<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389</id><updated>2012-02-21T09:37:38.228-08:00</updated><category term='Pancasila Sebagai Sistem Filsafat'/><category term='Pesantren Dalam Sistem Pendidikan Nasional'/><category term='Arti Kemerdekaan'/><category term='Tekhnik Penulisan Skripsi'/><category term='SOLUSI: BLOG REDIRECTED TO AMAZON.COM AND YOUTUBE.COM indonesian version'/><category term='Perbedaan antara Kalor dan Panas'/><category term='My Picture2'/><category term='PERKAWINAN ADAT BONE'/><category term='BENTUK-BENTUK KEBIJAKAN MAKRO EKONOMI'/><category term='SEJARAH MASUKNYA HUKUM ISLAM'/><category term='PENULISAN KARANGAN ILMIAH'/><category term='makalah kimia'/><category term='Penerus cita-cita leluhur negeri'/><category term='X-FREE Software'/><category term='Dasar-dasar Filsafat Ilmu Pendidikan'/><category term='Artikel Pendidikan'/><category term='BLOG ANE REDIRECT KE AMAZON dan YOUTUBE'/><category term='SOLUTION: BLOG REDIRECTED TO AMAZON.COM AND YOUTUBE.COM english version'/><category term='Download Aplikasi Gratis'/><category term='Pahlawanku teladanku'/><category term='KARYA ILMIAH PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP  PERKEMBANGAN KARAKTERISTIK ANAK'/><category term='TEKNOLOGI DAN INDUSTRI HANKAM DI INDONESIA'/><title type='text'>PENCARI ILMU</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-8263085477983536995</id><published>2012-02-20T21:07:00.001-08:00</published><updated>2012-02-20T21:07:21.856-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dasar-dasar Filsafat Ilmu Pendidikan'/><title type='text'>Dasar-dasar Filsafat Ilmu Pendidikan</title><content type='html'>&lt;div style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Baiklah sekarang kita lihat dasar-dasaar filsafah keilmuan terkait dalam arti dasar ontologis, dasar epistemologis, dan aksiologis, dan dasar antropolgis ilmu pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 24px; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: #ffcc66;"&gt;Dasar ontologis ilmu pendidikan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Pertama-tama pada latar filsafat diperlukan dasar ontologis dari ilmu pendidikan. Adapun aspek realitas yang dijangkau teori dan ilmu pendidikan melalui pengalaman pancaindra ialah dunia pengalaman manusia secara empiris. Objek materil ilmu pendidikan ialah manusia seutuhnya, manusia yang lengkap aspek-aspek kepribadiannya, yaitu manusia yang berakhlak mulia dalam situasi pendidikan atau diharapkan melampaui manusia sebagai makhluk sosial mengingat sebagai warga masyarakat ia mempunyai ciri warga yang baik (good citizenship atau kewarganegaraan yang sebaik-baiknya)&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Kata filsafat atau falsafah berasal dari perkataan yunani&amp;nbsp;&lt;i&gt;Philosophoa&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang berarti cinta kebijaksanaan (&amp;nbsp;&lt;i&gt;Philein =&amp;nbsp;&lt;/i&gt;cinta, dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Sophia =&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Hikmah, kebijaksanaan).&amp;nbsp;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&amp;nbsp;yang mengatakan bahwa filsafat berasal dari kata&amp;nbsp;&lt;i&gt;Philos&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(keinginan) dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Sophia&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(hikmah, kebijaksanaan), dan ada juga yang mengatakan berasal dari kata&amp;nbsp;&lt;i&gt;Phila&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(mengutamakan, lebih suka) dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Sophia&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(hikmah, kebijaksanaan).’ Jadi kata filsafat berarti mencintai atau lebih suka atau keinginan kepada kebijaksanaan. Orangnya disebut philosophos yang dalam bahasa Arab disebut&amp;nbsp;&lt;i&gt;failasuf.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Telah disebutkan diatas bahwa salah satu makna filsafat adalah&amp;nbsp;&lt;i&gt;phila&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(mengutamakan, lebih suka) dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Sophia&lt;/i&gt;/ (kebijaksanaan). Maka&amp;nbsp;&lt;i&gt;philosophia&amp;nbsp;&lt;/i&gt;berarti (mengutamakan hikmah) dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Philosophos&lt;/i&gt;/ berarti (orang yang lebih suka terhadap hikmah). Agar pendidikan dalam praktek terbebas dari keragu-raguan, maka objek formal ilmu pendidikan dibatasi pada manusia seutuhnya di dalam fenomena atau situasi pendidikan. Didalam situasi sosial manusia itu sering berperilaku tidak utuh, hanya menjadi makhluk berperilaku individual dan/atau makhluk sosial yang berperilaku kolektif. Hal itu boleh-boleh saja dan dapat diterima terbatas pada ruang lingkup pendidikan makro yang berskala besar mengingat adanya konteks sosio-budaya yang terstruktur oleh sistem nilai tertentu. Akan tetapi pada latar mikro, sistem nilai harus terwujud dalam hubungan inter dan antar pribadi yang menjadi syarat mutlak (conditio sine qua non) bagi terlaksananya mendidik dan mengajar, yaitu kegiatan pendidikan yang berskala mikro. Hal itu terjadi mengingat pihak pendidik yang berkepribadiaan sendiri secara utuh memperlakukan peserta didiknya secara terhormat sebagai pribadi pula, terlepas dari faktor umum, jenis kelamin ataupun pembawaanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 18pt; margin-right: 4pt; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Jika pendidik tidak bersikap afektif utuh demikian maka menurut Gordon (1975:&amp;nbsp;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ch.&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&amp;nbsp;I) akan terjadi mata rantai yang hilang (the missing link) atas faktor hubungan serta didik-pendidik atau antara siswa-guru. Dengan begitu pendidikan hanya akan terjadi secar kuantitatif sekalipun bersifat optimal, misalnya hasil THB summatif, NEM atau pemerataan pendidikan yang kurang mengajarkan demokrasi jadi kurang berdemokrasi. Sedangkan kualitas manusianya belum tentu utuh.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;Penggunaan kata filsafah dalam hikmah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Fuad al-Ahwani menerangkan bahwa kebanyakan pengarang Arab menempatkan kata hikmah ditempat kata falsafah, dan menempatkan kata hakim ditempat kata filosof atau sebaliknya. Umgkapan senada juga disampaikan oleh Mustafa Abdul Raziq dalam kitabnya “&lt;i&gt;Tahmid li tarikh al-falsafah al-islamiyah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Apabila para filosof muslim menggunakan kata hikmah sebagai sinonim dari kata falsafah, fuqoha menggunakan kata hikmah sebagai julukan bagi&amp;nbsp;&lt;i&gt;asrar al-ahkam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(rahasia-rahasia hokum). Demikian pula yang terjadi pada&amp;nbsp;&lt;i&gt;Imuhaqqiq&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;mufassir&lt;/i&gt;. Mereka menganggap sepadan antara kata hikmah dengan kata falsafah. Al-Raghieb berkata:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Hikmah ialah memperoleh kebenaran dengan perantaraan ilmu dan akal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 24px; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u style="color: #ffcc66;"&gt;Dasar epistemologis ilmu pendidikan.&lt;/u&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Dasar epistemologis diperlukan oleh pendidikan atau pakar ilmu pendidikan demi mengembangkan ilmunya secara produktif dan bertanggung jawab. Sekalipun pengumpulan data di lapangan sebagaian dapat dilakukan oleh tenaga pemula namun telaah atas objek formil ilmu pendidikan memerlukaan pendekatan fenomenologis yang akan menjalin studi empirik dengan studi kualitatif-fenomenologis. Pendekatan fenomenologis itu bersifat kualitatif, artinya melibatkan pribadi dan diri peneliti sabagai instrumen pengumpul data secara pasca positivisme. Karena itu penelaah dan pengumpulan data diarahkan oleh pendidik atau ilmuwan sebagai pakar yang jujur dan menyatu dengan objeknya. Karena penelitian tertuju tidak hanya pemahaman dan pengertian (verstehen, Bodgan &amp;amp; Biklen, 1982) melainkan unuk mencapai kearifan (kebijaksanaan atau wisdom) tentang fenomena pendidikan maka validitas internal harus dijaga betul dalam berbagai bentuk penelitian dan penyelidikan seperti penelitian koasi eksperimental, penelitian tindakan, penelitian etnografis dan penelitian ex post facto. Inti dasar epistemologis ini adalah agar dapat ditentukan bahwa dalam menjelaskan objek formalnya, telaah ilmu pendidikan tidak hanya mengembangkan ilmu terapan melainkan menuju kepada telaah teori dan ilmu pendidikan sebagai ilmu otonom yang mempunyi objek formil sendiri atau problematika sendiri sekalipun tidak dapat hanya menggunkaan pendekatan kuantitatif atau pun eksperimental (Campbell &amp;amp; Stanley, 1963).&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Dengan demikian uji kebenaran pengetahuan sangat diperlukan secara korespondensi, secara koheren dan sekaligus secara praktis dan atau pragmatis (Randall &amp;amp;Buchler,1942).&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: #ffcc66;"&gt;Filsafat hukum Islam&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Telah jelas bagi kita apa itu filsafat, hikmat, illah, dan ilmu hokum islam. Kitapun telah dapat memahami perbedaan illah dengan hikmah hokum islam; illah hokum islam dapat ditemukan pada nash, sedangkan hikmahnya perlu digali dibelakang nash.&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #ffcc66; line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Dasar aksiologis ilmu pendidikan&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;Kemanfaatan teori pendidikan tidak hanya perlu sebagai ilmu yang otonom tetapi juga diperlukan untuk memberikan dasar yang sebaik-baiknya bagi pendidikan sebagai proses pembudayaan manusia secara beradab. Oleh karena itu nilai ilmu pendidikan tidak hanya bersifat intrinsic sebagai ilmu seperti seni untuk seni, melainkan juga nilai ekstrinsik dan ilmu untuk menelaah dasar-dasar kemungkinan bertindak dalam praktek melalui kontrol terhadap pengaruh yang negatif dan meningkatkan pengaruh yang positif dalam pendidikan. Dengan demikian ilmu pendidikan tidak bebas nilai mengingat hanya terdapat batas yang sangat tipis antar pekerjaan ilmu pendidikan dan tugas pendidik sebagi pedagok. Dalam hal ini relevan sekali untuk memperhatikan pendidikan sebagai bidang yang sarat nilai seperti dijelaskan oleh Phenix (1966). Itu sebabnya pendidikan memerlukan teknologi pula tetapi pendidikan bukanlah bagian dari iptek. Namun harus diakui bahwa ilmu pendidikan belum jauh pertumbuhannya dibandingkan dengan kebanyakan ilmu sosial dan ilmu prilaku. Lebih-lebih di Indonesia. Implikasinya ialah bahwa ilmu pendidikan lebih dekat kepada ilmu prilaku kepada ilmu-ilmu sosial, dan harus menolak pendirian lain bahwa di dalam kesatuan ilmu-ilmu terdapat unifikasi satu-satunya metode ilmiah (Kalr Perason,1990).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Menurut Azhar Basyir, filsafat hukum islam adalah pemikiran secara ilmiah , sistematis, dapat dipertanggungjawabkan dan radikal tentang hukum islam . filsafat hukum islam merupakan anak sulung dari filsafat hukum islam.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Dengan rumusan lain, filsafat hukum islam adalah pengetahuan tentang hakikat, rahasia, dan tujuan hukum islam baik yang menyangkut materinya maupun proses penetapannya, atau filsafat yang digunkan untuk memancarkan, menguatkan, dan memelihara hukum islam, sehingga sesuai dengan maksud dan tujuan Allah menetapkannya dimuka bumi, yaitu untuk kesejahteraan umat manusia seluruhnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Dengan filsafat ini, hukum islam akan benar-benar”cocok sepanjang masa di semesta alam”.