah ini secara garis besar meneliti tentang pengaruh pola asuh orang tua terhadap perkembangan karakteristik anaknya. Atas terselesaikannya karya ilmiah ini kami mengucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang telah membantu kami. Demikian yang dapat kami upayakan, namun hal ini masih belum sempurna dan terdapat banyak kesalahan dan kekurangan baik yang berkaitan dengan isi maupun metode penyusunannya. Harapan kami tim penulis, semoga karya ilmiah ini dapat memberi manfaat bagi pembaca, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi perbaikan karya ilmiah ini dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                           &lt;b&gt;Manunggal Jaya,    Maret 2009       &lt;br /&gt;Penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.1.  LATAR BELAKANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini sering kita saksikan tindakan kriminal atau perilaku-perilaku menyimpang baik itu disiaran televisi, Koran, radio, media massa dan lain sebagainya. Sebagian besar pelakunya adalah dari kalangan remaja. Seperti halnya kasus tawuran antar pelajar, miras, obat-obatan terlarang, bahkan pembunuhan yang bermotif dendam atau kecemburuan. Padahal anak itu masih dalam tahap perkembangan menjadi ( pubertas ) atau katakan saja masih bayi, bayi yang baru lahir kedunia ini belum mengenal apapun, ia masih bersih dan murni dan belum terpengaruh sedikitpin oleh suatu hal. Bagaimana dengan perkembangan bayi selanjutnya agar menjadi anak yang baik?&lt;br /&gt;Dalam hal ini orang tualah yang berperan penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi. Dan yang lebih penting lagi adalah bagaimana cara orang tua dalam mendidik anaknya. Apakah pola yang mereka gunakan itu adalah yang tepat?, masalah ini harus benar-benar diperhatikan oleh orang tua, karena penerapan pola anak sangat menentukan perkembangan pribadi si anak.&lt;br /&gt;Merujuk dari kasus diatas, kelompok kami mengambil tema tersebut untuk dijadikan sebagai objek penelitian. Besar harapan kami agar penelitian ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan kita semua serta para orang tua atau calon orang tua tentang bagaimana mengasuh anak yang baik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.2.  RUMUSAN MASALAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan latar belakang diatas dapat diambil rumusan masalah                  sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apa saja macam-macam pola asuh orang tua itu?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagaimana pengaruh atau dampak pola asuh orang tua terhadap anak?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pola Asuh yang bagaimana yang dapat mengganggu kepribadian anak?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.3.  TUJUAN DAN MANFAAT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengetahui macam-macam pola asuh orang tua&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengetahui pengaruh atau dampak dari pola asuh orang tua&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dapat mengetahui penerapan pola asuh yang tidak baik&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Adapun manfaat yang kami harapkan dalam hasil karya ilmiah ini adalah semoga dapat memberi manfaat bagi para pembaca, menambah ilmu pengetahuan baru dan menjadi media pengingat bahwasanya penerapan pola asuh orang tua itu mempunyai pengaruh besar terhadap anak, sehingga tidak boleh sembarangan dan harus bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.4.  METODE PENULISAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengerjakan karya ilmiah ini, metode penulisan yang kami gunakan   yaitu :&lt;br /&gt;BAB I PENDAHULUAN, Meliputi latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat, metode serta penulisan&lt;br /&gt;BAB II LANDASAN TEORI&lt;br /&gt;BAB III METODOLOGI PENELITIAN, Yakni mencakup tentang tempat penelitian, populasi, sampel, waktu penelitian dan metode penelitian&lt;br /&gt;BAB IV PEMBAHASAN, Yaitu mengenai pembahasan seputar jenis pola asuh orang tua dan dampak-dampaknya terhadap karakteristik sang anak.&lt;br /&gt;BAB V PENUTUP, Meliputi kesimpulan dan saran.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;BAB II&lt;br /&gt;LANDASAN TEORI&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.1.  PENGERTIAN ORANG TUA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua adalah ayah dan ibu yang melahirkan manusia baru ( anak ) serta mempunyai kewajiban untuk mengasuh, merawat dan mendidik anak tersebut guna menjadi generasi yang baik. Orang tua mempunyai peran yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan mental dan spiritual anaknya seperti:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memberikan pengawasan dan pengendalian yang wajar agar anak tidak tertekan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengajarkan kepada anak tentang dasar-dasar pola hidup pergaulan yang benar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memberikan contoh perilaku yang baik dan pantas bagi anak-anaknya. Hal ini disebabkan orang tua khususnya, dalam ruang lingkup keluarga merupakan media awal dari satu proses sosialisasi, sehingga dalam proses sosialisasi tersebut orang tua mencurahkan perhatiannya untuk mendidik anak-anaknya agar menjadi manusia baik-baik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.2.  PENGERTIAN ANAK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus umum bahasa Indonesia edisi ketiga susunan W.J.S Poerwadinata, anak itu dikelompokkan menjadi tiga golongan yaitu anak kandung atau anak dari darah daging sendiri. Anak angkat, yaitu anak yang bukan berasal dari keturunan asli atau anak orang lain yang di angkat dan diasuh sebagaimana anak sendri. Sedangkan anak tiri, adalah anak yang bukan anak kandung (anak bawaan suami atau isteri ).&lt;br /&gt;Sebagian besar orang laki-laki atau perempuan beranggapan bahwa anak adalah karunia terbesar, harta yang paling berharga, cita-cita yang tinggi, serta belahan jiwa yang secara khusus diberikan oleh tuhan yang maha kuasa kepada manusia yang telah menanti-nantikan kehadirannya.&lt;br /&gt;Menurut kajian ilmu biologi, anak adalah hasil dari suatu proses tahapan yang bermula dari bertemunya sel kelamin jantan dan betina ( pembuahan ), lalu terbentuklah zigot yang bergerak ke uterus hingga terbentuklah embrio yang akan tumbuh menjadi janin. Janin tersebut akan tumbuh dan jika saatnya telah tiba maka akan lahir ke dunia menjadi seorang anak.&lt;br /&gt;Dalam ilmu agama islam disebutkan bahwa yang dinamakan anak adalah amanah allah swt yang harus dirawat, diasuh dan dipelihara hingga tumbuh menjadi dewasa. Sebelum anak tersebut dilahirkan kedunia, ia telah diberi ketetapan oleh allah yaitu meliputi 3 perkara antara lain umur, rizki dan jodoh. Supaya anak mampu mencapai kesempurnaan tersebut, maka allah swt memberi tugas kepada orang tuanya untuk membimbing anaknya dengan baik dan benar agar tidak menyimpang dari jalan ajaran-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.3.  PENGERTIAN POLA ASUH ANAK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara etimologi, pola berarti bentuk, tata cara. Sedangkan asuh berarti menjaga, merawat dan mendidik. Sehingga pola asuh berarti bentuk atau sistem dalam menjaga, merawat dan mendidik. Jika ditinjau dari terminologi, pola asuh anak adalah suatu pola atau sistem yang diterapkan dalam menjaga, merawat dan mendidik seorang anak yang bersifat relatif konsisten dari waktu ke waktu. Pola perilaku ini dapat dirasakan oleh anak dari segi negatif atau positif.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;BAB III&lt;br /&gt;METODOLOGI PENELITIAN&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.1.  TEMPAT PENELITIAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian ini tempat atau wilayah yang kami teliti adalah kawasan Desa Bangun Rejo L III Blok A sampai Blok D Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.2.  POPULASI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian ini kami mengambil populasi yaitu warga Desa Bangun Rejo Blok A hingga Blok D Kecamatan Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara Kalimantan Timur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.3.  SAMPEL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Selama penelitian, kami berhasil mengumpulkan beberapa sampel, Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3 keluarga dari warga Bangun Rejo Blok A&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3 keluarga dari warga Bangun Rejo Blok B&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3 keluarga dari warga Bangun Rejo Blok C&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3 keluarga dari warga Bangun Rejo Blok D&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Objek penelitiannya adalah sistem penerapan pola asuh orang tua terhadap anak dan karakteristik anak yang diasuh tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.4.  WAKTU PENELITIAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penelitan ini kami laksanakan selama 1 bulan yaitu mulai tanggal 1 februari sampai tanggal 28 februari 2009.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Minggu Pertama, Kami gunakan untuk hunting buku-buku di perpustakaan dan mencari informasi dari media  massa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Minggu Kedua, Melakukan study pustaka dengan menelaah berbagai informasi yang berkaitan dengan tema   penelitian.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Minggu Ketiga, Melakukan observasi tentang pola asuh orang tua terhadap karakteristik anak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Minggu  Keempat,   Melakukan   penyusunan    dan    penulisan    karya    ilmiah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.5.  METODE PENELITIAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini dilakukan dengan  menggunakan  metode-metode  sebagai berikut :&lt;br /&gt;Pustaka                                                                                                                             Yaitu dengan menelaah, mempelajari dan meriset ke perpustakaan dari berbagai sumber buku-buku yang mempunyai keterkaitan dengan tema karya ilmiah ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Observasi                                                                                                                                  Metode observasi yang kami lakukan adalah melalui observasi nonpartisipasi ( observasi tak terlibat ). Gambaran objek yang kami peroleh dari lapangan adalah dengan cara mengamati pola perilaku, kesibukan serta kegiatan sehari-hari yang mereka kerjakan dari jarak tertentu. Selain itu, observasi yang kami lakukan yaitu dengan menganalisis dari isi media massa seperti artikel-artikel dan internet yang berkaitan dengan sistem pola asuh orang tua serta dampaknya terhadap karakteristik seorang anak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4.1.  MACAM-MACAM POLA ASUH ORANG TUA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menurut Baumrind ( 1967 ), Pola asuh orang tua dikelompokkan     menjadi 4 macam,  yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pola Asuh Secara Demokratis&lt;/span&gt;                                                                                                      Pola asuh secara demokratis adalah pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak, akan tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan mereka. Orang tua dengan pola asuh ini bersikap rasional, selalu mendasari tindakannya pada rasio atau pemikiran-pemikiran. Orang tua tipe ini juga bersifat realistis terhadap kemampuan anak, tidak berharap melebihi batas kemampuan sang anak. Orang tua tipe ini juga memberikan kebebasan kepada anak-anaknya dalam hal memilih dan melakukan sesuatu tindakan, dan pendekatannya kepada anak bersifat hangat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pola Asuh Otoriter&lt;/span&gt;Pola asuh otoriter adalah kebalikan dari pola asuh demokratis, yaitu cenderung menetapkan standar yang mutlak harus dituruti. Biasanya dibarengi dengan ancaman-ancaman. Misalnya, kalau tidak mau makan, maka tidak akan diajak bicara. Orang tua tipe ini juga cenderung memaksa, memerintah dan menghukum apabila sang anak tidak mau melakukan apa yang di inginkan oleh orang tua. Orang tua tipe ini juga tidak mengenal kompromi, dan dalam berkomunikasi biasanya bersifat satu arah. Orang tua tipe ini tidak memerlukan umpan balik dari anaknya untuk mengerti dan mengenal anaknya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pola Asuh Permisif                                                                                                                        Pola asuh permisif atau pemanja biasanya memberikan pengawasan yang sangat longgar, memberikan kesempatan pada anaknya untuk melakukan sesuatu tanpa pengawasan yang cukup darinya. Mereka cenderung tidak menegur atau memperingatkan anak apabila anak sedang dalam bahaya, dan sangat sedikit bimingan yang diberikan oleh mereka. Namun orang tua tipe ini biasanya bersifat hangat sehingga seringkali disukai oleh anak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pola Asuh Penelantar                                                                                                                    Pola asuh tipe yang terakhir ini pada umumnya memberikan waktu dan biaya yang sangat minim pada anak-anaknya, waktu mereka banyak digunakan untuk keperluan pribadi mereka seperti bekerja. Dan kadangkala mereka terlalu menghemat biaya untuk anak-anak mereka. Seorang ibu yang depresi adalah termasuk dalam kategori ini, mereka cenderung menelantarkan anak-anak mereka secara fisik dan psikis. Ibu yang depresi pada umumnya tidak mau memberikan perhatian fisik dan psikis pada anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4.2.  DAMPAK / PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP ANAK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengaruh Pola Asuh Demokratis&lt;/span&gt;                                                                                                Pola asuh demokratis akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang mandiri, dapat mengontrol diri, mempunyai hubungan baik dengan teman-temannya, mampu menghadapi stress, mempunyai minat terhadap hal-hal yang baru, dan kooperatif terhadap orang lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengaruh Pola Asuh Otoriter                                                                                                      &lt;/span&gt;Pola asuh otoriter akan menghasilkan karakteristik anak yang penakut, pendiam, tertutup, tidak berinisiatif, gemar menentang, suka melanggar norma-norma, berkepribadian lemah, cemas dan terkesan menarik diri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengaruh Pola Asuh Permisif                                                                                                      Pola asuh permisif akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang impulsif, agresif, tidak patuh, manja, kurang mandiri, mau menang sendiri, kurang matang secara sosial dan kurang percaya diri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengaruh Pola Asuh Penelantar                                                                                                  Pola asuh penelantar akan menghasilkan karakteristik anak yang moody, impulsif, agresif, kurang bertanggung jawab, tidak mau mengalah, self esteem ( harga diri ) yang rendah, sering bolos dan sering bermasalah dengan teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4.3 PENDEKATAN ORANG TUA YANG BERPOTENSI MENGGANGGU KEPRIBADIAN ANAK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah dua sisi pendekatan atau cara mengasuh orang tua yang mempunyai potensi dapat mengganggu kepribadian anak yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pendekatan Orang tua Yang Negatif&lt;/span&gt;                                                                                          Ada orang tua yang menyikapi anak-anaknya dengan cara yang negatif, bahkan ada yang sampai menjadikan anak-anak mereka sebagai objek kekerasan atau pelampiasan amarah. Ada pula sebagian anak yang terus-menerus dipandang sebagai anak kecil, akibatnya si anak jadi merasa tak berarti dalam hidup, mereka merasa tak dihargai sebagai manusia, padahal mungkin ia sudah bisa memberi pandangan-pandangan yang bermanfaat bagi anggota keluarga yang lain. Jika anak sudah memasuki usia remaja namun masih saja disikapi atau diperlakukan seperti anak kecil maka akan muncul kekecewaan yang mendalam pada diri anak tersebut, dan akan sulit bagi dirinya untuk cepat menjadi dewasa, karena perbuatan yang ia lakukan selalu diremehkan oleh orang tuanya. Ada juga anak-anak yang disikapi secara tidak adil oleh orang tuanya, semua anggota keluarganya mendapat perlakuan yang baik, sementara ia sendiri diperlakukan secara berbeda, seolah ia bukan anak kandung dalam keluarga tersebut. Hal ini tentu sangat menyakitkan si anak dan dapat menjadi faktor pendorong untuk melakukan hal-hal yang menyimpang seperti mengkonsumsi narkoba, mendekati miras, pergaulan bebas, tawuran dan lain sebagainya. Selain diperlakukan tidak adil, terkadang permasalahannya lebih serius. Tidak sedikit anak yang dianiaya oleh orang tuanya sendiri. Mereka dijadikan pelampiasan emosi orang tua, bahkan tidak sedikit pula mereka menjadi korban nafsu syahwat orang tuanya sendiri. Hal tersebut merupakan titik terberat dan sangat serius. Orang tua seperti ini kemungkinan mengalami gangguan jiwa dan perkembangan anak akan terhambat oleh perbuatannya tersebut, dan tentu saja sang anak menderita problem psikologi yang serius dimasa mendatang, kecuali bila kasusnya ditangani secara serius hingga tuntas. Seperti sebuah contoh pengalaman-pengalaman yang dialami oleh david Pelzer yang kemudian ditulis dan dibukukan oleh dirinya sendiri dan diberi judul “A Child Called It, The Lost Boy, dan A Child Called Dave”. buku-buku tersebut mengisahkan perjalanan hidup sang penulis sebagai korban Child Abuse “Penganiayaan Anak” yang kedua terburuk di Negara bagian Amerika. Penganiayaan yang dialami oleh Pelzer sebagai seorang anak sangat sulit untuk dibayangkan. Ia seolah tidak dianggap manusia, dianiaya setiap hari, disuruh memakan kotoran adikya sendiri, tidak diberi makan sampai terpaksa harus mengorek-ngorek tong sampah demi mendapatkan makanan, bahkan nyaris mati ditangan ibunya sendiri. Bagaimana mungkin seorang ibu tega menganiaya anaknya sekejam itu, tetapi itulah yang terjadi, ia mengalami berbagai siksaan yang sulit dan panjang. Hingga kemudian dipisahkan dari orang tuanya oleh pihak Negara setelah melalui proses penyembuhan yang cukup lama. Pelzer ternyata bisa hidup normal, malah ia menjadi seorang yang sukses dan hidupnya dan lebih berhasil daripada kebanyakan orang yang tumbuh dan dibesarkan dalam keluarga normal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang tua yang terlalu baik                                                                                                      Selain orang tua yang bersikap negatif pada anak-anaknya, ada juga yang justru bersikap terlalu positif. Mereka sangat sayang terhadap anak-anaknya, tetapi mereka tidak tahu cara mendidiknya, sehingga akhirnya sang anak jadi manja. Hal yang perlu dituturkan disini karena pengalaman dilapangan menunjukkan betapa banyak anak-anak yang dimanjakan dan memperoleh fasilitas yang lebih dari orang tua mereka, mereka ini cenderung akan bersikap arogan, malas dan merasa tidak perlu bekerja keras dalam hidup serta kurang memiliki tanggung jawab terhadap apa yang ia perbuat.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;BAB V&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A.  Kesimpulan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dari pembahasan yang telah terurai diatas dapat kami tarik kesimpulan, bahwa pola asuh orang tua mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menentukan bagaimana bentuk pribadi anak dimasa depan, Oleh sebab itu orang tua harus benar-benar mawas diri dan bersungguh-sungguh dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan serta norma-norma yang baik kepada anak melalui pola asuh yang baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B.  Saran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saran yang ingin tim peneliti sampaikan kepada segenap pembaca, sekiranya dapat dijadikan bahan introspeksi diri agar dapat menjadi orang tua yang sukses dalam mendidik anak-anaknya kelak, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hendaknya orang tua tidak egois, yaitu menganggap bahwa dirinya saja yang paling benar, karena pada prinsipnya setiap anak juga ingin mengekspresikan dirinya dengan gaya dan caranya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• Hendaknya orang tua lebih bijaksana kepada anak serta mampu memberikan contoh atau teladan yang baik kepada anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hendaknya orang tua lebih memahami nilai-nilai dan norma-norma kehidupan dan mengajarkan hal tersebut dengan sosialisasi yang baik kepada anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karena orang tua adalah tempat curahan hati seorang anak, maka jadilah orang tua yang mampu dijadikan sandaran yang baik bagi anak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pilihlah pola asuh anak yang baik agar anak yang diasuh dapat tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang berkarakteristik baik&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;RIWAYAT HIDUP&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nama :  Vina Sulistya Ningsih&lt;br /&gt;Tempat, Tgl lahir  :  Ds. Kertabuana, 25 Mei 1991&lt;br /&gt;Jenis kelamin :  Perempuan&lt;br /&gt;Agama :  Islam&lt;br /&gt;Kewarganegaraan :  Indonesia&lt;br /&gt;Pendidikan  - SDN 011 L4 Blok C II, Tamat Tahun 2003&lt;br /&gt;- SMP YPM DIPONEGORO Tenggarong Seberang,&lt;br /&gt;Tamat Tahun 2006&lt;br /&gt;- SMA YPM DIPONEGORO, Tenggarong Seberang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Nama :  Abdul Ghofur&lt;br /&gt;Tempat, Tgl lahir :  Tenggarong, 23 Februari 1991&lt;br /&gt;Jenis Kelamin :  laki-laki&lt;br /&gt;Agama :  Islam&lt;br /&gt;Kewarganegaraan :  Indonesia&lt;br /&gt;Pendidikan : -  SDN 016 Separi IV, Tamat tahun 2003&lt;br /&gt;-  MTS AL-IKHSAN Separi Besar, Tamat Tahun 2006&lt;br /&gt;-  SMA YPM DIPONEGORO, Tenggarong Seberang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Nama :  Dewi Fatmawati&lt;br /&gt;Tempat, Tgl lahir  :  Kutai, 20 Desember 1991&lt;br /&gt;Jenis kelamin :  Perempuan&lt;br /&gt;Agama :  Islam&lt;br /&gt;Kewarganegaraan :  Indonesia&lt;br /&gt;Pendidikan :  -  SDN 021 L II Blok C, Tamat Tahun 2003&lt;br /&gt;-  SMP YPM DIPONEGORO, Tamat Tahun 2006&lt;br /&gt;-  SMA YPM DIPONEGORO, Tenggarong Seberang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Nama :  Ira Suprihatin&lt;br /&gt;Tempat, Tgl lahir  :  Tenggarong, 16 Januari 1991&lt;br /&gt;Jenis kelamin :  Perempuan&lt;br /&gt;Agama :  Islam&lt;br /&gt;Kewarganegaraan :  Indonesia&lt;br /&gt;Pendidikan  - SDN 016 SEPARI IV, Tamat Tahun 2003&lt;br /&gt;- SMP YPM DIPONEGORO Tenggarong Seberang,&lt;br /&gt;Tamat Tahun 2006&lt;br /&gt;- SMA YPM DIPONEGORO Tenggarong Seberang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Nama :  M. Fitroh Al-Hadi&lt;br /&gt;Tempat, Tgl lahir  :  Kediri, 12 Agustus 1991&lt;br /&gt;Jenis kelamin :  laki-laki&lt;br /&gt;Agama :  Islam&lt;br /&gt;Kewarganegaraan :  Indonesia&lt;br /&gt;Pendidikan  -  SDN 004 Bukuan, Tamat Tahun 2003&lt;br /&gt;-  SMP 20 Bukuan, Tamat Tahun 2006&lt;br /&gt;-  SMA YPM DIPONEGORO, Tenggarong Seberang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Nama :  Rahmat Effendi&lt;br /&gt;Tempat, Tgl lahir  :  Kertabuana, 12 Desember 1991&lt;br /&gt;Jenis kelamin :  Laki-Laki&lt;br /&gt;Agama :  Islam&lt;br /&gt;Kewarganegaraan :  Indonesia&lt;br /&gt;Pendidikan   -  SDN 011 L IV Tamat Tahun 2003&lt;br /&gt;-  SMP YPM DIPONEGORO, Tamat Tahun 2006&lt;br /&gt;- SMA YPM DIPONEGORO, Tenggarong Seberang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Nama :  Sinta Purnamasari&lt;br /&gt;Tempat, Tgl lahir  :  Pendingin, 13 Februari 1990&lt;br /&gt;Jenis kelamin :  Perempuan&lt;br /&gt;Agama :  Islam&lt;br /&gt;Kewarganegaraan :  Indonesia&lt;br /&gt;Pendidikan  - SDN 010 Bangun Rejo, Tamat Tahun 2003&lt;br /&gt;- SMPN 1 Tenggarong Seberang, Tamat Tahun 2006&lt;br /&gt;- SMA YPM DIPONEGORO Tenggarong Seberang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.  Nama :  Sunadi&lt;br /&gt;Tempat, Tgl lahir  :  Madiun, 7 Agustus 1990&lt;br /&gt;Jenis kelamin :  Laki-Laki&lt;br /&gt;Agama :  Islam&lt;br /&gt;Kewarganegaraan :  Indonesia&lt;br /&gt;Pendidikan   - SDN 011 SP 1 Tamat Tahun 2003&lt;br /&gt;- SMP YPM DIPONEGORO Tenggarong Seberang,&lt;br /&gt;Tamat Tahun 2006&lt;br /&gt;- SMA YPM DIPONEGORO Tenggarong Seberang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alatas, Alwi. 2005. 13X ; Remaja Juga Bisa.&lt;br /&gt;Ali, Muhammad. 2006. Psikologi Remaja,  Jakarta : PT. Bumi Aksara.&lt;br /&gt;J. Gode, william. 2007. Sosiologi Keluarga. Jakarta : PT. Bumi Aksara.&lt;br /&gt;Lein, Laura dan. 1989. Anak ; Bagaimana Mengasuh Anak Dan Pengaruh Anak Bagi           Kehidupan Orang Tuanya.&lt;br /&gt;Tim Sosiologi. 2006. Sosiologi ; Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat Kelas X. Jakarta : yudistira.&lt;br /&gt;Tim Sosiologi. 2007. Sosiologi ; Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat Kelas XII. Jakarta : yudistira.&lt;br /&gt;Alatas, Alwi. 2005. Untuk 13X ; Remaja Juga Bisa Bahagia Sukses Mandiri. Jakarta : Penerbit Pena.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-6270302551236121929?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/6270302551236121929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2009/03/karya-ilmiah-pengaruh-pola-asuh-orang.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/6270302551236121929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/6270302551236121929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2009/03/karya-ilmiah-pengaruh-pola-asuh-orang.html' title='KARYA ILMIAH PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP  PERKEMBANGAN KARAKTERISTIK ANAK'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-6810570517334703685</id><published>2008-11-27T02:39:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T02:43:42.506-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PERKAWINAN ADAT BONE'/><title type='text'>PERKAWINAN ADAT BONE</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERKAWINAN ADAT BONE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;A. Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat kabupaten Bone, sebagaimana masyarakat kabupaten lainnya di Propinsi Sulawesi Selatan pada umumnya, merupakan pemeluk Islam yang taat, kehidupan mereka selalu diwarnai oleh keadaan yang serba religius. Kondisi ini ditunjukkan oleh banyaknya tempat-tempat ibadah dan Pendidikan Agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun penduduk Kabupaten Bone mayoritas memeluk agama Islam, namun di kota Watampone juga ada gereja dan beberapa tempat ibadah pemeluk agama lainnya. Hal ini berarti, pemeluk agama lain cukup leluasa untuk menunaikan ibadahnya. Keadaan ini memberikan dampak yang positif terhadap kehidupan keagamaan, karena mereka saling hormat-menghormati dan menghargai satu dengan yang lainnya. Di samping itu, peran pemuka agama terutama para alim ulama sangat dominan dalam kehidupan keagamaan, bahkan bagi masyarakat Bone, alim ulama merupakan figur kharismatik yang menjadi panutan masyarakat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sektor pendidikan,pemerintah Kabupeten Bone mengarahkan pembangunan pada upaya peningkatan mutu pendidikan, sehingga tercipta peningkatan relevansi pendidikan, serta mempunyai keterkaitan yang sesuai dengan kebutuhan tuntutan. Oleh karena itu, mutu pendidikan selalu ditingkatkan sebagai upaya peningkatan sumber daya manusia agar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermuara kepada meningkatnya daya saing masyarakat Bone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mengenai pengembangan kebudayaan, pemerintah Kabupaten Bone berupaya untuk membina nilai-nilai budaya daerah sebagai bagian dari budaya nasional denganberdasarkan pada penerapan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal masyarakat Bone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk kepedulian pemerintah Kabupaten Bone dalam bidang kebudayaan adalah memfasilitasi terbentuknya Lembaga Adat “Saoraja” Bone sebagai mitra pemerintah dalam hal pelestarian nilai-nilai adat dan budaya luhur serta pengembangan kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masyarakat manapun, hubungan kekerabatan merupakan aspek utama, baik karena dinilai penting oleh anggotanya maupun fungsinya sebagai struktur dasar yang akan suatu tatanan masyarakat. Pengetahuan mebdalam tentang prinsip-prinsip kekerabatan sangat diperlukan guna memahami apa yang mendasari berbagai aspek kehidupan masyarakat yang dianggap paling penting oleh orang Bugis dan yang saling berkaitan dalam membentuk tatanan sosial mereka. Aspek tersebut antara lain adalah perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi masyarakat Bugis termasuk di dalamnya Bone, perkawinan berarti siala atau saling mengambil satu sama lain, jadi perkawianan merupakan ikatan timbla balik. Walaupun mereka beeasal dari strata sosial yang berbeda, setelah mereka menjadi suami istri mereka merupakan mitra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, bagi masyarakat Bugis, perkawinan bukan saja penyatuan dua mempelai semata, akan tetapi merupakan suatu upacara penyatuan dan persekutuan dua keluarga besar yang biasanya telah memiliki hubngan sebelumnya dengan maksud mendekatkan atau mempereratnya (Mappasideppé mabélaé atau mendekatkan yang sudah jauh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemaknaan lain tentang perkawinan, pada buku Sulésana karya Anwar Ibrahim disinggung tentang siabbinéng dari kata biné yang berarti benih padi, “Mabbiné” artinya menanam padi. Terdapat kedekatan makna dan kedekatan bunyi dengan kata “bainé” atau istri “mabbainé” atau beristri. Dalam konteks ini kata siabbinéng, mengandung makna menanam benih dalam kehidupan rumah tangga. (Ibrahim. A, 2002)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikalangan masyarakat biasa, perkawinan biasanya berlangsung antar keluarga dekat atau antar kelompok patronasi yang sama (patron klien) sehingga mereka telah saling mengenal satu sama lain. Oleh karena itu, mereka yang berasal dari daerah lain, cenderung menjalin hubungan yang lebih dekat lagi dengan orang telah mereka kenal baik melalui jalur perkawinan. Dengan kata lain perkawinan adalah cara terbaik untuk menjadi (bukan orang lain/ tenniya tau laing). Hal ini juga sering ditempuh dua sahabat atau mitra usaha yang bersepakat menikahkan turunan mereka, atau bahkan menjodohkan anak mereka sejak kecil. (Pelras . 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikalangan masayarakat dikenal ada dua macam perkawinan yaitu perkawinan melalui proses peminangan dan perkawinan yang disebut silariang. Namun yang akan dibahas dalam buku ini adalah perkawinan melalui peminangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan melalui proses peminangan adalah tata cara yang paling baik dan biasanya melalui beberapa tahap. Sejak dahulu sampai kira0kira 30 tahun lalu, tahap demi tahap masih selalu dilakukan, baik oleh golongan bangsawan maupun yang bukan bangsawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun akibat dari perkembangan jaman serta pengaruh-pengaruh asing yang masuk maka terjadi beberapa perubahan, namun kartena masyarakat kita sangat kuat dalam memegang teguh adat, maka kebiasaan ini masih terus berlanjut walaupun disana sini telah disesuaikan dengan keadaan dan waktu. Dan pelaksanaannya pun telah mengalami beberapa perubahan tanpa meninggalkan nilai-nilai dan makna yang terkandung dalam semua tahapan upacara. (Sapada AN, 1985)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pandangan Islam Terhadap Perkawinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ajaran yang penting dalam Islam adalah perkawinan atau pernikahan. Begitu pentingnya ajaran tentang perkawinan tersebut sehingga dalam Al-Quran terdapat sejumlah ayat baik secara langsung maupun tidak langsung berbicara mengenai perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikah artinya menghimpun atau mengumpulkan. Salah satu upaya untuk menyalurkan naluri seksual suami istri dalam rumah tangga sekaligus sarana untuk menghasilkan keturunan yang dapat menjamin kelangsungan eksistensi manusia di atas bumi. Keberadaan mikah itu sejalan dengan lahirnya manusia di atas bumi dan merupakan fitrah manusia yang diberikan Allah SWT terhadap hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa definisi nikah yang dikemukakan ulama fiqih, tetapi seluruh definisi tersebut mengandung esensi yang sama meskipun redaksionalnya berbeda. Ulama Mazhab Syafi’I mendefinisikannya dengan “akad yang mengandung kebolehan melakukan hubungan suami istri dengan lafal nikah/kawin atau yang semakna dengan itu”. Sedangkan ulama Mazhab Hanafi mendefiniskannya dengan akad yang memfaedahkan halalnya melakukan hubungan suami istri antara seorang lelaki dan seorang perempuan selama tidak ada halangan syara’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Muhammad Abu Zahrah (w. 1394 H/1974 M), ahli hukum Islam dari Universitas Al-Azhar, berpendapat bahwaperbedaan kedua definisi di atas tidaklah bersifat prinsipil. Yang menjadi prinsip dalam definisi tersebut adalah nikah itu membuat seorang lelaki dan seorang wanita halal melakukan hubungan seksual. Untuk mengkompromikan kedua definisi, Abu Zahrah mengemukakan definisi nikah, yaitu :akad yang menjadikan halalnya hubungan seksual antara seorang lelaki dan seorang wanita, saling tolong menolong diantara keduanya serta menimbulkan hak dan kewajiban diantara keduanya”. Hak dan kewajiban yang dimaksud Abu Zahrah adalah hak dan kewajiban yang datangnya dari asy-Syar’I Allah SWT dan Rasul-Nya. Tujuan pernikahan sebagaimana disebutkan dalam salah satu ayat dalam Al-Quran adalah (artinya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kmau rasa kasih sayang …” (Q.S.30:21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ayat di atas jelas bahwa Islam menginginkan pasangan suami istri yang telah membina suatu rumah tangga melalui akad nikah tersebut bersifat langgeng. Terjalin keharmonisan di antara suami istri yang saling mengasihi dan menyayangi itu sehingga masing-masing pihak merasa damai dalam rumah tangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tangga seperti inilah yang diinginkan Islam, yakni rumah tangga sakinah, sebagaimana yang disyaratkan Allah SWT dalam surat Ar-Rum (30) ayat 21 di atas. ada tiga kata kunci yang disampaikan oleh Allah SWT dalam ayat tersebut, dikaitkan dengan rumah tangga yang ideal menurut Islam, yaitu sakinah (as-sakinah), mawadah (al-mawaddah), dan rahmat (ar-rahmah). Ulama tafsir menyatakan bahwa as-sakinah adalah suasana yang damai yang melingkupi rumah tangga yang bersangkutan; masing-masing pihak menjalankan perintah Allah SWT dengan tekun, saling menghormati, dan saling toleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari suasana as-sakinah tersebut akan muncul rasa saling mengasihi dan menyayangi (al-mawaddah), sehingga rasa tanggung jawab kedua belah pihak semakin tinggi. Selanjutnya, para musafir mengatakan bahwa dari as-sakinah dan al-mawaddah inilah nanti muncul ar-rahmah, yaitu keturunan yang sehat dan penuh berkat dari Allah SWT, sekaligus sebagai pencurahan rasa cinta dan kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Pandangan Masyarakat Bugis Terhadap Perkawinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena perkawinan bukan hanya merupakan peristiwa yang harus ditempuh atau dijalani oleh dua individu yang berlainan jenis kelamin, tetapi lebih jauh adalah perkawinan sesungguhnya proses yang melibatkan beban dan tanggung jawab dari banyak orang, baik itu tanggung jawab keluarga, kaum kerabat (sompung lolo) bahkan kesaksian dari seluruh masyarakat yang ada di lingkungannya. (Pelras.C,2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipandang dari sisi kebudayaan, maka perkawinan merupakan tatanan kehidupan yang mengatur kelakuan manusia. Selain itu perkawinan juga mengatur hak dan kewajiban serta perlindungannya terhadap hasil-hasil perkawinan yaitu anak-anak, kebutuhan seks (biologis), rasa aman (psikologis), serta kebutuhan sosial ekonomi, dan lai-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada masyarakat Bugis, perkawinan bukan saja merupakan pertautan dua insan laki-laki dan perempuan, namun merupakan juga pertautan antara dua keluarga besar. Ini disebabkan karena orang tua dan kerabat memegang peranan sebagai penentu dan pelaksana dalam perkawinan anak-anaknya. Sebagaimana digambarkan oleh H. TH. Chabot dalam bukunya “Verwanschap, stand en sexe in zuid celebes” yang berbunyi “Pilihan pasangan hidup, bukanlah urusan pribadi namun adalah urusan keluarga dan kerabat”. Dengan fungsi ini maka perkawinan haruslah diselenggarakan secara normatif menurut agama dan adat yang berlaku dalam masyarakat setempat dan harus diselenggarakan secara sungguh-sungguh dalam suatu upacara perkawinan. (Sapada AN, 1985)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Makna Perkawinan Perspektif Gender&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masyarakat Bugis termasuk Bone sebagaimana masyarakat lain di bagian dunia lainnya, lelaki dan perempuan mempunyai wilayah aktifitas yang berbeda. Namun pada hakikatnya orang Bugis tidak menganggap perempuan lebih dominan satu sama lain. Hubungan mereka saling melengkapi sebagai manifestasi dari perbedaan yang mereka miliki. Perbedaan ini diharapkan dapat saling melengkapi dan bersatu dalam satu ikatan perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal perkawinan biasanya laki-laki tinggal di rumah orang tua istri (mertua) sehingga tidak memberikan ruang bagi suami untuk bertindak semena-mena atau mendominasi sang istri. Sementara ruang di rumah pada hakikatnya telah dibagi berdasarkan gender. Bagian depan menjadi bagian laki-laki dan bafgain belakang menjadi wilayah perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pepatah Bugis wilayah perempuan adalah sekitar rumah, sedangkan ruang gerak laki-laki adalah “menjulang hingga ke langit” kata bijak tersebut menjelaskan peran laki-laki dan perenpuan dalam kehidupan sehari-hari. Aktiftas laki-laki adalah di luar rumah. Dialah tulang punggung penghasilan keluarga yang bertugas mencari nafkah (sappa laleng atuong). Sementara perempuan sebagai ibu (indo’ ana’) kewajibannya menjaga anak, menjmbuk padi, memasak, menyediakan lauk pauk dan membelanjakan penghasilan suami selaku pengurus yang bijaksana (pattaro malampé nawa-nawa é).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perbedaan tugas di atas bukan menjadi hal yang pokok melainkan saling melengkapi perbedaan itulah yang mendasari kemitraan diantara suami istri dalam saling menopang kepentingan mereka masing-masing (sibali perri) dan saling merepotkan (siporépo). (Pelras C. 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Sistem Kekerabatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umunya orang Bugis mempunyai sitem kekerabatan yang disebut dengan assiajingeng yang mengikuti sistem builateral. Yaitu sistem yang mengikuti lingkungan pergaulan hidup dari ayah maupun dari pihak ibu. Garis keturunan berdasarkan kedua orang tua. Hubungan kekerabatan ini menjadi sangat luas disebabkan karena, selain ia menjadi anggota keluarga ibu, ia juga menjadi anggota keluarga dari pihak ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan kekerabatan atau assiajingeng ini dibagi atas siajing maréppé (kerabat dekat) dan siajing mabéla (kerabat jauh). Kerabat dekat atau siajing maréppé merupakan kelompok penentu dan penmgendali martabat keluarga. Anggota keluarga dekat inilah yang menjadi to masiri’ (orang yang malu) bila anggota keluarga perempuan ri lariang (dibawa lari oleh orang lain), dan mereka itulah yang berkewajiban menghapus siri’ tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota siajing maréppé didasarkan atas dua jalur, yaitu réppé maréppé yaitu keanggotaan yang didasarkan atas hubungan darah, dan siteppang maréppé (sompung lolo) yaitu keanggotaan didasarkan tas hubungan perkawinan. (Makkulau, 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun anggota keluarga yang tergolong réppé maréppéyaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Iyya, Saya (yang bersangkutan)&lt;br /&gt;  2. Indo’ (ibu kandung iyya)&lt;br /&gt;  3. Ambo’ (ayah kandung iyya)&lt;br /&gt;  4. Nene’ (nenek kandung Iyya baik dari pihak ibu maupun dari ayah&lt;br /&gt;  5. Lato’ (kakek kandung Iyya baik dari ibu maupun dari ayah)&lt;br /&gt;  6. Silisureng makkunrai (saudara kandung perempuan Iyya )&lt;br /&gt;  7. Silisureng woroané (saudara laki-laki iyya)&lt;br /&gt;  8. Ana’ (anak kandung iyya)&lt;br /&gt;  9. Anauré (keponakan kandung iyya)&lt;br /&gt; 10. Amauré (paman kandung iyya)&lt;br /&gt; 11. Eppo (cucu kandung iyya)&lt;br /&gt; 12. Inauré / amauré makkunrai (bibi kandung iyya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan anggota keluarga yang termasuk siteppang maréppé yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Baine atau indo’ ‘ana’na (istri iyya)&lt;br /&gt;  2. Matua (ibu ayah/ kandung istri)&lt;br /&gt;  3. Ipa woroané (saudara laki-laki istri iyya)&lt;br /&gt;  4. Ipa makkunrai (saudara kandung perempuan istri iyya)&lt;br /&gt;  5. Manéttu (menantu, istri atau suami dari anak kandung iyya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Stratifikasi Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapisan sosial tradisional masyarakat Bone membedakan status menurut kadar ke arung annya (keturunan). Ukuran yang digunakan adalah soal asal keyrunan sebagai unsur primer. Oleh karena itu perlu dibedakan dahulu jenis-jenis keturunan yang teradapat di Kabupeten Bone secara umum dibagi atas beberapa golongan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ana’ mattola: yang berhak mewarisi tahta dan dipersiapkan untuk menjadi raja arung (raja/ratu). Tingkatan ini terbagi atas dua sub golongan yakni: ana’ sengngeng dan ana’rajéng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ana’ céra’ siseng/I: anak yang beradarah campuran atas kedua sub di atas yang kawin dengan perempuan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ana’ céra’ dua/II: anak hasil perkawinan céra’ siseng dengan perempuan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ana’ céra’ tellu/III: anak hasil perkawinan céra’ dua dengan perempuan biasa. Ketiga lapisan cerak ini menduduki golongan bangsawan menengah. Kemudian céra’ tellu ini dengan perempuan biasa akan menghasilkan bangsawan terendah. Ampo cinaga, anakkarung maddara-dara, dan anang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tau sama (orang biasa)/tau maradéka (orang bebas): di kalangan ini masih dibedakan atas keturunan leluhirnya yang masih terhitung bangsawan, betapapun rendahnya lapisan dan berapa jauhpun pertautannya (tau tongeng karaja) dan yang benar-benar keturunan orang biasa (tau sama mattanété lampé).