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Sesuai dengan watak filsafat, filsafat hukum islam berusaha menangani pertanyaan-pertanyaan fundamental secara ketat, konsepsional, metodis, koheren, sestematis, radikal, universal dan kemprehensif, rasional serta bertanggung jawab. Arti dari pertanggungjawaban ini adalah adanya kesiapan untuk memberikan jawaban yang objektif dan argumentative terhadap segala pertanyaan, sangkalan dan kritikan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Dengan demikian, maka pada hakikatnya filsafat hukum islam bersikap kritis terhadap masalah-masalah. Jawaban-jawabannya tidak luput dari kritik lebih lanjut, sehingga ia dikatakan sebagai seni kritik, dalam arti tidak pernah merasa puas diri dalam mencari, tidak menganggap suatu jawaban sudah selesai, tetapi selalu bersedia bahkan senang membuka kembali perdebatan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Menurut Azhar Basyir, filsafat hukum islam adalah pemikiran secara ilmiah , sistematis, dapat dipertanggungjawabkan dan radikal tentang hukum islam . filsafat hukum islam merupakan anak sulung dari filsafat hukum islam.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Dengan rumusan lain, filsafat hukum islam adalah pengetahuan tentang hakikat, rahasia, dan tujuan hukum islam baik yang menyangkut materinya maupun proses penetapannya, atau filsafat yang digunkan untuk memancarkan, menguatkan, dan memelihara hukum islam, sehingga sesuai dengan maksud dan tujuan Allah menetapkannya dimuka bumi, yaitu untuk kesejahteraan umat manusia seluruhnya. Dengan filsafat ini, hukum islam akan benar-benar”cocok sepanjang masa di semesta alam”.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;Sesuai dengan watak filsafat, filsafat hukum islam berusaha menangani pertanyaan-pertanyaan fundamental secara ketat, konsepsional, metodis, koheren, sestematis, radikal, universal dan kemprehensif, rasional serta bertanggung jawab. Arti dari pertanggungjawaban ini adalah adanya kesiapan untuk memberikan jawaban yang objektif dan argumentative terhadap segala pertanyaan, sangkalan dan kritikan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Dengan demikian, maka pada hakikatnya filsafat hukum islam bersikap kritis terhadap masalah-masalah. Jawaban-jawabannya tidak luput dari kritik lebih lanjut, sehingga ia dikatakan sebagai seni kritik, dalam arti tidak pernah merasa puas diri dalam mencari, tidak menganggap suatu jawaban sudah selesai, tetapi selalu bersedia bahkan senang membuka kembali perdebatan.&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: center; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: #ffcc66;"&gt;Dasar antropologis ilmu pendidikan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Pendidikan yang intinya mendidik dan mengajar ialah pertemuan antara pendidik sebagai subjek dan peserta didik sebagai subjek pula dimana terjadi pemberian bantuan kepada pihak yang belakangan dalam upayanya belajar mencapai kemandirian dalam batas-batas yang diberikan oleh dunia disekitarnya. Atas dasar pandangan filsafah yang bersifat dialogis ini maka 3 dasar antropologis berlaku universal tidak hanya&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;(1) sosialitas dan (2) individualitas, melainkan juga (3) moralitas. Kiranya khusus untuk Indonesia apabila dunia pendidikan nasional didasarkan atas kebudayaan nasional yang menjadi konteks dari sistem pengajaran nasional disekolah, tentu akan diperlukan juga dasar antropologis pelengkap yaitu (4) religiusitas, yaitu pendidik dalam situasi pendidikan sekurang-kurangnya secara mikro berhamba kepada kepentingan terdidik sebagai bagian dari pengabdian lebih besar kepada Tuhan Yang Maha Esa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Uraian diatas mengisyaratkan terhadap dasar-dasar pendidikan bahwa praktek pendidikan sebagai ilmu yang sekedar rangkaian fakta empiris dan eksperimental akan tidak lengkap dan tidak memadai. Fakta pendidikan sebagai gejala sosial tentu sebatas sosialisasi dan itu sering beraspirasi daya serap kognitif dibawah 100 % (bahkan 60 %). Sedangkan pendidikan nilai-nilai akan menuntut siswa menyerap dan meresapi penghayatan 100 % melampaui tujuan-tujuan sosialisasi, mencapai internaliasasi (mikro) dan hendaknya juga enkulturasi (makro). Itulah perbedaan esensial antara pendidikan (yang menjalin aspek kognitif dengan aspek afektif) dan kegiatan mengajar yang paling-paling menjalin aspek kognitif dan psikomotor. Dalam praktek evaluasinya kegiatan pengajaran sering terbatas targetnya pada aspek kognitif. Itu sebabnya diperlukan perbedaan ruang lingkup dalam teori antara&amp;nbsp;&lt;em&gt;pengajaran&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dengan&amp;nbsp;&lt;em&gt;mengajar&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;em&gt;mendidik&lt;/em&gt;. Adapun ketercapaian untuk daya serap internal mencapai 100 % diperlukn tolong menolong antara sesama manusia. Dalam hal ini tidak ada orang yang selalu sempurna melainkan bisa terjadi kemerosotan yang harus diimbangi dengan penyegaran dan kontrol sosial. Itulah segi interdependensi manusia dalam fenomena pendidikan yang memerlukan kontrol sosial apabila hendak mencegah penurunan pengamalan nilai dan norma dibawah 100%.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt;&amp;nbsp;ahli ushul fiqh, sebagaimana ahli dfilsafathukum islam, membagi filsafat&amp;nbsp;hukum islam kepada dua rumusan, yaitu&amp;nbsp;&lt;i&gt;falsafat tasyri&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;falsafat syar’iyah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #ffcc66; line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;falsafat tasyri’&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;filsafat yang mancarkan hukum islam atau menguatkannya dan memeliharanya. Filsafat ini bertugas membicarakan hakikat dan tujuan penetapan hukum islam, filsafat tasyri’ terbagi kepada :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;a. da’im al-ahkam (dasar-dasar hukum islam)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;b. mabadi al-ahkam (prinsip-prinsip hukum islam)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;c. ushul al-ahkam ( pokok-pokok hukum islam) atau mashadir al-ahkam (sumber-sumber hukum islam)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;d. maqashid al-ahkam (tujuan-tujuan hukum islam)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;e. qawa’id al-ahkam (kaidah-kaidah hukum islam)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #ffcc66; line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Falsafat syar’iyah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;filsafat yang diungkapkan dari materi-materi hukum islam, seperti ibadah, mu’amalah, jinayah, uqubah, dan sebagainya. Filsafat ini bertugas membicarakan hakikat dan rahasia hukum islam. Termasuk dalam pembagian&amp;nbsp;&lt;i&gt;falsafat syar’iyah&lt;/i&gt;&amp;nbsp;adalah:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;1. Asrar al-ahkam (rahasia-rahasia hukum islam)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;2. kasha’is al-ahkam (cirri-ciri hukum islam)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;3. mahasin al-ahkam atau mazaya al-ahkam (keutamaan-keutamaan hukum islam)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;4. thawabi al-ahkam (karakteristik hukum islam)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: #ffcc66;"&gt;Pedagogik sebagai ilmu murni menelaah fenomena pendidikan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Jelaslah bahwa telaah lengkap atas tindakan manusia dalam fenomena pendidikan melampaui kawasan ilmiah dan memerlukan analisis yang mandiri atas data pedagogic (pendidikan anak) dan data andragogi (Pendidikan orang dewasa). Adapun data itu mencakup fakta (das sein) dan nilai (das sollen) serta jalinan antara keduanya. Data faktual tidak berasal dari ilmu lain tetapi dari objek yang dihadapi (fenomena) yang ditelaah Ilmuwan itu (pedagogi dan andragogi) secara empiris. Begitu pula data nilai (yang normative) tidak berasal dari filsafat tertentu melainkan dari pengalaman atas manusia secara hakiki. Itu sebabnya pedagogi dan andragogi memerlukan jalinan antara telaah ilmiah dan telaah filsafah. Tetapi tidak berarti bahwa filsafat menjadi ilmu dasar karena ilmu pendidikan tidak menganut aliran atau suatu filsafat tertentu.Sebaliknya ilmu pendidikan khususnya pedagogic (teoritis) adalah ilmu yang menysusun teori dan konsep yang praktis serta positif sebab setiap pendidik tidak boleh ragu-ragu atau menyerah kepada keragu-raguan prinsipil. Hal ini serupa dengan ilmu praktis lainnya yang mikro dan makro. Seperti kedokteran, ekonomi, politik dan hukum. Oleh karena itu pedagogic (dan telaah pendidikan mikro) serta pedagogic praktis dan andragogi (dan telaah pendidikan makro) bukanlah filsafat pendidikan yang terbatas menggunakan atau menerapkan telaah aliran filsafat normative yang bersumber dari filsafat tertentu. Yang lebih diperlukan ialah penerapan metode filsafah yang radikal dalam menelaah hakikat peserta didik sebagai manusia seutuhnya.Implikasinya jelas bahwa batang tubuh (body of knowledge) ilmu pendidikan haruslah sekurang-kurangnya secara mikro mencakup&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 18pt; margin-right: 4pt; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;- Relasi sesama manusia sebagai pendidik dengan terdidik (person to person&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 18pt; margin-right: 4pt; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;relationship)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 18pt; margin-right: 4pt; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;- Pentingnya ilmu pendidikan memepergunakan metode fenomenologi&amp;nbsp;secarakualitatif.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 18pt; margin-right: 4pt; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;- Orang dewasa yang berperan sebagai pendidik (educator)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 18pt; margin-right: 4pt; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;- Keberadaan anak manusia sebagai terdidik (learner, student)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 18pt; margin-right: 4pt; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;- Tujaun pendidikan (educational aims and objectives)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 18pt; margin-right: 4pt; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;- Tindakan dan proses pendidikan (educative process), dan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 18pt; margin-right: 4pt; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;- Lingkungan dan lembaga pendidikan (educational institution)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: center; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: #ffcc66;"&gt;Objek kajian kegunaan filsafat hukum Islam&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;Hukum islam mengacu pada pandangan hukum yang bersifat&amp;nbsp;&lt;i&gt;teologis&lt;/i&gt;. Artinya hukum islam itu diciptakan karena ia mempunyai maksud dan tujuan. Tujuan dari adanya hukum islam adalh terciptanya kedamaian didunia dan kebahagiaan di akhirat. Jadi, hukum islam bukan bertujuan meraih kebahagiaan yang fana’ dan pendek didunia semata, tetapi juga mengarahkan kepada kebahagiaan yang kekal di akhirat kelak. Inilah yang membedakannya dengan hukum manusa yang menghendaki kedamaian di dunia saja.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Tujuan dari hukum islam tersebut merupakan manifestasi dari sifat&amp;nbsp;&lt;i&gt;Rahman&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Rahim&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(maha pengasih dan maha penyayang) Allah kepada semua makhluk-Nya.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Rahmatan lil alamin&lt;/i&gt;&amp;nbsp;adalah inti syar’iyah atau hukum islam. Dengan adanya syar’iyah tersebutdapat ditegakkan perdamaian dimuka bumi dengan pengaturan masyarakat yang memberikan keadilan kepada semua orang. Keadilan sangat mulia dimata tuhan, dan sifat adil merupakan jalan takwa setelah iman kepada Allah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Sedangkan telaah lingkup yang makro dan meso dari pendidikan, merupakan bidang telaah utama yang memperbedakan antara objek formal dari pedagogic dari ilmu pendidikan lainnya. Karena pedagogic tidak langsung membicarakan perbedaan antara pendidikan informal dalam keluarga dan dalam kelompok kecil lainnya, dengan pendidikan formal (dan non formal) dalam masyarakat dan negara, maka hal itu menjadi tugas dari andragogi dan cabang-cabang lain yang relevan dari ilmu pendidikan. Itu sebabnya dalam pedagogic terdapat pembicaraan tentang faktor pendidikan yang meliputi : (a) tujuan hidup, (b) landasan falsafah dan yuridis pendidikan, (c) pengelolaan pendidikan, (d) teori dan pengembangan kurikulum, (e) pengajaran dalam arti pembelajaran (instruction) yaitu pelaksanaan kurikulum dalam arti luas di lembaga formal dan non formal terkait.&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #ffcc66; line-height: 24px; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 18pt; margin-right: 4pt; margin-top: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Telaah ilmiah dan kontribusi ilmu bantu&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 18pt; margin-right: 4pt; margin-top: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 18pt; margin-right: 4pt; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;Bidang masalah yang ditelaah oleh teori pendidikan sebagai ilmu ialah sekitar manuasia dan sesamanya yang memiliki kesamaan dan keragaman di dalam fenomena pendidikan. Yang menjadi inti ilmu pendidikan teoritis ialah Pedagogik sebagai ilmu mendidik yaitu mengenai tealaah (atau studi) pendidikan anak oleh orang dewasa. Pedagogik teoritis selalu bersifat sistematis karena harus lengkap problematik dan pembahasannya. Tetapi pendidikan (atau pedagogi) diperlukan juga oleh semua orang termasuk orang dewasa dan lanjut usia. Karena itu selain cabang pedagogic teoritis sistematis juga terdapat cabang-cabang pedagogic praktis, diantaranya pendidikan formal di sekolah, pendidikan informal dalam keluarga, andragogi (pendidikan orang dewasa)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;Kata filsafat atau falsafah berasal dari perkataan yunani&amp;nbsp;&lt;i&gt;Philosophoa&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang berarti cinta kebijaksanaan (&amp;nbsp;&lt;i&gt;Philein =&amp;nbsp;&lt;/i&gt;cinta, dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Sophia =&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Hikmah, kebijaksanaan).&amp;nbsp;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&amp;nbsp;yang mengatakan bahwa filsafat berasal dari kata&amp;nbsp;&lt;i&gt;Philos&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(keinginan) dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Sophia&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(hikmah, kebijaksanaan), dan ada juga yang mengatakan berasal dari kata&amp;nbsp;&lt;i&gt;Phila&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(mengutamakan, lebih suka) dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Sophia&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(hikmah, kebijaksanaan).’ Jadi kata filsafat berarti mencintai atau lebih suka atau keinginan kepada kebijaksanaan. Orangnya disebut philosophos yang dalam bahasa Arab disebut&amp;nbsp;&lt;i&gt;failasuf.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-8263085477983536995?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/8263085477983536995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2012/02/dasar-dasar-filsafat-ilmu-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/8263085477983536995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/8263085477983536995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2012/02/dasar-dasar-filsafat-ilmu-pendidikan.html' title='Dasar-dasar Filsafat Ilmu Pendidikan'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-3118144891769904015</id><published>2012-02-17T06:46:00.000-08:00</published><updated>2012-02-17T06:54:41.615-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SOLUTION: BLOG REDIRECTED TO AMAZON.COM AND YOUTUBE.COM english version'/><title type='text'>SOLUTION: BLOG REDIRECTED TO AMAZON.COM AND YOUTUBE.COM english version</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;in early&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;February&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;2012&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class=""&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;have&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;a problem&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;with&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;my&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;blog&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class=""&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;My&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;blog&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;is&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;www.ary&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="atn"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class=""&gt;education.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class=""&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;my&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;blog&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;contains&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;about&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;education&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;issues&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class=""&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;including the&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;chemical&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;articles&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;so on&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class=""&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;if&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;I type&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps atn"&gt;the keyword "&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class=""&gt;Paper&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;Chemistry&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class=""&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;on&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;google&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;search&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class=""&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;so&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;my&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;blog&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;is at&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;the top&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class=""&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;when&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;I click&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;the blog&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;link&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;is&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;immediately&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;seen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;my&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;blog&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class=""&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;a moment later&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;after&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;open&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;a blog&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class=""&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;how shocked&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;I am&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;because of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;my&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;blog&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;redirected&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;by&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;google&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;to&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;www.amazon.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;www.youtube.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class=""&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;was&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;looking for a solution&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;to&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;cope&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;with&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;looking for articles&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;related to&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;my problems&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;but I&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;failed.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;I do&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;a variety of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;ways&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;such as&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;changing&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;the blog&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;url&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class=""&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;I change my&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;address&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps atn"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class=""&gt;www.ary&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="atn"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class=""&gt;education.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class=""&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;to&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps atn"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class=""&gt;www.aqivie.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class=""&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;but it&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;still does not work&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;as well&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class=""&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;reapply the&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;google&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;webmaster&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;tools&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;analytics&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;where I&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;registered&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;my&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;blog&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class=""&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;but&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;still&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;failed&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;failed&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;failed&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;.........