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ata (hamba sahaya): golongan yang hilang kemerdekaannya karena sesuatu ikatan langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun penggolongan keturunan tersebut hanya bertahan sampai pada masa kemerdekaan, namun penggolongan keturunan tersebut sekarang ini tidak lagi dianut secara ketat, namun dalam berbagai hal, utamanya dalam kehidupan sosial kadangkala masih dipertanyakan, misalnya dalam hal meminang gadis, maka yang dipertanyakan adalah keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TATA CARA PERKAWINAN ADAT BONE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tahapan dari proses perkawinan adat Bone secara umum dapat dibagi atas tiga tahapan, yaitu tahapan pra nikah, nikah, dan tahapan setelah nikah. Selanjutnya untuk lebih jelasnya pada bagian ini akan dijelaskan tahapan perkawinan secara berturut-turut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. mdut Madduta msuro Massuro lEtu Lettu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tahapan pendahuluan yang harus dilewati sebelum pesta perkawinan (Mappabotting) dilangsungkan. Jika lelaki belum dijodohkan sejak kecil (atau sebelum dia lahir) maka keluatganya akan mulai mencari-cari pasangan yang kira-kira dianggap sesuai untuknya. Bagi kaum bangsawan, garis keturunan perempuan dan laki-laki akan diteliti secara seksama untuk mengetahui apakah status kebangsawanan mereka sesuai atau tidak, jagan sampai tingkatan pelamar lebih rendah dari tingkat perempuan yang akan dilamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madduta artinya meminang secara resmi, dahulu kala dilakukan beberapa kali, sampai ada kata sepakat, namun secara umum proses yang ditempuh sebelum meminang adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. mmnumnu Mammanu’-manu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mammanu’-manu’ bermakna seperti burung yang terbang kesana kemari, untuk menyelidiki apakah ada gadis yang berkenan di hati. Langkah pendahuluan ini biasanya ditugaskan kepada seseorang biasanya kepada para paruh baya perempuan, yang akan melakukan kunjungan biasa kepada keluarga perempuan untuk mencari tahu seluk beluknya, namun biasanya proses ini sangat tersamar. Mappésé-pésé dilakukan setelah kunjungan pertama tadi (Mammanu’-manu’) yaitu melakukan kunjungan resmi pertama untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang secara tidak langsung dan sangat halus (“ada orang yang akan mendekati anda………. Sudah adakah yang berbicara dengan anda?............sudah adakah yang punya?............... Apakah pintu masih terbuka?....”) agar kedua belah pihak tidak kehilangan muka atau malu seandainya pendekatan ini tidak membuahkan hasil. Jika keluarga perempuan memberi lampu hijau, kedua pihak kemudian menentukan hari untuk mengajukan lamaran secara resmi (Madduta). Selama proses pelamaran ini berlangsung garis keturunan, status kekerabatan, dan harta calon mempelai diteliti lebih jauh, sambil membicarakan sompa dan uang antaran (Dui ménré) yang harus diberikan oleh pihak laki-laki untuk biaya perkawinan pasangannya, serta hadiah persembahan kepada calon mempelai perempuan dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. mpEtu ad Mappettu Ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mappettu Ada yang baiasanya juga ditindak lanjuti dengan (mappasierekeng) atau menyimpulkan kembali kesepakatan-kesepakatan yang telah dibicarakan bersama pada proses sebelumnya. Ini sudah merupakan lamaran resmi dan biasanya disaksikan oleh keluarga dan kenalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat inilah akan dibicarakan secara terbuka segala sesuatu terutama mengenai hal-hal yang prinsipil. Ini sangat penting karena kemudian akan diambil kesepakatan atau mufakat bersama, kemudian dikuatkan kembali keputusan tersebut (mappasierekeng). Pada kesempatan ini diserahkan oleh pihak laki-laki pattenre’ ada atau passio (“pengikat”) berupa cincin, beserta sejumlah benda simbolis lainnya, misalnya tebu, sebagai simbol sesuatu yang manis, buah nangka (Panasa) yang mengibaratkan harapan (minasa); dan lain sebagainya. Apabila waktu perkawinan akan dilaksanakan dalam waktu singkat, maka passio ini diiringi passuro mita psuro mit yang diserahkan setelah pembicaraan telah disepakati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Satu lembar bahan waju tokko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Satu lembar sarung sutera atau lipa’ sabbé, juga disertai dengan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Satu piring besar nasi ketan (sokko)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Satu mangkok besar palopo’ (air gula merah yang dimasak dengan santan dan diberi telur ayam secukupnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Dua sisir pisang raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya antara pihak perempuan dan laki-laki pada acara mappettu ada ini dilangsungkan dialog. Dialog ini biasanya dimulai oleh pihak perempuan sebagai tuan rumah dan dibalas oleh pihak laki-laki. Salah satu contoh dialog hasil wawancara dengan nara sumber sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak perempuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AlhamdulillahiRabbil Alamin dan selanjutnya………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tomalebbikkeng iyya kialebbirié nennia kitanréréangngi alebbirenna, padamui topapoléi nennia toripoléi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naiya riolo pappuji nennia bereselleng, ripatarakkai tanrang asyukkurukeng téenrigangkata riséseé arajanna Puang séuwaé, namuka éloullé simatanna namérékki kuaromai ajjapa-jappang, apainringeng, kuwaétopa asagénang, natopada engka situju rupa, sipakario-sipakarennu, siwollompolong, natosiraga-raga, rijiji’ tudang pangngadereng ribola atudangenna tomalebbikkeng …………………silise’ (nama tuan rumah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuwaétopa tenriallupai massalawa nennia mappasalama mannennungeng masse lao ri Nabitta Muhammad SAW, Nabi iyya tirowangekki assalamakeng nennia asalewangeng rilino kuwaétopa ri akhérata matti. Insaya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naimunrinna ritu kupawarei élau addampeng sokkuke lao riolo alebiretta maneng, kupappolo bicara makkéwari mattuppu ade’ pappakaraja, namuka ikkeng mai napawakkangi ménasa paddennuang tomalebbikkeng ……………silise’ (nama tuan rumah) patallengangi majjajareng, tampub&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh dialog lain yang berupa elong ugi yang dahulu seringkali dilakukan pada masyarakat Bugis dengan dialog saling bersahut yang didahului oleh pihak tuan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) toemeR laoki ttud Tomménré laoki tatudang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tEjli tEteper Tejjali tettapéré&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bn mesmes Banna masé-masé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) mesmeswoemmEmi Masé-éwomémemmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lolGE tEekwiri Lolangeng tekkéwiring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sipupurE lino Sipuppreng lino&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) mkutnw sgl Makkutanawa’ segala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;agGer birir Agangaré biri’ta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tpocor lol Tapocora lolang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) aupucorcor lol Kupocora-cora lolang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;auni mtEG bEni Uni ma’tengnga benni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mnu prukusE Manu parukkuseng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) mnu epkugi aunimu Manuk pékkugi unimmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;muni mllEPEni Muni malalempenni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perwE sumGE Paréwek sumange&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) eakliGai auniku Engkalingai uni’ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tuliGi emnsku Tulingi ménasa’ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rimsglea Ri masagalaé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) edec llE nkutoko Décéng laleng nakutokkong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;edec top kujok Décé’topa kujokkang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mtupu spn Mattuppu sapana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) kutupu spnt Kutuppu sapanata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tud mbtPol Tudang mabbattampola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pw buG puet Mpawa bunga puté&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) buG puet ntbk Bunga puté nata’bakka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;poels riao rEnu Polesa’ riorennu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lisE msgl Lise’ masagala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) aEKk tEnia suro Engkaka tania suro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;poel tnia psE Polé tania paseng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wt mjjrE Watang majjajareng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) mkutnw sgl Ma’kutanawa sagala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buG sElE rERit Bunga sellé renri’ta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aEkg ropon Engkaga roppona&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) buGbuG sElE rERi Bunga-bunga sellé renring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tEropo tEplw Terropo te’palawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lpmnEmua Lappamanengmua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) abo bco aido bco Ambo’ baco indo’ baco&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pelGE plE lim Paléngeng pale lima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tR riaorEnu Tanra riorennu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) mcinairo mglu Macinnairo maggalung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;glu nrRE espE Galung naranreng sépé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nbien ntko Nabiné natakko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) mcin toai emGl Macinna toi méngngala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aes ri tEG jli Asé ri tengnga jali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rigi pbEsEn Ringgi pabbesenna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) memnsai sgl Mamménasai sagala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;emns aiy mua Ménasa iamua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sisoPu ewlrE Sisompung wélareng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) emnst ttiwi Ménasatta tatiwi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kibli rEnutoai Kibali rennutoi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mtuRu mtek Ma’tunrung mattakké&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) lbco kuealauw Labaco kuéllauwang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tudGE msibli Tudangeng massibali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pdai tEKEnE Pa’dai tengkénné’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) mealoai tpdEep Maéloi tapadeppé’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;todoGi tEprpi Todongi tepparapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ptpi tudGE Pa’tapping tudangeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) edg ps riliput Déga pasa rilipu’ta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;blC rikPot Balanca rikampo’ta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tliCo mebl Talinco mabéla&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) aEK ps rilipuku Engka pasa rilipu’ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;blC rikPoku Balanca rikampo’ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nwmi kusp Nyawami kusappa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) rEkua Nw tsp Re’kua nyawa tasappa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eaKni tloloGE Engkani talolongeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mtuRu mtek Mattunrung matta’ké&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) memnsw sgl Mamménasawa sagala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ttiPkE llE Tatimpakeng laleng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wEdieG kuaol Weddingé kuola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) auju aju pebert Ujung aju pabbéréta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ttroai psau Tataroi pasau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nmrj ruPu Namaraja rumpu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) agn augaukEGi Agana ugaukengngi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pkd tEprpi Pakkadang tepparapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tbu mcEni Tabu macenning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) aia bua mcEnieG Ia bua macenningngé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rikd kd emmE Rikadang-kadang mémeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ainp mdEnE Inappa maddenne’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) bua nonokiro eced Bua nonnokiro ce’de’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nwEdi tEkdpi Nawadding te’kadapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ysiturusiea Yassiturusié&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) mkutnw sgl Makkutanawak sagala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al aEKmupg Ala engkamupaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;llE tERiaol Laleng tenriola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) ekg gK ptEREt Kéga gangka pattenretta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tERE ed nttoK Tenrek dé natattongkang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nsipobirit Nasipobiritta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) tau ed buabuan Tau de’ bua’-bua’na&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;edea ntiwi bua Déé natiwi bua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mtuRu mtek Mattunrung mattakké&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) ek grup psiaot Kéga rupa passiota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siao ed ntluk Sio dé natallu’ka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sipobitrit Sipobiritta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) sao psoP ktin Sio pasompa katinna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mklu riteren Makkalu ritaréné&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ripNji rup Ripancaji rupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) Pihak laki-laki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) Pihak perempuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Mappettu ada akan disepakati beberapa perjanjian, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· soP Sompa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sompa artinya mas kawin atau mahar sebagai syarat sahnya suatu perkawinan. Besarnya sompa telah ditentukan menurut golongan atau tingkatan derajat gadis. Penggolongan sompa tidaklah selalu sama dalam pengistilahannya. Ada dalam bentuk mata uang “real” dan ada pula dalam bentuk “kati” tetapi dalam buku ini secara umum adalah sebagi berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsawan tinggi 88 real&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsawan menengah 44 real&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arung palili 28 real&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan tau maradeka 20 real&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan ata (budak) 10 real&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir abad ke-19 besarnya mas kawin (sompa) ditetapkan berdasarkan status seseorang. Setiap satuam mas kawin disebut kati (mata uang kuno) satu kati senilai dengan 66 ringgit, atau sama dengan 88 real, 8 uang (8/20 rial) dan 8 duit (8/12 uang) dan setiap kati akan harus ditambah satu orang budak yang bernilai 40 real dan seekor kerbau yang bernilai 25 real. Sompa bagi kalangan perempuan bangsawan kelas tinggi Sompa bocco’ atau sompa puncak bisa mencapai 14 kati. Sedangkan bagi perempuan bangsawan terendah hanya 1 kati, dan orang baik-baik atau tau deceng setengah kati, dan kalangan baiasa hanya seperempat kati. Sistem perhitungan ini masih berlaku sampai sekarang, tetapi sejak masa kemerdekaan Republik Indonesia, maka mata uang ringgit (dulu senilai 2,5 rupiah atau 2,5 gulden Belanda) yang dihadikan satu perhitungan. Namun karena inflasi dan turunnya harga rupaih pada awal 1960 maka jelas sompa ini tidak berlaku lagi. Namun Sompa ini masih sangat penting artinya, khususnya bagi keluarga yang berstatus tinggi karena hadiahhadiah tambahannya, termasuk di dalamnya hadiah simbolis (batang tebu, labu, buah, nangka, anyaman-anyaman, dan bermacam-macam kue tradisonal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· duai emeR Dui ménré, duai blC Dui balanca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dui ménré adalah sejumlah uang yang akan diserahkan oleh pihak laki-laki pasa saat mappettu ada (mappasierekeng). Hal ini biasa dilakukan oleh pihak perempuan untuk mengetahui kerelaan atau kesanggupan berkorban dari pihak laki-laki sebagai perwujudan keinginannya untuk menjadi anggota keluarga. Dui ménré ini akan digunakan oleh pihak perempuan dalam rangka membiayai pesta perkawinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1975 Susan Millar dalam bukunya Wedding Bugis menunjukkan bahwa besarnya dui ménré berkisar antara Rp. 2.000 sampai dengan Rp. 5000,-. (Pelras. C, 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kondisi kekinian dimana kekuasaan politik tradisional semakinmemudar dui ménré semakin lama semakin mengalami kenaikan, hal ini disebabkan karena tidak ada lagi aturan dan pihak pihak yang berwenang menegakkan aturan adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· tR aEso aklbienGE Tanra esso akkalabinéngeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau semua persayaratan ini telah disepakati, kemudian telah dikuatkan (mappasierekeng) maka pinangan telah resmi diterima. Kemudian akan disepakati lagi hari H perkawinan. Penentuan hari H perkawinan (tanra esso akkalabinéneng) atau penentuan saat akad nikah biasanya disesuaikan dengan penanggalan berdasarkan tanggal dan bulan Islam. Setelah mengetahui hari pelaksanaan akad nikah (ménré botting) dengan sendirinya prosesi adat lainnya seperti mappacci, (tudampenni, wenni mappacci) serta marola sudahj diketahui pula. Upacara mappacci, pada malam tudampenni, atau malam pacar baiasanya dilakukan sehari atau beberapa hari sebelum hari perkawinan. Sedangkan ma’parola dilakukan sehari atau beberapa hari setelah hari perkawinan dilangsungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. mpaisE Mappaisseng atau memberi kabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kegiatan madduta atau peminangantelah selesai dean menghasilkan kesepakatan, maka kedua pihak keluarga calon mempelai akan menyampaikan kabar mengenai perkawinan ini.biasanya yang diberi tahu adalah keluarga yang sangat dekat, tokoh masyarakat yangdituakan, serta tetangga-tetangga dekat berhubung mereka inilah yang akan mengambil peran terhadap kesuksesan semua rangkaian upacara perkawinan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. mtP Mattampa mplEtu sElE Mappalettu selleng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari proses sebelumnya yaitu mappaisseng, dan biasanya pihak keluarga calon mempelai akan mengundang seluruh sanak saudara dan handai taulan. Undangan tertulis ini dilaksanakan kira-kira 10 atau 1 minggu sebelum resepsi perkawinan dilangsungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini disebut juga mappalettu selleng karena diharapkan pihak yang diundang akan merasa dihargai bila para pembawa undangan ini menyampaikan salam dan harapan dari pihak yang mengundang kiranya bersedia datang untuk memberi restu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. mptEto srpo / brug Mappatettong sarapo/ baruga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarapo atau baruga adalah bangunan tambahan yang didirikan di samping kiri/kanan rumah yang akan ditempati melaksanakan akad nikah. Sedangkan baruga adalah bangunan terpisah dari rumah yang ditempati bakal pengantin dan dindingnya terbuat dari jalinan bambu yang dianyam yang disebut wlsuji “walasuji”. Di dalam sarapo atau baruga dibuatkan pula tempat yang khusus bagi pengantin dan kedua orang tua mempelai yang disebut lmi “lamming”. Tetapi akhir-akhir ini di Kabupaen Bone sudah jarang lagi mendirikan sarapo oleh karena sudah ada beberapa gedung atau tenda yang dipersewakan lengkap dengan peralatannya, namun kadang pula masih ada yang melaksanakan terutama bagi kalangan bangsawan dan orang berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. mpci Mappacci, tudPEni Tudampenni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara adat mappacci dilaksanakan pada waktu tudampenni, menjelang acara akad nikah/ijab kabul keesokan harinya. Upacara mappacci adalah salah satu upacara adat Bugis yang dalam pelaksanaannya menggunakan daun pacar (Lawsania alba), atau Pacci. Sebelum kegiatan ini dilaksanakan biasanya dilakukan dulu dengan mappanré temme (khatam Al-Quran) dan barazanji. Daun pacci ini dikaitkan dengan kata paccing yang makananya adalah kebersihan dan kesucian. Dengan demikian pelaksanaan mappacci mengandung makna akan kebersihan raga dan kesucian jiwa. Sebagaimana yang tertera dalam ungkapan bahasa Bugis yang mengatakan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mpci aiynritu gau ripekaoRoai nlri adE. mNji gau mbias tPu sEnusEnua ri nia akt medec mmuaer naiy neletai pmes edwt esauwea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mappacci ianaritu gau’ ripakkéonroi nallari ade’, mancaji gau’ mabbiasa, tampu’ sennu-sennuang, ri nia’ akkatta madécéng mammuaréi naiyya nalétéi pammasé Déwata Séuwaé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun urutan dan tata cara mappacci adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum acara mappacci dimulai, biasanya dilakukan padduppa (penjemputan) mempelai. Calon mempelai dipersilakan oleh Protokol atau juru bicara keluarga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ptrkai mai eblo tudGE Patarakkai mai bélo tudangeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nriptud siapi siat Naripatudang siapi siata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tauea sielel autu ptudGE Taué silélé uttu patudangeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pdtud mpci sielao elao Padattudang mappacci siléo-leo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riwEni tudPEni kuaritu Riwenni tudang mpenni kuaritu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pciGi sia dtu eblo tudGE Paccingi sia datu bélo tudangeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riptj mai botieG Ripatajang mai bottinngngé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nriptEru coko rilmi naripattéru cokkong ri lamming&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lko aulwE lakko ulaweng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan ini berarti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon mempelai dipersilakan menuju pelaminan. Pelaminan di sisi para pendamping. Duduk saling berdekatan satu sama lain. Mereka duduk bersuka ria di malam tudampenni, mappacci pada sang raja/ratu mempelai nan rupawan. Tuntunlah dan bimbinglah sang raja/ratu menuju pelaminan yang bertahtakan emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan mappacci disiapkan perlengkapan yang kesemuanya mengandung arti makna simbolis seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Sebuah bantal atau pengalas kepala yang diletakkan di depan calon pengantin, yang memiliki makna penghormatan atau martabat, kemuliaan dalam bahasa Bugis berarti mappakalebbi.&lt;br /&gt;   * Sarung sutera 7 lembar yang tersusun di atas bantal yang mengandung arti harga diri.&lt;br /&gt;   * Di atas bnatal diletakkan pucuk daun pisang yang melambangkan kehidupan yang berkesinambungan dan lestari.&lt;br /&gt;   * Di atas pucuk daun pisang diletakkan pula daun nangka sebanyak 7 atau 9 lembar sebagai permakna ménasa atau harapan.&lt;br /&gt;   * Sebuah piring yang berisi wenno yaitu beras yang disangrai hingga mengembang sebagai simbol berkembang dengan baik sesuai dengan arti bahasa Bugisnya (mpenno rialéi).&lt;br /&gt;   * Tai bani, patti atau lilin yang bermakna sebagai suluh penerang, juga diartikan sebagai simbol kehidupan lebah yang senantiasa rukun dan tidak saling mengganggu.&lt;br /&gt;   * Daun pacar atau pacci sebagai simbol dari kebersihan dan kesucian. Penggunaan pacci ini menandakan bahwa calon mempelai telah bersih dan suci hatinya untuk menempuh akad nikah keesokan harinya dan kehidupan selanjutnya sebagai sepasang suami istri hingga ajal menjemput. Daunpacar atau pacci yang telah dihaluskan ini disimpan dalam wadah bekkeng sebagai permaknaan dari kesatuan jiwa atau kerukunan dalam kehidupan keluarga dan kehidupan masayarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang diminta untuk meletakkan pacci pada calon mempelai biasanya adalah orang-orang yang mempunyai kedudukan sosial yang baik dan punya kehidupan kehidupan rumah tangga yang bahagia. Semua ini mengandung makna agar calon mempelai kelak di kemudian hari dapat hidup bahagia seperti mereka yang meletakkan pacci di atas tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah orang yang meletakkan pacci ke tangan calon mempelai adalah biasanya disesuaikan dengan stratifikasi sosial calon mempelai itu sendiri. Untuk golongan bangsawan tertinggi jumlahnya 2 x 9 orang atau dalam istilah Bugis “duakkaséra”. Untuk golongan bangsawan menengah sebanyak 2 x 7 orang atau “duappitu”. Sedangkan untuk golongan di bawahnya bisa 1 x 9 atau 1 x 7 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara memberi pacci kepada calon mempelai adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil sedikit daun pacci yang telah dihaluskan (telah dibentuk bulat supaya praktis), lalu diletakkan daun dan diusap ke tangan calon mempelai. Pertama ke telapak tangan kanan, kemudian telapak tangan kiri, lalu disertai dengan doa semoga calon mempelai kelak dapat hidup dengan bahagia. Kemudian kepada orang yang telah memberikan pacci diserahkan rokok sebagai penghormatan. Dahulu disuguhi sirih yang telah dilipat-lipat lengkap dengan segala isinya. Tetapi karena sekarang ini sudah jarang orang yang memakan sirih maka diganti dengan rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali-kali indo’ botting menghamburkan wenno kepada calon memepelai atau mereka yang meletakkan daunpacar tadi dapat pula menghamburkan wenno yang disertai dengan doa. Biasanya upacara mappacci didahului dengan pembacaan Barzanji sebagai pernyataan syukur kepada Allah SWT dan sanjungan kepada Nabiyullah Muhammad SAW atas nikmat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua selesai meletakkan pacci ke telapak tangan calon mempelai maka tamu-tamu disuguhi dengan kue-kue tradisional yang diletakkan dalam bosara. Biasanya acara mappacci ini didahului dengan ritual sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ripsau Ripasau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dalam kesibukan mempersiapkan pesta pernikahan maka diadakan pula persiapan-persiapan yang tak kalah pentingnya yaitu perawatan pengantin (ripasau/mappasau). Biasanya perawatan ini dilakukan sebelum hari pernikahan (3 hari berturut-turut atau karena keterbatasan waktu hanya dilakukan 1 kali saja pada saat sebelum kegiatan mappacci).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ripasau atau mappsau ini dilakukan pada satu ruangan tertentu yang terlebih dahulu dipersiapkan dengan memasak berbagai macam ramuan yang terdiri dari daun sukun, daun coppéng, daun pandan, rampa para’pulo dan akar-akaran yang harum dalam belanga yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulut belanga ditutup dengan batang pisang yang diberi terowongan bambu sepanjang tangga rumah yang disumbat dengan tutup periuk. Uap yang keluar kemudian akan menghangatkan tubuh sampai membuka pori-pori kulit sehingga mengeluarkan keringat dari seluruh tubuh sehingga tubuh menjadi bersih dan segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebelum kegiatan ini, terlebih dahulu pengantin dipakaikan bedak basah atau lulur yang terdir atas beras yang telah direndam dan telah ditumbuk halus bersama kunyit dan akar-akaran yang harum ditambah dengan rempah-rempah. Ramuan ini kemudian dilulurkan ke seluruh permukaan badan. Dahulu kala ritual ini dilaksanakan selama 40 hari, dewasa ini hanya 3 hari atau 7 hari atau malah hanya 1 kali sebelum acara tudampenni atau mappacci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cEem psili Cemmé passili’, mpsili Mappassili’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut juga cemmé tula’ bala yaitu permohonan kepada Allah SWT agar kiranya dijauhkan dari segala macam bahaya atau bala, yang dapat menimpa khususnya bagi calon mempelai. Prosesi ini dilaksanakan di depan pintu rumah dengan maksud agar kiranya bala atau bencana dari luar tidak masuk ke dalam rumah dan bala yang berasal dari dalam rumah bisa keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata caranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara ini biasanya dilaksanakan pasa jam 10.00 (sedang naiknya matahri) dan dilakukan di depan pintu rumah. Calom mempelai perempuan atau laki-laki memakai baju biasa dan sarung yang tidak terlalu lusuh (tua), karena baju ini nantinya akan diserahkan kepada indo’ botting yang melaksanakan cemmé passili’ ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon mempelai duduk di atas kelapa yang masih utuh yang diletakkan di atas sebuah loyang besar, disamping itu diletakkan sebuah ja’jakang yaitu sebuah bakul yang berisi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Satu gantang beras&lt;br /&gt;   * Pesse pelleng (lilin) 2 buah&lt;br /&gt;   * Kelapa yang masih utuh&lt;br /&gt;   * Gula merah&lt;br /&gt;   * Pala (sepasang)&lt;br /&gt;   * Kayu manis&lt;br /&gt;   * Sirih segar&lt;br /&gt;   * Pinang beberapa buah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upacara mappassili’ dilakukan kedua lilin atau pesse pelleng harus dinyalakan. Kemudian disiapkan berbagai macam bahan yang akan digunakan sebagai ramuan dan dicampurkan ke dalam air dalam gentong yang terbuat dari tanah liat. Dari beberapa sumber disebutkan bahwa sumber air yang akan digunakan biasanya berasal dari beberapa sumur bersejarah dan masih dianggap punya kelebihan (keramat) dibanding sumber air biasa. Sumur yang dianggap suci di masyarakat Bone ini ada beberapa diantaranya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Bubung Manurungé disebut juga bubung Cemma yang terletak di jalan Manurungé (tidak ada lagi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Bubung Lassonrongdisebut juga bubung suwabeng terletak di sekitar jalan Lassonrong sekarang jalan Irian. (tidak ada lagi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Bubung Laccokkong yang treletak di sekitar jalan Serigala di lingkungan Laccokkong Kel. Watampone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Bubung Lagaroang yang terletak di Kelurahan Bukaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bahan-bahan yang akan digunakan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Daun sirih simbol harga diri&lt;br /&gt;   * Daun serikaja simbol kekayaan&lt;br /&gt;   * Daun waru simbol kesuburan&lt;br /&gt;   * Daun tebu simbol kenikmatan&lt;br /&gt;   * Daun ta’baliang simbol penangkis bala&lt;br /&gt;   * Bunga cabbéru simbol keceriaan&lt;br /&gt;   * Daun cangadori simbol penonjolan&lt;br /&gt;   * Maja alosi atau mayang pinang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan bahan tersebut dimasukkan ke dalam gentong atau loyang terbuat dari tanah liat sebagai simbol lekat atau saling melengket yang telah dialasi dengan semacam tikar yang disebut okkong/appereng sebagai simbol jalinan kebersamaan. Setelah semuanya siap maka dilakukanlah penyiraman pertama yang dilakukan oleh indo’ botting dengan membaca Basmalah kemudian dilanjutkan dengan membaca beberapa doa kiranya Allah SWT senantiasa memberikan berkah –Nya kepada calon mempelai. Berikut ini lafal doa klasik yang biasa diucapkan oleh indo’ botting:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahi Rahmani Rahim Bismillahi Rahmani Rahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aulwE ri nbi eheler. Ulaweng ri Nabi Hélléré.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aupeaeR ri rupamu. Upaénré ri rpammu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nmcy ri rupmu Namaccayya ri rupammu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ncuel nbiea ri aolomu Nacculé Nabié ri olomu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aiy mnE pdmu ripCji Ia maneng padammu ripancaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ri puw Allah Taala mkit Ri Puang Allah Taala makkita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mpuji mnE. Mappuji maneng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;brkn nbi Muhammad Barakka’na Nabi Muhammad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;brkmu. Barakka’mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cyn nbi Yusuf cymu Cayyana Nabi Yusufu cayyamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;musianEnuGE biddri ri Musiannennungeng bidadari ri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;llE surug. Laleng suruga.....dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyiraman dimulai dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala 3x kemudian selangkah/bahu kanan 3x.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahu kiri 3x, punggung dan seluruh badan sebanyak 3x.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah Indo’ botting mempersilahkan kepada pinisepuh/ kleuarga lainnya untuk melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai maka air itu pun dipercikkan ke arah luar pintu rumah dengan maksud agar semua yang tidak baik keluar pula melalui pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah cemme passili’ atau mappassili’ selesai maka calon mempelai baik itu laki-laki maupun perempuan disilakan mandi seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon mempelai perempuan kemudian memakai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Waju tokko warna merah jambu&lt;br /&gt;   * Lipa’ sabbé warna hijau dan perhiasan sekedarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon mempelai pria bisa memakai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Waju belladada (warna tidak ditentukan)&lt;br /&gt;   * Lipa’ sabbé yang serasi&lt;br /&gt;   * Songko’ pamiring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah acara mappassili’ atau cemme passili’ selesai maka calon mempelai perempuan maupun calon mempelai laki-laki didudukkan di lamming untuk mengikuti upacara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mecko Macceko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macceko berarti mencukur rambur-rambut halus yang ada pada dahi dan di belakang telinga, agar supaya “dadasa” yaitu riasan hitam pada dahi yang akan dipakai pada calon mempelai perempuan pada waktu dirias dapat melekat dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi puteri bangsawan acara macceko ini merupakan acara tersendiri, mereka menggunakan kostum yang sederhana yang terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waju tokko ukuran panjang dengan warna bakko (merah jambu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lipa’ sabbé warna hijau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhiasan sederhana seperti simatayya, bangkara, gelang lola, kalung kote, bunga simboléng, dan pinang goyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon mempelai didudukkan di atas tikar pandan yang bulat dilengkapi dengan alat kebesaran keluarganya yang biasanya terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lellu’ yang dipegang oleh 4, 6, 8 orang tergantung dari stratifikasi sosial mempelai itu sendiri. Disamping itu pula duduk indo’ pasusu sekuarang-kurangnya 2 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini dimeriahkan pula dengan iringan gendrang bali sumange.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara macceko ini hanya diperuntukkan bagi calon mempelai perempuan. Dahulu kala model dadasa ini berbeda antara perempuan yang bangsawan dan perempuan dari kalangan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Akad Nikah aEso aklbienGE esso akkalabinengeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara akad nikah juga memiliki beberapa rangkaian acara yang secara beruntun. Kegiatan yang dimaksud adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. mepeR boti Mappénré Botting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan kegiatan mengantar pengantin laki-laki ke rumah pengantin perempuan untuk melaksanakan akad nikah. Di depan pengantin laki-laki ada beberapa laki-laki tua berpakaian adat dan membawa keris. Kemudian diikuti oleh sepasang remaja yang masing-masing berpakaian pengantin. Lalu diikuti sekelompok bissu yang berpakaian adat pula berjalan sambil menari mengikuti irama gendang. Lalu di belakangnya terdiri dari dua orang laki-laki berpakaian tapong yang membawa gendang dan gong. Kemudian pengantin laki-laki pada barisan beikutnya dengan diapit oleh dua orang passeppi dan satu bali botting. Pakaian passeppi tidak sama warnanya dengan pakaian pengantin. Untuk lebih jelasnya urutan rombongan dapat diurut sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        1. Pembawa mas kawin atau sompa&lt;br /&gt;        2. Pembawa cerek dan alat kebesaran keluarga&lt;br /&gt;        3. Paddénréng botting&lt;br /&gt;        4. Mempelai laki-laki&lt;br /&gt;        5. Balibotting laki-laki&lt;br /&gt;        6. Passeppi laki-laki dua orang&lt;br /&gt;        7. Pattiwi lellu’&lt;br /&gt;        8. Pattiwi teddung&lt;br /&gt;        9. Indo’ pasusu&lt;br /&gt;       10. Saksi-saksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pakaian yang dikenakan oleh rombongan pengiring mempelai laki-laki yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kelompok pembawa sompa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Jas biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Lipa’ sabbe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Songkok hitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Peralatan: kompu-kompu yang terbuat dari tembaga tau perak yang diisi dengan beras 4 liter (1 gantang), pala, kayu manis kemiri, gula merah, dan mas kawin yang telah disepakati dan dibingkus dengan kain putih kemudian diletakkan dalam sarung yang disebut tope warna putih atau kuning untuk golongan bangsawan. Tope ini digantungkan pada leher pembawa sompa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kelompok pembawa cerek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Dahulu biasanya tanpa baju, tetapi sekarang dapat diganti dengan baju kaos berlengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Tapong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Songkok putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Alat: cere’ amiccung (wadah meludah dari perak), ataotang (tempat sirih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kelompok paddénréng botting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Jas tutup warna hitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Lipa’ sabbé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Songko’ pamiring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempelai laki-laki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 macam tergantung pada stratifikasi sosial mempelai laki-laki dengan tidak mengabaikan stratifikasi sosial mempelai perempuan. Kostum biasa yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mallipa’ sabbé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Jas biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Lipa’ sabbé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Songko’ pamiring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Keris dengan passapu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mattapong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Waju belladada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Tapong pakai rantai lipoa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Songko’ ni ure’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Keris dengan passapu pakai meili&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Dapat memakai salempang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Passigara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Waju belladada dari bahan broket&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Lipa’ antalassa pakai rantai lipa’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Passio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Salempang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Sigara lengkap dengan bunga sarampa, pinang goyang, bunga sibali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Keris dengan passapu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Gelang naga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balibotting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena merupakan pasangan dari mempelai laki-laki maka seluruh pakaiannya bersama perhiasannya harus sama dengan pakaian yang dikenakan oleh mempelai laki-laki, terutama jika pengantin laki-laki memakai sigara. Biasanya yang menjadi balibotting haruslah saudara sendiri atau keluarga yang mempunyai stratifikasi sosial yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Passeppi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kostum passeppi tidak jauh beda dengan kostum pengantin, hanya nilainya tidak sama. Misalnya, apabila perhiasan pengantin laki-laki terbuat dari emas, maka passeppi terbuat dari perak, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pattiwi lellu’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlahnya 4 orang, 6 orang, 8 orang tergantung pada tingkatan sosial pengantin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana’ mattola memakai 8 orang. Sedangkan bagi orang biasa atau terendah sama sekali tidak memakai lellu’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kostum mereka terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk laki-laki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Kemeja putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Tapong tanpa rantai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Songkok putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Passapu merah atau keris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk perempuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Waju tokko tanpa rantai waju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Lipa’ sabbé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Hiasan sederhana terdiri dari gelang kecil, bangkara, geno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Sibatu dan ikat pingggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pattiwi teddung (pembawa payung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan pembawa tombak, kecuali passapu diganti dengan songko’ Bone, biasa tanpa pinggiran emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indo’ pasusu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini lazim terdiri dari 2 orang saja. Kostum mereka terdiri dari waju tokko warna putih memakai sarung Mandar dan hanya memakai giwang dan bros saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saksi-saksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari keluarga dekat pengantin laki-laki atau mereka yang dituakan oleh masyarakat. Kostumnya hanya jas biasa, lipa’ sabbé, dan songko’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. mdup boti Madduppa botting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diartikan menjemput kedatangan pengantin laki-laki. Sebelum penganting laki-laki berangkat ke rumah perempuan, terlebih dahulu rombongan tersebut menunggu penjemput dari pihak perempuan (biasanya dibicarakan lebih dahulu sebagai suatu perjanjian). Bila tempat mempelai perempuan jauh dari lokasi rumah laki-laki maka yang disepakati adalah jam tiba di rumah perempuan. Rombongan penjemput tersebut menyampaikan kepada pihak laki-laki bahwa pihak perempuan telah siap menerima kedatangan pihak laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyambut kedatangan rombongan mempelai laki-laki maka di depan rumah mempelai perempuan telah menunggu beberapa penjemput yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ 2 orang padduppa: 1 orang puteri dan 1 orang remaja dengan pakaian lengkap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ 2 orang pakkusu-usui: perempuan yang sudah menikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ 2 orang pallipa’ sabbé: sepasang orang tua setengah baya sebagai wakil orang tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ 1 orang prempuan pangampo wenno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ 1 atau 2 orang padduppa botting yang biasanya dilakukan oleh saudara dari orang tua mempelai perempuan, mereka ditugaskan menjemput dan menuntun pengantin turun dari kendaraan menuju ke dalam rumah untuk melaksanakan akad nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Akad Nikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bersiap melakukan akad nikah adalah bapak atau wali calon mempelai perempuan atau imam kampung atau salah seorang yang ditunjuk oleh Departemen Agama. Dua orang saksi dari kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantin laki-laki duduk bersila siap melaksanakan akad nikah. Acara akad nikah dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang dilanjutkan dengan pemeriksaan berkas pernikahan, penandatanganan berkas dan juga sompa. Pihak yang bertandatangan adalah pengantin laki-laki, pengantin perempuan, wali dan 2 orang saksi. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan perwalian dari orang tua atau wali pengantin perempuan kepada imam kampung/penghulu yang akan menikahkan. Orang tua atau wali perempuan mengucapkan, “dengan mengucapkan Bismillahi Rahmani Rahim saya orang tua/wali pengantin perempuan menyerahkan perwalian kepada imam kampung/penghulu untukmenikahkan anak saya dengan lak-laki (disebutkan nama pengantin laki-laki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijab kabul dilakukan dengan didahului oleh khutbah nikah oleh imam kampung atau orang yang ditunjuk oleh undang-undang. Ijab kabul dilakukan dengan pengantin laki-laki berhadapan dengan imam lalu saling berpegangan ibu jari kanan sebelumnya. Pengantin laki-laki dibimbing oleh imam untuk menjawab pertanyaan imam, setelah merasa lancar maka ijab kabulpun dilaksanakan. Beberapa bacaan yang diucapkan oleh imam harus diikuti oleh pengantin laki-laki seperti:istigfar, syahadatain, shalawat, lalu ijab kabul. Ucapan ijab kabul diucapkan oleh imam dengan mengatakan “saudara A bin B saya menikahkan engkau atas perwalian orang tua/wali kepada saya dengan..............dengan mahar 88 real karena Allah” dan dijawab oleh pengantin laki-laki “saya terima nikahnya.....................dengan mahar 88 real karena Allah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses ijab kabul ini biasanya diulang 2-3 kali untuk memperjelas ketepatan jawaban laki-laki. Setelah itu pengantin laki-laki membaca sighat taklik talak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama proses ini mempelai perempuan tetap berada di dalam kamar pengantin yang telah dihiasi lamming dan didampingi oleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ 2 orang passeppi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ 1 orang balibotting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ 3 orang pattiwi cere’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ 2 orang indo’ pasusu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ini merupakan pendamping yang dahulu kala harus disesuaikan dengan tingkat derajat pengantin, dan disesuaikan dengan jumlah dari pendamping pengantin laki-laki yang dibawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila pengantin perempuan merupakan puteri bangsawan, maka selain ia dinaungi lellu’ ia juga dipangku oleh seorang perempuan atau indo’ pasusu sendiri selama akad nikah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. mpsiluk Mappasiluka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah akad nikah selesai maka dilanjutkan dengan acara mappasiluka atau mappasikarawa. Acara ini merupakan kegiatan mempertemukan mempelai laki-laki dengan pasangannya. Pengantin laki-laki diantar oleh seseorang yang dituakan oleh keluarganya menuju kamar pengantin. Kegiatan ini biasa disebut juga dengan mappalettu nikka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering terjadi pintu kamar pemgantin perempuan, sehingga untuk masuk dilakukan dulu dialog yang disertai dengan pemberian kenang-kenangan berupa uang dari oarng yang mengantar pengantin laki-laki sebagai pembuka pintu. Setiba di kamar, oleh orang yang mengantar menuntun pengantin laki-laki untuk menyentuh bagian tertentu tubuh pengantin perempuan. Ada beberapa variasi bagian tubuh yang disentuh, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Ubun-ubun, bahkan menciumnya agar laki-laki tidak diperintah oleh istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Bagian atas dada, agar kehidupan keluarga dapat mendatangkan rezeki yang banyak seperti gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Jabat tangan atau ibu jari, diharapkan nantinya kedua pasangan ini saling mengerti dan saling memaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Ada yang memegang telinganya dengan maksud agar istrinya dapat senantiasa mendengar ajakan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Adapula yang langsung mencium aroma harum istrinya seperti tradisi yang dilakukan di Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah uapacara ini pengantin laki-laki duduk di sisi istrinya untuk mengikuti kegiatan malloangeng. Orang tua atau orang yang telah ahli dalam hal ini ditunjuk melilitkan kain/sarung sehingga kedua pengantin berada dalam satu sarung, kemudian kedua pinggirnya dikaitkan dan dijahit tiga kali dengan benang emas atau benang biasa yang tidak ada pinggirnya. Kegiatan ini memiliki makna agar nantinya pasangan ini senantiasa bersatu padu dalam menempuh kehidupan rumah tangganya di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. merlau dPE Maréllau Dampeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah prosesi mappasiluka maka dilanjutkan dengan acara memohon maaf kepada kedua orang tua pengantin perempuan dan seluruh keluarga dekat yang sempat hadir pada akad nikah tersebut. Selesai memohon maaf lalu kedua pengantin diantar menuju pelaiminan untuk bersanding guna menerima ucapan selamat dan doa restu dari segenap tamu dan keluarga yang hadir, biasanya acara ini dilanjutkan dengan resepsi di malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Upacara Sesudah Akad Nikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. mprol Mapparola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini merupakan juga prosesi penting dalam rangkaian perkawinan adat Bone, yaitu kunjungan balasan dari pihak perempuan kepada pihak lak-laki. Jadi merupakan sebuah kekurangan, apabila seorang mempelai perempuan tidak diantar ke rumah orang tua mempelai laki-laki. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan sehari atau beberapa hari setelah upacara akad nikah dilaksanakan. Kegiatan biasanya tidak dilakukan jika pernikahan tidak mendapat restu dari orang tua pihak laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang disepakati untuk proses mapparola/marola (mammatoa) kedua belah pihak kemudian mengundang kembali keluarga dan kaum kerabat untuk hadir dan meramaikan upacara mapparola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga pihak perempuan mengundang beberapa keluarga untuk turut mengantar kedua mempelai ke rumah orang tua pihak laki-laki. Sedangkan pihak laki-laki mengundang beberapa keluarga dan kerabat untuk menyambut kedatangan pihak perempuan. Kedua mempelai kembali dirias seperti pada waktu akad nikah, lengkap pula dengan semua pengringnya, seperti balibotting, passeppi, pembawa cerek, pembawa tombak, pembawa payung, pembawalellu’, indo’ pasusu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kedua mempelai beserta rombongan tiba di hadapan rumah orang tua laki-laki maka disambut dengan wanita berpakaian waju tokko hitam dengan menghamburkan wenno, sebagai pakkuru sumange’ (ucapan selamat datang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara mapparola ini biasanya dilakukan juga makkasiwiang yaitu mempelai perempuan membawakan sarung untuk mertua/orang tua laki-laki beserta saudar-saudaranya. Hal ini dilakukan di kamar pengantin laki-laki. Pengantin perempuan diantar oleh indo’ botting untuk memberikan sarung sutera kepada orang tua dan saudara pengantin laki-laki. Di daerah Bugis biasanya pemberian ini akan dikembalikan lagi dengan ditambahkan pemberian dari mempelai laki-laki sesuai dengan kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. mrol ewkdua Marola wekka dua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada marola wekka dua ini, mempelai perempuan biasanya hanya bermalam satu malam saja dan sebelum matahari terbit kedua mempelai kembali ke rumah mempelai perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. msiar kuburu Ziarah kubur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun banyak pihak mengatakan bahwa ziarah kubur bukanlah merupakan rangaian dalam upacara perkawinan adat Bone namun sampai saat ini kegiatan tersebut masih sangat sering dilakukan karena merupakan tradisi atau adat kebiasaan bagi masyarakat Bone, yaitu lima harai atau seminggu setelah kedua belah pihak melaksanakan upacara perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. cEem cEem Cemmé-cemmé atau mandi-mandi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Bone bahwa setelah upacara perkawinan yang banyak menguras tenaga dan pemikiran maka rombongan dari kedua belah pihak pergi mandi-mandi di suatu tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NILAI LUHUR PERKAWINAN ADAT BONE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali nilai-nilai spiritual yang daoat kita petik di dalam prosesi perkawinan ini, baik itu yang tersirat dari setiap tahap yang dilakukan maupun dari setiap perlengkapan yang digunakan dalam prosesi pernikahan adat Bugis. Namun sebelum kita membahas nilai-nilai spiritual tersebut ada baiknya kita membahas lebih dahulu makna dan fungsi dari perkawinan baik dari segi agama Islam sebagai agama yang dianut oleh masyarakat Bugis maupun dari sudut sosial kebudayaan Bugis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Nilai Spritual Perkawinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah melimpahkan karunia-Nya yang teramat agung kepada hamba-Nya melalui perkawinan. AllahSWT menjadikan perkawinan untuk menunjukkan kepada kita semua sebagian daripada tanda-tanda kekuasaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya perkawinan dalam pandangan agama Islam adalah suatu ibadah dan usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan perkawinan seorang manusia akan medapatkan balasan baik dan pahala. Tentu saja dengan melakukan perkawinan dengan niat ikhlas dan tujuan yang benar. Perkawinan yang mereka lakukan semata-mata untuk menghindarkan diri dari hal-hal yang haram, bukan karena nafsu hewani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT melimpahkan kepada manusia melakui perkawinan dengan menjadikan hubungan seks seperti yang dilakukan oleh binatang sebagai suatu ibadah yang dipergunakan seorang mukmin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini bermakna bahwa Allah memerintahkan perkawinan sebagai alasan pembenaran bagi hubungan seks. Islam telah mengangkat posisi kenikmatan fisik kepada tingkatan yang lebih mulia dan suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan juga merupakan proses pengemblengan dan penyucian jiwa. Pengemblengan ini dilakukan dengan cara menunaikan semua hak istri, sabar tehadap sikaonya, memaafkan kesalahannya, berusaha memperbaikinya, memberikan petunjuk ke jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui perkawinan Allah melimpahkan beberapa anugerah dan karunia-Nya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Anugerah Pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya istri adalah perempuan yang berjiwa mulia. Allah SWT menciptakan jiwa perempuan dari unsur yang juga dipergunakan untuk menciptakan laki-laki. Oleh karena itulah laki-laki dan perempuan sama dan sejajar dalam tingkat kemuliaan dan penciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu diantara hikmah penciptaan makhluk manusia dari jenis yang sama tiada lain agar mereka dapat bersatu dengan sempurna serta dapat saling mengenal seperti ungkapan yang berbunyi “sekelompok jenis makhluk itu akan senang (cinta) kepada jenis makhluk yang sama dengan dirinya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Anugerah kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anugerah yangt kedua adalah bahwa Allah SWT memberikan kepada kita semua pemahaman bahwa istri itu bagaikan tempat tinggal dan ketenangan jiwa yang dapat dirasakan oleh laki-laki. Namun hal itu baru dapat dirasakan oleh setiap laki-laki jika hidup dengan istri yang mulia. Laki-laki akan merasa tentram dan tenang serta suka cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu dapat ditemukan dalam naungan kehidupan rumah tangga yang bahagia.perempuan adalah tempat menaruh kepercayaan bagi laki-laki, demikian juga sebaliknya laki-laki adalah tempat menyandarkan kepercayaan bagi perempuan. Hal itu termaktub dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 187 yang artinya: “Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan engkaupun adalah pakaian bagi mereka”. Dan diantara mereka Allah juga menanamkan rasa simpati (cinta) diantara mereka. Seandainya bukan karena nikmat ini maka tidak akan ada rasa senang seorang laki-laki kepada perempuan dan tidak dan tidak akan langgeng persahabatan diantara manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah tujuan Allah menciptakan perempuan dan laki-laki, yakni menjadikan adanya sara suka diantara keduanya seperti juga lainnya, Allah menciptakan nafsu dan syhwat diamtara mereka dengan tujuan terciptanya perkawinan diantara mereka. Sehingga sempurnalah bangunan kehidupan masyarakat manusia. Roda kehidupan akan terus berputa dengan saling memberi dan tolong menolong sebagai manifestasi dari rasa simpati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Makna yang Terkandung dalam Perkawinan Adat Bone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali terkandung simbol-sinmbol atau sennu-sennuang yang terkandung di dalam proses perkawinan adat Bone ini. Baik itu yang tersirat dalam prosesnya maupun yang terkandung dalam peralatan/perlengkapan yang digunakan. Hal ini menggambarkan kepada kita betapa nenek moyang kita telah mewariskan nilai-nilai luhur yang senantiasa harus kita lestarikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mengenai nilai0nilai tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Madduta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesi meminang mengandung harapan serta nilai-nilai yang sangat mendalam., yang mana proses peminangan ini menunjukkan bagaimana kita seharusnya memposisikan perkawinan sebagai upaya penghargaan kepada perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena perkawinan adalah sebuah anugerah kemuliaan yang diberikan Allah SWT kepada manusia, maka perkawinan haruslah dilakukan dengan segala norma-norma yang berlaku. Karena perintah perkawinan adalah perintah yang penting, maka konsekwensinya adalah berimbas kepada hal-hal yang berkaitan dengannya. Misalnya masalah nasab (gineologi), nafkah, harta warisan dan masalah-masalah lain yang berhubungan dengan manisnya mengarungi kehidupan berumah tangga, kontak pandangan ke sesama pasangan, maupun ketika menjalani hubungan intim. Oleh karena itu sebelum dilaksanakan akad nikah maka terlebih dahulu melakukan pertunangan. Dengan tujuan agar kedua pasangan dapat saling mengenal terlebih dahulu sebelum terjadi ikatan sakral. Di sinilah letak keistimewaan madduta (meminang) yang di dalamnya ada proses untuk saling mengenal (mammanu’manu’, mappésé’pese’, kemudian mappasierekeng).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam syariat Islam diatur tata cara perkawinan yang baik. Dimana diatur agar pihak laki-laki meminang perempuan dengan baik-baik melalui keluarganya. Islam tidak mengizinkan seorang gadis menikah sendiri tanpa adanya wali atau tanpa sepengetahuan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga syarat untuk meminang seorang perempuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. hendaklah perempuan tersebut tidak dalam perlindungan seseorang, yakni dalam ikatan perkawinan, (bukan istri orang lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. kedua, hendaklah perempuan itu tidak dalam masa iddah akibat ditinggal mati suami atau setelah bercerai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Hendaklah perempuan tersebut bukan dalam proses pinangan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mas Kawin atau Mahar atau Sompa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas kawin di dalam Islam dianggap sebagai ungkapan kasih sayang. Mas kawin juga merupakan isyarat atau tanda kemuliaan seorang perempuan. Allah menysariatkan mas kawin seperti sebuah hadiah dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan yang dilamarnya ketika telah mencapai kesepakatan diantara keduanya (untuk menikah). Mas kawin juga merupakan bentuk pengakuan terhadap kemanusiaan dan kemuliaan perempuan. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surah An-Nisa ayat 4 yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berikanlah mas kawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas kawin merupakan pemberian yang dapat melanggengkan rasa cinta, mengokohkan bangunan keharmonisan rumah tangga dan juga dapat menyokong tuntutan nafkah kehidupan rumah tangga. Oleh karena itu perkawinan harus dilangsungkan dengan adanya mas kawin (mahar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ripasau (mandi sauna)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan prosesi yang dilakukan dalam rangka membersihkan tubuh calon mempelai dari sesuatu yang kotor, baik itu yang berada di dalam tubuh maupun yang ada dipermukaan tubuh calon mempelai. Hikmah yang ingin diraih di sisni adalah sebelum dilaksanakannya proses perkawinan, diharapkan calon mempelai dapat sehat dan bugar sehingga nantinya mempelai dapat mengikuti seluruh prosesi dengan baik. Selain bersih lahiriah diharapkan juga calon mempelai mendapatkan kebersihan hati. Sesungguhnya Allah SWT Maha suci dan sangat mencintai hal-hal yang bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cemme passili&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cemme passili merupakan permohonan kepada Allah SWT kiranya senantiasa memberikan perlindungan dari hal-hal jelek baik itu yang berasal dari dalam rumah maupun dari luar rumah. Jadi bila mappasau dilakukan untuk membersihkan dari sesuatu yang kotor yang berasal dari dalam tubuh (faktor internal) maka cemme passili adalah upaya melindungi diri dari hal-hal jelek yang berasal dari luar tubuh (eksternal). Upaya ini mengandung hikmah bahwa diharapkan calon penganting senantiasa menjaga diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai bahan yang digunakan telah disinggung pada bagian sebelumnya namun untuk penjelasan mengenai makna dari penggunaan bahan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Daun sirih atau daung siri merupakan simbolharga diri. Penggunaan bahan ini selain fungsinya sebagai anti septik tetapi juga mengandung arti siri’ yaitu harga diri atau rasa bangga/malu. Dengan harapan di masa yang akan datang mempelai dapat mempertahankan harga dirinya dalam melakoni kehidupan. Sebagaimana kita tahu bahwa pada masyarakat Bugis siri’ merupakan nilai yang paling diagungkan, seperti pada ungkapan Bugis yang menyatakan: sirieami riasE tau “siri’ émmi riaseng tau” yang artinya hanya karena kita mempunyai rasa malu maka disebut manusia. Ungkapan ni menunjukkan bahwa salah satu nilai kemanusiaan seseorang adalah rasa malu. Dalam tuntunan agama Islam juga memerintahkan keharusan mempertahankan rasa malu sebagai perisai hidup.&lt;br /&gt;  2. Daun sarikaya simbol kekayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun sarikaja dalam ilmu pengobatan tradisional juga berfungsi sebagia anti septik. Dari penyebutannya sari kaya “kaya” hikmahnya adalah pengharapan manusia untuk dicukupkan rezekinya oleh Allah SWT. Kekayaan di sini tidak dilihat dari sudut kuantitas namun lebih kepada kualitas. Sehingga keberjahan dan kecukupan senantiasa mengiringi kehidupan mempelai dalam menempuh hidup dalam bahtera rumah tangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Daun waru simbol kesuburan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun waru ini meruapkan lambang kesuburan. Hal ini menyiratkan harapan semoga nantinya kedua mempelai dianugerahi keturunan yang banyak dan berkualitas sehingga mampu menreuskan kehidupan ini. Daun waru merupakan juga simbol kekuatan dan ketahanan menghadapi hidup, pohon waru dimanapun hidupakan tetap rimbun daunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Daun tebu simbol kenikmatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tebu merupakan tanaman penghasil gula. Oleh karena gula memberikan rasa manis, maka diharapkan kedua mempelai senantiasa dapat mereguk manisnya kehidupan, dan terhindar dari kendala-kendala yang dapat merusak keidupan rumah tangganya kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Daung ta’baliang simbol penangkis bala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daung ta’baliang ini mewakili simbol penangkis bala oleh karena permukaan dari daun ini mempunyai warna yang berbeda dengan warna bagian bawahnya. Pemaknaan yang ingin diambil dari penggunaan bunga ta’baliangadalah agar kiranya kehidupan calon mempelai senantiasa terhindar dari bala bencana, sehingga dapat menunaikan tanggung jawab sebagai suami istri dengan tentram dan senantiasa diridhoi Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Bunga Cabberu simbol keceriaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cabberu berartri senyum dan keceriaan. Penggunaan bunga ini memberikan makna bahwa dalam menempuh kehidupan rumah tangga yang sangat berat tantangannya, kedua pasangan suami istri diharapkan mampu tetap berbaik sangka, ceria dan tersenyum menghadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Daun cangadori simbol penonjolan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cangadori merupakan simbol penonjolan oleh karena walaupun bunganya kecil namun akan tetap menonjol baik dari segi warna maupun bentuknya. Hikmahnya adalah bahwa kehidupan suami istri haruslah dilandasi oleh rasa percaya diri, optimis dalam menempuh kehidupan rumah tangganya. Rasa optimis dan percaya diri inilah yang kemudian akan melahirkan generasi-generasi yang tangguh, cerdas dalam melanjutkan eksistensi manusia di muka bumi. Selain itu diharapkan pasangan ini nantinya menjadi tonggak utama kebanggaan keluarga, masyarakat, bangsa dan tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Maja alosi simbol serba guna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maja alosi atau mayang pinang adalah simbol serba guna. Seluruh bagian dari pohon pinang ini dapat digunakan mulai dari akar sampai buahnya. Pemaknaan ini berarti pasangan ini diharapkan mampu memberiakn dan menciptakan karya, termasuk keturunan yang dapat bermafaat bagi keluarga dan lingkungannya sebagaimana layaknya pohon pinang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mappacci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mappacci yang dilaksanakan pada saat tudampenni/wenni mappacci merupakan upacara yang sangat kental dengan nuansa bathin. Dimana proses ini merupakan upaya manusia untuk membersihkan dan mensucikan diri dari hal yang tidak baik. Dengan keyakinan bahwa segala tujuan yang baik harus didasari oleh niat dan upaya yang baik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena perkawinan merupakan sesuatu yang suci dan dirahmati Allah, maka segenap keluarga termasuk calon mempelai diharapkan untuk mengikhlaskan segenap hati dalam menempuh kehidupan ini. Karena bagi calon mempelai perkawinan merupakan awal dari kehidupan baru sebagai suami istri, jadi hendaklah segala sesuatunya betul-betul bersih dan suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mappacci merupakan kegiatan dimana semua kerabat dan keluarga memberikan restu dan ridhanya kepada calon mempelai sehingga terukir kebahagiaan mendalam bagi calon mempelai dalam menempuh kehidupan selanjutnya sebagai suami istri serta mendapatkan ridha dan keberkahan dari Allag SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna simbolis dari peralatan yang dipergunakan dalam upacara mappacci adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Bantal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantal terbuat dari kapuk dan kapas sebagai perlambangan kemakmuran, yang dalam bahasa Bugisnya adalah aselwGE “asaléwangeng”. Bantal sesuai dengan peruntukannya merupakan pengalas atau penopang kepala, yang mana kepala merupakan organ tubuh manusia yang paling mulia (alebbireng). Dengan demikian diharapkan calon mempelai senantiasa menjaga harkat dan martabatnya dan saling hormat menghormati. Dalam bahasa Bugisnya njgaiwi alEbirEn mpkrj nEnia mpklEbiai (najagaiwi alebbirenna, mappakaraja nenniya mappakalebbii)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Sarung 7 lembar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarung merupakan penutup/pelindung tubuh. Sarung merupakan simbol dari upaya manusia menjaga harga dirinya. Sehingga kelak mempelai senantiasa dapat menjaga harga diri dan kehormatan keluarganya, dalam bahasa Bugis dinyatakan dengan nalitutuaisirin “sini naalitutuiwi sirina”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan sarung memerlukan keterampilan, kletelatenan, dan ketekunan. Ini memberikan pesan bahwa dalam menempuh kehidupan ini dibutuhkan keterampilam, ketelatenan, dan ketekunan sehingga rahmat Allah SWT dapat diraih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna simbolis tujuh lembar ini, adalah bahwa tujuh lembar dalam bahasa Bugis pitllampa. Angka pitu ini sangat dikaitkan dengan filosofi orang Bugis yang menyatakan: aiyp muabt tau erko muelni mtuliliai dpurEeG ewk pitu “iyapa muabbatang tau rekko mulléni mattulili dapurengé wékka pitu”, yang artinya bahwa persyaratan untuk menikah adalah kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup selama 7 hari dalam seminggu baik itu kebutuhan kahiriah maupun kebutuhan rohani. Hikmahnya kemudian semakin dalam jika merujuk perumpamaan dapur yang digambarkan oleh ungkapan tersebut. Dapur bagi masyarakat Bugis merupakan pusat dari seluruh sumber kehidupan rumah tangga. Bentuk dapur yang segi empat terkait lagi dengan konsep sulp aEp sulapa’ eppa. Sulapa’ eppa merupakan konsep kehidupan manusia Bugis yaitu empat sisi kehidupan yang senantiasa harus ditunaikan oleh kedua mempelia. Sisi pertama adalah mengenai kebutuhan akan pangan, sisi kedua mengenai kebutuhan akan papan (rumah) dan sisi ketiga mengenai kebutuhan akan sandang dan sisi yang keempat adalah kebutuhan akan harmonisasi kehidupan rumah tangga (kemampuan saling menjaga perasaa). Jadi pemaknaan ini mengandung hikmah tentang bagaimana sebuah perkawinan yang sangat sakral menuntut kemampuan calon mempelai untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik baru kemudian melangkah ke arah perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah sarung yang tujuh lembar juga bermakna dalam bahasa Bugis tuju. Ini sangat erta kaitannya dengan kata patujui atau tujui yang artinya benar atau bermanfaat. Pemaknaan ini diharapkan memberikan insprirasi untuk senantiasa melakukan atau mengerjakan sesuatu yang benar atau bermanfaat sini tujuai (sini’tujui).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pucuk daun pisang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengetahui bahwa daun pisang yang telah tua, belum kering, sudah muncul lagi daun mudanya untuk meneruskan kehidupannya, dalam bahasa bugisnya mcoli mdau (maccoli maddaung) melambangkan kehidupan yang sambung menyambung (berkesinambungan) seperti yang diungkapkan dakam lagu/syair Bugis yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tEnpodo mcoli mdau cjia ptol pllo. neaeR mloGi loGi naiy siki birit medec.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tennapodo maccoli maddaung, cajiang wija pattola palallo, naénré mallongi longi, naiya sikki biritta madécéng”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang artinya: semoga medapatkan keturunan yang lebih baik, dapat berguna bagi bangsa, tanah air dan agama serta kepada kedua orang tua. Pemaknaan ini menjelaskan kepada kita bahwa perkawinan merupakan proses untuk melanjutkan kehidupan sehingga kehidupan di dunia dapat terus berlanjut sampai pada akhirnya kita tinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Daun nangka (daung panasa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “panasa” mirip dengan sebutan “ménasa” yang berarti harapan mulia dan cita-cita luhur. Dalam ungkapan Bugis dikenal “mamminasa ridécéngng” artinya senantiasa bercita-cita kepada kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bunga nangka dalam bahasa Bugis disebut lempu, yang dikaitkan dengan kata “lempu” yang dalam bahasa Bugisnya berarti jujur. Salah satu syair Bugis menjelaskan tentang kejujuran ini yaitu duami rial spo auGn pnsea eblo knukuea “duami riala sappo, unganna panasaé bélo kanukué”. Hal ini bermaksud bahwa dalam kehidupan ini ada dua hal yang perlu dijadikan perisai hidup yaitu unganna panasaé (lempu) kejujuran, dan belo kanukué (paccing) kebersihan dan kesucian jiwa. Dengan demikian diharapkan kiranya kelak kedua mempelai memiliki kejujuran dan kebersihan hati dalam menempuh hidup sebagai suami istri. Konsep kejujuran ini dahulu pernah diutarakan melalui dialog antara Raja Bone La Tenrirawe Bongkangngé dengan cendekiawan Bone Kajao Laliddong sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kjao llido: ag siao aruPoen muasE tEtroai Reb alEbirEmu ptoko pulnai alEbirE mubkuriea aj ntEer tEer tau tEbEmu aj npd wEno pGPo wrPr mubkuriea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajao Laliddong: Aga sio Arunmponé muaseng tettaroi nrebba alebbiremmu, patokkong pulanai alebbireng mubakurié, aja natatterei-tere tau tebbemu, aja napada wenno pangampo waramparang mubakurié.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijawab oleh Arungmpone:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lEPuea kjao aEeReG acea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lempué Kajao enrengngé accaé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajao Laliddong: Apakah gerangan wahai Raja Bone yang engkau sebut tidak membiarkan rebah kemuliaanmu, senantiasa menegakkan kemuliaan yang engkau miliki, tidak bercerai berai rakyatmu, tidak seperti penabur harta benda milikmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Bone: Kejujuran Kajao beserta kepintaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Beras Melati (wenno)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beras yang digoreng tanpa minyak/disangrai hingga mekar mengembang. Dalam bahasa Bugisnya Peno riaelai “mpenno rialei” mekar dengan sendirinya. Sehingga kedua mempelai dapat mandiri dalam membina bantera rumah tangganya, dan senantiasa mampu mengembangkan/menurunkan sifat-sifat yang baik kepada anak cucunya di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Lilin (tai bani, patti)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taibani/patti berasal dari lebah yang dijadikan lilin sebagai suluh/pelita yang dapat menerangi kegelapan yang berati panutan atau suri tauladan. Penggunaan lilin memberikan arti bahwa kedua mempelai senantiasa dapat menjadi suluh penerang bagi keluarganya, suri tauladan bagi anak-anaknya, dan keluarga. Pemaknaan lain dari kehidupan lebah yang senantiasa hidup rukun dan damai, rajin dan tidak saling mengganggu satu sama lain, kita juga duharapkan dapat mengambil hikmahnya, yaitu kedua mempelai haruslah dapat bekerja sama berkarya dalam mengisi hidup. Selain daripada itu lebah juga menghasilkan madu. Madu ini sangat berguna bagi manusia, dalam bahasa Bugis madu berati “cani” yang dikaitkan dengan kata (cenning), dengan harapan bahwa calon mempelai senantiasa memiliki hati yang manis, sifat perilaku, tutur kata dan perbuatan yang manis laksana madu untuk menjalin kebersamaan dan keharmonisan seperti kehidupan lebah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Daun pacar atau pacci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun pacar atau pacci sebagai simbol dari kebersihan dan kesucian. Penggunaan pacci ini menandakan bahwa calon mempelai telah bersih dan suci hatinya untuk menempuh akad nikah keesokan harinya dan kehidupan selanjutnya sebagai sepasang suami istri hingga ajal menjemput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Tempat pacci yang terbuat dari logam (bekkeng)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpaduan antara ca’paru dan pacci melambangkan dua insan yang saling mengisi, menyatu dalam ikatan yang kokoh, semoga pasangan suami istri tetap menyatu, bersama mereguk nikmatnya cinta dan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. aEso aklbienGE Esso akkalabinengeng (hari akad nikah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akad nikah merupakan bagian paling utama atau aulu agaukE ulu aggaukeng, dan acara kunci dalam pernikahan. Pada intinya akad nikah adalah upacara keagamaan untuk pernikahan antara dua insan manusia. Melalui akad nikah, maka hubungan antara dua insan yang saling bersepakat untuk berumah tangga diresmikan di hadapan manusia dan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan bukan sekedar menyatukan dua insan dalam sebuah pelaminan. Allah menetapkan suatu ikatan suci, yaitu akad nikah. Dengan dua kalimat yang sederhana Ijab dan Qabul terjadilah perubahan besar, yang haram menjadi halal, yang maksiat menjadi ibadah, kekejian menjadi kesucian, dan kebebasan menjadi tanggung jawab. Maka nafsupun berubah menjadi cinta dan kasih sayang. Begitu besarnya perubahan ini sehingga Al-Quran menyebut akad nikah sebagai Mitsaqan Ghalidzha (perjanjian yang berat). Hanya 3 kali kata ini disebut dalam Al-Quran. Pertama, ketika Akkah membuat perjanjian dengan Nabi dan Rasul Ulul-Azmi (QS 33: 7). Kedua, ketika Allah mengangkat bukit Tsur di atas kepala Bani Israil dan menyuruh mereka bersumpah setia di hadapan Allah (QS 4:154).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akad nikah bukanlah sekedar kata-kata yang terucap dari mulut laki-laki, atau sekedar formalitas untuk mensahkan hubungan suami istri, atau bahkan adat yang menjadi kebiasaan dalam pernikahan. Akad nikah adalah sebuah perjanjian sakral yang ikatannya amat kokoh dan kuat. Akad nikah telah mengikatkan suami dan istri dalam sebuah perjanjian syariah, dimana perjanjian itu wajib dipenuhi hak-haknya. Perjanjian agung menghalalkan kehormatan diri untuk dinikmati pihak lainnya. Perjanjian kokoh yang tidak boleh dicederai dengan ucapan dan perbuatan yang menyimpang dari hakikat perjanjian itu sendiri. Allah SWT berfirman, “Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain, sedang kamu telah memberikan keopada seseorang diantara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali daripadanya sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan dusta dan dengan (menanggung) dosa yang besar? Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali padahal sebagian kamu telahbergaul dengan yang lain sebagai suami istri? Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat (An-Nisaa:20-21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemaknaan lain dari perkawinan menyebutkan bahwa pernikahan adalah aqad yang menghalalkan kedua belah pihak, laki-laki dan perempuan untuk bersenang-senang satu dengan yang lainnya. Sehingga pernikahan bisa dipahami sebagai; aqad untuk beribadah kepada Allah, aqad untuk menegakkan syariah Allah, aqad untuk membangunrumah tangga sakinah mawaddah warahmah. Pernikahan juga aqad untuk meninggalkan kemaksiatan, aqad untuk saling menghormati dan menghargai, aqad untuk saling menerima apa adanya, aqad untuk saling mengautkan keimananan, aqad untuk saling membantu dan meringankan beban, aqad untuk saling menasehati, aqad untuk setia kepada pasangannya dalam suka dan duka, dalam kefakiran dan kekayaan, dalam sakit dan sehat. Pernikahan berarti akad untuk meniti hari-hari dalam kebersamaan, aqad untuk saling melindungi, aqad untuk saling memberi rasa aman, aqad untuk saling mempercayai, aqad untuk saling menutupi aib, aqad untuksaling mencurahkan perasaan, aqad untuk berlomba menunaikan kewajiban, aqad untuk saling memaafkan kesalahan, aqad untuk tidak menyimpan dendan dan kemarahan, aqad untuk tidak mengungkit-ungkit kelemahan, kekurangan dan kesalahan. Pernikahan adalah aqad untuk tidak melakukan pelanggaran, aqad untuk tidak saling menyakiti hati dan perasaan, aqad untuk tidak saling menyakiti badan, aqad untuk lembut dalam perkataan, santun dalam pergaulan, aqad untuk indah dalam penampilan, aqad untuk mesra dalam mengungkapkan keinginan, aqad untuk saling mengembangkan potensi diri, aqad untuk adanya keterbukaan yang melegakan, aqad untuk saling menumpahkan kasih sayang, aqad untuk saling merindukan, aqad untuk tidak adanya pemaksaan kehendak, aqad untuk tidak saling membiarkan, aqad untuk tidak saling meninggalkan. Pernikahan juga bermakna aqad untuk menebarkan kewajiban, aqad untuk mencetak generasi berkualitas, aqad untuk siap menjadi bapak dan ibu bagi anak-anak, aqad untuk membangunperadaban, aqad untuk segala yang bernama kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mapparola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep keseimbangan tergambar dalam prosesi ini, dimana pihak perempuan berkunjung pula ke rumah pihak laki-laki. Hikmah yang dapat diambil dari mapparola ini adalah menyambung tali silaturrahmi antara dua keluarga besar. Hikmah yang lain adalah, dengan mapparola ini pengantin perempuan dapat memberikan penghargaan dan kasih sayangnya kepada orang tua suaminya (mertua) yang disimbolkan dengan pemberian sarung pada saat makkasiwiang. Dengan kegiatan ini diharapkan kedua pasangan ini mampu mencurahkan kasih sayangnya kepada orang tua tanpa ada perbedaan, sehingga kehidupan rumah tangganya senantiasa dinaungi oleh keridoan orang tua yang berujung kepada keridhoan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-6810570517334703685?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/6810570517334703685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2008/11/perkawinan-adat-bone_27.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/6810570517334703685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/6810570517334703685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2008/11/perkawinan-adat-bone_27.html' title='PERKAWINAN ADAT BONE'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-4654951966909004006</id><published>2008-11-09T07:40:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T07:41:32.931-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pancasila Sebagai Sistem Filsafat'/><title type='text'>Pancasila Sebagai Sistem Filsafat</title><content type='html'>Pancasila adalah lima sila yang merupakan satu kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur yang bersumber dari nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia yang sangat majemuk dan beragam dalam artian BHINEKA TUNGGAL IKA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Objek materi filsafat adalah mempelajari segala hakikat sesuatu baik materal konkrit (manusia,binatang,alam dll) dan abstak (nilai,ide,moral dan pandangan hidup).&lt;br /&gt;Pancasila sebagai sistem filsafat adalah suatu kesatuan yang saling berhubungan untuk satu tujuan tertentu,dan saling berkualifikasi yang tidak terpisahkan satu dengan yang lainnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Pancasila pada dasarnya satu bagian/unit-unit yang saling berkaitan satu sama&lt;br /&gt;lain,dan memiliki fungsi serta tugas masing-masing.&lt;br /&gt;Misal : Ketika mengkaji sila kelima yang intinya tentang kedilan. Maka harus dikaitkan&lt;br /&gt;dengan nilai sila-sila yang lain artinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keadilan yang ber keTuhanan (sila 1)&lt;br /&gt;- Keadilan yang berPrikemanusian (sila 2)&lt;br /&gt;- Keadilan yang berKesatuan/Nasionalisme,Kekeluargaan (sila 3)&lt;br /&gt;- Keadilan yang Demokratis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kesemua sila-sila tersebut saling mencakup,bukan hanya di nilai satu persatu.&lt;br /&gt;Semua unsur (5 sila) tersebut memiliki fungsi/makna dan tugas masing-masing memiliki tujuan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang merupakan kenyataan objektif yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Pancasila memberi petunjuk mencapai kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan suku atau ras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan negara yang dimaksud adalah bahwa semua aturan kehidupan hukum kegiatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berpedoman pada pancasila. Karena pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum bangsa dan negara republik indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berfikir kefilsafatan ialah orang yang tidak meremehkan terhadap orang yang lebih rendah derajatnya dan tidak menyepelekan masalah yang kecil, dan selalu berfikiran positif, kritis, dan berdifat arif bijaksana, universal dan selalu optimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CONTOH.&lt;br /&gt;Seorang ilmuan tidak puas mengenal ilmu hanya dari segi/sudut pandang ilmu itu sendiri. Dia ingin melihat hakikat ilmu dari konstelasi lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sumber pengetahuan pancasila pada dasarnya adalah bangsa indonesia itu sendiri yang memiliki nilai adat istiadat serta kebudayaan dan nilai religius.&lt;br /&gt;- Tentang kebenaran pengetahuan pancasila berdasarkan tingkatnya, maka pancasila mengakui kebenaran yang bersumber pada akal manusia. Potensi yang terdapat dalam diri manusia untuk mendapatkan kebenaran dalam kaitannya dengan pengetahuan positif. Pancasia juga mengakui kebenaran pengetahuan manusia yang bersumber pada intuisi/perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Manusia pada hakikatnya kedudukan kodratnya adalah sebagai makhluk tuhan yang maha esa, maka sesuai dengan sila pertama pancasila juga mengakui kebenaran wahyu yang bersifat mutlak sebagai tingkatan kebenaran yang tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu dalam sila ke 3, ke 2, ke 4, dan ke 5, maka epistimologis ( hakikat dan sistem pengetahuan ) pancasila juga mengakui kebenaran konsensus terutama dalam kaitannya dengan hakikat sifat kodrat manusia makhluk individu dan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dasar Axiologis ( Hakikat, Nilai, Kriteria ) Sila Sila Pancasila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang axiologis adalah cabang filsafat yang menyelidiki makna nilai, sumber nilai, jenis &amp; tingkatan nilai serta hakikat nilai seperti nilai alamiah &amp; jasmaniah, tanah subur, udara bersih, air bersih, cahaya dan panas cahaya matahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut tinggi rendahnya, nilai dapat digolongkan menjadi 4 tingkatan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nilai kebenaran, yaitu nilai bersumber pada akal, rasio, budi atau cipta manusia&lt;br /&gt;2. Nilai keindahan/nilai estetis yaitu yang bersumber pada perasaan manusia&lt;br /&gt;3. Nilai kebaikan/nilai moral, yaitu nilai yang bersumber pada unsur kehendak manusia&lt;br /&gt;4. Nilai religius yang merupakan nilai keharmonian tertinggi dan bersifat mutlak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nilai ini berhubungan dengan kepercayaan dan keyakinan manusia dan bersumber pada wahyu yang berasal dari tuhan yang maha esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEMOKRASI INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua negara mengakui bahwa demokrasi sebagai alat ukur dan keabsahan politik&lt;br /&gt;Kehendak rakyat adalah kehendak utama kewenangan pemerintah menjadi basis tegaknya sistem politik demokrasi. Demokrasi meletakkan masyarakat pada posisi penting, hal ini di karenakan masih memegang teguh rakyat selaku pemegang kedaulatan. Negara yang tidak memegang demokrasi disebut negara otoriter. Ini menunjukkan bahwa demokrasi itu begitu penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Demokrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara etimologi, demokrasi berasal dari bahasa yunani, yaitu demos = rakyat, dan cratos / cratein = pemerintahan atau kekuasaan. Yang i ntinya adalah pemerintahan rakyat atau kekuasaan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan demokrasi ini ada 2 yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi langsung dan demokrasi tidak langsung.