&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class=""&gt;%&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;^&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;#&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;$&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;^&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;$&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;^&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class=""&gt;%&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&amp;amp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #888888; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #888888; font-size: 13px;"&gt;&lt;div id="gt-res-wrap" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: whitesmoke; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: rgb(245, 245, 245); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-left-color: rgb(245, 245, 245); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(245, 245, 245); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(245, 245, 245); border-top-style: solid; border-top-width: 1px;"&gt;&lt;div class="almost_half_cell" id="gt-res-content"&gt;&lt;div dir="ltr" style="zoom: 1;"&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="en" style="color: #333333; display: block; font-size: 16px; min-height: 93px; padding-bottom: 8px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 8px;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;The last&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;way&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;I did was&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;change the&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;blog&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;template&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;and&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;remove the&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;html&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps atn"&gt;(&lt;/span&gt;s)&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;as&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;counter&lt;/span&gt;&lt;span class="hps"&gt;on&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;the blog&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;sidebar&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;and&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;suspicious&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;scripts&lt;/span&gt;.&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;consequently&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;my&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;blog&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;back healthy&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;as ever&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="hps"&gt;so&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;in conclusion,&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;if&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;your&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;blog&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;redirected&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;to&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;amazon.com&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;or&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;youtube.com&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;or&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;etc&lt;/span&gt;,&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;you&lt;/span&gt;&lt;span class="hps"&gt;have to do is&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;change the&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;blog&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;template&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;and&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;do not&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;have to&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;change the&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;blog&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;url&lt;/span&gt;,&lt;span class="hps"&gt;because of&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;the possibility of&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;xml&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;or&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;html&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;in&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;your&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;blog&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;are&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;malicious&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;scripts&lt;/span&gt;.&lt;span class="hps"&gt;experience&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;is&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;the wisest&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;teacher&lt;/span&gt;,&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;so if&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;you&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;ever&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;get the problem&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;and&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;find a&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;solution,&lt;/span&gt;&lt;span class="hps"&gt;then&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;teach&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;to&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;your&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;friends&lt;/span&gt;.&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;because&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;the best of&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;men&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;are&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;useful&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;to others&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="en" style="color: #333333; display: block; font-size: 16px; min-height: 93px; padding-bottom: 8px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 8px;"&gt;Regards.&lt;br /&gt;Ary Anshorie&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="gt-res-tools" style="height: 26px; margin-top: -7px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 4px; padding-left: 4px; padding-right: 4px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div id="gt-src-tools-l" style="float: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="gt-res-tools-r" style="float: right;"&gt;&lt;div aria-label="Rate translation" data-tooltip-align="t,c" data-tooltip="Rate translation" id="gt-res-rate" style="float: left;"&gt;&lt;div aria-haspopup="true" class="goog-inline-block goog-toolbar-menu-button" role="button" style="-webkit-user-select: none; background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 50%; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: transparent; border-bottom-left-radius: 2px 2px; border-bottom-right-radius: 2px 2px; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-left-color: transparent; border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: transparent; border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: transparent; border-top-left-radius: 2px 2px; border-top-right-radius: 2px 2px; border-top-style: solid; border-top-width: 1px; color: #444444; cursor: default; display: inline-block; font-size: 11px; font-weight: bold; height: 24px; line-height: 24px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; position: relative; text-decoration: none; vertical-align: middle;" tabindex="0" title=""&gt;&lt;div class="goog-inline-block goog-toolbar-menu-button-outer-box" style="display: inline-block; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; position: relative;"&gt;&lt;div class="goog-inline-block goog-toolbar-menu-button-inner-box" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline-block; padding-bottom: 0px; padding-left: 2px; padding-right: 2px; padding-top: 0px; position: relative; vertical-align: top;"&gt;&lt;div class="goog-inline-block goog-toolbar-menu-button-caption" style="display: inline-block; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; position: relative;"&gt;&lt;span class="goog-flat-menu-button-img gt-rate-icon jfk-button-img" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.gstatic.com/translate/buttons6.png); background-origin: initial; background-position: -94px -3px; background-repeat: no-repeat no-repeat; display: inline-block; height: 21px; margin-top: -3px; opacity: 0.667; vertical-align: middle; width: 21px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-3118144891769904015?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/3118144891769904015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2012/02/solution-blog-redirected-to-amazoncom.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/3118144891769904015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/3118144891769904015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2012/02/solution-blog-redirected-to-amazoncom.html' title='SOLUTION: BLOG REDIRECTED TO AMAZON.COM AND YOUTUBE.COM english version'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-7260975359341637928</id><published>2012-02-17T06:42:00.000-08:00</published><updated>2012-02-17T06:47:51.980-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SOLUSI: BLOG REDIRECTED TO AMAZON.COM AND YOUTUBE.COM indonesian version'/><title type='text'>SOLUSI: BLOG REDIRECTED TO AMAZON.COM AND YOUTUBE.COM indonesian version</title><content type='html'>pada awal februari 2012 , saya mendapatkan masalah dengan blog saya. blog saya adalah www.ary-education.blogspot.com, blog saya berisi tentang masalah pendidikan, diantaranya adalah artikel kimia dan sebagainya, jika saya mengetikkan kata kunci "Makalah Kimia" pada pencarian google, maka blog saya berada pada urutan teratas. dan ketika saya klik link blog tersebut maka langsung terlihat blog saya. sesaat kemudian setelah blog saya terbuka, betapa kagetnya saya karena blog saya redirected by google ke www.amazon.com dan www.youtube.com. saya pun mencari solusi untuk mengatasinya dengan mencari artikel yang berkaitan dengan masalah yang saya alami tapi saya menemui kegagalan. berbagai cara saya lakukan seperti mengganti url blog, saya merubah alamat (www.ary-education.blogspot.com) menjadi (www.aqivie.blogspot.com) tapi masih belum berhasil juga. saya atur kembali pengaturan webmaster tools dan google analytics dimana saya daftarkan blog saya, tetapi masih gagal.. failed.. and failed......... *%^#$^$^%&amp;amp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cara terakhir yang saya lakukan adalah merubah template blog dan menghapus html(s) pada sidebar blog seperti counter dan script-script yang mencurigakan. alhasil blog saya kembali sehat seperti biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi kesimpulannya, jika blog anda teralihkan/ redirected to amazon.com or youtube.com atau ter-redirected ke website yang lain, yang anda lakukan hanyalah mengganti template blog dan tidak harus merubah url blog, karena kemungkinan didalam xml atau html blog anda terdapat script-script jahat. pengalaman adalah guru yang paling bijaksana, jadi jika anda pernah mendapatkan masalah dan menemukan solusinya, maka ajarkanlah ke teman-teman anda. karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam..&lt;br /&gt;Ary Anshorie&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-7260975359341637928?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/7260975359341637928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2012/02/solusi-blog-redirected-to-amazoncom-and.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/7260975359341637928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/7260975359341637928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2012/02/solusi-blog-redirected-to-amazoncom-and.html' title='SOLUSI: BLOG REDIRECTED TO AMAZON.COM AND YOUTUBE.COM indonesian version'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-759928861854052683</id><published>2012-02-16T07:45:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T07:45:20.358-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BLOG ANE REDIRECT KE AMAZON dan YOUTUBE'/><title type='text'>BLOG ANE REDIRECT KE AMAZON dan YOUTUBE</title><content type='html'>Ane bingung... jika di search di google dengan kata kunci "makalah kimia" blog ane memang ketemu, tapi ketika di klik maka link blog ane teralihkan ke Amazon.com &amp;amp; Youtube. berminggu-minggu sempat drop mikirin nasib blog yang sakit-sakitan. bersyukurlah ane nemuin trik jitu untuk mengatasi hal ini yaitu dengan mengupdate blog/ membuat postingan artikel &amp;amp; sejenisnya. yah semoga aja berhasil.. doakan ya kawan moga2 blog ane sembuh dari sakit&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-759928861854052683?