&lt;br /&gt;- demokrasi langsung adalah demokrasi yang seluruh rakyatnya di ikut sertakan dalam permusyawaratan untuk menentukan kebijakan dan mengambil keputusan&lt;br /&gt;- demokrasi tidak langsung adalah demokrasi yang dilaksanakan melalui sistem perwakilan ke dewan perwakilan rakyat ( DPR ) dan mejlis permusyawaratan rakyat ( MPR ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi Sebagai Sikap Hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demokrasi ini dipahami sebagai sikap hidup dan pandangan hidup yang demokratis dengan didasarkan nilai-nilai demokrasi dan membentu budaya/kultur demokrasi baik dari warga negara maupun dari pejabat negara/pemerintah. Demokrasi merupakan penerapan kaidah-kaidah prinsip demokrasi pada kekuatan sistem politik kenegaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi Di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa indonesia sejak dulu sudah mempraktekkan ide tentang demokrasi meskipun bukan tingkat kenegaraan tetapi masih dalam tingkat desa dan disebut demokrasi desa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan kontekstual demokrasi di indonesia adalah demokras pancasila karena pancasila merupakan ideologi negara, pandangan hidup bangsa indonesia, dan sebagai identitas nasional indonesia. Pancasila ideologi nasional karena sebagai cita-cita masyarakat dan sebagai pedoman membuat keputusan politik. Keterkaitan demokrasi pancasila dengan civil society atau mayarakat madani indonesia secara kualitatif di tandai oleh keimanan dan ketakwaan terhadap tuhan yang maha esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Politik Demokrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Landasan sistem politik demokrasi di indonesia adalah sistem politik demokrasi didasarkan pada nila, prinsip, prosedur dan kelambangan yang demokratis. Sistem ini mampu menjamin hak kebebasan warganegara, membatasi kekuasaan pemerintah dan memberikan keadilan. Indonesia sejak awal berdiri sudah menjadikan demokrasi sebagai pilihan sistem politik. Negara indonesia sebagai negara demokrasi terdapat pada,&lt;br /&gt;Pancasila ( sila ke 4 ).&lt;br /&gt;Uud 1945 pasal 1 ( ayat 2 ) sebelum di amandemen dan sesudah di amandemen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun perubahannya ini membuktikan sejak berdirinya negara indonesia telah menganut demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-4654951966909004006?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/4654951966909004006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2008/11/pancasila-sebagai-sistem-filsafat.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/4654951966909004006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/4654951966909004006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2008/11/pancasila-sebagai-sistem-filsafat.html' title='Pancasila Sebagai Sistem Filsafat'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-1965621449060927948</id><published>2008-10-23T11:58:00.000-07:00</published><updated>2011-10-29T10:12:56.278-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah kimia'/><title type='text'>Makalah Kimia Lengkap</title><content type='html'>&lt;div style="color: #f3f3f3; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SKYcFHrvIJI/AAAAAAAAAZ4/gdUh4bqpV0Y/s1600-h/CRIM0205.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234902491152195730" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SKYcFHrvIJI/AAAAAAAAAZ4/gdUh4bqpV0Y/s200/CRIM0205.JPG" style="cursor: pointer; float: right; height: 129px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 161px;" /&gt;&lt;/a&gt;Ehm..... Lagi nyari makalah kimia ya..... ??? ga salah lagi deh emang ini tempatnya.. ini hasil ketikanku sendiri lho... sueeer deh gue ga ngibul.,, ini aku tulis sekitar..... ehm... kapan ya kok lupa??? oh iya sekitar pertengahan februari 2008 kemarin.. bagi temen2 yang lagi nyari artikel untuk tugas perangkuman makalah kimia tinggal klik aja tulisan BACA SELENGKAPNYA.. silahkan dibuka, bibaca, di cermati trus di copy.. oh iya lupa, tinggalkan pesan juga ya..&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="color: #f3f3f3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Rangkuman Kimia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Struktur Atom&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;A. Partikel-Partikel Penyusun Atom&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;1. Elektron&lt;b&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Tabung katode terbuat dari dua kawat yang di beri potensial listrik yang cukup besar dalam tabung kaca sehingga dapat terjadi perpendaran cahaya. J.Plucker menyimpulkan  Bahwa sinar katode mempunyai sifat :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;1. Merambat lurus dari kutub negatif ke kutub positif.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;2. Bermuatan negatif&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"&gt;3. Sifat sinar katode tidak di pengaruhi oleh jenis kawat elektrode yang di pakai, jenis gas dalam tabung   dan bahan yang di gunakan untuk menghasilkan arus listrik.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Pada tahun 1879 William Crookes menemukan tabung katode yang lebih baik. Maka JJ. Thompson memastikan bahwa sinar katode merupakan partikel sebab dapat memutarkan baling-baling yang di letakkan di antara katode dan anode. JJ. Thompson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom ( Partikel Sub Atom ) yang bermuatan negatif dan di sebut elektron.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Teori Atom Thompson:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamnya tersebar muatan negatif elektron.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;            Penyelidikan lebih lanjut di lakukan oleh Robert A. Milikan dan berhasil menemukan muatan setiap tetes minyak, yaitu kelipatan dari bil yang sangat kecil yaitu 1,59 x 10&lt;sup&gt;-19&lt;/sup&gt; c. dan kemudian di sebut dengan satuan muatan elektron &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;2. Inti Atom&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Pada tahun 1886 Eugen Goldstein memodifikasi tabung sinar katode dengan melubangi lempeng sinar katodenya. Dan Goldstein menemukan sinar yang arahnya berlawanan dengan sinar katode melalui lubang katode tersebut. Sinar ini melewati lubang (kanal) maka sinar ini di sebut sinar kanal.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Pada tahun 1898, wilhelm Wien menunjukkan bahwa sinar kanal  merupakan partikel yang bermuatan positif. Sinar kanal di sebut proton, dari penelitian   terhadap atom hidrogen dapat di tentukan bahwa &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; proton adalah 1.837 kali &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; elektron. Untuk mengetahui partikel-partikel tersebut Ernest Rutherford bersama dua orang muridnya  (Hans Geiger dan Ernest Marsden) melakukan percobaan yang di kenal dengan hamburan sinar alfa terhadap lempeng tipis emas.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;            Dan dapat di simpulkan antara lain :&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Atom bukan bola pejal, karena hampir semua partikel      di teruskan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Jika lempengan emas tersebut di anggap sebagai satu      lapisan atom-atom emas, maka di dalam atom emas terdapat partikel yang      sangat kecil yang bermuatan positif&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa      akan di belokkan jika perbandingan tersebut nerupakan perbandingan      diameter, maka di dapatkan ukuran inti kira-kira 10.000 lebih kecil      daripada ukuran atom secara keseluruhan &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Model atom &lt;st1:place st="on"&gt;Rutherford&lt;/st1:place&gt; mengusulkan model atom yang di kenal sebagai Atom Rutherford yang menyatakan bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif di kelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;            Rutherford memperkirakan jari-jari atom kira-kira 10&lt;sup&gt;–8&lt;/sup&gt; cm dan jari-jari inti kira-kira 10&lt;sup&gt;-13&lt;/sup&gt; cm. yang di buktikan oleh James Chadwick pada tahun 1932, berdasarkan perhitungannya terhadap massa atom dan percobaan hamburan partikel alfa terhadap boron dan parafin partikel atom yang menyusun atom di sebut neutron, jadi di dalam inti atom terdapat proton yang bermuatan positif dan neutron yang tidak bermuatan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Partikel-partikel dasar penyusun atom :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 11.4pt;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid yellow; padding: 0cm 5.4pt; width: 54pt;" valign="top" width="72"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Partikel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 96pt;" valign="top" width="128"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;b&gt;Massa&lt;/b&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;b&gt; eksak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;(gram)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 78pt;" valign="top" width="104"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;b&gt;Massa&lt;/b&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;b&gt; relatif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;(amu)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 120pt;" valign="top" width="160"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Muatan eksak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;(Coulomb)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 96pt;" valign="top" width="128"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Muatan   relatif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;(sme)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 44.6pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; height: 44.6pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 54pt;" valign="top" width="72"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Elektron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Proton&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Neutron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; height: 44.6pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 96pt;" valign="top" width="128"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;9,1100 – 10 &lt;sup&gt;–28&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;1,6726 – 10 &lt;sup&gt;–24&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;1,6750 – 10 &lt;sup&gt;–24&lt;/sup&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; height: 44.6pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 78pt;" valign="top" width="104"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; height: 44.6pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 120pt;" valign="top" width="160"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;– 1,6 . 10 &lt;sup&gt;–19&lt;/sup&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;+1,6 . 10 &lt;sup&gt;–19&lt;/sup&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; height: 44.6pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 96pt;" valign="top" width="128"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;– 1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;+1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;B. Tanda Atom&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;            &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;            &lt;/b&gt;Proton merupakan partikel khas suatu atom, artinya atom akan mempunyai jumlah proton yang berbeda dengan atom lain, jadi nomor atom menunjukkan jumlah proton yang di miliki oleh suatu atom.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;            &lt;st1:city st="on"&gt;Massa&lt;/st1:city&gt; atom merupakan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dari seluruh partikel penyusun atom. Jumlah proton dan neutron selanjutnya di sebut nomor &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dari suatu atom. atom-atom suatu unsur dapat mempunyai nomor &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang berbeda karena jumlah&lt;b&gt; &lt;/b&gt;neutron dalam atom tersebut berbeda. Atom-atom dari unsur yang sama mempunyai nomor &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; atom yang berbeda yang di sebut isotop.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 34.9pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid yellow; height: 34.9pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 53.4pt;" valign="top" width="71"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;       X&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Keterangan :     X = Lambang Unsur&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                        A = Nomor Massa (Jumlah proton + Jumlah Neutron)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                        2  = Nomor Atom (Jumlah proton)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Contoh :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify;"&gt;&lt;sup&gt;23&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;ΙΙ&lt;/sub&gt;Na   &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;Artinya: Isotop Na mempunyai nomor atom II dan nomor &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; 23&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                                    &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt; Jumlah proton         = II&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                                    &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;Jumlah Elektron       = II&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                                    &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;Jumlah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Newton&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;       = 23 – II&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                                                                        = 12.               &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;C. Konfigurasi Elektron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;            Niels Bohr melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen berhasil memberi gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah di sekitar inti atom. Niels berhasil menyusun model atom yang di kenal sebagai &lt;u&gt;“Model Atom Bohr”&lt;/u&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Menurut model atom Bohr. Elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang di sebut &lt;i&gt;kulit elektron&lt;/i&gt;. Atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yan terletak paling dalam, semakin keluar besar nomor kulitnya dan makin tinggi tingkat energinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Tiap-tiap kulit elektron hanya dapat di tempati elektron maksimum 2n&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;, dengan n adalah nomor kulit.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;“Kulit dan jumlah elektron maksimum”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 11.4pt;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid yellow; padding: 0cm 5.4pt; width: 126pt;" valign="top" width="168"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Nomor kulit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 132pt;" valign="top" width="176"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Nama kulit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 186pt;" valign="top" width="248"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Jumlah   elektron Maksimum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 126pt;" valign="top" width="168"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 132pt;" valign="top" width="176"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;K&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;L&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;M&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;N&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;O&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;P&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Q&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 186pt;" valign="top" width="248"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;2 elektron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;8 elektron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;18 elektron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;32 elektron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;50 elektron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;72 elektron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;98 elektron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Contoh :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                      &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt; 12&lt;sup&gt; &lt;/sup&gt;Mg&lt;sub&gt;          &lt;/sub&gt;: 2 8 2&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                      &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt; 19 K       : 2 8 8 1                        &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;D. Perkembangan Model Atom&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;            John Dahlton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Setiap unsur tersusun atas partikel-partikel kecil      yang tidak dapat di bagi lagi yang di sebut dengan atom.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Atom-atom terdiri dari unsur-unsur yang sama akan      mempunyai sifat yang sama, sedangkan atom-atom dari unsur-unsur yang      berbeda akan mempunyai sifat yang berbeda pula.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Terjadi perubahan susunan atom-atom dalam zat      tersebut.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;            Berdasarkan percobaannya tentang sifat listrik suatu zat, maka JJ. Thompson berkesimpulan bahwa atom merupakan bola pejal yang bermuatan negatif. Selanjutnya dari fakta percobaan di simpulkan bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, di kelilingi elektron pada jarak yang sangat jauh. Elektron tidak tertarik kedalam inti karena &lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt; tarik ini di lawan oleh &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; sentrifugal dari elektron yang bergerak melingkar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Teori Rutherford bertentangan dengan teori Maxwell tentang mekanika, yang menyatakan bahwa bila ada partikel bermuatan bergerak melingkar akan kehilangan energi, sehingga yang bergerak melingkar akan kehilangan energi pula hingga akhirnya akan mudah tertarik oleh inti dan bentuk lintasan makin mendekat ke inti atom.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kelemahan model atom &lt;st1:place st="on"&gt;Rutherford&lt;/st1:place&gt; di perbaiki oleh Niels berdasarkan hasil percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Bohr menyatakan bahwa selama mengelilingi inti atom, elektron tidak kehilangan energi dan berada pada tingkat-tingkat energi tertentu yang di sebut orbit atau kulit elektron.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Namun penemuan Heisenberg tentang dualisme materi dan energi menunjukkan bahwa model atom Bohr tidak tepat lagi. Bersama dengan Schrodinger membuat model atom yang lebih di kenal dengan model atom mekanika gelombang atau atom modern, menurut model atom ini, elektron tidak dapat di pastikan tempatnya, hanya dapat di tentukan keboleh jadiannya (kemungkinan) terbesar elektron ada di sebut &lt;i&gt;Orbital&lt;/i&gt;                 &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Larutan Nonelektrolit dan Elektrolit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Zat cair yang bisa menghantarkan listrik di sebut elektrolit, sedangkan zat cair yang tidak dapat menghantarkan listrik di sebut Nonelektrolit &lt;i&gt;Suatu zat dapat menjadi elektrolit bila di dalam larutannya xat tersebutterurai menjadi ion-ion yang bebas bergerak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;1 ). Senyawa Ion&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dalam keadaan padatan (Kristal) senyawa ion tidak menghantarkan listrik. Sebaliknya, bila senyawa ion tersebut dalam bentuk leburan atau larutan, maka ion-ionnya bebas bergerak sehingga dapat menghantarkan listrik.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;2 ). Senyawa Kovalen&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Beberapa senyawa kovalen dalam air dapat terurai menjadi ion-ion positif dan ion negatif. HCL merupakan senyawa kovalen, tetapi karena pengaruh molekul-molekul air, HCL dapat terurai menjadi ion H + dan ion cL&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;HCL &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;     &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;      H&lt;sup&gt;f&lt;/sup&gt; &lt;sub&gt;(aq)   &lt;/sub&gt;+  cL&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt; &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;.  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;“Peristiwa terurainya molekul menjadi ion-ion ini di sebut &lt;i&gt;Ionisasi.&lt;/i&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;☺ Larutan elektrolit yang berdaya hantar listrik kuat di sebut elektrolit kuat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;☺ Larutan elektrolit yang berdaya hantar listrik lemah di sebut elektrolit lemah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Senyawa hidro karbon dan minyak bumi”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;A.   Mengenali senyawa karbon dan sumbernya&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;1. Mengenali senyawa karbon&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan arang atau karbon, sedangkan pembakaran sempurna akan menghasilkkan ga CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;, untuk mengenalinya di lakukan dengan cara mengalirkan gas hasil pembakaran ke dalam air kapur ( Ca (OH&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;) atau air barit atau ( Ba ( OH )&lt;sub&gt;2 &lt;/sub&gt;). &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;Hasil pembakaran sempurna senyawa karbon berupa gas CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; dan gas terseut dapat menge3ruhkabn air kapur atau air barit karena terjadi reaksi :&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: center;"&gt;CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; (&lt;sub&gt;g&lt;/sub&gt;)    +    Ca ( OH )&lt;sub&gt;2          &lt;/sub&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;        &lt;/sub&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ca&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;CO&lt;sub&gt;(s)&lt;/sub&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;jadi, bila gas hasil pembakaran tersebut mengeruhkan air kapur atau air barit berarti senyawa yang di bakar mirip senyawa karbon&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;2.Sumber senyawa karbon&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;Senyawa karbon berasal dari berbagai sumber, antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;a.   Tumbuhan dan hewan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;b.  Batu bara&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;c.   Gas alam dan minyak bumi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;B.   Senyawa karbon organik dan senyawa karbon anorganik.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Senyawa karbon yang hanya dapat dibuat (disentesis) oleh tubuh (organ) makhluk hidup di sebut senyawa &lt;i&gt;organik&lt;/i&gt;, sedangkan senyawa yang dapat di buat (disintesis) di luar tubuh makhluk hidup &lt;i&gt;senyawa anorganik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;senyawa karbon organik dan senyawa anorganik di dasarkan kepada &lt;i&gt;sifat dan strukturnya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;Perbedaan senyawa organik dan senyawa anorganik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 11.4pt;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid yellow; padding: 0cm 5.4pt; width: 114pt;" valign="top" width="152"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Perbedaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 174pt;" valign="top" width="232"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Senyawa   karbon organik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 156pt;" valign="top" width="208"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Senyawa   karbon anorganik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 114pt;" valign="top" width="152"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kestabilan   terhadap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Pemanasan   kelarutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Titik   lebur &amp;amp; titik didih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kereaktifan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;struktur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 174pt;" valign="top" width="232"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Mudah   terurai atau berubah struktur. Umumnya sukar larut dalam Pelarut polar, tetapi   mudah larut dalam pelarut nonpolar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Umumnya   relatif rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kurang   reaktif (sukar bereaksi) dan jika beraksi cenderung lambat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Mempunyai   rantai atom karbon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 156pt;" valign="top" width="208"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Stabil   pada pemanasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Mudah   larut dalam pelarut polar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang sangat tinggi tetapi ada pula yang sangat rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Reaktif   dan umumnya berlangsung cepat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Tidak   mempunyai rantai atom karbon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;                                                                                                      &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;C.     Sifat khas dari atom karbon&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Sifat khas dari atom karbon yaitu antara lain :&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Mempunyai nomor atom 6, dengan elektron vol. 4&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Atom karbon dengan keempat tangan ikatan itu dapat      membentuk rantai atom karbon dengan berbagai bentuk dan kemungkinan,      antara lain :&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;a.. Berdasarkan jumlah ikatan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -6pt;"&gt;1). Ikatan rangkap tunggal&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -6pt;"&gt;2). Ikatan rangkap dua&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -6pt;"&gt;3). Ikatan rangkap tiga&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -6pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;b. Berdasarkan bentuk ranainya :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;1). Rantai terbuka ( Alifatis)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;2). Rantai tertutup ( siklis )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;3). Kedudukan atom karbon dalam rantai karbon.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;      Kedudukan rantai karbon di bedakan menjadio empat macam, yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;a). atom karbon primer&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;b). atom karbon sekunder&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;c). atom karbon tersier&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;d). atom karbon kuarterner&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 96pt; text-align: justify; text-indent: -96pt;"&gt;D.  Hidrokarbon.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Berdasarkan ikatan yang terdapat pada rantai karbonnya, hidrokarbon di bedakan menjadi 1. Hirokarbon jenuh, yaitu hidrokarbon yang pada ranai karbonnya semua berikatan                tungggal, di sebut juga sebagai alkana.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;2.   Hidrokarbon tak jenuh yaitu hidro karbon yang pada rantai karbonnya terdapat ikatan     rangkap dua ( alkana ) dan rangkap tiga ( Alkana).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Minyak bumi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Minyak bumi merupakan campuran dari berbagai senyawa penyusun utamanya berupa hidrokarbon, terutama alkana, sikloalkana dan aromatis.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;Komposisi minyak bumi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 11.4pt;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid yellow; padding: 0cm 5.4pt; width: 143.4pt;" valign="top" width="191"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Jenis senyawa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 132.6pt;" valign="top" width="177"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Jumlah Presentase&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 168pt;" valign="top" width="224"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Contoh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 143.4pt;" valign="top" width="191"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Hodrokarbon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Senyawa belarang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Senyawa Nitrogen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Senyawa Oksigen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Organo Logam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 132.6pt;" valign="top" width="177"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;90 – 99 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;0,1 – 7 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;0,01 – 0,9 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;0,01 – 0,4 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Sangat kecil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 168pt;" valign="top" width="224"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Alkana, Siklo Alkana, Aromatis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Tio Alkana ( R – S –R )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Alkanatiol ( R – S – R)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Pirol ( C4 H5 N )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Asam, Karboksilat ( RcooH)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Senyawa Logam Nikel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;*proses pembentukan miyak bumi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Menurut teori dupleks :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;-minyak bumi terbentuk dari jasad renik yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang telah mati, akibat pengaruh waktu yang mencapai ribuan bahkan jutaan tahun, jasad renik berubah menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Minyak bumi di kelompokkan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui. Deposit minyak bumi di &lt;st1:country-region st="on"&gt;indonesia&lt;/st1:country-region&gt; pada umumnya terdapat di daerah pantai atau lepas panai, yaitu pantai utara jawa (Cepu, Wonokromo, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Cirebon&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ). Daerah sumatera bagian utara dan timur ( Aceh, Riau). Daerah kalimantan bagia timur ( Tarakan, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Balikpapan&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ) dan daerah kepala burung ( Papua).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pengelolaan minyak bumi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 6pt;"&gt;A. Pengelolaan tahap pertama ( &lt;i&gt;primary processing&lt;/i&gt; ).            &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -24pt;"&gt;       Pada tahap pertama ini di lakukan proses “ dostilasi Be, pada proses distilasi bertingkat    ini meliputi :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -24pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 126pt; text-align: justify; text-indent: -108pt;"&gt;a.   Fraksi pertama         : menghasilkan gas elpiji di gunakan untuk bahan bakar kompor gas, atau mobil dengan BBG&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 126pt; text-align: justify; text-indent: -108pt;"&gt;b.  Fraksi kedua            : sering di sebut nafta ( Gas Bumi ), nafta ini tidak dapat langsung di sunakan, teteapi di olah pada tahap kedua untuk di jadikan bensi (premium) atau bahan ptrokimia, nafta sering juga di sebut dengan bensin berat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 126pt; text-align: justify; text-indent: -108pt;"&gt;c.   Fraksi ketiga              : di buat menjadi kerosin ( minyak tanah) dan Autur ( Bahan bakar pesawat jet)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 126pt; text-align: justify; text-indent: -108pt;"&gt;d.  Fraksi keempat         : di buat menjadi solar, di gunakan sebagai bahan bakar mesin diesel.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 126pt; text-align: justify; text-indent: -108pt;"&gt;e.   Fraksi kelima            : di sebut residu yang berisi hidrokarbon rantai panjang dan dapat di olah lebih lanjut pada pada tahap kedua menjadi berbagai senyawa karbon lainnya dan sisanya sebagai aspal dan lilin.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;B. pengolahan tahap kedua&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;Proses ini merupakan lanjutan dari hasil penyulingan pada tahap kedua&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;Proses-proses ini meliputi :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;a.       perengkahan &lt;i&gt;( Cracking&lt;/i&gt; ) : Di lakukan perubahan struktur nkimia senyawa- senyawa hidrokarbon,m yang meliputi perengkahan ( pemecahan rantai ). Alkilasi ( pembentukan alkil), polimerasi, reformasi dan isomerasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;b.      Proses ekstrasi : pembersihan produk dengan menggunakan pelarut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;c.       Proses kristalisasi : proses pengolahan produk-produk melalui perbedaan titik cairnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;d.      Pembersihan dan kontaminasi : proses pengolahan tahap pertama dan tahap kedua sering terjadi kontaminasi sehingga kotoran-kotoran ini harus di bersihkan dengan menambahkan soda kaustik ( NaOH ) tanah liat atau proses Hidrogenesi.       &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;PH Larutan&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Asam dan Basa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"&gt;a.   &lt;u&gt;Asam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;Menurut Arrhenius (1887) Asam adalah suatu zat yang bila di larutkan ke dalam air akan ion hidronium ( H+)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;Beberapa Asam, Nama asam dan Reaksi Ionisasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 5.4pt; width: 600px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 23.35pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid yellow; height: 23.35pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 102pt;" valign="top" width="136"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Rumus Asam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; height: 23.35pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Nama Asam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; height: 23.35pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 240pt;" valign="top" width="320"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Reaksi   Ionisasinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 108.1pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; height: 108.1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 102pt;" valign="top" width="136"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;HF&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;HBr&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;S&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;CooH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;HNO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;SO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;H&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;PO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;C&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; height: 108.1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;As. Flurida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;As. Bromida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;As. Sulfida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;As. Asetat (Cuka)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;As. Nitrat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;As. Sulfat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;As. Fosfat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;As. Oksolat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; height: 108.1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 240pt;" valign="top" width="320"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;HF &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;                   &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;    H &lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)    &lt;/sub&gt;+ F&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt; (aq)  &lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;HBR &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;                &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;   H &lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)    &lt;/sub&gt;+ Br&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)  &lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;s &lt;sub&gt;(aq&lt;/sub&gt;)                  &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;    2H &lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)   &lt;/sub&gt;+ S2&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;       &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;    H &lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)    &lt;/sub&gt;+ CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;Coo&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;HNO&lt;sub&gt;3(aq&lt;/sub&gt;)               &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;   &lt;/sub&gt;    H &lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)    &lt;/sub&gt;+ NO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;– &lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;SO&lt;sub&gt;4(aq)&lt;/sub&gt;               &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;   &lt;/sub&gt;   2H &lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)    &lt;/sub&gt;+ SO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;   (aq)&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;H&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;PO&lt;sub&gt;4(aq)&lt;/sub&gt;               &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;   &lt;/sub&gt;   3H &lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)    &lt;/sub&gt;+ PO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;C&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;4(aq)&lt;/sub&gt;              &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;   &lt;/sub&gt;  2H &lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;      +    C&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;-&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21pt; text-align: justify; text-indent: -21pt;"&gt;☺Asam yang menghasilkan sebuah H+ di sebut Monoprotik&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21pt; text-align: justify; text-indent: -21pt;"&gt;☺Asam yang menghasilkan dua ion H+ di sebut asam Diprotik&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;Dipandang dari jumlah ion yang di hasilkan, Asam di bedakan menjadi :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;1.      Asam kuat, yaitu asam yang mudah terionisasi dan banyak menghasilkan H+ dalam larutannya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;2.      Asam lemah, yaitu asam yang sedikit terionisasi dan sedikit menghasilkan H+ dalam larutannya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"&gt;b.  &lt;u&gt;Basa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;Menurut Arrhenius, basa adalah suatu senyawa yang di dalam air (larutan) dapat menghasilkan ion CH&lt;sup&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;Beberapa basa, Nama basa, dan Ionisasinya dalam air&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 5.4pt;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid yellow; padding: 0cm 5.4pt; width: 96pt;" width="128"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Rumuss basa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 120pt;" width="160"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Nama basa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Ionisasi basa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 96pt;" valign="top" width="128"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;NaOH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;KOH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Ca (oH)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Ba (oH)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;NH3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 120pt;" valign="top" width="160"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Natrium Hidroksida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Kalium Hidroksida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Kalsium Hidroksida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Barium Hidroksida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Amona &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 234pt;" valign="top" width="312"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;NaOH &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt; —Na&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt; + &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;KOH &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt; —K&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt; + &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;   (aq)&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Ca (OH)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; &lt;sub&gt;(aq)­­­&lt;/sub&gt; — C&lt;sup&gt;a2&lt;/sup&gt;+   &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt; + 2OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt; (aq)&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Ba (OH)&lt;sub&gt;2 (aq)&lt;/sub&gt; — Ba &lt;sup&gt;2+&lt;/sup&gt; &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;   + 2OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;NH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt; + H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O(l)—NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;   &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt; + &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;sub&gt;   (aq)&lt;/sub&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;Berdasarkan daya hantar listriknya, Basa di bedakan menjadi :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;1. Basa kuat, adalah basa yang terionisasi sempurna, misalnya : KOH, NaOH, Ba (OH)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;2. Basa lemah, adalah basa yang hanya sedikit terionisasi, misalnya : NH3 dan AL (OH)&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Titrasi Asam Basa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;☺Titrasi melibatkan reaksi antara asam dengan basa, yang di kenal dengan istilah &lt;i&gt;titrasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;    asam basa atau asidi alkalimeri&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;☺Titrasi yang menyandarkan pada jumlah volume larutan disebut &lt;i&gt;titrasi volumetri.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;☺&lt;i&gt;Volume titik akhir titrasi&lt;/i&gt; adalah dimana tepat pada saat warna indikator berubah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    penambahan ( titrasi ) di hentikan dan volumenya di catat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;☺Volume larutan penitrasi yang di peroleh melalui perhitungan secara teoritis di sebut &lt;i&gt;titik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;    ekivalen&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;☺Perbedaan volume titik akhir titrsi dengan titik ekivalen di sebut &lt;i&gt;kesalahan titrasi&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Contoh soal :&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Sebanyak 20 ml larutan H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;So4 yang belum      di ketahui konsentrasiny dititrasi dengan mulai berubah pada saat volun      NaOH 0,1 dengan menggunakan indikator fenolftalein (pp). Warna pp mulai      berubah pp H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; SO4 tersebut ?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Jawab :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Reaksi yang terjadi pada reaksi tersebut adalah :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt; H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; SO&lt;sub&gt;4 (aq)&lt;/sub&gt;+ 2Na OH &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;     &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;      Na2 SO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;+ 2 H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;(L)_&lt;/sub&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;NaOH yang terpakai pada saat titrasi = 0,1 mol L&lt;sup&gt;–1  &lt;/sup&gt; x   0,032 L&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;                                                            = 0,032 mol&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Dari persamaan reaksi 1 mol H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;SO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; = 2 mol NaOh&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 231px; margin-top: 21px; position: absolute; width: 34px; z-index: 42;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1067" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" width="34" /&gt;&lt;/span&gt;Jadi, H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;SO4 yang di titrasi =   1    x   0,032 mol&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;                                                 2&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;                                            = 0,0016 mol&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Konsentrasi H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;SO4 = 0,0016 mol / 0,02 ml&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;                                 = 0,08 mol L –  1&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;                                 = 0,08 M.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Larutan Penyangga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;A. Komposisi Larutan Penyangga.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;☺Larutan pentannga atau buffer adalah larutan yang PH nya relatif tetap (tidak berubah )  pada penambahan sedikit asam atau sedikit basa. Di tinjau dari komposisi zat penyusunnya terdapat dua sistem larutan penyangga yaitu sistem penyangga Asam lemah dengan basa konjugasinya dan sistem penyangga basa lemah dengan asam konjugasinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84pt; text-align: justify; text-indent: -66pt;"&gt;a.   Aistem penyangga asam dan basa konjugsi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;          &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;       CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; Coo&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;  +  H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooNa &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;           &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;      CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; Coo&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt; + Na&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;Di dalam larutan penyangga tersebut terdapat campuran asam lemah ( CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH ) dengan basa konjugasinya ( CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; Coo&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;Contoh soal :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;1.      Mereaksikan 100 ml larutan CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH 0,1 M dengan 50 ml larutan NaOh 0,1 M sehinnga  stoikiometri dalam 150 ml campuran yang di hasilkan terdapat 0,005 mol CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH ( Sisa Reaksi ) dan CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; Coo&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;  (Hasil reaksi)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt;"&gt;Jawab :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt;"&gt;                  CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH (&lt;sub&gt;aq)  &lt;/sub&gt;+  NaOH &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;        &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;     CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooNa &lt;sub&gt;(aq)  &lt;/sub&gt;+  H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;(L)–&lt;/sub&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt;"&gt;Di reaksikan : 0,01               0,005 &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 62px; margin-top: 18px; position: absolute; width: 514px; z-index: 1;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1026" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" width="514" /&gt;&lt;/span&gt;Bereaksi       : 0,005 0,005   &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt;"&gt;Akhir             : 0,005                0                   0,005 mol        &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt;"&gt;                                                        CH3 Coo&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt; (aq)  &lt;/sub&gt;+  Na&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt;"&gt;                                                        0,005 mol         &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt;"&gt;Jadi, setelah semua NaOH habis bereaksi didalam larutan terdapat CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;CooH yang tidak bereaksi (0,005 mol) dan CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; Coo&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt; yang berasal dari ionisasi CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; Coo Na hasil reaksi (0,005)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;b. Sistem penyangga Basa dan asam konjugasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;campuran NH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; atau NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; OH dan NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; CL terdapat ion OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt; yang berasal dari ionisasi sebagian NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;OH, ion NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; yang berasal dari ionisasi NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; OH dan Ionisasi NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; CL. Dalam sistem penyangga tersebut terdapat basa lemah dan asam konjugasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt;"&gt;Contoh soal :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;2.      Mereaksikan 100 ml larutan NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;Oh 0,1 M dengan 50 ml larutan HCL 0,1 M, maka secara stoikiometri di dalam 150 ml campuran yang di hasilkan terdapat 0,005 mol NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;OH (sisa reaksi )  +  NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; (Hasil Reaksi ).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-indent: 18pt;"&gt;Jawab :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-indent: 18pt;"&gt;                      NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;OH &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;  + HCL &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;       NH CL &lt;sub&gt;(aq&lt;/sub&gt;)  + H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O (L).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-indent: 18pt;"&gt;Direaksikan : 0,01                       0,005&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 62px; margin-top: 18px; position: absolute; width: 514px; z-index: 2;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1027" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" width="514" /&gt;&lt;/span&gt;Bereaksi       : 0,005                    0,005&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-indent: 18pt;"&gt;Akhir            : 0,00%                      0                        0,005 mol&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-indent: 18pt;"&gt;                                                                                 NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;  + CL&lt;sup&gt;– &lt;/sup&gt; &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;                                                                                     0,005 mol     &lt;br /&gt;B. PH Larutan Penyangga&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt;"&gt;a. Sistem penyangga Asam lemah dan Basa konjugasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt;"&gt;Yang berperan penting dalam larutan penyangga adalah sistem reaksi kesetimbangan yang terjadi pada asam lemah atau basa lemah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt;"&gt;Rumuss :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 197px; margin-top: 23px; position: absolute; width: 66px; z-index: 3;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1028" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" width="66" /&gt;&lt;/span&gt;                [ H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;] = Ka   x   Mol As&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt;"&gt;                                         Mol Basa konjugasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt;"&gt;b. Sistem penyangga basa lemah dan asam konjugasinya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-indent: 12pt;"&gt;di dalam sistem ini yang paling berperan adalah reaksi kesetimbangan pada basa lemah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-indent: 12pt;"&gt;Rumuss :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 151px; margin-top: 23px; position: absolute; width: 114px; z-index: 4;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1029" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.gif" width="114" /&gt;&lt;/span&gt;[&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;] = kb x mol Basa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;              Mol Asam konjugasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;C. Prinsip kerja larutan penyangga&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;     Pada dasarnya suatu larutan penyangga yang tersusun dari asam lemah dan basa konjugasi         merupakan sistem kesetimbangan ion dalam air, yang melibatkan adanya kesetimbangan air dan kesetimbangan asam lemah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;Contoh soal :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;3. 1 liter air larutan penyangga yang mengandung 0,1 M CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH dan 0,1 M CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; Coo- &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt;"&gt;Di tambahkan 10 ml larutan HCL 0,1 M. jika Ka CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH = 10&lt;sup&gt;–5&lt;/sup&gt;, hitunglah pH larutan penyangga tersebut sebelum dan sesudah di tambahkan HCL.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt;"&gt;Jawab : aj sebelum di tambahkan HCL.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;[H+]  =  Ka x [ CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH ]&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;                       [CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;         =   10&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;5 x 0,1&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;                          0,1&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;         =   10&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;5&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;pH   =  5&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt;"&gt;b. sesudah di tambah HCL&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;Jumlah mol sebelum ditambaah HCL&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;span style="height: 38px; left: 0px; margin-left: 296px; margin-top: 1px; position: absolute; width: 2px; z-index: 5;"&gt;&lt;img height="38" shapes="_x0000_s1030" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image005.gif" width="2" /&gt;&lt;/span&gt;CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH  =  0,1 mol L&lt;sup&gt;–1&lt;/sup&gt;  x  1 L          CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; Coo–  =  0,1 mol L&lt;sup&gt;–1&lt;/sup&gt;  x  1L&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;                    = 0,1 mol                                                =  0,1 mol&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;HCL yang di tambahkan = 0,1 mol L&lt;sup&gt;–1&lt;/sup&gt;  x  0,01 L&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;                                        = 0,001&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;Pada penambahan HCL, maka ion H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; dari HCL akan bereaksi dengan ion CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; Coo&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; Coo&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;   +  H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;       &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;     CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;Jadi, setelah penambahan HCL jumlah mol&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH             =   (0,1  +  0,001) mol  =  0,1001 mol&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; Coo&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;              =    (0,1  –   0,001) mol  =  0,o99 mol&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;Sehingga  [H+]      =   10&lt;sup&gt;– 5&lt;/sup&gt;  x 0,1001  =  1,011 – 10&lt;sup&gt;-5&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 239px; margin-top: 0px; position: absolute; width: 66px; z-index: 6;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1031" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image006.gif" width="66" /&gt;&lt;/span&gt;                                                 0,099&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;                        pH  =   5- log 1,o11 = 4,995 &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;D. Larutan pentangga dalam kehidupan sehari-hari&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt; a). Sistem penyangga karbonat dalam darah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;pH darah relatif tetap di sekitar 7,4. hal ini di karenakan adanya sistem penyangga H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; CO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; / HCO&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;. Sehinnga meskipun setiap saat darah kemasukan berbagai zat yang bersifat asam maupun basa akan selalu dapat di netralisir penagruhnya terhadap perubahan pH. Bila darah kemasukan zat yang bersifat asam maka reaksinya :&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: center;"&gt;H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; (aq)    +   hCO&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;3(aq)&lt;/sub&gt;          &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;       H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;CO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt;"&gt;Sebaliknya apabila kemasukan zat yang bersifat basa maka reaksinya :&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: center;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;      +     H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;CO&lt;sub&gt;3 (aq)&lt;/sub&gt;        &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;       HCO&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;3(aq)   &lt;/sub&gt;  +     H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;(L)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/sub&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt; b). Sistem penyangga fosfat dalam cairan sel.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;Cairan intrasel merupakan media penting untuk berlangsungnya rekasi metabolisme tubuh yang dapat menghasilkan zat-zat yang bersifat asam atau basa. Adanya zat hasil metabolisme yang berupa asam akan dapat menurunkan harga pH cairan intrasel dan sebaliknya, bila dari proses metabolisme di hasilkan banyak zat bersifat asam, maka reksinya :&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: center;"&gt;HPO&lt;sup&gt;2–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;4(aq)&lt;/sub&gt;      +      H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;         &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;       H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;PO&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt;"&gt;Dan bila dari proses metabolisme di hasilkan banyak zat bersifat basa, maka reaksinya :&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: center;"&gt;H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;PO&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;4 (aq)&lt;/sub&gt;    +    &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;sub&gt; (aq)&lt;/sub&gt;           &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;        HPO&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;4(aq)    &lt;/sub&gt;  +      H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;(L)&lt;/sub&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt;"&gt; c). sistem asam amino / protein&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;Asam amino mengandung gugus yang bersifat asam dan gugus yang bersifat basa. Asam amino berfungsi sebagai sistem penyangga di dalam tubuh. Ion H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; akan di ikat oleh gugus yang bersifat basa dan ion &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;  akan di ikat oleh gugus yang bersifat asam. Dengan demikian larutan yang mengandung asam amino akan mempunyai pH relatif tetap.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-indent: -30pt;"&gt;☺Hidrolisis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-indent: -30pt;"&gt;A. jenis garam dan realsi Hidrolisis&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt; text-indent: -30pt;"&gt; Reaksi penguraian garam oleh air atau reaksi ion-ion garam dengan air di sebut   &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt; text-indent: -30pt;"&gt; hidrolisis. Pada penguraian garam tersebut dapat terjadi beberapa kemungkinan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt; text-indent: -30pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;1). Ion garam bereaksi dengan air menghasilkan ion H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; sehingga menyebabkan [H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;] &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;     Dalam air bertambah dan akibatnya [H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;] &amp;gt; [&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;] dan larutan bersifat asam.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;2). Ion garam bereaksi dengan air dan menghasilkan ion OH sehingga didalam sistem   [H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;] &amp;lt; [OH], akibatnya larutan bersifat basa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;3). Ion garam tersebut tidak bereaksi dengan air, sehingga [H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;] dalam air akan tetap    sama dengan [OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;] dan air akan tetap netral (pH =7)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;1.      Garam yang terbentuk dari asam lemah dan dasa kuat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt; text-align: justify;"&gt;Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat bila di larutkan dalam air akan menghasilkan anion dari asam lemah. Ion tersebut bila bereaksi dengan air menghasilkan ion &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;  yang menyebabkan larutan bersifat basa. Jadi, garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan terhidrolisis sebagian (parsial) dan bersifat basa.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;2.      Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt; text-align: justify;"&gt;Garam berasal dari asam kuat dan basa lemah bila di larutkandalam air akan menghasilkan kation yang berasal dari basa lemah. Ion tersebut bila bereaksi dengan air akan menghasilkan ion H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; yang menyebabkan larutan bersifat asam. Jadi, garam berasal dari asam kuat dan basa lemah akan terhidrolisis sebagian (parsial) dan bersifat asam.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;3.      Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt; text-align: justify;"&gt;Garam berasal dari asam lemah dan basa lemah di dalam air terionisasi dan kedua ion garam tersenut bereaksi dengan air. Oleh karena itu reaksi kedua garam tersebut masing-masing menghasilkan ion H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; dan ion OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;, maka sifat larutan garam ini di tentukan oleh harga tetapan kesetimbangan dari asam lemah dan basa yang terbentuk.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;4.      Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt; text-align: justify;"&gt;Ion yang di hasilkan dari ionisasi garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak ada yang bereaksi dengan air, sebab ion-ion yang bereaksi akan segera terionisasi. Kesimpulannya, garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak terhidrolisis. Oleh karena itu, konsentrasi ion H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; dan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;  dalam air tidak terganggu, sehingga larutan bersifat netral.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt;"&gt;B. Harga pH larutan Garam&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt; 1). Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;i&gt;       Rumuss :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;       Kh  =    1     x  Kw                                            [ &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;sup&gt; &lt;/sup&gt;]  =     √  Kw    x   [ A&lt;sup&gt;– &lt;/sup&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;                                  Ka                                                                                  Ka&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;Keterangan : Kw    = Tetapan ionisasi air ( 10&lt;sup&gt;–14 &lt;/sup&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;                      Ka   = Tetapan ionisasi asam&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;                    [ A&lt;sup&gt;– &lt;/sup&gt;]  = Konsentrasi ion garam yang terhidrolisis&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;u&gt;Contoh soal :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;* Hitunglah pH larutan NaCN 0,01 M. Di ketahui Ka HCN = 10&lt;sup&gt;–10&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;   Jawab :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;NaCN           &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;        Na&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;     +     CN&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;0,1 M                             0,1 M&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;[&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;]     =     √  Kw    x    [ CN&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt; ]&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;                          Ka&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;[&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;]     =     √  10&lt;sup&gt;–14    &lt;/sup&gt;[ 0,01 ]&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;                           10&lt;sup&gt;–10&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;[&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;]     = 10&lt;sup&gt;–3&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;poH        = 3&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;pH          = 11&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt; 2). Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;i&gt; Rumus :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt; Kh =      1     &lt;sub&gt;X&lt;/sub&gt;      Kw            [ H+ ]  =    √   Kw    &lt;sub&gt;X     &lt;/sub&gt;[ B&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; ]&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;              Kb                                                    Kb&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt; Keterangan :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;                                  Kw    = Tetapan ionisasi air&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;              Kb     = Tetapan ionisasi basa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;              [ B&lt;sup&gt;+ &lt;/sup&gt;]  = Konsentrasi ion garam yang terhidrolisis&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;u&gt;Contoh soal :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;* Hitunglah pH larutan ( NH&lt;sub&gt;4 &lt;/sub&gt;)&lt;sub&gt;2 &lt;/sub&gt;SO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; 0,1 M, Jika Kb NH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; = 2  x 10&lt;sup&gt;–5&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;Jawab :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;( NH&lt;sub&gt;4 &lt;/sub&gt;)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; SO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;             &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;          2NH&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;   +  SO&lt;sup&gt;2–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;Garam berasal dari asam kuat dan basa lemah, maka larutannya bersifat asam.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;[H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;] =    √   Kw   &lt;sub&gt; X&lt;/sub&gt;    [ NH&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;4 &lt;/sub&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;                  Kb&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;[H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;] =     √  10&lt;sup&gt;–14    &lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;X    &lt;/sub&gt;0,2&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;                  2 x 10&lt;sup&gt;–5&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;[H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;] = 10&lt;sup&gt;–5&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;pH    =  5&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt; 3). Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;i&gt;Rumus :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;[ H&lt;sup&gt;+ &lt;/sup&gt;] =    √   Ka  x  Kw&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;                        Kb&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;Dari rumuss harga pH larutan garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah tidak tergantung pada konsentrasi ion-ion garam dalam larutan namun tergantung pada harga ka dan kb dari asam basa pembentuknya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90pt;"&gt;☺ Jika Ka = kb, maka larutan akan bersifat netral ( pH = 7 )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90pt;"&gt;☺ Jika Ka &amp;gt; kb, maka larutan akan bersifat asam  ( pH &amp;lt;&amp;gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90pt;"&gt;☺ Jika Ka &amp;lt; style=""&amp;gt;   ( pH &amp;gt; 7 )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;u&gt;Contoh soal :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;* Hitunglah pH larutan CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;CooNH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; 0,1 M, Jika diketahui. Ka = 10&lt;sup&gt;–10&lt;/sup&gt; dan kb NH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; = 10&lt;sup&gt;–5&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;Jawab :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;[ H&lt;sup&gt;+ &lt;/sup&gt;]    =    √   Ka  x  Kw&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;                        Kb&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;[ H&lt;sup&gt;+ &lt;/sup&gt;]    =   √   10&lt;sup&gt;–10  &lt;/sup&gt;x 10&lt;sup&gt;–14    &lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;                       10&lt;sup&gt;–8  &lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;[ H&lt;sup&gt;+ &lt;/sup&gt;]    =    √   10&lt;sup&gt;–19 &lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;  pH     =  – Log ( 10&lt;sup&gt;–19 &lt;/sup&gt;) ½ &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 126pt;"&gt;    =  ½ ( – Log 10&lt;sup&gt;–19 &lt;/sup&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;   pH    =  8,5&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&amp;gt; Hasil kali kelarutan (Ksp)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 78pt;"&gt;&lt;i&gt;Rumuss :&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 78pt;"&gt;Ksp Am Bn = [ A&lt;sup&gt;n+ &lt;/sup&gt;] &lt;sup&gt;m &lt;/sup&gt;[ B&lt;sup&gt;m– &lt;/sup&gt;] &lt;sup&gt;n&lt;/sup&gt;          &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 78pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 78pt;"&gt;&lt;u&gt;Contoh :&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt; Untuk senyawa ion sukar larut Ag&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; CrO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; dengan kesetimbangan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt; Ag&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; CrO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;          &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;         2Ag&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;  + CrO&lt;sup&gt;2–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 78pt;"&gt;Jawab:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;Ksp Am Bn        = [ A&lt;sup&gt;n+ &lt;/sup&gt;] m [ B&lt;sup&gt;m– &lt;/sup&gt;]n&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;Ksp Ag&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;CrO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;     = [ Ag&lt;sup&gt;+ &lt;/sup&gt;] &lt;sup&gt;2 &lt;/sup&gt;[ CrO&lt;sup&gt;2–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;4 &lt;/sub&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;“Sifat Kolegatif Larutan”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Sifat kolegatif larutan adalah unsur-unsur larutan yang tidak tergantung kepada jenis zat terlarut tetapi hanya tergantung pada konsentrasi partikelnya meliputi :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.3pt; text-indent: -54.3pt;"&gt;☺Penurunan tekanan uap jenuh&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.3pt; text-indent: -54.3pt;"&gt;☺Kenaikan titik didih&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.3pt; text-indent: -54.3pt;"&gt;☺Kenaikan titik beku&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.3pt; text-indent: -54.3pt;"&gt;☺Tekanan osmotik&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.3pt; text-indent: -54.3pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;u&gt;Konsentrasi Larutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;1). Molaritas&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;     Adalah satuan konsentrasi yang menyatakan banyaknya mol zat terlarut di dalam setiap 1 &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;     Liter larutan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="height: 2px; margin-left: 310px; margin-top: 17px; position: absolute; width: 50px; z-index: 9;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1034" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image007.gif" width="50" /&gt;&lt;/span&gt;     M = n ---- mol        atau      M = m          .         1000&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 8;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 219px; position: absolute; top: -1px; width: 26px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1033" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image008.gif" width="26" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 7;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 42px; position: absolute; top: -1px; width: 26px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1032" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image008.gif" width="26" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;            V ---- V                                mr                     V         &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;       Volume (ml)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84pt; text-indent: -72pt;"&gt; &lt;u&gt;Contoh soal&lt;/u&gt; : Hitung konsentrasi larutan yan gdi buat dari 2gr NaOH yang dilarutkan     dalam air hingga volume 500 ml  ( Mr. NaOH = 40 )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84pt; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;u&gt;Jawab &lt;/u&gt;: Diketahui m =  2gr&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84pt; text-indent: -72pt;"&gt;                              V =  500 ml&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84pt; text-indent: -72pt;"&gt;             Ditanyakan       M…?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84pt; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 205px; margin-top: 16px; position: absolute; width: 50px; z-index: 11;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1036" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image009.gif" width="50" /&gt;&lt;/span&gt;             Jawab      M =  m    &lt;sub&gt;X&lt;/sub&gt;    1000&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84pt; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 155px; margin-top: 0px; position: absolute; width: 26px; z-index: 10;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1035" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image010.gif" width="26" /&gt;&lt;/span&gt;                                     Mr           V&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84pt; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 206px; margin-top: 16px; position: absolute; width: 42px; z-index: 13;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1038" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image011.gif" width="42" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 162px; margin-top: 16px; position: absolute; width: 26px; z-index: 12;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1037" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image012.gif" width="26" /&gt;&lt;/span&gt;                                 =    2   &lt;sub&gt;X&lt;/sub&gt;  1000&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 120pt;"&gt;  40       500&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 96pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 160px; margin-top: 16px; position: absolute; width: 50px; z-index: 14;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1039" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image013.gif" width="50" /&gt;&lt;/span&gt;     =   2000&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 96pt;"&gt;         20.000&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 96pt;"&gt;     =  0,1 m&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;2). Molalitas (m)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt;"&gt;  Adalah satuan konsentrasi yang manyatakan banyaknya mol zat pelarut tiap 1 Kg pelarut   &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;( 1000 gr pelarut )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;M  =  n         &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;        Keterangan : &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 59px; margin-top: 0px; position: absolute; width: 18px; z-index: 15;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1040" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image014.gif" width="18" /&gt;&lt;/span&gt;          P                                          m  = molalitas&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                                                      n   = mol zat pelarut&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                                                      p   = &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pelarut (Kg)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                                                      w  = &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; zat (gn)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;u&gt;Contoh soal&lt;/u&gt; :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;"&gt;1.  berapakah kemolalan larutan yang d buat dengan mencampurkan 3 gr urea dengan 200 gr&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;    air?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;2.  berapakah kemolalan larutan glukosa yang mempunyai 12 % &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; glukosa (mr. 180) ?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;u&gt;Jawab&lt;/u&gt; :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;1). Diketahui           w =      3gr&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                            mr =       60      &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;     (mr. Co (NH2)2) Urea C = 12, N=14, 0 = 16, H = 1&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                              p =       200 gr&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;      Ditanyakan       m…?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;      Jawab              m =     w  &lt;sub&gt;X&lt;/sub&gt;  1000&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 16;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 183px; position: absolute; top: -1px; width: 26px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1041" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image012.gif" width="26" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 220px; margin-top: 0px; position: absolute; width: 42px; z-index: 17;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1042" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image015.gif" width="42" /&gt;&lt;/span&gt;                                         Mr       p&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                                  =      3   &lt;sub&gt;X&lt;/sub&gt;  1000&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 19;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 222px; position: absolute; top: -1px; width: 42px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1044" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image016.gif" width="42" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 18;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 182px; position: absolute; top: -1px; width: 26px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1043" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image010.gif" width="26" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                         60      200         &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                                  =     0,25&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;2). Diketahui mr = 180, dalam 12 % &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; glukosa terdapat 12 gr dan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; air ( 100 –   12 ) = 88 gr&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;      Ditanyakan m…?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;      Jawab              m =      w  &lt;sub&gt;X&lt;/sub&gt;  1000&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 223px; margin-top: 1px; position: absolute; width: 50px; z-index: 21;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1046" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image017.gif" width="50" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 189px; margin-top: 0px; position: absolute; width: 18px; z-index: 20;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1045" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image018.gif" width="18" /&gt;&lt;/span&gt;                                          mr        p                                                                                                              =      12  &lt;sub&gt;X&lt;/sub&gt;  1000                                                                        &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 226px; margin-top: 0px; position: absolute; width: 42px; z-index: 23;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1048" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image019.gif" width="42" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 186px; margin-top: 0px; position: absolute; width: 26px; z-index: 22;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1047" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image010.gif" width="26" /&gt;&lt;/span&gt;                                         180       88&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                                  =      0,76&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;3). Fraksi Mol&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -60pt;"&gt;                    Adalah satuan konsentrasi yang menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atai pelarut terhadap jumlah mol larutan. Jadi kalai na = adalah zat pelarut, nb = adalah mol terlarut, maka fraksi mol pelarut (XA) adalah :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;XA =    na        &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;       X pelarut   =               Mol pelarut&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 327px; margin-top: 0px; position: absolute; width: 154px; z-index: 25;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1050" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image020.gif" width="154" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 95px; margin-top: 0px; position: absolute; width: 26px; z-index: 24;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1049" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image021.gif" width="26" /&gt;&lt;/span&gt;       nA  +  nb                                             mol pelarut  +  mol zat pelarut&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;Dan Fraksi mol zat terlarut (XB) adalah :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;XB =    nB             &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;             X terlarut  =               Mol terlarut&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 316px; margin-top: 0px; position: absolute; width: 162px; z-index: 27;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1052" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image022.gif" width="162" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 84px; margin-top: 0px; position: absolute; width: 50px; z-index: 26;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1051" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image017.gif" width="50" /&gt;&lt;/span&gt;       nA  +  nB                                           mol pelarut  +  mol terlarut    &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;                                         XA  +  XB  =  1&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                                                                                                      &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;u&gt;Contoh Soal&lt;/u&gt; :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -36pt;"&gt;1). Tentukan kadar glukosa jika di ketahui fraksi mol glukosa sebesar 0,2&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;     &lt;u&gt;Jawab&lt;/u&gt; :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;     Xglukosa     =  0,2&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;     Xair =  1 – 0,2&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;                        =  0,8&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;     Perbandingan glukosa           :  air     =  0,2  : 0,8  = 2:8&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;                          &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; air       =  n . Mr&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;                                                =  8 . 