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/759928861854052683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2012/02/blog-ane-redirect-ke-amazon-dan-youtube.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/759928861854052683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/759928861854052683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2012/02/blog-ane-redirect-ke-amazon-dan-youtube.html' title='BLOG ANE REDIRECT KE AMAZON dan YOUTUBE'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-651154994734227688</id><published>2011-12-12T08:35:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T06:54:09.401-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tekhnik Penulisan Skripsi'/><title type='text'>Tekhnik Penulisan Skripsi</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;b&gt;Skripsi&lt;/b&gt;&amp;nbsp;adalah karya tulis ilmiah yang&amp;nbsp;berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/ fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Dalam penulisan skripsi, mahasiswa dibimbing oleh dua orang pembimbing yang berstatus&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dosen" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: underline;" title="Dosen"&gt;dosen&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada perguruan tinggi tempat&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mahasiswa" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Mahasiswa"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt;&amp;nbsp;kuliah. Kedua pembimbing tersebut disebut dengan istilah Pembimbing I dan Pembimbing II. Biasanya, Pembimbing I memiliki peranan yang lebih dominan bila dibanding dengan Pembimbing II&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Seiring dengan kemajuan zaman yang menyilaukan mata ini mahasiswa tidak seperti dulu lagi yang giat dan melakukan semua aktivitasnya sendiri, berbeda dengan mahasiswa saat ini yang senang dengan hal-hal yang bersifat instant (seperti mie cepat saji) dan menyerahkan pekerjaan kuliahnya ke tukang ketik. hanya sedikit mahasiswa murni di zaman kita ini yang bekerja keras dan haus ilmu dan tidak rela membuang waktunya sia-sia. akhir-akhir ini 50% skripsi yang berhasil disahkan oleh dosen ternyata berbeda jauh dengan yang dipahami pembuatnya, ini tidak lain karena mahasiswa hanya meng-copy paste dari skripsi-skripsi lama dan diedit sedemikian rupa agar tidak dicurigai oleh dosen pembimbing. point copy paste yang baru saja saya utarakan adalah point pertama yang menunjukkan tipe mahasiswa yang rajin (ahli copas), sedangkan point yang kedua adalah mahasiswa balpetlas (tebal dompet dan pemalas) yang menyerahkan sepenuhnya pengerjaan skripsi kepada tukang ketik dan terima beres, tipe yang kedua ini mungkin sama-sekali tidak mengerti apa inti yang terkandung pada skripsi yang dipesannya tersebut, inilah yang menghancurkan martabat titel sarjana. saya berdoa semoga tahun depan titelnya berubah menjadi sarjono ( &amp;nbsp;:D &amp;nbsp; ).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;inti artikel saya kali ini adalah tentang tata cara pembuatan skripsi yang ditujukan kepada temen-temen mahasiswa yang mau berusaha sendiri dan supaya memahami luar dalam skripsi yang dibuatnya sehingga menjadi sarjana seutuhnya dan bermanfaat kepada diri sendiri pada khusunya dan kepada masyarakat banyak pada umumnya. baiklah langsung saja ke intinya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;b&gt;1. Judul&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Judul skripsi harus unik sesuai dengan yang kita teliti selama PPL, contoh jika saat PPL kita ditempatkan untuk penelitian di kebun jeruk, maka judul skripsi harus sesuai pengalaman penelitian kita selama meneliti di kebun jeruk tersebut. Contoh Judul yang benar " Pengaruh Pestisida Pada Kesuburan Jeruk di Kebun Nasional Kalimantan Timur ". Contoh Judul yang salah " pengaruh pestisida terhadap kesuburan daun ".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Judul skripsi haruslah unik, artinya jangan sampai sama dengan judul-judul skripsi yang pernah dibuat di kampus tempat anda kuliah, jika ada kesamaan maka Pembimbing anda meminta anda untuk menggantinya,ini tidak masalah karena sudah menjadi kewajiban pembimbing untuk menuntun kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;jika Judul skripsi sudah disetujui oleh pembimbing 1 &amp;amp; 2 silahkan teruskan ke langkah yang kedua&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;b&gt;2. Menentukan Kerangka BAB&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Judul anda sudah disetujui oleh Pembimbing adalah hal yang sangat menggembirakan tetapi ada perjuangan yang lebih keras lagi bagi anda untuk segera mengerjakannya yaitu menentukan kerangka BAB.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Contoh:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;BAB I&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;(di segmen ini adalah pembukaan awal skripsi anda, anda harus menjelaskan sekelumit dari ringkasan penelitian anda tapi tidak perlu dijelaskan semuanya)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;LANDASAN TEORI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;(pada segmen yang kedua ini anda harus menjelaskan tentang landasan teori yang anda gunakan selama penelitian sehingga pembaca nantinya mengerti alur-alur pada hasil akhir penelitian)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;BAB II &lt;b&gt;&lt;i&gt;dst................ sampai penutup&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;jika semua kerangka BAB sudah tersusun tinggal anda mengisinya sesuai dengan judul BAB&lt;b style="font-style: italic;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;dari hasil penelitian anda&lt;b&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;b&gt;3. Mengatur urutan Penulisan skripsi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;pada sesi ini anda diwajibkan mengatur dengan benar susunan dan penempatan skripsi anda mulai dari sampul depan, Alinea,Paragraf, ukuran spasi, jarak ketikan dan lain-lain. tidak sedikit mahasiswa yang ditolak skripsinya lantaran ukuran dan penyusunan tidak benar. untuk contoh format skripsi bisa anda download disini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-651154994734227688?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/651154994734227688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/12/tekhnik-penulisan-skripsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/651154994734227688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/651154994734227688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/12/tekhnik-penulisan-skripsi.html' title='Tekhnik Penulisan Skripsi'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-2477760229975274361</id><published>2011-10-26T12:23:00.000-07:00</published><updated>2012-02-16T06:55:02.367-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='X-FREE Software'/><title type='text'>CARA MENAMBAH MEMORY VGA ONBOARD UNTUK BERMAIN GAME GEDE</title><content type='html'>Hobby main game gede tapi VGA kamu kecil? aku kasih solusi tapi khusus untuk VGA Onboard Intel dengan OS Windows 7, Nama softwarenya Intel Display Adapter Management Tool&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-jAOg-8gsWec/TqhaE0EVN0I/AAAAAAAABeE/LiorPKiWO3A/s1600/11.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="http://3.bp.blogspot.com/-jAOg-8gsWec/TqhaE0EVN0I/AAAAAAAABeE/LiorPKiWO3A/s320/11.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Kerjanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Klik pada Tab Vertex Processing Modes For Selected Executables (Intel Only)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-dsheit_w5J8/TqhamGJo2II/AAAAAAAABeM/Tr-E4VHrHHA/s1600/12.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="http://4.bp.blogspot.com/-dsheit_w5J8/TqhamGJo2II/AAAAAAAABeM/Tr-E4VHrHHA/s320/12.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;2. Kemudian Klik pada Tab Add Executable&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Shl5JEWRBUs/Tqha2PdrsTI/AAAAAAAABeU/TU31OeIfDWY/s1600/13.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="http://2.bp.blogspot.com/-Shl5JEWRBUs/Tqha2PdrsTI/AAAAAAAABeU/TU31OeIfDWY/s320/13.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;3. Pilih Game yang mau kamu masukkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; sebagai contoh saya memilih Game vaoritku NEED FOR SPEED MOST WANTED&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Dfi-csXqUu4/TqhbXXxCFqI/AAAAAAAABec/3auWrsVksCo/s1600/14.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="227" src="http://1.bp.blogspot.com/-Dfi-csXqUu4/TqhbXXxCFqI/AAAAAAAABec/3auWrsVksCo/s320/14.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;4. Kemudian klik Open&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-YD31nDlHZHU/TqhbmRpjJeI/AAAAAAAABek/3DOU_ZkYB_0/s1600/15.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="227" src="http://2.bp.blogspot.com/-YD31nDlHZHU/TqhbmRpjJeI/AAAAAAAABek/3DOU_ZkYB_0/s320/15.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;5. Klik pada daftar Game yang telah kamu masukkan (disitu settingannya masih default yaitu Hardware)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-u8Ml5ID6kmA/TqhcgftiT7I/AAAAAAAABes/Z7Cxga3A9xo/s1600/16.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="http://2.bp.blogspot.com/-u8Ml5ID6kmA/TqhcgftiT7I/AAAAAAAABes/Z7Cxga3A9xo/s320/16.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;6. Kemudian Klik Tab Change Vertex Processing Mode (ini bertujuan  mengubah game yang tadinya dijalankan sepenuhnya oleh VGA beralih di  jalankan oleh game itu sendiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika proses betul maka anda akan mendapati gambar seperti dibawah ini: &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-z9Wecy9a1GE/Tqhc-YQ7O8I/AAAAAAAABe0/CkPKU4v-JVU/s1600/17.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="http://4.bp.blogspot.com/-z9Wecy9a1GE/Tqhc-YQ7O8I/AAAAAAAABe0/CkPKU4v-JVU/s320/17.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Game yang tadinya dijalankan oleh Hardware (VGA) sekarang sudah dijalankan pada game itu sendiri jadinya gambarnya lancar dan gak tersendat-sendat lagi. setelah selesai menyetting kamu bisa me-minimize ataupun meng-close program tersebut tanpa khawatir game tidak akan berjalan tanpa membuka tools tersebut karena system game sudah di atur terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dulu sobatku yang Edukatif...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-2477760229975274361?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/2477760229975274361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/10/cara-menambah-memory-vga-onboard-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/2477760229975274361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/2477760229975274361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/10/cara-menambah-memory-vga-onboard-untuk.html' title='CARA MENAMBAH MEMORY VGA ONBOARD UNTUK BERMAIN GAME GEDE'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-jAOg-8gsWec/TqhaE0EVN0I/AAAAAAAABeE/LiorPKiWO3A/s72-c/11.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-3285619197496092917</id><published>2011-10-26T11:11:00.000-07:00</published><updated>2012-02-16T06:55:16.520-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='X-FREE Software'/><title type='text'>Task manager has been disabled / Registry editing has been disabled/ hilang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-OJ1Ks0AVuY4/TqhOp3AXH3I/AAAAAAAABdY/8J3unZWkLfs/s1600/windowslivewritertaskmanagerhasbeendisablebyyouradministr-2f19taskmanager-error4.