18&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;                                                =  144gr&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;                      &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; glukosa    =  n . Mr&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;                                                =  2 . 180         144gr   +   360gr  =  504gr&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;                                                =  360gr&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;                       % glukosa        =  360  X  100%  =  71,43%&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 28;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 252px; position: absolute; top: -1px; width: 34px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1053" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" width="34" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                    504   &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"&gt;a). Penurunan tekanan uap ( &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;p )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 69.95pt; text-align: justify; text-indent: -51.95pt;"&gt;☺Uap jenuh adalah uap yang berada dalam kesetimbangan &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 69.95pt; text-align: justify; text-indent: -51.95pt;"&gt;☺Tekanan uap jenuh adalah tekanan yang di sebabkan oleh uap jenuh&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"&gt;☺Uap raouh hubungan antara tekanan uap jenuh larutan dengan tekanan uap jenuh pelarut adalah :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -24pt;"&gt;        p = Xpelarut . Po    Keterangan : p  =  tekanan uap jenuh larutan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;                                                 po  =  tekanan uap jenuh pelarut&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;                                                   Xpelarut  =  fraksi mol pelarut&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;Selisih antara tekanan uap jenuh pelarut dengan tekanan uap jenuh larutan di sebut “&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;p”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;      Δ&lt;/span&gt;p    =  Xterlarut . po        Keterangan :  &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;p  =  Penurunan tekanan uap jenuh&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;      &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;p    =  po - p  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"&gt;b). Kenaikan titik jenuh (&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;B)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -30pt;"&gt;☺Titik didih adalah suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmosfer di sekitarnya. Example : Di permukaan laut ( p = 760 mmHG) air mendidih pada suhu 100&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;º&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;C karena pada suhu 100&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;º&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;C tekanan uap air 760 mmHG.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -30pt;"&gt;☺Dengan adanya zat – terlarut dalam suatu zat cair maka titik didih zat cair itu akan naik sebanding dengan konsentrasi zat terlarut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -30pt;"&gt;☺Selisih antara larutan dengan titik pelarutnya di sebut kenaikan titik didih (&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;Tb = Tb Larutan Elevation).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -30pt;"&gt;    &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;b  =  Larutan  –   Tb Pelarut.          &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -30pt;"&gt;☺&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;Tb tidak tergantung pada jenis zat terlarut tapi tergantung pada konsentrasi partikel dalam larutan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;    &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;b  =  kb  .  m   Keterangan       &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;Tb     =  Kenaikan titik didih&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;                                                      Kb       =  Tetapan kenaikan titik didih molal     &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;                                                      m         =  Molalitas.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"&gt;c). Penurunan titik beku (&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;Tf)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"&gt;☺Titik beku adalah siatu suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap padatan. Example, Pada tekanan 1 atm, air membeku pada 0&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;º&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;C&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;karena pada suhu itu tekanan uap air  =  tekanan uap es.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"&gt;☺Adanya zat-zat terlarut dalam suatu zat cair mengakibatkan titik beku zat cair itu akan turun    &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;     sebanding dengan konsentrasi zat terlarut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"&gt;☺Selisih antara titik beku larutan dengan titik beku pelarutnya di sebut penurunan titik beku (  &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;Tf  =  freezing point defression)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"&gt;    &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;Tf  =  Tf pelarut  –   Tf larutan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"&gt;☺&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;Tf tidak tergantung pada jenis zat terlarut tapi tergantung pada konsentrasi konsentrasi partikel dalam larutan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;                              Keterangan       &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;Tf      =  penurunan titik beku&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;    &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;Tf  =  kf  .  m                           kf         =  tetapan penurunan titik beku molal&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;                                                      M         =  Molalitas&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;”Sistem periodik unsur”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Perkembangan Sistem periodik&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Triade Dobereiner&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;“ Bila unsur-unsur di kelompokkan berdasarkan kesamaan sifatnya dan di urutkan &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; atomnya, maka setiap kelompok mterdapat tiga unsur dengan &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; unsur yang di tenga merupakan rata-rata dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; unsur yang di tepi.&lt;/div&gt;&lt;ol start="2" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Teori Oktet Newland&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -6pt;"&gt;  Jika unsur-unsur di susun berdasarkan kenaikan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; atom, maka sifat unsur tersebut  akan berulang setelah ke delapan.&lt;/div&gt;&lt;ol start="3" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Sistem Periodik Modeleef.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;      Bila unsur-unsur di susun berdasarkn kenaikan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; atomnya, maka sifat unsur akan berulang secara periodik&lt;/div&gt;&lt;ol start="4" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Sistem periodik modern.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;      Bahwa bila unsur-unsur di susun berdasarkan kenakan nomor atom, maka sifat unsur akan berukang secara periodi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;      Beberapa golongan di beri nama khusus, Misalnya :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;      - golongan IA         disebut dengan golongan Alkali&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;      - golongan IIA        disebut dengan golongan Alkali Tanah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;      - golongan VIA     disebut dengan golongan Alkali Khalkogen&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;      - golongan VIIA   disebut dengan golongan Alkali Halogen&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;      - golongan VIIA   disebut dengan golongan Alkali gas mulia&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;5.   Hubungan konfigurasi elektron dan Sistem periodik&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;      Dari konfigurasi elektron dapat di tentukan letak unsur dalam sistem periodik, yaitu        jumlah kulit elektron menunjukkan letak dalam sistem unsur&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;Contoh :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                  Golongan IIA   :  4Be – 12 Mg – 20Ca – 38Sr mempunyai konfigurasi elektron                        masing-masing :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                  4 Be     :  2 , 2&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                  12 Mg  :  2 , 8 , 2&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                  20Ca    :  2 , 8 , 8 , 2    &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                  38Sr     :  2 , 8 , 18 , 8 , 2&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                  Semua unsur golongan IIA mempunyai elektron valensi sebanyak 2 elektron.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;Dari contoh tersebut dapat di simpulkan bahwa jumlah elektron valensi suatu atom unsur menunjukkan golongan di dalam sistem periodik unsur&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="2" style="margin-top: 0cm;" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Sifat-Sifat KePeriodikan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;jari-jari atom&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;      jari0jari atom merupakan jarak dari pusat atom ( inti atom ) sampai kulit elektron           terluar yang di tempati elektron. Panjang pendeknya jari-jari atom di tentukan oleh dua       faktor yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;      a). Jumlah kulit elektron&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;           Makin banyak jumlah kulit yang dimiliki oleh suatu atom, maka jari-jari atomnya            makim panjang        &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;      b). Muatan inti atom&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;           Makin banyak inti atom berarti makin besar muatan intinya dan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tarik inti atom        terhadap elektron lebih kuat sehingga elektron lebih mendekat ke inti atom&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="2" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Energi ionisasi&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;      Energi ionisasi yang di perlukan untuk melepaskan elektron yang trikat paling lemah        oleh suatu atom atau ion dalam wujud gas. Energi ionisasi pertama di gunakan untuk  melepaskan elektron pada kulit terluar, sedangkan energi ionisasi yang kedua             merupakan energi yang di perlukan suatu ion ( Ion +1 ) untuk melepas elektronnnya       yang terikat paling lemah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="3" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Afinitas Elektron&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;      Afinits elektron adalah besarnya energi yang di hasilkan atau di lepaskan apabila suatu    atom menarik sebuah elektron. Afinitas elektron. Afinits elektro dapat di gunakan  sebagai ukuran mudah tidaknya suatu atom menangkap elektron semakin besar energi         yang di             lepas ( Afinitas Elektron ) menunjukkan bahwa atom tersebut       cenderung menarik elektron      menjadi ion negatif&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="4" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Keelektronegatifan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;      Adalah kecendrungan suatu atom dalam menarik pasangan elektron yang di gunakan bersama dalam membentuk ikatan.makin besar keelektronegatifan suatu atom, makin nudah menarik pasangan elektron ikatan, atau &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tarik elektron dari atom. Skala keelektronegatifan di dasarkan kepada &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tarik terhadap elektron relatif&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;“Ikatan Kimia”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;A. Kestabilan Atom&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;1. Membentuk Ion&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;Dalam membentuk ion suatu atom akan melepas atau mengikat elektron. Untuk mencapai kestabilan, atom-atom  yang mempunyai energi ionisasi yang rendah cencerung melepaskan elektron, sedangkan atom-atom yang mempunyai afinitas elektron yang besar cenderung mengikat elektron.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt;"&gt;Contoh :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt;"&gt;             Atom 17 cl  :  2, 8, 7  ( Konfigurasi tidak stabil )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt;"&gt;             Agar stabil cara yang memungkinkan adalah menjadikan konfigurasi elektron                             seperti 18 Ar  :  2, 8, 8 Dengan mengikat sebuah elektron menjadi cl –&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→   &lt;/span&gt;17cl     +      e–             cl –&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: center;"&gt;( 2, 8, 7 )                              (2, 8, 8 )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;           Proses perangkapan itu terjadi karena afinitas atom clorin besar&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;2. Menggunakan pasangan elektron bersama&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    Atom-atom yang sukar melepas elektron atau mempunyai energi ionisasi yang tinggi dan         atom yang sukar menarik elektron atau mempunyai afinitas elaktron yang rendah   mempunyai kecenderungan untuk membentuk pasangan elektron yang di pakai bersama&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;B. Ikatan ion&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;     ”Ikatan ion terjadi karena adanya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tarik-menarik elektrostatis antara ion positif dengan   ion negatif”. Unsur-unsur logam umumnya mempunyai energi ionisasi yang rendah,            sedangkan unsur-unsur nonlogam mempunyai afinitas elektron yang tinggi, dengan      demikian dapat di katakan bahwa astara unsur-unsur logam dengan unsur-unsur nonlogam       umumnya akan membentuk ikatan ion.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;      Contoh :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;                  Senyawa NaCl&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;                  “Na    :   2, 8, 1&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;                  17 cl   :   2, 8, 7&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;                  Atom Na akan melepas sebuah elektron&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;                        Na   &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;   Na  +     +    e–&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;                  Atom cl akan mengikat sebuah elektron yang di lepaskan oleh atom Na tersebut                              sehingga menjadi cl   &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;  + +  e–    cl–  setiap ion Na  +  menarik                                    sebuah ion cl- membentuk senyawa netral Na cl&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;                        Na+   +  cl–        &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;       Na cl&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;b&gt;C.     &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Ikatan Kovalen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;1.  Ikatan Kovalen&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;    Untuk menggambarkan bagaiman ikatan kovalen terjadi di gunakan rumus titik elektron    ( struktur lewis ). Menggambarkan peranan elektron valensi dalam mengadakan ikatan &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;    Contoh :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;    1. ,H      :       1    ( Elektron Val. 1 ) Dilambangkan dengan : H.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;    2. 7N :   2,5   ( Elektron Val. % ) Dilambangkan dengan : N&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;    3. 8O :   2,6   ( Elektron Val, 6 ) Dilambangkan dengan : O&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;2.  Ikatan Kovalen Koordinasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;    Ikatan Kovalen Koordinasi umumnya terjadi pada molekul yang juga mempunyai             ikatan kovalen.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;3. Menggambarkan rumus titik elektron ( Lewis ) untuk molekul poliatom, beberapa            catatan yang dapat berguna dalam meramalkan strujtur lewis dari molekul yang  beratom banyak.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;    1). Semua elektron terluar ( elektron Valensi ) dari masing-masing atom yang berikatan                harus di hitung&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;    2). Umumnya atom-atom dalam struktur lewis akan mempunyai delapan elektron                                     valensi, kecuali atom hidrogen yang hanya mempunyai 2 elektron (duplet).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;    3). Jumlah elektron yang do terima oleh suatu atom akan sama dengan yang di berikan,                kecuali terjadi ikatan koordinasi yaitu suatu yang hanya nenberi atau menerima saja                      pasangan elektron.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;    4). Umumnya dalam struktur lewis semua elektron merupakan pasangan termasuk                                   pasangan elektron bebas ( Tidak untuk berikatan)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;4. Penyimpangan Kaidah Oktet&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;    Beberapa molekul kovalen mempunyai struktur lewis yang tidak oktet atau duplet.           Struktur demikian dapat di benarkan karena fakta menunjukkan adanya senyawa          tersebut, misalnya Co dan Bf3. Pada umunya molekul yang mempunyai jumlah elektron       valensi ganjil akan mempunyai susunan tidak oktet, misalnya N2O dan PCls&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;5.  Ikatan campuran Ion atau kovalen&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;    Didalam suatu molekul kadang-kadang terjadi ikatan kovalen dan ikatan ion sekaligus.     Bahkan dapat pula terjadi ikatannya merupakan ikatan ion, ikatan kovalen dan ikatan  koordinasi. Dalam hal ini untuk menggambarkan struktur lewis-nya harus jelas ion      positif dan negatifnya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;6.  Ikatan kovalen polar dan non polar&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;          Terjadinya kutub listrik dalam ikatan kovalen disebut dengan peristiwa polaritas         ikatan.  Peristiwa itu di sebabkan adanya perbedaan kekuatan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tarik terhadap  pasangan          elektron yang di gunakan bersama. Besarnya kekuatan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tarik elektron        dari suatu          atom     dinyatakan sebagai keelektronegatifan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;                  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;          Atom mempunyai harga keelektronegatifan labih besar akan menarik pasangan          elektron            lebih dekat padanya, sehingga atom tersebut menjadi negatif daripada   atom tersebut    yang kurang kuat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tariknya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;          Makin besar perbedaan harga keelektronegatifan antara kedua atom yang berikatan,             makin polar ikatannya. Atom-atom yang tidak mempunyai perbedaan     keelktronegatifan, ikatannya merupakan ikatan nonpolar misalnya molekul O2, N2, H2   dan cl2&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;7.  Ikatan Logam&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;          &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tarikan inti atom-atom logam dengan larutan elektron mengakibatkan    terjadinya ikatan logam. Adanya elektron yang dapat bergerak bebas dari suatu atom ke       atom yang lain menjadikan logam sebagai penghantar yang baik.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;”Hukum-hukum dasar kimia”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;A. Hukum Kekekalan Massa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;          Antonie Laurent Lavoiser melakukan penelitian terhadap logam cair yang berwarna    putih perak dengan oksigen untuk membentuk merkuri oksida yang berwarna merah.     Maka Lavoiser menemukan hukum kekekalan &lt;st1:city st="on"&gt;Massa&lt;/st1:city&gt; atau lavoiser yang menyatakan    bahwa &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; total zat-zat   hasil reaksi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;    Contoh soal :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;    1). Logam Magnesium seberat 4 gram di bakar dengan oksigen akan menghasilkan                                  magnesium oksida. Jika &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; oksigen yang digunakan 6 gram, maka &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;                             magnesium oksida yang di hasilkan dapat di hitung sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;          &lt;st1:city st="on"&gt;Massa&lt;/st1:city&gt; zat-zat sebelum reaksi      =  &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; zat-zat hasil reaksi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;          M Magnesium oksida                 =  m Magnesium   +      m oksida        &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;                                                            =  4 gram      +      6 gram&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;                                                            =  10 gram&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;B. Hukum perbandingan tetap ( Hukum Proust )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;          Berdasarkan proses terbentuknya, senyawa adalah gabungan dua unsur atau lebih      unsur    dengan perbandungan tertentu dan tetap. Melalui percobaan dengan      membandingkan  &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; belerang dengan tembaga adalah 1 : 2, dapat di simpulkan :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;    1). Setiap senyawa tertentu selalu ( tersusun ) mengandung unsur-unsur yang sama&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;    2). Perbandingan &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; unsur-unsur dalam senyawa selalu tetap, pernyataan ini                    deikenal sebagai hukum perbandingan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ( Hukum Proust )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;C.      Hukum perbandingan volume &amp;amp; Hipotesis Avogadro&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;    1).  Hukum Perbandingan volume&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;          Di kemukakan oleh ilmuan perancis Joseph Louis Gay Lussac ( 1778 – 1850 )                                  dengan percobaanya tentang volum gas yang terlihat sebagai reaksi. Setiap satu                   satuan volum gas hidrogen bereaksi dengan satu satuan vo,um gas clorin akan                            menghasilkam dua satuan volum gas hidrogen klorida. Setiap dua satuan volum gas          hidrogen bereaksi dengan satu satuan volum gas oksigen akan menghasilkan dua                satuan volum uap air. Dari percobaan tersebut, Gay Lussac berkesimpulan bahwa :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;                          Volume gas-gas yang bereaksi &amp;amp; volum gas-gas hasil reaksi bila di ukur                                                  pada suhu &amp;amp; tekanan yang sama berbanding sebagai bilangan bulat dan                                                             sederhana ( Hukum Perbandingan volum Gay– Lussac)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;    2). Hukum Avogadro &amp;amp; Hipotesis Avogrado&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;          Hukum Avogadro berpendapat bahwa satuan terkecil dari suatu zat tidaklah harus                 atom, tetapi dapat merupakan gabungan atom yang di sebut molekul, 1 molekul gas                 hidrogen + ½ molekul oksigen + ½ molekul oksigen      &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;     1 molekul air.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;    Berdasarkan hal tersebut, maka avogadro membuat hipotesis yang di kenal dengan          hipotesis avogadro yang menyatakan bahwa :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;          Pada suhu dan tekanan yang sama semua gas yang volumnya sama akan                                mengandung jumlah molekul yang sama&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;    Avogadro yang mengemukakan pola hubungan antara perbandingan volum gas-gas          yang bereaksi yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;            Jika di ukur pada suhu &amp;amp; tekanan yang sama perbandingan volum gas yang terlibat                          dalam reaksi sama merupakan angka yang bulat dan sederhana.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;“Perhitungan Kimia &amp;amp; Persamaan reaksi”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;A. Perhitungan kimia ( Stoikiometri ) adalah bagian dari ilmu kimia yang membahas  tentang perbandingan &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; unsur-unsur dalam senyawa termasuk di dalamnya            pembahasan tentang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; unsur-unsur dalam rumus &amp;amp; reaksi kimia.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt; 1). Penentuan rumus empiris &amp;amp; rumus molekul&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;      Rumus empiris menunjukkan perbandingan jumlah atom-atom yang terdapat dalam        suatu senyawa. Perbandingan itu di nyatakan dalam bilangan bulat terkecil, bilangan             ini di dapat dari analisis terhadap senyawa itu dan di nyatakan dalam mol atom-atom    penyusunnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;      Contoh :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;      1).  Suatu karbon mengandung unsur C, H, dan O. pada pembakaran 0,29gr senyawa                           itu di peroleh 0,66gr CO2 &amp;amp; 0,27gr H2). Bila &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; molekul relatif senyawa itu                           adalah 58 tentukan rumus molekulnya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;      Jawab  :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;      Cara 1  :   Misal senyawa tersebut adalah CxHy)2. maka pada pembakaran trjadi reaksi                                            C x Hy O2 +  Oz       &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;     CO2      +   H2O&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;      Massa C dalam C x Hy Oz = Massa C dalam 0,66gr CO2 Hasil pembakaran.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 251px; margin-top: 17px; position: absolute; width: 42px; z-index: 29;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1054" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image023.gif" width="42" /&gt;&lt;/span&gt;                                                      = 1 x 12 x 0,66&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                                                            44   &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                                                      = 0,18gr.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;      Massa H dalam C x Hy Oz = &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; H dalam 0,27gr H2o hasil pembakaran&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                                                      = 2 x 1 x 0,27gr&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 30;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 251px; position: absolute; top: -1px; width: 34px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1055" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" width="34" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                           18&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                                                      = 0,03gr&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;      Massa O dalam C x Hy Oz = &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; Cx Hy Oz – ( &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; C + &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; H )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                                                      = 0,29 – ( 0,18 + 0,03 )gr&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                                                      = 0,08gr&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;      nC : nH : nO                       =   mc            :  mH      :  mO&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 33;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 368px; position: absolute; top: -1px; width: 34px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1058" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image024.gif" width="34" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 31;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 252px; position: absolute; top: -1px; width: 34px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1056" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image024.gif" width="34" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 32;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 307px; position: absolute; top: -1px; width: 34px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1057" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image024.gif" width="34" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                           Arc        Arh        ArO&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                                                      =  0,18     :   0,03    :  0,08&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 36;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 368px; position: absolute; top: -1px; width: 42px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1061" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image023.gif" width="42" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 35;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 312px; position: absolute; top: -1px; width: 42px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1060" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image023.gif" width="42" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 34;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 255px; position: absolute; top: -1px; width: 34px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1059" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" width="34" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                            12            1            16        &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                                                      =  0,015   :  0,03   :    0,05&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;                                                      =      3      :    6      :      1&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;            Jadi rumus empiris senyawa tersebut adalah C3 H6 O&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;            Jika rumus molekul senyawa di angga ( C3 H6 O ) dengan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; rumus 58, maka,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;            Mr ( C3 H6 O )     = ( 36 + 6 + 16 ) n&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;                                58      = 58 n&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;                                n        = 1&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;            Jadi, rumus molekul senyawa tersebut adalah 1&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;        &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;            2. Persentase Unsur dalam senyawa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                Rumus kimia menunjukkan jumlah atom-atom penyusun suatu zat. Oleh karena itu                  &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;   atom suatu unsur sudah tertentu, maka rumus kimia tersebut dapat pula di               tentukan           persentase atau komposisi masing-masing dalam suatu zat.       &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                Contoh soal :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                Tentukan komposisi masing-masing unsur dalam senyawa AL2 O3(Ar Al=27,0 = 6) &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                Jawab :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                Misalnya AL2 O3 sejumlah 1 mol, berarti massanya=102gr ( mr AL2 O3 = 102 )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                Setiap 1 mol AL2 O3 mengandung 2 mol &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;AL&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;                = 2 x 27&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                                                                                                    = 54&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                Maka, persentase &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;AL&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; dalam AL2 O3                 = 54gr  x  100%&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 37;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 411px; position: absolute; top: -1px; width: 32px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1062" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image025.gif" width="32" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                      102gr          &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                                                                                                    = 53,94%&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                Setiap 1 mol AL2 O3 mengandung 3 mol atom O         = 3 x 16&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                                                                                                    = 48gr          &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                Persentase &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; O dalam AL2 O3                              =  48  x  100%&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 38;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 409px; position: absolute; top: -1px; width: 34px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1063" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" width="34" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                       102&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                                                                                                    = 46,06%&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                Atau,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                Persentase &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; O dalam AL2 O3                              = (100 – 53,94)%&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                                                                                                    = 46,06%&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                Dari contoh di atas, maka di dapatkan rumus :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 77.4pt;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 31.85pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid yellow; height: 31.85pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 282pt;" valign="top" width="376"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; A dalam p gram Am Bn =    m  x  Ar A    x  p gram&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                                                         Mr Am Bn&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;B.     Persamaan reaksi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;      Zat yang mengalami perubahan di sebut zat pereaksi ( reaktan ) dan zat hasil      perubahan di sebut Hasil reaksi ( produk )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;      * Persamaan reaksi menggambarkan rumus kimia zat-zat pereaksi atau reaktan dan zat               hasil reaksi yang doi batasi dengan tanda panah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;      * Syarat-syarat persamaan reaksi setara adalah :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;         a). pereaksi dan hasil reaksi di nyatakan dengan rumus kumia yang benar&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;         b). memenuhi hukum kekekalan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang di tunjukkan oleh jumlah atom-atom                          sebelum reaksi ( di belakang tanda panah ).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;         c). wujud za-zat yang terlibat reaksi harus di nyatakan dalam tanda kurung setelah                               rumus kimia&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;”Sel Elektrokimia”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;1).  Reaksi Redoks Spontan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      Adalah reaksi redoks yang berlangsung serta merta&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;2).  Reaksi Volta&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      Elektroda tempat terjadinya reduksi di sebut katode, sedangkan tempat terjadinya oksidasi  di sebut anode.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      Untuk menetralkan muatan listrik, maka labu A dan labu B di hubungkan oleh suatu             jembatan garam yaitu larutan garam ( Macl atau kNO3.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;3).  Notasi Sel Volta&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      Susunan suatu sel &lt;st1:place st="on"&gt;volta&lt;/st1:place&gt; di nyatakan dengan suatu notasi singkat yang di sebut juga    diagram sel&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      Misalnya :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                        Zn &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ι Zn 2+ ΙΙ Cu 2+ Ι Cu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      Anode di gambarkan pada bagian kirin sedangkan katode di sebelah kanan. Pada notasi ini             terjadi oksidasi 2n menjadi Zn 2+, sedangkan anode Cu 2+ mengalami reduksi menjadi      Cu. Dua garis sejajar (&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;ΙΙ&lt;/span&gt;) yang memisahkan anode dan katode menyatakan jembatan         garam, sedangkan garis tunggal menyatakan batas abtar fase ( 2n padatan, sedangkan Zn   2+ dalam larutan, Cu 2+ dalam larutan sedangkan Cu padatan )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;4).  Potensial Elektrode Standar (E)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      Selisih potensial di sebut potensial sel dan di beri lambang Esel. Potensial sel di sebut juga    &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; gerak listrik ( ggl = emf atau elektromotif force )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      Tekanan gas &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ι&lt;/span&gt;atm di sebut potensial sel standar dan di beri lambang E&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;º&lt;/span&gt;sel&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      a).  Potensial Elektrode&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;            yaitu beda potensial elektrode terhadap elektrode hidrogen. Potensial elektrode                                     hidrogen = ) volt.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;            Potendial elektrode sama dengan potensial reduksi, adapun potensial oksidasi sama                   nilainya dengan potensial reduksi, tetapi tandany berlawanan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      b).  Potensial sel&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Eºsel = Eº (+) –  Eº (– )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;            Katode (reduksi) adalah elektrode yang mempunyai harga E&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;º&lt;/span&gt; lebih besar (lebih positif)               sedangkan anode ( oksidasi ) adalah yang mempunyai Eº lebih kecil ( Lebih negatif )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;5).  Potensial Reaksi Redoks&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      Reaksi oksidasi adalah jumlah dari potensial setengah reaksi reduksi dan setengah reaksi      oksidasi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;6).  Reaksi keaktifan logam&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      Yaitu susunan unsur-unsur logam berdasarkan potensial elektrode standarnya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      Makin tinggi kedudukan suatu logam dalam deret suatu &lt;st1:place st="on"&gt;volta&lt;/st1:place&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;☺Logam makin rekatifan ( mudah melepas elektron )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;☺Logam merupakan reduktor yang semakin kuat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Sebaliknya, makin rendah kedudukan logam dalam deret &lt;st1:place st="on"&gt;volta&lt;/st1:place&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;☺Logam makin kurang rekatif ( Makin sukar melepas elektron )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;☺Logam merupakan oksidator yang semakin kuat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;7).  Beberapa sel &lt;st1:place st="on"&gt;Volta&lt;/st1:place&gt; komersial&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      a. Aki&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          Jenis baterai yang banyak di gunakan ubtuk kendaraan bermotor&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      b. Baterai kering&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      c. Baterai alkaline&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      d. Baterai Nikel – Kadmium&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      e. Baterai kerak oksida&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      f.  Baterai litium&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      g. Sel bahan bakar&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;SEL ELEKTROLIS  &lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;Kebalikan dari sel elektrokimia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Dalam sel elektrolisis, Listrik di gunakan untuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan. Jadi sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel &lt;st1:place st="on"&gt;volta&lt;/st1:place&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;1).  Susunan Sel Elektrolisis&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      Tidak memerlukan jembatn garam, komponen utamanya yaitu sebuah wadah elektrode,       elektrolit &amp;amp; sumber arus searah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;2).  Reaksi-reaksi elektrolisis&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      Tidak menuliskan reaksi elektrolisis laritan elektrolit. Faktor-faktor yang di   pertimbangkan antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      I.    Reaksi yang berkompetisi pada tiap-tiap elektrode&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"&gt;☺Spesi yang mengalami reduksi di katode adalah yang mempunyai potensial elektrode lebih positif&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"&gt;☺Sepsi yang mengalami oksidasi dianose adalah yang mempunyai potensial elektrode lebih negatif&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -30pt;"&gt;      II.   Jenis Elektrode, apakah innert atau aktif.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -30pt;"&gt;            Elektrode innert adala elektrode yang tidak terlibat dalam reaksi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -30pt;"&gt;            Elektrode innert yang sering di gunakan yaitu platina dan grafit&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -30pt;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"&gt;III.   Overpotensial&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;a).  Reaksi di katode&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;      Jika kation berasal dari logam-logam aktif maka airlah yang adan tereduksi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;b).  Reaksi-Reaksi di anode&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;      Logam mempunyai potensial oksidasi lebi besar daripada airn atau anion sisa                 asam. Jika anode tidak terbuat dari pt, An atau grafit maka anode akan teroksidasi.             Pt, Au, atau grafit termasuk elektrodainnert atau sukar bereaksi. Jika anode              termasuk innert maka reaksi anode tergantung pada jenis anion dalam larutan.          Anion sisa                     oksi mempunyai potensial oksidasi lebih negatif                          daripada air. Anion-anion seperti itu sukar di oksidasi sehingga air yang                                   teroksidasi. Jika anion leboh mudah di oksidasi daripada air, seperti Br–  dan I–                  maka anion itulah yang teroksidasi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;3).  Hukum-hukum Faraday&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;☺Hukum Faraday I :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;                              &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; zat yang di berikan pada elektrolisis (G) berbanding lurus                                                    jumlah listrik yang di        gunakan (Q)&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;G = Q&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;    Jumlah muatan listrik (Q) sama dengan hasil kali dari kuat arus (I) dengan waktu (t).&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;Q = it&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;Berdasarkan persamaan di atas dapat di tuliskan sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: center;"&gt;G = ME&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;☺Hukum Faraday II :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;                              &lt;st1:city st="on"&gt;Massa&lt;/st1:city&gt; zat di bebaskan pada elektrolisis ( G ) berbanding lurus dengan               &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ekivalen zat itu ( ME ).&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;G = ME&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;    Dari penggabungan hukum faraday I dan II menghasilkan persamaan, dan dapat di           nyatakan sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;Keterangan :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 56px; margin-top: 16px; position: absolute; width: 58px; z-index: 39;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1064" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image026.gif" width="58" /&gt;&lt;/span&gt;G =        it            x   ME                        G       = &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; zat yang di bebaskan (dalam gram)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;          96.500                                         i         = kuat arus (Dalam Ampere)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;                                                              t         = waktu (Dalam Sekon)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;                                                              ME    = &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Ekivalen&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Massa Ekivalen dari unsur-unsur logam sama dengan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; atom rrelatif (Ar) di bagi dengan bilangan oksidasinya (Biloks)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;ME =     Ar&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 40;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 58px; position: absolute; top: -1px; width: 58px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1065" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image026.gif" width="58" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;           Biloks                &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Maka perbandingan &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; zat-zat yang di bebaskan sama dengan perbandingan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ekivalennya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;4).  Stoikiometri Reaksi Elektrolisis&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      Stoikiometri reaksi elektrolisis di dasarkan pada anggpan bahwa arus listrik adalah aliran      elektron                             &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                                                IF = 1 mol elektron = 96.500 coulomb&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      Selama 1 detik membawa muatan sebesar it coulomb. Oleh karena 1 mol elektron =            96.500 coulomb, maka dalam it coulomb terdapat          it&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 41;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 354px; position: absolute; top: -1px; width: 66px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1066" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image006.gif" width="66" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                           96.500&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;5). Penggunaan Elektrilisis dalam industri&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      a).  Produksi zat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;            Kloron dan natrium hidroksida di buat dari elektrolisis larutan Natrium Klorida.                          Proses ini di sebut proses Klor – Alkali dan merupakan proses industri yang sangat                        penting. Ruang katode dan anode di pisahkan dengan berbagai cara sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;            1). Sel Diafragma&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;            2). Sel Merkuri&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      b).  Pemurnian Logam&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;            Contoh terpenting dalam bidang ini adalah pemurnian tembaga. Tembaga kotor di                      jadikan anode, sedangkan katode di gunakan tembagamurni. Larutan elektrolit yang di              gunakan adalah larutan Cu SO4. selama elektrolisis, tembaga dari anode terus -                                                  menerus di larutkan kemudian di endapkan pada katode.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      c).  Penyepuhan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;            Penyepuhan (Elektroplating) di maksudkan untuk melindungi logam terhadap korosi                   atau untuk memperbaiki penampilan. Logam yang akan di sepuh di jadikan katode                         sedangkan logam penyepuhnya sebagai anode. Kedua elektrode itu di celupkan dalam              larutan garam dari logam penyepuh. Sedangkan paa sendok besi ( Baja ) sedok di                                                                gunakan sebagai katode. Sedangkan anode adalah perak murni. Larutan elektrolitnya                                                       adalah larutan perak nitrat. Pada latode akan terjadi pengendapan perak, sedangkan                                                anode perak terus-menerus larut. Konsentrasi in Ag+ dalam larutan tidak berubah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;            Katode ( Fe ) : Ag+  +  e          &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;         Ag&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;            &lt;u&gt;Anode  ( Ag ): Ag       &lt;/u&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;u&gt;        Ag+  + e&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                                    Ag ( anode )          &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;         Ag ( Katode )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;”PROTEIN”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;1). Asam Amino&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      Asam Amino adalah suatu golongan senyawa karbon yang setidak2nya mengandung satu     gugus karboksil dan satu gugus amino. Gugus amino adalah gugus pembeda antara Asam             amino yang satu drngan yang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;2).  Ion Zwitter&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      Yaitu molekul yang dapat mengalami reaksi asam basa intramolekul membentuk suatu ion    dipolar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;3).  Asam Amino Esensial dan Non Esensial&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;☺ Asan Amino Esensial    &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;    Asam2 Amino yang tidak dapat disintesis dalam tubuh&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;☺ Asam Amino Non Esensial       &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;       Asam yang dapat disintesis dalam tubuh&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Kekurangan protein dapat menyebabkan retardasi ( keterbelakangan ) fisik maupun mental&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;4).  Ikatan Peptida&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      Yaitu ikatan yang mengaitkan dua molekul asam amino dan senyawa yang di bentuk di         sebut dipeptida.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;5).  Struktur Protein&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.4pt; text-indent: -18.4pt;"&gt;☺ Struktur Primer       &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;     Urut-urutan asam amino dalam rantai polipeptida yang menyusun protein&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.4pt; text-align: justify; text-indent: -18.4pt;"&gt;☺ Atruktur Sekunder      &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;      Berkaitan dengan bentuk dari suatu rantai polipeptida&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.4pt; text-align: justify; text-indent: -18.4pt;"&gt;☺ Struktur Tersier       &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;      Protein merupakan bentuk tiga dimensi dari suatu protein&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;6).  Hidrolisis Protein&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      Suatu polipeptida atau protein dapat mengalami hidrolisis jika di panaskan dengan asam       klorida pekat, sekitar 6 m&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;7).  Denaturasi protein&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      Misalnya suatu protein di panaskan secara perlahan-lahan sampai kira-kira 60&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;º&lt;/span&gt; –  70&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;ºC.      &lt;/span&gt;lambat laun protein itu akan menjadi keruh dan akhirnya mengalami koaagulasi perubahan    inilah yang di sebut denaturasi. Protein dalam bentuk alamiahnya di sebut protein asli,                                           setelah denaturasi di sebut protein tedenaturasi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;8).  Penggolongan Protein&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      a. Berdasarkan Komposisi Kimia&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48.15pt; text-align: justify; text-indent: -30.15pt;"&gt;☺Protein sederhana    &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;   terdiri atas gugus amino dan tidak aa gugus kimia lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48.15pt; text-align: justify; text-indent: -30.15pt;"&gt;☺Protein konjugasi ( Prostetik )  &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;  terdiri atas rantai polipeptida yang terikat gugus kimia lain &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      b. Berdasarkan Bentuk&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.4pt; text-indent: -18.4pt;"&gt;☺Protein Globular     &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;       Rantai polipeptidanya berlipat rapat menjadi bentuk bulat padat &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.4pt; text-align: justify; text-indent: -18.4pt;"&gt;☺Protein Serabut       &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;      Serabut panjang tidak berlipat menjadi globular&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      c. Berdasarkan Fungsi biologis&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;           1). Enzim&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;           2). Protein Transport&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;           3). Protein Nutrien&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;           4). Protein Kontraktil&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;           5). Protein Struktur&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;           6). Protein Pertahanan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;           7). Protein Pengatur&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;9).  Reaksi Pengenalan Protein&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      a). Uji Nintridin&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      b). Uji Biuret&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      c). Uji Xantopotreat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      d). Uji Belerang&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;“LIPID”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Lipid merupakan subtansi biologi yang tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik yang kurang polar&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;1).  Lemak&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      a. Struktur dan tata nama lemak&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          Lemak yang terbentuk dari sejenis asam karboksilat ( R, = R2 = R3 ) di sebut lemak                               sederhana, sedangkan dari dua atau tiga jenis asam di sebut lemak campuran. Umunya                                molekul lemak terbentuk dari dua atau lebih macam asam karboksilat. Penanaman                                   lemak dimulai dengan kata gliseril yang diikuti oleh nama asam lemaknya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      b. Perbedaan lemak dan minyak&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          Lemak yang berwujud cair ( minyak ) mengandung asam lemak tak jenuh, sedangkan                              lemak yang berwujud padat lebih banyak mengandung asam lemak jenuh&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      c. Bilangan Iodin&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          Derajat ketidak jenuhan dinyatakan oleh bilangan Iodin yaitu jumlah gram Iodin yang                                dapat di serap oleh 100gr lemak untuk reaksi penjenuhannya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;c.   Reaksi-reaksi lemak dan minyak&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;    1). Hidrolisis&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;    2). Penyabunan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;    3). Hidrogenesi minyak &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;e. Fungsi Lemak da Sumbernya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48.15pt; text-align: justify; text-indent: -18.15pt;"&gt;☺Fungsi Lemak      &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;       Sumber energi dan cadangan makanan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48.15pt; text-align: justify; text-indent: -18.15pt;"&gt;☺Sumbernya       &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;      Daging, susu, keju, kacang-kacangan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;2).  Fosfolipid&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      Merupakan ester dari gliserol, tetapi hanya dua gugus –OH dari gliserol itu yang diganti                    oleh gugus asil ( Asam Karbosilat ), sedangkan gugus –OH yang ketigadiganti oleh asam                        Fosfat yang selanjutnya terikat pada suatu alkohol yang mengandung nitrogen&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;3).  Steroid&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      Steroid bukan dari golongan ester, tetapi mempunyai kesamaan sifat denganfosfolipid                       yaitu amfifilik, stroid yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia yaitu kolesterol.                     Zat itu merupakan bahan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;baku&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; membuat garam empedu, salah satu dari empat vitamin D                         dan beberapa hormon. Garam-garam empedu mengemulsikan lemak yang kita makan                                      sehingga mempermudah proses pencernaan dan penyerapannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;KOROSI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Korosi adalah reaksi redoks antara logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa yang tak di kehendaki. Korosi biasa di sebut pengkaratan, contoh yang lazim adalah pengkaratan besi. Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen ( Udara ) mengalami reduksi, karat logam pada umumnya adalah berupa oksida atau karbonat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;☺Faktor-faktor yang menyebabkan korosi besi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    Karena adanya oksigen ( Udara ) dan air.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;☺Cara-cara pencegahan korosi besi antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt;1.  Mengecat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt;2.  melumuri dengan oli atau gembuk&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt;3.  di salut dengan plastik&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt;4.  Tin plating ( pelapisan dengan timah )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt;5.  Galvanisasi ( Pelapisan dengan Zink ))&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt;6.  Cromium Plating (pelapisan dengan kromium )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt;7.  Sacrifical Protection ( Pengorbanan Anode )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;☺Korosi Aluminium&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Aluminium, Zink dan Kromium merupakan logam yang lebih aktif dari pada besi namun logam-logam ini lebih awet, karena pengkaratan terhenti setelah lapisan tipis oksida terbentuk. Lapisan ini dapat dibuat tebal melalui elektrolisis proses yang di sebut anodizing. Aluminium yang telah mengalami proses ini di gunakan untuk membuat panci, kusen, pintu dan jendela. Lapisan oksida aluminium lebih mudah di cat dan memberi efek warna yang lebih terang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;“ REAKSI REDOKS “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;1. Metode Biloks ( Bilangan Oksidasi )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    a).  Reaksi Ion&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam penyetaraan reaksi, sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          1).  Tentukan unsur yang mengalami perubahan Biloks&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          2).  Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang                              sesuai.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          3).  Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator dan jumlah penambahan biloks                                            dari reduktor. jumlah perubahan biloks = jumlah atom yang terlibat di kalikan                                                           dengan perubahan biloksnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          4).  Samakan jumlah perubahan biloks tersebut dengan memberikan koefisien yaang                                  sesuai&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          5).  Setarakan muatan dengan menambah ion H+ ( Dalam Suasana Asam ), atau ion                                  &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;OH-&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; ( Dalam Suasana Basa )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          6).  Setarakan atom H dengan menambahkan H2O&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          Contoh Soal :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          1).  Setarakan reaksi redoks berikut :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                Zn  +  NO– 3      &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;      ZnO22–   +  NH3  ( Suasana Basa )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                Jawab :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                Langkah 1 :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 48pt;"&gt;                    Zn dan N&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 48pt;"&gt;Langkah 2 :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 48pt;"&gt;                    Zn + NO– 3      &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;       2n O22–   +  NH3&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 48pt;"&gt;Langkah 3 :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 48pt;"&gt;                    Unsur Zn = Dari 0 menjadi + 2 bertambah 2&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 48pt;"&gt;                    Unsur N   = Dari +5 menjadi – 3 berkurang 8&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 48pt;"&gt;Langkah 4 :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 48pt;"&gt;                    8 Zn + 2No– 3      &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;      8ZnO22–   +  2NH3&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 48pt;"&gt;Langkah 5 :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 48pt;"&gt;                    8Zn + 2No3–       &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;       8ZnO22–   +  2NH3&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 48pt;"&gt;                           – 2                                    – 16&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 48pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 48pt;"&gt;Langkah 6 :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 48pt;"&gt;                    14oH–  + 8Zn + Zno– 3      &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;      8ZnO22–  + 2NH3 + 4H2O&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;b. Reaksi Rumus&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam cara ini adalah sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    1).  Tentukan unsur yang mengalami perubagan biloks. Tuliskan biloks tersebut tepat di                      atas lambang atomnya masing-masing&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    2).  Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang                      sesuai&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    3).  Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator ( yang mengalami reduksi ) dan                                     jumlah pertambahan bilangan oksidasi dari reduktor ( yang mengalami oksidasi )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    4).  Samakan jumlah perubahan bilangan oksidasi reduktor dan oksidator dengan memberi                 koefisien yang sesuai&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    5).  Setarakan unsur-unsur yang lainnya dalam urutan kation ( Logam ), anion ( Nonlogam )               hidrogen dan terakhir oksigen ( KAHO ).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    Contoh soal :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    2).  Tentukan reaksi redoks berikut :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          Zn + HNO3      &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;     Zn ( NO3 )2  +  NH4 NO3  +  H2O&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          Jawab :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          Langkah 1 :        Zn&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;º&lt;/span&gt;  +  HNO3      &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;       Zn+2 (NO3 )2  +  NH4 NO3   +  H2O&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          Langkah 2 :        Zn  + HNO3      &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;       Zn ( NO3 )2  +  NH4 NO3  + H2O&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          Langkah 3 :        Zn&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;º      &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;      &lt;/span&gt;Zn+2    Bertambah 2&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                                    Zn+5&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;    &lt;/span&gt;    &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;     N-3     Bertambah 8&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          Langkah 4 :        8 Zn  +  2HNO3     &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;       8Zn ( NO3 )2  +  2NH4NO3  +  H2O&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          Langkah 5 :        Kation : 8Zn + 2HNO3     &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;     8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                                    Anion  : 8Zn + 20HNO3     &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;     8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                                    Hidrogen : 8Zn + 20HNO3   &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;    8Zn ( NO3 )2  + 2NH4NO3 + 6H2O&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    3).  Metode setengah reaksi ( Ion – Elektron )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          Proses penyetaran berlangsung menurut langkah-langkah sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          1).  Tuliskan kerangka dasar dari setengah reaksi reduksi dan reaksi oksidasi secara                                terpisah dalam bentuk reaksi ion&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          2).  Masing-masing setengah reaksi di setarakan dengan urutan sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                a. Setarakan atom unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                b. Setarakan Oksigen dan Hidrogen&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                c. Apabila terdapat spesi lain selain unsur yang mengalami perubahan biloks,                                          oksigen dan hidrogen, maka petaraan di lakukan dengan menambahkan spesi                                                yang bersangkutan pada ruas lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;                d. Setarakan muatan dengan menambahkan elektron pada ruas yang jumlah                                           muatannya lebih besar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          3).  Samakan jumlah elektron yang di serap pada setengah reaksi reduksi dengan jumlah                          elektron yang di bebaskan pada setengah reaksi oksidasi dengan cara memberi                                       koefisien yang sesuai, kemudian jumlahkam kedua ruas setengah reaksi tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;“ KOLOID “&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;a. Pertama kali di perkenalkan oleh thomas graham berdasarkan pengamatannya terhadap         gelatia yang merupakan kristal namun sulit mengalami difusi, oleh karena itu, zat semacam           gelatia ini kemudian di sebut koloi. Koloid di sebut juga dispersi koloid atau sistem koloid   sebenarnya merupakan sistem dengan ukuran partikel yang lebih besar dari larutan tetapi  lebih kecil daripada suspensi. Ukuran koloid yaitu 1 nm sampai 100 nm. Contoh koloid   antara lain santan, air susu dan lem, tetapi beberapa koloid tampak seperti larutan misalnya            larutan kanji yang encer, agar-agar yang masih cair dan air teh. Beberapa koloid dapat        berpisah bila didiamkan dalam waktu yang relatif lama meskipun tidak semuanya, misalnya   koloid belerang dalam air dan santan. Dan koloid lain yang sukar berpisah antara lain lem,      cat dan tinta. Koloid yang terjadi dari dispersi zat cair di dalam medium pendispersi cair di     sebut dengan emulsi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;b. Sifat-sifat Koloid&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    1).  Efek Tyndall&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    2).  Gerak Brown&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    3).  Adsorpsi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    4).  Koagulasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          Peristiwa yang dapat menimbulkan koagulasi antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          a).  Pencampuran koloid yang berbeda muatan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          b).  Adanya Elektrolit&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    5).  Kestabilan Koloid&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          Untuk menjaga kestabilan koloid, dapat dilakukan beberapa cara antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          a).  Menghilangkan muatan koloid&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          b).  Penambahan stabilisator koloid&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;☺&lt;/span&gt;&lt;b&gt;GUGUS FUNGSI&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;    &lt;/b&gt;1).  Pengertian gugus fungsi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          Gugus fungsi adalah atom atau kelompok atom yang paling menentukan sifat suatu                       senyawa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none; width: 590px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 15.35pt; page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid yellow; height: 15.35pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 144pt;" width="192"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Sifat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; height: 15.35pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 84pt;" width="112"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Etana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; height: 15.35pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" width="120"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Etanol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; height: 15.35pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 124.3pt;" width="166"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Metanol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 144pt;" valign="top" width="192"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Wujud pada suatu kamar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Titik didih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Di campur dengan natrium&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kelarutan dalam air&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Dapat terbakar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 84pt;" valign="top" width="112"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;gas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;– 89&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;º&lt;/span&gt;C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Tidak bereaksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Tidak larut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Ya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Cair&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;78&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;º&lt;/span&gt;C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Bereaksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Larut sempurna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Ya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 124.3pt;" valign="top" width="166"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Cair&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;65&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;º&lt;/span&gt;C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Bereaksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Larut sempurna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Ya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;a.   Gugus Fungsi – OH ( Alkohol )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;    Beberapa Contoh gugus fungsi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 11.4pt;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid yellow; padding: 0cm 5.4pt; width: 78pt;" width="104"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;No&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 210.35pt;" width="280"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Gugus Fungsi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 155.65pt;" width="208"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Golongan senyawa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 232.4pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; height: 232.4pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 78pt;" valign="top" width="104"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; height: 232.4pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 210.35pt;" width="280"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84.15pt;"&gt;– OH   –  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84.15pt;"&gt;– O –&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84.15pt;"&gt;   O&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84.15pt;"&gt;– C –   H&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84.15pt;"&gt;   O&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84.15pt;"&gt;– C –&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84.15pt;"&gt;   O&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 78.6pt;"&gt;  – C – OH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84.15pt;"&gt;   O&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72.6pt;"&gt;C – C – OR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72.6pt;"&gt;   – X&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84.15pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; height: 232.4pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 155.65pt;" width="208"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Alkohol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Eter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Aldehida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Keton&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Asam Karboksilat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Ester&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Halida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;b.  Gugus Fungsi –  O – ( Eter )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;    Mempunyai struktur R – O – R , Salah satu eter yaitu dietil eter ( C2Hs –  O –  C2Hs             ). Digunakan sebagai obat bius. Penggunaan lain dari eter adalah sebagai pelarut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;c.   Gugus fungsi –  C –  H atau –  CHO ( Aldehida )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;    Contohnya adalah metanol atau formaldehida tang terdapat dalam formalin. Bahan       yang digunakan untuk mengawetkan preparat biologi atau mayat &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          d. Gugus Fungsi – CO – ( Keton )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;              Contohnya adalah aseton, suatu cairan yang biasa digunakan para wanita untuk                                          membersihkan cat kuku&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          e. Gugus Fungsi – COOH ( Asam karboksilat )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;              Contohnya adalah asam asetat ( CH3CooH ) yang terdapat dalam cuka makan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          f.  Gugus Fungsi – CooR ( Ester )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;              Yang banyak digunakan sebagai &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;essen&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, lemak dan minyak juga tergolong Es&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          g. Gugus Fungsi – X ( Halogen )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;              Disebut juga Haloalkana. Gugus X adalah atom Halogen yaitu F, Cl, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st2:givenname st="on"&gt;Br&lt;/st2:givenname&gt;  &lt;st2:middlename st="on"&gt;atau&lt;/st2:middlename&gt; &lt;st2:sn st="on"&gt;I.&lt;/st2:sn&gt;&lt;/st1:place&gt;                                          Monohaloalkana di sebut juga alkil Halida. Haloalkana di gunakan sebagai bahan                             dasar pembuatan plastik dan sebagai pelarut. Contoh, Freon yang digunakan sebagai                                fluida kerja dalam mesin pendingin.&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;“ KEISOMERAN “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Senyawa – senyawa yang mempunyai rumus molekul yang sama di sebut Isomer. Keisomeran karena perubahan struktur di sebut keisomeran struktur, sedangkan keisomeran karena perubahan konfigurasi di sebut keisomeran ruang. Keisomeran struktur dapat berupa keisomeran kerangka, posisi dan fungsi. Sedangkan keisomeran ruang dapat berupa keisomeran geometris dan optis.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;1. Keisomeran rangka&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    Mempunyai rumus molekul dan gugus fungsi sama, namun rantai induk berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;2. Keisomeran posisi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    Mempunyai rumus molekul, gugus fungsi dan kerangka yang sama namun berbeda letak (       Posisi ) gugus fungsinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;3. Keisomeran gugus fungsi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    Mempunyai rumus molekul yang sama, namun berbeda gugus fungsi. Terdapat 3 pasangan     Homolog yang mempunyai rumus yang sama yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    1).  Alkohol dengan Alkoksialkana mempunyai rumus umum CnH2n+2O&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    2).  Alkanal dengan Alkanol, mempunyai rumus umum CnH2nO&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    3).  Asam Alkanoat dengan Alkil alkanoat, mempunyai rumus umum CnH2nO2&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;4. Menentukan jumlah isomer struktur&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    Jumlah isomer struktur yang dapat terbentuk dari suatu senyawa bergugus fungsi tunggal         dapat ditentukan berdasarkan jumlah kemungkinan gugus alkil yang dapat di bentuk oleh  seyawa itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    a. Alkohol CnH2n+2O&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        Mempunyai struktur umum R – OH. Jadi, jumlah kemungkinan isomer alkohol sama              dengan jumlah kemungkinan gugus alkilnya ( R )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    b. Alkoksialkana, CnH2n+2O atau R – O – R&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        Atom karbon dalam molekul eter terbagi dalam dua gugus alkil. Jumlah kemungkinan             isomer sama dengan jumlah kombinasi dari kedua gugus alkil tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    c. Alkanal, CnH2nO atau R – CHO&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        satu atom karbon dalam alkanal menjadi bagian dari gugus fungsi sisanya merupakan                      gugus alkil. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan gugus alkilnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    d. Alkanon, CnH2nO atau R – CO – R&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        satu atom karbon dalan alkanon menjadi bagian dari gugus fungsi, sisanya + bagi dalam                  dua gugus alkil. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan kombinasi gugus                alkilnya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    e. Asam Alkanoat, CnH2nO2 atau R – COOH&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        Jumlah kemungkinan isomer asam alkanoat sama dengan alkanot yang setara&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    f.  Alkil alkanoat, CnH2nO2 atau R – COOR&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    g. Halo Alkana, CnH2n+1 X atau R – X&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        Jumlah kemungkinan isomer haloalkana sama dengan alkanol yang sesuai&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;5. Keisomeran Geometris&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    Tergolong isomer ruang, mempunyai rumus molekul dan struktur yang sama. Keisomeran       ini terjadi karena perbedaan konfigurasi molekul. Keisomeran geometris mempunyai dua       bentuk yang di tandai dengan :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    Cis       : Gugus sejenis terletak pada sisi yang sama&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    Trans    : Gugus sejenis terletak berseberangan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;6. Keisomer Optis&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    Bidang getar di sebut bidang polarisasi. Alat untuk mengubah cahaya biasa menjadi cahaya    terkutub di sebut polarisator. Berbagai jenis senyawa karbon menunjukkan kegiatan optis            yaitu dapat memutarkan bidang polarisasi, senyawa – senyawa yang dapat memutar bidang                  polarisasi di sebut optis aktif. Keisomeran ini berkaitan dengan sifat optis contohnya 2 –     Butanol. Mempunyai 2 isomer optis yaitu d – 2 Butanol dan L – 2 – Butanol.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    Menurut Lebel dan Vanf Hoff, keisomeran optis di sebabkan adanya atom karbon asimetris   dalam molekul yaitu atom c yang terikat pada 4 gugus yang berbeda. Senyawa yang      mempunyai atom karbon asimetris bersifat kiral, dua isomer yang merupakan bayangan  cermin satu dengan yang lainnya disebut enansiomer. Isomer – isomer yang bukan    enansiomer disebut diastereoisomer. Sudut putaran di tentukan melalui percobaan dengan    alat polarimeter. Campuran ekimolar dua enansiomer disebut campuran rasemat dan                          bersifat optis tak aktif.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;“ REAKSI – REAKSI SENYAWA KARBON “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;1.