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="http://1.bp.blogspot.com/-OJ1Ks0AVuY4/TqhOp3AXH3I/AAAAAAAABdY/8J3unZWkLfs/s400/windowslivewritertaskmanagerhasbeendisablebyyouradministr-2f19taskmanager-error4.gif" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;memang kacau semua kerjaan kalo muncul balon seperti diatas, tapi temen2 edukatif gak usah pucing agi.. aku dah nemu script di forum sebelah buat merepair hal tersebut. silahkan download script registrinya di bawah ini :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?sdci425vw5kc2jt"&gt;SCRIPT VBS REGISTRY ENABLE MEDIAFIRE.COM&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Cara penggunaan:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika sobat udah selesai download silahkan klik kanan pada file tersebut kemudian pilih "Install", setelah itu silahkan di restart (gak di restart juga gak apa2 kayaknya), okay sekian dulu ya sob..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-3285619197496092917?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/3285619197496092917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/10/task-manager-has-been-disabled-hilang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/3285619197496092917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/3285619197496092917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/10/task-manager-has-been-disabled-hilang.html' title='Task manager has been disabled / Registry editing has been disabled/ hilang'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-OJ1Ks0AVuY4/TqhOp3AXH3I/AAAAAAAABdY/8J3unZWkLfs/s72-c/windowslivewritertaskmanagerhasbeendisablebyyouradministr-2f19taskmanager-error4.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-5948576351355263326</id><published>2011-10-26T10:56:00.000-07:00</published><updated>2011-10-26T10:56:33.100-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='X-FREE Software'/><title type='text'>PHOTOSHOP CS 3 LITE</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-DfpMPa8sUEQ/TqhI86MUaeI/AAAAAAAABdE/-NBKxOVC8eQ/s1600/CS3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-DfpMPa8sUEQ/TqhI86MUaeI/AAAAAAAABdE/-NBKxOVC8eQ/s320/CS3.jpg" width="229" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hobi mendesain gambar tapi spek kompi kuno? cobalah yang satu ini, Adobe Photoshop CS 3 Lite, Softwarenya kecil dan ringan. anda bisa download di link berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?ymmjq255w4q"&gt;MEDIAFIRE.COM&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses download pasti cepat karena berada pada hosting lokal, silahkan sobat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-5948576351355263326?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/5948576351355263326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/10/photoshop-cs-3-lite.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/5948576351355263326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/5948576351355263326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/10/photoshop-cs-3-lite.html' title='PHOTOSHOP CS 3 LITE'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-DfpMPa8sUEQ/TqhI86MUaeI/AAAAAAAABdE/-NBKxOVC8eQ/s72-c/CS3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-1269894308942430687</id><published>2011-06-18T02:22:00.000-07:00</published><updated>2012-02-16T06:55:26.744-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='X-FREE Software'/><title type='text'>K-Lite Codec Terbaru</title><content type='html'>Sebuah software pemutar media audio dan video lengkap. mendukung segala macam format seperti AVI, MPG, FLV, RM, RMVB, MP3, MKV, AAC, VOB, MPEG, MP4 dan masih banyak lagi. ukuran filenya sangat kecil yaitu 13 MB. Silahkan unduh di link download dibawah ini : &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-jjgVoJbXZGw/TcuBmRdzeyI/AAAAAAAABcY/Wlz02GN_Ouw/s1600/klite01.jpg"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-d0d_6SMsGCQ/TcuBmrLQSfI/AAAAAAAABcg/tO9AFlwssxE/s1600/klite1.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605716662617655794" src="http://4.bp.blogspot.com/-d0d_6SMsGCQ/TcuBmrLQSfI/AAAAAAAABcg/tO9AFlwssxE/s400/klite1.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 319px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/8NhTLbJq/K-Lite_Codec_Pack_670_Full_Tan.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/8NhTLbJq/K-Lite_Codec_Pack_670_Full_Tan.html"&gt;DOWLOAD K-LITE CODEC FULL&lt;br /&gt;13 MB&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• Player:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Media Player Classic Homecinema [version 1.4.2764]&lt;br /&gt;- Media Player Classic Homecinema [version 1.2.1008.0]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• ffdshow:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- ffdshow [revision 3651]&lt;br /&gt;- ffdshow VFW interface&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• DirectShow video decoding filters:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- XviD [version 1.3.0 build 2010-12-07]&lt;br /&gt;- DivX H.264 [version 8.2.0.26]&lt;br /&gt;- On2 VP7 [version 7.0.10.0]&lt;br /&gt;- MPEG-2 (Cyberlink) [version 8.4.0.1014]&lt;br /&gt;- MPEG-2 (Gabest) [version 1.0.0.4]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• DirectShow audio decoding filters:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- AC3/DTS/LPCM/MP1/MP2 (AC3Filter) [version 1.63b]&lt;br /&gt;- Vorbis (CoreVorbis) [version 1.1.0.79]&lt;br /&gt;- AAC (MONOGRAM) [version 0.9.6.0]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• DirectShow audio parsers:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- FLAC (madFLAC) [version 1.8]&lt;br /&gt;- WavPack (CoreWavPack) [version 1.1.1]&lt;br /&gt;- MusePack (MONOGRAM) [version 0.9.2.0 | 0.4.0.0]&lt;br /&gt;- Monkey's Audio (DCoder) [version 1.0]&lt;br /&gt;- OptimFROG (RadLight) [version 1.0.0.1]&lt;br /&gt;- AMR (MONOGRAM) [version 1.0.1.0]&lt;br /&gt;- DC-Bass Source [version 1.2.0]&lt;br /&gt;- AC3/DTS Source (AC3File) [version 0.7b]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• DirectShow source filters:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Haali Media Splitter [version 1.10.120.15]&lt;br /&gt;- AVI splitter (Gabest) [version 1.3.1748.0]&lt;br /&gt;- MP4 splitter (Gabest) [version 1.3.1748.0]&lt;br /&gt;- Matroska splitter (Gabest) [version 1.3.1748.0]&lt;br /&gt;- Ogg splitter (Gabest) [version 1.3.1748.0]&lt;br /&gt;- MPEG PS/TS splitter (Gabest) [version 1.3.1748.0]&lt;br /&gt;- FLV splitter (Gabest) [version 1.3.1748.0]&lt;br /&gt;- CDXA Reader (Gabest) [version 1.3.1748.0]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• DirectShow subtitle filter:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- DirectVobSub (a.k.a. VSFilter) [version 2.39.5.3]&lt;br /&gt;- DirectVobSub (a.k.a. VSFilter) [version 2.33]&lt;br /&gt;• Other filters:&lt;br /&gt;- Haali Video Renderer [version 1.9.42.1]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• VFW video codecs:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- XviD [version 1.2.2]&lt;br /&gt;- On2 VP7 [version 7.0.10.0]&lt;br /&gt;- huffyuv [version 2.1.1 CCE Patch 0.2.5]&lt;br /&gt;- YV12 (Helix) [version 1.2]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• ACM audio codecs:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- MP3 (LAME) [version 3.98.2]&lt;br /&gt;- AC3ACM [version 1.5]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• Tools:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Codec Tweak Tool [version 4.4.4]&lt;br /&gt;- Win7DSFilterTweaker [version 3.1]&lt;br /&gt;- MediaInfo Lite [version 0.7.31]&lt;br /&gt;- VobSubStrip [version 0.11]&lt;br /&gt;- GraphStudio [version 0.3.2.0]&lt;br /&gt;- Haali Muxer&lt;br /&gt;- Bitrate Calculator &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-1269894308942430687?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/1269894308942430687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/05/k-lite-codec-ver670-full.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/1269894308942430687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/1269894308942430687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/05/k-lite-codec-ver670-full.html' title='K-Lite Codec Terbaru'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-d0d_6SMsGCQ/TcuBmrLQSfI/AAAAAAAABcg/tO9AFlwssxE/s72-c/klite1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-6376795274760922538</id><published>2011-06-18T02:21:00.000-07:00</published><updated>2011-10-26T12:28:44.786-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='X-FREE Software'/><title type='text'>Winrar Terbaru</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-TD72k5ZAFho/TcuJkKKf8RI/AAAAAAAABco/j1gMVEL6mWA/s1600/winrar390.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605725415489401106" src="http://1.bp.blogspot.com/-TD72k5ZAFho/TcuJkKKf8RI/AAAAAAAABco/j1gMVEL6mWA/s400/winrar390.jpg" style="display: block; height: 400px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 259px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;WinRAR adalah salah satu program yang memiliki banyak fungsi yang cukup  populer dibidang pengompresan data. Dengan program ini kita bisa  mengkompres file-file apa saja. Dan Winrar sangat diperlukan pada sebuah  Komputer. selain mengompres, WinRar juga berfungsi untuk melindungi  data anda dari virus dengan cara mengompres file anda (contoh:  gamezuma.exe) menjadi gamezuma.  Winrar memiliki banyak fitur  diantaranya mendukung semua format kompresi populer ( RAR, ZIP, CAB,  ARJ, LZH, ACE, TAR, GZip, UUE, ISO, BZIP2, Z and 7-Zip ). Silahkan unduh  file ini di link download dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;a href="http://www.4shared.com/file/714aA93n/WINRAR_VERSI390.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/714aA93n/WINRAR_VERSI390.html"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-weight: bold;"&gt;DOWNLOAD WINRAR 90&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-weight: bold;"&gt;1.30 MB&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-6376795274760922538?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/6376795274760922538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/05/winrar-390.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/6376795274760922538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/6376795274760922538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/05/winrar-390.html' title='Winrar Terbaru'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-TD72k5ZAFho/TcuJkKKf8RI/AAAAAAAABco/j1gMVEL6mWA/s72-c/winrar390.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-26672082651271644</id><published>2011-04-12T05:48:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T02:23:05.711-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Pendidikan'/><title type='text'>IMPLEMENTASI LANDASAN PENDIDIKAN PADA SMA YPK TENGGARONG</title><content type='html'>Tugas S2 Manajemen Pendidikan Universitas Mulawarman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan sebagai usaha sadar yang sistematis-sistemik selalu bertolak dari sejumlah landasan serta pengindahan sejumlah asas-asas tertentu. Landasan dan asas tersebut sangat penting, karena pendidikan merupakan pilar utama terhadap perkembangan manusia dan masyarakat bangsa tertentu. Beberapa landasan pendidikan tersebut adalah landasan filosofis, sosiologis, dan kultural, yang sangat memegang peranan penting dalam menentukan tujuan pendidikan. Selanjutnya landasan ilmiah dan teknologi akan mendorong pendidikan untuk mnjemput masa depan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan ini akan memusatkan paparan dalam berbagai landasan dan beberapa hal yang berkaitan dengan penerapannya. Landasan-landasan pendidikan tersebut adalah dilihat dari aspek manajemen , historis , filosofis, , yuridis , psikologis, dan teknologi. Beberapa landasan ini yang akan dilihat pada SMA-YPK Tenggarong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. LANDASAN PENDIDIKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Landasan Filosofis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pengertian Landasan Filosofis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Landasan filosofis bersumber dari pandangan-pandanagan dalam filsafat pendidikan, meyangkut keyakianan terhadap hakekat manusia, keyakinan tentang sumber nilai, hakekat pengetahuan, dan tentang kehidupan yang lebih baik dijalankan. Aliran filsafat yang kita kenal sampai saat ini adalah Idealisme, Realisme, Perenialisme, Esensialisme, Pragmatisme dan Progresivisme dan Ekstensialisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ­Esensialisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esensialisme adalah mashab pendidikan yang mengutamakan pelajaran teoretik (liberal arts) atau bahan ajar esensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perenialisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perensialisme adalah aliran pendidikan yang megutamakan bahan ajaran konstan (perenial) yakni kebenaran, keindahan, cinta kepada kebaikan universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pragmatisme dan Progresifme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prakmatisme adalah aliran filsafat yang memandang segala sesuatu dari nilai kegunaan praktis, di bidang pendidikan, aliran ini melahirkan progresivisme yang menentang pendidikan tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rekonstruksionisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekonstruksionisme adalah mazhab filsafat pendidikan yang menempatkan sekolah/lembaga pendidikan sebagai pelopor perubahan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pancasila sebagai Landasan Filosofis Sistem Pendidkan Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 2 UU RI No.2 Tahun 1989 menetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan pancasila dan UUD 1945. sedangkan Ketetapan MPR RI No. II/MPR/1978 tentang P4 menegaskan pula bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat indonesia, kepribadian bangsa Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia, dan dasar negara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Landasan Sosiolagis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. ­Pengertian Landasan Sosiologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar sosiolagis berkenaan dengan perkembangan, kebutuhan dan karakteristik masayarakat. Sosiologi pendidikan merupakan analisi ilmiah tentang proses sosial dan pola-pola interaksi sosial di dalam sistem pendidikan. Ruang lingkup yang dipelajari oleh sosiolagi pendidikan meliputi empat bidang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hubungan sistem pendidikan dengan aspek masyarakat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. hubunan kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sekolah dalam komunitas,yang mempelajari pola interaksi antara sekolah dengan kelompok sosial lain di dalam komunitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Masyarakat indonesia sebagai Landasan Sosiologis Sistem Pendidikan Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa ke masa telah mempengaruhi sistem pendidikan nasional. Hal tersebut sangatlah wajar, mengingat kebutuhan akan pendidikan semakin meningkat dan komplek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai upaya pemerintah telah dilakukan untuk menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan masyarakat terutama dalam hal menumbuh kembangkan Bhineka tunggal Ika, baik melalui kegiatan jalur sekolah (umpamanya dengan pelajaran PPKn, Sejarah Perjuangan Bangsa, dan muatan lokal), maupun jalur pendidikan luar sekolah (penataran P4, pemasyarakatan P4 nonpenataran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Landasan Kultural&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pengertian Landasan Kultural&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbal balik, sebab kebudayaan dapat dilestarikan/ dikembangkan dengan jalur mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi penerus dengan jalan pendidikan, baiksecara formal maupun informal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota masyarakat berusaha melakukan perubahan-perubahan yang sesuai denga perkembangan zaman sehingga terbentuklah pola tingkah laku, nlai-nilai, dan norma-norma baru sesuai dengan tuntutan masyarakat. Usaha-usaha menuju pola-pola ini disebut transformasi kebudayaan. Lembaga sosial yang lazim digunakan sebagai alat transmisi dan transformasi kebudayaan adalah lembaga pendidikan, utamanya sekolah dan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kebudayaan sebagai Landasan Sistem Pendidkan Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelestarian dan pengembangan kekayaan yang unik di setiap daerah itu melalui upaya pendidikan sebagai wujud dari kebineka tunggal ikaan masyarakat dan bangsa Indonesia. Hal ini harsulah dilaksanakan dalam kerangka pemantapan kesatuan dan persatuan bangsa dan negara indonesia sebagai sisi ketunggal-ikaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Landasan Psikologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pengertian Landasan Filosofis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar psikologis berkaitan dengan prinsip-prinsip belajar dan perkembangan anak. Pemahaman etrhadap peserta didik, utamanya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, hasil kajian dan penemuan psikologis sangat diperlukan penerapannya dalam bidang pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai implikasinya pendidik tidak mungkin memperlakukan sama kepada setiap peserta didik, sekalipun mereka memiliki kesamaan. Penyusunan kurikulum perlu berhati-hati dalam menentukan jenjang pengalaman belajar yang akan dijadikan garis-garis besar pengajaran serta tingkat kerincian bahan belajar yang digariskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Perkembangan Peserta Didik sebagai Landasan Psikologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman tumbuh kembang manusia sangat penting sebagai bekal dasar untuk memahami peserta didik dan menemukan keputusan dan atau tindakan yang tepat dalam membantu proses tumbuh kembang itu secara efektif dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Landasan Ilmiah dan Teknologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pengertian Landasan IPTEK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan pendidikan yang mendesak cenderung memaksa tenaga pendidik untuk mengadopsinya teknologi dari berbagai bidang teknologi ke dalam penyelenggaraan pendidikan. Pendidikan yang berkaitan erat dengan proses penyaluran pengetahuan haruslah mendapat perhatian yang proporsional dalam bahan ajaran, dengan demikian pendidikan bukan hanya berperan dalam pewarisan IPTEK tetapi juga ikut menyiapkan manusia yang sadar IPTEK dan calon pakar IPTEK itu. Selanjutnya pendidikan akan dapat mewujudkan fungsinya dalam pelestarian dan pengembangan iptek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Perkembangan IPTEK sebagai Landasan Ilmiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iptek merupakan salah satu hasil pemikiran manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, yang dimualai pada permulaan kehidupan manusia. Lembaga pendidikan, utamanya pendidikan jalur sekolah harus mampu mengakomodasi dan mengantisipasi perkembangan iptek. Bahan ajar sejogjanya hasil perkembangan iptek mutahir, baik yang berkaitan dengan hasil perolehan informasi maupun cara memproleh informasi itu dan manfaatnya bagi masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Aspek Manajemen dan Yuridis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerapkan UU Sisdiknas Pasal 51 ayat 1 secara murni dan konsekuen;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memandirikan atau memberdayakan sekolah melalui pemberian otonomi, fleksibilitas, dan partisipasi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Meningkatkan mutu sekolah melalui kemandirian dan inisiatif sekolah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mempercepat transformasi proses belajar mengajar secara optimal;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Meningkatkan motivasi kepala sekolah agar lebih bertanggung jawab terhadap mutu peserta didik;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada stakeholders sehingga selalu berusaha seoptimal mungkin melaksanakan dan mencapai sasaran mutu pendidikan yang telah direncanakan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Memberikan tanggung jawab baru bagi pelaku MBS;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Meningkatkan kepedulian stakeholder dalam penyelenggaraan pendidikan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Meningkatkan usaha desentralisasi manajemen pendidikan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Memberdayakan sumberdaya manusia lokal serta sarana dan prasarana sekolah yang ada sesuai kebutuhan peserta didik;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Memacu inisiatif dan kreativitas dalam meningkatkan mutu sekolah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada sekolah, sekolah akan lebih lincah dalam mengadakan dan memanfaatkan sumberdaya sekolah secara optimal untuk meningkatkan mutu sekolah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Mengetahui SWOT (Strength, Weaknesess, Opportunities, Threats) bagi dirinya sehingga sekolah dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia untuk memajukan sekolahnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Mengambil keputusan yang cocok untuk memenuhi kebutuhan sekolah karena sekolahlah yang paling tahu apa yang terbaik bagi sekolahnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Menggunakan sumberdaya pendidikan lebih efisien dan efektif bilamana dikontrol oleh masyarakat setempat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Melibatkan stakeholder dalam pengambilan keputusan sekolah menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Melakukan persaingan sehat dengan sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan stakeholder; dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Merespons aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. E. Mulyasa, M.Pd dalam bukunya Manajemen Berbasis Sekolah menyatakan alasan MBS sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sekolah lebih mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sekolah lebih mengetahui kebutuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Keterlibatan warga sekolah dan masyarakat dalam pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan MBS menurut Bank Dunia adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ekonomis: King dan Ozler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Manajemen lokal dirasakan lebih efektif karena semakin ke tingkat lokal suatu keputusan diambil, semakin besar kedekatan pengelola sekolah dengan pelanggan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Politis&lt;br /&gt;MBS sebagai bentuk reformasi. Desentralisasi yang mendorong adanya partisipasi demokrasi dan kestabilan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Profesional&lt;br /&gt;Tenaga kerja sekolah harus berpengalaman dan memiliki keahlian untuk membuat keputusan pendidikan yang paling sesuai untuk sekolah terutama untuk para siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Efisiensi Administrasi&lt;br /&gt;Pengalokasian sumber daya dilakukan oleh sekolah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Finansial&lt;br /&gt;MBS dapat dijadikan alat untuk meningkatkan sumber pendanaan lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Prestasi Belajar&lt;br /&gt;Peningkatan prestasi belajar siswa terjadi apabila orang tua siswa dan para guru diberi otoritas dari sekolah, maka iklim belajar untuk mendukung pencapaian prestasi siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Akuntabilitas Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan terjadi apabila ada keterlibatan aktor-aktor sekolah dalam pengambilan keputusan dan pelaporannya. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-26672082651271644?