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Berbagai jenis reaksi senyawa karbon&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    Reaksi senyawa karbon merupakan pemutusan dan pembentukan ikatan kovalen. Jenis          senyawa karbon yaitu subtitusi, adisi, eliminasi dan redoks&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    a. Subtitusi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        pada reaksi subtitusi dimana atom atau gugus atom yang terdapat dalam suatu molekul di               gantikan oleh atom atau gugus atom lain&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    b. adisi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        pada reaksi adisi dimana molekul senyawa yang mempunyai ikatan rangkap berubah                      menjadi ikatan tunggal&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    c. Eliminasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        pada reaksi eliminasi dimana molekul senyawa berikatan tunggla berubah menjadi                          senyawa berikatan rangkap dengan melepas molekul kecil.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    d. reaksi redoks&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        adalah reaksi yang di sertai perubahan bilangan oksidasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;2. Reaksi – reaksi Alkohol&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    Atom karbon primer adalah atom karbon yang terikat langsung pada satu atom karbon yang  lain, atom karbon sekunder terikat langsung pada dua atom karbon yang lain dan           seterusnya. Berdasarkan jenis atom yang mengikat gugus – OH Alkohol di bedakan  menjadi alkohol primer – OH pada atom karbon primer dan seterusnya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    a. reaksi dengan logam aktif&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        atom H dari gugus – H dapat disubtitusi oleh logam aktif misalnya matrium dan kalium&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    b. subtitusi gugus – OH  oleh halogen&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        gugus – OH dapat di subtitusi oleh atom halogen bila di reakskan dengan HX pekat, atau               PXs ( X = Halogen )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    c. Oksidasi Alkohol&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        Dengan zat – zat pengoksidasi sedang seperti larutan K2Cr2O dalam lingkungan Asam,                 Alkohol teroksidasu sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        &lt;st1:place st="on"&gt;I.&lt;/st1:place&gt;    alkohol primer membentuk aldehida dan dapat teroksidasi lebih lanjut membentuk                                asam karboksilat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        II.   alkohol sekunder membentuk keton&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        III. alkohol tersier tidak teroksidasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;              Dalam oksidasi alkohol, sebuah atom oksigen dari oksidator akan menyerang atom                              H – Karbinol &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    d. Pembentukan Ester ( Esterifikasi )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    e. dehiodrasi alkohol&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        jika di panaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalami dehidrasi ( melepas molekul               air ) membentuk estr atau alkena&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;3. Reaksi – Reaksi Eter&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    a. Pembakaran&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    b. reaksi logam aktif&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        eter tidak bereaksi dengan logam natrium ( Logam aktif )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    c. Reaksi dengan PCLs&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        eter bereaksi dengan PCLs, tetapi tidak membebaskan HCL&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    d. Reaksi dengan Hidrogen Halida ( HX )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        Eter terurai oleh asam halida, terutama HI&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;4. Membebaskan Alkohol dengan Eter&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    Alkohol dan eter merupakan isomer fungsi dengan rumus umum CnH2n+2O, tetapi kedua     homolog ini mempunyai sifat yang berbeda nyata, baik sifat fisik maupun sifat kimia&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -6pt;"&gt;☺Perbandingan titik cair dan titik didih antara eter dan alkohol&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -6pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 5.4pt;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid yellow; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" width="120"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Eter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 72pt;" width="96"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Titik Cair&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 78pt;" width="104"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Titik Didih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 78pt;" width="104"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Alkohol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 63.6pt;" width="85"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Titik Cair&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 68.4pt;" width="91"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Titik Didih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" width="120"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;- Metil Eter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;- Etil Eter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;- Propil Eter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 72pt;" width="96"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;- 140&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;- 116&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;- 122&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 78pt;" width="104"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;- 24&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;34,6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;91&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 78pt;" width="104"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Etanol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;1 – Butanol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;2 - Butanol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 63.6pt;" width="85"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;- 115&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;- 90&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;- 52&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 68.4pt;" width="91"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;78,3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;117,7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;155,8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -6pt;"&gt;☺Secara kimia, alkohol dan etr dapat dibedakaan berdasarkan reaksinya dan logam&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;    natrium dan posforus pentaklorida.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"&gt;a.   alkohol bereaksi dengan natrium membebaskan H, sedangkan eter tidak bereaksi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"&gt;b.  alkohol bereaksi dengan PCLs menghasilkan gas HCL, sedangkan eter tidak     menghasilkan HCL.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;5. Reaksi – Reaksi Aldehida&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    a. Oksidasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        Aldehida merupakan reduktor kuat sehingga dapat mereduksi oksidator – oksidator                                  lemah. Pereaksi Tollens dan Fehling adalah dua contoh oksidator lemah yang merupakan                      pereaksi khusus untuk mengenali aldehida. Pereaksi ini terbuat dari perak nitrat dalam              amonia dengan cara menetesi larutan perak nitrat kedalam amonia, sedikit demi sedikit                                         hingga endapan yang mula – mula terbentuk larut kembali. Jadi pereaksi Tollens                                                                 mengandung perak sebagai ion kompleks, yaitu [ Ag (NH3)2 ]&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    b. Adisi Hidrogen&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        Ikatan rangkap – C = O dari gugus fungsi aldehida dapat di adisi hidrogen membentuk                   suatu alkohol primer. Adisi hidrogen menyebebkan penurunan biloks atom karbon gugus                    fungsi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    c. Pembentukan Asetala dan Hemiasetala&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        Asetala merupakan senyawa karbon dengan dua gugus eter yang terikat pada suatu atom               primer, sedangkan Hemiasetala merupakan gugus yang terikat terdiri dari satu gugus eter                dan satu gugus alkohol&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;6. Sifat – Sifat Keton&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    a. Oksidasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        merupakan reduktor yang lemah dari pada aldehida. Aldehida dan keton dapat di                          bedakan dengan menggunakan pereaksi – pereaksi tersebut :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        Aldehida       +      Pereaksi Tollins         &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;      Cermin perak&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        Keton           +      Pereaksi Tollins       &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;      Tidak ada reaksi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        Aldehida       +      Pereaksi Fehling      &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;      Endapan merah bata&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        Aldehida       +      Pereaksi Fehling      &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;      Tidak ada reaksi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    b. Reduksi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        menghasilkan alkohol sekunder&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    c. Pembentukan ketala dan hemiketala&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        Ketala adalah senyawa karbon dalam mana dua gugus eter terikat pada satu atom karbon              sekunder. Jika gugus yang terikat itu adalah satu gugus eter dan satu gugus alkohol maka                      di sebut hemiketala&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;7. Menbedakan Aldehida dengan Keton&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    Aldehida dengan keton merupakn senyawa fingsional tetapi mempunyai sifat – sifat yang        berbeda. Perbedaan antara aldehida dengan keton yaitu dengan teori Tollens atau pereaksi  Fehling, dimana Aldehida bereaksi positif dengan kedua pereaksi tersebut, sedangkan keton       bereaksi negatif.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;8. Reaksi – Reaksi Asam Karboksilat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    a. Reaksi penetralan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air. Garam natrium atau                 kalium dari asam karboksilat membentuk sabun. Sabun natrium juga di kenal juga sabun               keras, sedangkan sabun kalium disebut juga sabun lunak. Sebagai contoh adalah Natrium                 Stearat dan kalium stearat. Asam alkanoat merupakan asam lemah. Semakin panjang          rantai alkilnya, semakin lemah asamnya. Asam format adalah yang paling kuat. Asam         format mempunyai Ka = 1,8 x 10-4. Oleh karena itu kalium dan natrium mengalami                           hidrolisis parsial dan bersifat basa.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    b. Reaksi pengesteran&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester yang disebut Esterifikasi (                   Pengesteran )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;9. Reaksi – Reaksi Ester&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    Hidrolisis&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    Ester terhidrolisis dengan pengaruh asam dan membentuk alkohol dan asam karboksilat.        Reaksi ini merupakan kebalikan dari pengesteran&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;10. Reaksi – Reaksi Haloalkana&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      Haloalkana dibuat melalui proses subtitusi, dapat dibuat bahan kimia lainnya melalui             berbagai reaksi khususbya subtitusi dan eliminasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;a.   Subtitusi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;    Atom Halogen dari Haloalkana dapat diganti oleh gugus – OH jika Haloalkana do           reaksikan dengan suatu larutan basa kuat, misalnya dengan NaOH.                    &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      b. Eliminasi Hx&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;          Haloalkana dapat mengalami eliminasi Hx jika di panaskan bersama suatu alkoksida.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;“Tata nama Senyawa Turunan Alkana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Bagian depan ( alk ) menyatakan jumlah atom karbon dalam molekulnya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;1    =    Met                                                                        &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;2    =    Et&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;3    =    Prop&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;4    =    But&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;5    =    Pent&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;6    =    Heks&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;7    =    Hept&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;8    =    Okt&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;9    =    Non&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;10  =    Dek&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Bagian tengah ( an, en, atau un ) menyatakan jenis ikatan karbon&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;an   =    Jenuh&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;en   =    Ikatan rangkap dua&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;un   =    Ikatan rangkap tiga&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Bagian akhir menyatakan gugus fungsi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;a    =    Hidrokarbon ( Tanpa gugus fungsi )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;ol   =    Alkohol&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;al    =    Aldehida&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;om =    Keton&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;oat =    Asam Karboksilat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;1. Tata nama Alkohol&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    a. Nama IUPAC&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        Nama Alkohol diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a                      menjadi ol&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    b. Nama lazim&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        selain nama IUPAC, alkohol sederhana juga mempunyai nama lazim yaitu alkil alkohol&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;2. Tata nama Alkoksialkana ( Eter )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    a. Nama IUPAC&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        Dalam hal ini eter di anggap sebagai turunan alkana dengan satu atom H alkana itu di                      ganti oleh gugus alkohol ( - OR ). Jika gugus alkilnya berbeda, maka alkil yang terkecil               yang di anggap sebagai gugus alkoksi, sedangkan gugus lainnya sebagai alkana ( sebagai                      induk ).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    b. Nama lazim&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        Nama lazim Eter adalah alkil alkil eter, yaitu nama kedua gugus alkil diikuti kata eter.                      Eter kedua gugus alkilnya sama dinamai dialkil eter. Urutan penulisan gugus alkilnya                      tidak harus berdasarkan abjad&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;3. Tata namaAlkanal ( Aldehida )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    a. Diturunkan dari nama alkana sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi al&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    b. Nama lazim&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        Diturunkan dari asam karboksilat yang sesuai dengan mengganti akhiran at menjadi                                    aldehida dan membuang kata asam.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;4. Tata nama Alkanon&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    a. Tata nama IUPAC&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        Diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran a menjadi on.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-align: justify;"&gt;Penamaan alkanon bercabang adalah sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;1.  Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi – CO – &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;2.  Penomoran di mulai dari salah satu ujung rantai induk, sehingga posisi gugus fungsi mendapat nomor terkecil&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;3.  Penulisan sama dengan Alkohol&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    b. Nama Lazim&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        Nama lazin keton adalah alkil alkil keton – kedua gugus alkil disebut secara terpisah                       kemudian di akhiri dengan kata keton&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;5. Tata nama Asam Alkanoat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    a. Tata nama IUPAC&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-align: justify;"&gt;Diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi oat, dan memberi awalan asam&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        Tata nama asam alkanoat bercabang, pada dasarnya seperti tata nama aldehida&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;        Sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;1.  Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus karboksil&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;2.  penomoran dimulai dari atom c gugus fungsi ( atom c gugus karboksil )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;3.  penulisan nama sama seperti senyawa bergugus fungsi yang lain&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-align: justify;"&gt;Asam karboksilat yang mempunyai dua gugus disebut alkanodioat, sedangkan yang mempunyai tiga gugus disebut asam alkanatriot dan seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -24pt;"&gt;b.  Nama lazim&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;    Nama Lazim beberapa asam karboksilat &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 5.4pt; width: 600px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid yellow; padding: 0cm 5.4pt; width: 52.95pt;" width="71"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;No&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 126pt;" width="168"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Rumus Bangun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 144pt;" width="192"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Nama IUPAC&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 127.05pt;" width="169"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Nama Lazim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 52.95pt;" valign="top" width="71"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 126pt;" valign="top" width="168"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;HcooH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;CH3CooH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;CH3CH2CooH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;CH3(CH2)2CooH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;CH3(CH2)3CooH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;CH3(CH2)3CooH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;CH3(CH2)14CooH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;CH3((CH2)16CooH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;HooCCooH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 144pt;" valign="top" width="192"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Asam Metanoat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Asam Etanoat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Asam propanoat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Asam Butanoat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Asam Pentanoat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Asam Dodekanoat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Asam Heksadekanoat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Asam Oktadekanoat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Asam Etanadioat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 127.05pt;" valign="top" width="169"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Asam Format&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Asam Asetat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Asam Propinoat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Asam Butirat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Asam Valerat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Asam Laurat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Asam  Palmitat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Asam Stearat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Asam Oksalat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;6. Tata nama Alkil Alkanoat ( Ester )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;Yang disebut Alkil pada nama itu adalah gugus karbon yang terikat pada atom O ( gugus R’ ), sedangkan alkanoat adalah gugus R – Coo – . Atom C gugus fungsi masuk kedalam bagian alkanoat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;7. Tata nama Haloalkana&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;Haloalkana adalah senyawa turunan alkana dengan satu atau lebih atoh H digantikan dengan atom hidrogen, aturan penamaan haloalkana sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    - rantai  induk adalah rantai terpanjang yang mengandung atom halogen&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    - penomoran dimulai dari salah satu ujung, sehingga atom halogen mendapat nomor  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;      terkecil&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;   -  Nama Halogen ditulis sebagai awalan dengan sebutan bromo, kloro, fluoro dan iodo&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;    - Jika terdapat lebih dari sejenis halogen maka prioritas penomoran di dasarkan pada kereaktifan halogen&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;    - jika terdapat dua atau lebih atom halogen sejenis dinyatakan dengan awalan di, tri, dan seterusnya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    - jika terdapat rantai samping ( cabang alkil ), maka halogen didahulukan        &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;“ BENZENA DAN TURUNANNYA “&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;1. Struktur Kekule&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;    Rumus molekul benzena ( C6 H6 ) memperlihatkan ketidakjenuhan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;Untuk mejelaskan sifat-sifat benzena, maka pada tahun 1865 kekule mengajukan struktur lingkar enam dengan tiga ikatan rangkap yang berkonjugasi dan selalu berpinda-pindah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;2. Ikatan Sigma dan ikatan PHI&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;Menurut teori ikatan Val, Orbital molekul terbentuk dari penumpang tindihan orbital-orbital atom. Penumpang tindihan orbital-orbital atom dapat terjadi menurut dua cara &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -24pt;"&gt;    1. Penumpang tindihan ujung dengan ujung, ikatan kovalen yang terbentuk dengan penumpang tindihan jenis ini disebut ikatan sigma]&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -24pt;"&gt;    2. Penumpang tindihan sisi dengan sisi, ikatan kovalen yang terbentuk dengan tipe ini disebut ikatan PHI&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"&gt;    Ikatan pertama yang terjadi antara dua atom selalu berupa ikatan sigma, sedangkan ikatan kedua dan ketiga adalah ikatan PHI. Jadi,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48.15pt; text-align: justify; text-indent: -36.15pt;"&gt;☺Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan sigma&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48.15pt; text-align: justify; text-indent: -36.15pt;"&gt;☺Ikatan rangkap terdiri dari satu ikatan sigma dan satu ikatan PHI&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48.15pt; text-align: justify; text-indent: -36.15pt;"&gt;☺Ikatan rangkap tiga terdiri dari satu ikatan sigma dan dua ikatan PHI&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;Hibridasi pada atom karbon&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;Dalam pembentukan senyawa, atom karbon dapat mengalami tiga macam hibridasi, yaitu 3p3, 3p2 dan sp&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;Setiap ikatan sigma memerlukan 1 orbital hibrida&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;☺Jika karbon membentuk 4 ikatan sigma, maka tipe hibridasinya adalah 3p3&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;☺ Jika karbon membentuk 3 ikatan sigma, maka tipe hibridasinya adalah 3p2&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;☺ Jika karbon membentuk 2 ikatan sigma, maka tipe hibridasinya adalah 3p&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: right;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;“ Sifat – Sifat Benzena “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;1. Subtitusi pertama&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;    a. Halogenesi &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt; Benzena bereaksi langsung dengan halogen dengan katalisator besi (       III ) halida&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;    b. Nitrasi  &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt; Benzena bereaksi dengan asam nitrat pekat dengan katalisator asam sulfat pekat membentuk nitrobenzena&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;    c. Sulfonasi  &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;  Terjadi apabila benzena di panaskan dengan asam sulfat pekat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;    d. Alkilasi  &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;   Alkilbenzena dapat terbentuk jika benzena direaksikan dengan alkil halida dengan katalisator aluminium kloroda ( AlCl3 )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;2. Subtitusi kedua&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;    Pengaruh subtituen pertama terhadap subtitusi kedua&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;        Pengaruh Orta para                                                           Pengaruh &lt;st1:place st="on"&gt;Meta&lt;/st1:place&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;      - NH2  -  NHR, NR2                                                                 O&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;                                                                                                        ║&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;                                                                                                    - CR&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;                      - OH                                                                      - CO2R&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;                      - OR                                                                      - SO3H&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;                               O                                                                  - CHO&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;                               ║                                                                  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;                      - NHCR                                                                 - CO2H&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;                      - C6H6 ( Aril )                                                       - CN&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;                      - R ( Alkil )                                                             - NO2&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;                      - X : ( Mendeaktifkan )                                           - NR3+&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt; “ Kegunaan dan dampak dari benzena dan beberapa turunannya “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-indent: -12pt;"&gt;1. Benzena     &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;      Sebagai pelarut berbagai jenis zat, bahan dasar membuat stirena dan nilon 66&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;2. Fenoln     &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;      Sebagai antiseptik&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;3. Asam Salisilat      &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;    Sebagai obat dengan nama spirin ataui asetosal&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;4. Asam Benzoat       &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;    Sebagai pengawet pada berbagai makanan olahan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;5. Anilina      &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;     Bahan dasar membuat zat – zat diaso.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;“ POLIMER ”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Berbagai barang yang dibuat dari bahan plastik disebut polimer. Polimer yang lazim adalah polietilena, polistirena dan polivinilklorida ( PVC ). Polimer terdiri dari molekul – molekul besar disebut makromolekul. Unit pembangun polimer yang berasal dari molekul sederhana disebut monomer. Reaksi pembentukan polimer dari monomernya disebut polimerasasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;1. Polimerasasi Adisi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt;"&gt;Terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan rangkap. Polimerasasi adisi adalah perkaitan langsung antarmonomer berdasarkan reaksi adisi ( Dapat berlangsung dengan bantuan katalisator )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;2. Polimerasasi Kondensasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt;"&gt;Monomer – monomernya saling berkaitan  dengan melepas molekul kecil, seperti H@) dan CH3OH. Polimerasasi ini terjadi pada monomer yang mempunyai gugus fungsi pada kedua ujungnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Penggolongan Polimer&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;1.   Berdasarkan asalnya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;      »  Polimer alam yaitu polimer yang terdapat di alam&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;      »  Polimer sintetis yaitu polimer yang dibuat di pabrik dan tidak terdapat di alam&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Beberapa contoh polimer alam&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 5.4pt;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid yellow; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Polimer&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 99.3pt;" width="132"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Monomer&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" width="120"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Polimerasasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 150pt;" width="200"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Sumber   terdapatnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Protein&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Amilum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Selulosa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Asam Nukleat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Karet Alam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 99.3pt;" valign="top" width="132"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Asam Amino&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Glukosa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Glukosa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Nukleotida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Isoprena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kondensasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kondensasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kondensasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kondensasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Adisi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 150pt;" valign="top" width="200"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Wol / Sutera&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Beras, Gandum, Lainnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kayu ( Tumbuh – tumbuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;DNA, RNA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Getah pohon karet&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;    Beberapa contoh Polimer&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 5.4pt;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid yellow; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Polimer&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 99.3pt;" width="132"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Monomer&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" width="120"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Polimerasasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 150pt;" width="200"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Sumber   terdapatnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Polietilena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;PVC&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Polipropilena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Teflon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 99.3pt;" valign="top" width="132"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Etena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Vinilklorida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Propena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Tetrafluoroetilena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Adisi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Adisi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Adisi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Adisi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 150pt;" valign="top" width="200"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Plastik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Pelapis lantai, pipa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Tali plastik, botol plastik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Panci anti lengket&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;2.   Berdasarkan jenis polimernya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;      »  Homopolimer terbentuk dari satu jenis monomer&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;          Contohnya : Polietilena, Polipropilena, Teflon&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;      »  Kopolimer terbentuk dari dua jenis atau lebih monomer&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;          Contohnya : Nilon – 66 dan Dakran&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;3.   Berdasarkan sifatnya terhadap panas&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-indent: -30pt;"&gt;      »  Polimer termoplas adalah polimer yang melunak jika dipanaskan dan dapat dibentuk ulang.. contohnya : PVC, Polietilena&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-indent: -30pt;"&gt;      »  Polimer termoseting adalah polimer yang tidak melunak jika dipanaskan dan tidak dapat dibentuk ulang. Contohya : Bakelit ( Plastik yang di gunakan untuk listrik )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt;"&gt;Perbedaan antara polimer termoplas dan termoseting terletak pada strukturnya. Polimer termoplas terdiri atas molekul – molekul rantai lurus, sedangkan polimer termoseting terdiri atas ikatan silang antar rantai sehingga terbentuk bahan yang keras dan lebih kaku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Berbagai Macam Polimer &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-indent: -18pt;"&gt;1.  Karet Alam&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -12pt;"&gt;a. Karet alam adalah polimer dari isoprena. Getah pohon karet disebut lateks. Karet dikoagulasikan dari lateks dengan menggunakan asam format.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -12pt;"&gt;b. Vulkanisasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -12pt;"&gt;    Karet dapat dipanaskan jika dimasak dengan belerang. Pengerasan terjadi karena terbentuk ikatan saling disulfida antar rantai. Proses ini disebut Vulkanisasi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;    2. Karet Sintetis&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;        a. Polibutadiena&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;Mirip dengan karet alam namun tidak kuat dan tidak tahan terhadap bensin atau minyak&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;        b. Polikloroprena ( Neoprena )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;Mempunyai daya tahan terhadap minyak dan bensin yang paling baik dibandingkan elastomer lainnya. Digunakan untuk membuat selang oli&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;        c. SBR&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;            SBR adalah kopolimer dari stirena ( 25% ) dan butadiena ( 75% ).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;            Merupakan karet sintetis yang paling banyak digunakan dan diproduksi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;            Penggunaan SBR adalah untuk ban kendaraan bermotor.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;4.   Polipropilena&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;      Untuk membuat kalung, tali, botol dan sebagainya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;5.   Teflon&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;Banyak yang dipakai sebagai gasket, pelapis tangki dipabrik kimia dan pelapis panci anti lengket.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;6.   PVC&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;      Untuk membuat pipa, pelapis lantai, selang dan sebagainya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;7.   Polistirena&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;Untuk membuat gelas minuman ringan, isolasi, bahan untuk pengepakan dan kemasan makanan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;8.   Akrilat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;Dikenal dengan nama flexiglass, digunakan untuk membuat baju “ WOL “, kaos kaki, karpet dan lain - lain&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;9.   Bakelit&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;      Digunakan untuk peralatan listrik&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;10. Nilon&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;      Membuat tali, jala, parasut              &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;11. Terilen&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;      Digunakan sebagai tekstil&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;12. Resin urea – formaldehida dan melamin - formaldehida&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;      Digunakan untuk perkakas makanan misalnya mangkuk dan piring.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;“ Penanganan Limbah Plastik “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -36pt;"&gt;1.  Daur ulang&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -36pt;"&gt;2.  Incinerasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -36pt;"&gt;3.  Plastic Biodegradabel&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;“ KARBOHIDRAT “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;1. Susunan dan penggolongan karbohidrat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;    a. Susunan terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. Karbohidrat mempunyai rumus umum Cn ( H2O )m. rumus molekul glukosa misalnya dapat dinyatakan sebagai C6 ( H2O )6. nama lain karbohidrat adalah sakarida. Berdasarkan gugus fungsinya karbohidrat merupakan suatu poklihidroksialdehida&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;    b. penggolongan karbohidrat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;        karbohidrat biasanya digolongkan menjadi monosakarida, disakarida dan polisakarida&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;2. Monosakarida &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;    Dapat berupa aldesa dan ketosa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;    a. Konfigurasi monosakarida&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;        1. Struktur terbuka ( Alifatis )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;        2. Struktur melingkar&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;    b. Sifat –Sifat Monosakarida&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;        1. Kelarutan dalam air&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;        2. Mutarotasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;        3. Oksidasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;        4. Reduksi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;    c. Beberapa Monosakarida&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;        1. Glukosa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;        2. Fruktosa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;        3. Ribosa dan 2 – Deoksiribosa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-indent: -24pt;"&gt;3. Disakarida&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt;"&gt;Terbentuk dari dua molekul monosakarida. Ikatan menghubungkan unit – unit monosakarida dalam disakarida juga dalam polisakarida disebut ikatan Glikosida.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;    a. Sukrosa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt;"&gt;Sukrosa adalah gula pasir biasa. Terbentuk dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. Ikatannya melibatkan gugus hemiasetal glukosa dan gugus hemiketal fruktosa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;    b. Maltosa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt;"&gt;Terdiri atas dua molekul glukosa. Digunakan dalam makanan bayi. Maltosa tergolong gula pereduksi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;    c. Laktosa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt;"&gt;terdiri dari satu molekul glukosa dengan satu molekul galaktosa. Secara komersial laktosa doperoleh sebagai hasil samping pabrik keju.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;4. Polisakarida&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;    a. Amilum&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt;"&gt;Amilum atau pati adalah polisakarida yang terapat dalam tumbuhan. Amilum dapat dipisahkan menjadi dua bagian yaitu amilosa dan amilopektin. Amilosa merupakan polimer rantai kurus yang terdiri dari 1000 atau lebih molekul glukosa, sedangkan amilopektrin merupakan polimer bercabang.     &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;    b. Glikogen&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt;"&gt;Molekul glikogen menyerupai amilopektrin tetapi lebih bercabang. Percabangan terjadi antara 6 – 12 unit glukosa. 1 molekul glikogen terdiri dari 1