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/26672082651271644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/04/tugas-s2-manajemen-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/26672082651271644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/26672082651271644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2011/04/tugas-s2-manajemen-pendidikan.html' title='IMPLEMENTASI LANDASAN PENDIDIKAN PADA SMA YPK TENGGARONG'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-4189287489520557154</id><published>2009-03-25T09:17:00.000-07:00</published><updated>2011-10-26T11:38:07.184-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='X-FREE Software'/><title type='text'>Software Pengembali File/Folder yang terhidden/Terhapus oleh virus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;SHINAGA UNHIDE&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sebuah Software kecil tapi bertenaga besar (dengan hitungan detik mampu  memunculkan file-file yang terhidden) setelah proses scan oleh karena  file-file di sembunyikan oleh virus&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ySxsitncCKg/TqhSWFxLlbI/AAAAAAAABdk/UEA8anYGgj4/s1600/1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="313" src="http://2.bp.blogspot.com/-ySxsitncCKg/TqhSWFxLlbI/AAAAAAAABdk/UEA8anYGgj4/s400/1.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;cara kerjanya :&lt;br /&gt;double klik UnHide&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-5r-zGU_RT8M/TqhSe0mVK9I/AAAAAAAABdw/mWzzgel8IvE/s1600/2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="313" src="http://3.bp.blogspot.com/-5r-zGU_RT8M/TqhSe0mVK9I/AAAAAAAABdw/mWzzgel8IvE/s400/2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;pilih partisi atau folder yg ingin di munculkan kembali data2nya&lt;br /&gt;yang ilang di rampok virus&lt;br /&gt;kemudian klik/beri tanda centang pada PILIH SEMUA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-xDos6NyuFac/TqhSoYpQg4I/AAAAAAAABd8/3_vNcN_Ey4Q/s1600/3.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="313" src="http://4.bp.blogspot.com/-xDos6NyuFac/TqhSoYpQg4I/AAAAAAAABd8/3_vNcN_Ey4Q/s400/3.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;setelah itu klik button UNHIDE maka file-file kamu bakal kelihatan lagi&lt;br /&gt;dah dulu ya, silahkan di download n jangan lupa beri komentarnya&lt;br /&gt;wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?8696gy640vh3334"&gt;DOWNLOAD SHINAGA UNHIDE MEDIAFIRE.COM&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-4189287489520557154?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/4189287489520557154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2009/03/software-pengembali-filefolder-yang.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/4189287489520557154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/4189287489520557154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2009/03/software-pengembali-filefolder-yang.html' title='Software Pengembali File/Folder yang terhidden/Terhapus oleh virus'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ySxsitncCKg/TqhSWFxLlbI/AAAAAAAABdk/UEA8anYGgj4/s72-c/1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-6270302551236121929</id><published>2009-03-20T11:28:00.002-07:00</published><updated>2009-03-20T15:13:41.085-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KARYA ILMIAH PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP  PERKEMBANGAN KARAKTERISTIK ANAK'/><title type='text'>KARYA ILMIAH PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP  PERKEMBANGAN KARAKTERISTIK ANAK</title><content type='html'>Satu lagi postingan terbaruku, nah postingan kali ini menyagkut tentang karya ilmiah. ini bukan karyaku lho, jujur.. aku cuma ngetik doank wank wank wank. hari minggu tgl 15 kemarin aku apel ke rumah pacarku, 20 km ku kebut motor kesayanganku, sesampainya disana, eh... ga di kasih apa-apa malah disuruh bantu ngetik karya ilmiahnya, n katanya disuruh ngedit grammar indonesia yg hambur-hamburan.. capek deh gua.. asli capek. udah di suruh ngetik di suruh ngedit grammar lagi. ya udah ga papa kalo semua atas dasar cinta ga akan capek kata ibuku... suerrr dah.. walau dusuruh ngetik sejuta lembar capek gak akan terasa karena cinta. gombal.. gagagag&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya udah langsung aja, dari pada karya ilmiah ini nganggur n menuhin hardisk lebih baik ku posting aja. siapa tau aja ada temen2 yg membutuhkan sebagai bahan referensi kalo mau penelitian, ya kan....?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;KARYA ILMIAH&lt;br /&gt;PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP&lt;br /&gt;PERKEMBANGAN KARAKTERISTIK ANAK&lt;/center&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;Disusun oleh :&lt;br /&gt;Abdul Ghofur&lt;br /&gt;Dewi Fatmawati&lt;br /&gt;Ira Suprihatin&lt;br /&gt;M. Fitroh Al-Hadi&lt;br /&gt;Rahmat Effendi&lt;br /&gt;Sinta Purnamasari&lt;br /&gt;Sunadi&lt;br /&gt;Vina Sulistya Ningsih&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;MOTTO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang kuat ialah yang dapat menundukkan nafsunya&lt;br /&gt;dan berbuat untuk kepentingan sesudah mati,&lt;br /&gt;sedangkan orang yang lemah ialah&lt;br /&gt;orang yang jiwanya mengikuti nafsunya&lt;br /&gt;dan berangan-angan terhadap Allah azza wajalla”.&lt;br /&gt;( HR. Syaddad bin Aus ).&lt;/center&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;HALAMAN PERSEMBAHAN&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya ilmiah ini kami persembahkan untuk Kedua orang tua kami yang telah mencurahkan sentuhan kasih sayangnya dan yang telah mengasuh, merawat serta mendidik kami sehingga tumbuh dewasa seperti sekarang ini. Segenap dewan guru yang tak henti-hentinya membimbing dan mengajarkan ilmunya kepada kamiSemua teman sekelas XII IPS dan adik-adik kelas yang kami sayangi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;KATA PENGANTAR&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah Swt tuhan semesta alam yang telah melimpahkan karunianya serta memberikan pertolongan kepada setiap hambanya yang patuh dan taat kepada ajaran agama. Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada pengemban risalah suci, nabi Muhammad saw, yang telah banyak mengajarkan adab dan tatakrama dalam kehidupan, ilmu-ilmu agama dan lainnya sehingga kita khususnya umat muslim dapat lepas dari zaman yang suram, zaman yang penuh dengan kefasikan menjadi zaman yang penuh dengan rahmat tuhan. Karya ilmiah ini secara garis besar meneliti tentang pengaruh pola asuh orang tua terhadap perkembangan karakteristik anaknya. Atas terselesaikannya karya ilmiah ini kami mengucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang telah membantu kami. Demikian yang dapat kami upayakan, namun hal ini masih belum sempurna dan terdapat banyak kesalahan dan kekurangan baik yang berkaitan dengan isi maupun metode penyusunannya. Harapan kami tim penulis, semoga karya ilmiah ini dapat memberi manfaat bagi pembaca, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi perbaikan karya ilmiah ini dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                           &lt;b&gt;Manunggal Jaya,    Maret 2009       &lt;br /&gt;Penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.1.  LATAR BELAKANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini sering kita saksikan tindakan kriminal atau perilaku-perilaku menyimpang baik itu disiaran televisi, Koran, radio, media massa dan lain sebagainya. Sebagian besar pelakunya adalah dari kalangan remaja. Seperti halnya kasus tawuran antar pelajar, miras, obat-obatan terlarang, bahkan pembunuhan yang bermotif dendam atau kecemburuan. Padahal anak itu masih dalam tahap perkembangan menjadi ( pubertas ) atau katakan saja masih bayi, bayi yang baru lahir kedunia ini belum mengenal apapun, ia masih bersih dan murni dan belum terpengaruh sedikitpin oleh suatu hal. Bagaimana dengan perkembangan bayi selanjutnya agar menjadi anak yang baik?&lt;br /&gt;Dalam hal ini orang tualah yang berperan penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi. Dan yang lebih penting lagi adalah bagaimana cara orang tua dalam mendidik anaknya. Apakah pola yang mereka gunakan itu adalah yang tepat?, masalah ini harus benar-benar diperhatikan oleh orang tua, karena penerapan pola anak sangat menentukan perkembangan pribadi si anak.&lt;br /&gt;Merujuk dari kasus diatas, kelompok kami mengambil tema tersebut untuk dijadikan sebagai objek penelitian. Besar harapan kami agar penelitian ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan kita semua serta para orang tua atau calon orang tua tentang bagaimana mengasuh anak yang baik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.2.  RUMUSAN MASALAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan latar belakang diatas dapat diambil rumusan masalah                  sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apa saja macam-macam pola asuh orang tua itu?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagaimana pengaruh atau dampak pola asuh orang tua terhadap anak?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pola Asuh yang bagaimana yang dapat mengganggu kepribadian anak?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.3.  TUJUAN DAN MANFAAT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengetahui macam-macam pola asuh orang tua&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengetahui pengaruh atau dampak dari pola asuh orang tua&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dapat mengetahui penerapan pola asuh yang tidak baik&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Adapun manfaat yang kami harapkan dalam hasil karya ilmiah ini adalah semoga dapat memberi manfaat bagi para pembaca, menambah ilmu pengetahuan baru dan menjadi media pengingat bahwasanya penerapan pola asuh orang tua itu mempunyai pengaruh besar terhadap anak, sehingga tidak boleh sembarangan dan harus bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.4.  METODE PENULISAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengerjakan karya ilmiah ini, metode penulisan yang kami gunakan   yaitu :&lt;br /&gt;BAB I PENDAHULUAN, Meliputi latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat, metode serta penulisan&lt;br /&gt;BAB II LANDASAN TEORI&lt;br /&gt;BAB III METODOLOGI PENELITIAN, Yakni mencakup tentang tempat penelitian, populasi, sampel, waktu penelitian dan metode penelitian&lt;br /&gt;BAB IV PEMBAHASAN, Yaitu mengenai pembahasan seputar jenis pola asuh orang tua dan dampak-dampaknya terhadap karakteristik sang anak.&lt;br /&gt;BAB V PENUTUP, Meliputi kesimpulan dan saran.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;BAB II&lt;br /&gt;LANDASAN TEORI&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.1.  PENGERTIAN ORANG TUA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua adalah ayah dan ibu yang melahirkan manusia baru ( anak ) serta mempunyai kewajiban untuk mengasuh, merawat dan mendidik anak tersebut guna menjadi generasi yang baik. Orang tua mempunyai peran yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan mental dan spiritual anaknya seperti:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memberikan pengawasan dan pengendalian yang wajar agar anak tidak tertekan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengajarkan kepada anak tentang dasar-dasar pola hidup pergaulan yang benar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memberikan contoh perilaku yang baik dan pantas bagi anak-anaknya. Hal ini disebabkan orang tua khususnya, dalam ruang lingkup keluarga merupakan media awal dari satu proses sosialisasi, sehingga dalam proses sosialisasi tersebut orang tua mencurahkan perhatiannya untuk mendidik anak-anaknya agar menjadi manusia baik-baik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.2.  PENGERTIAN ANAK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus umum bahasa Indonesia edisi ketiga susunan W.J.S Poerwadinata, anak itu dikelompokkan menjadi tiga golongan yaitu anak kandung atau anak dari darah daging sendiri. Anak angkat, yaitu anak yang bukan berasal dari keturunan asli atau anak orang lain yang di angkat dan diasuh sebagaimana anak sendri. Sedangkan anak tiri, adalah anak yang bukan anak kandung (anak bawaan suami atau isteri ).&lt;br /&gt;Sebagian besar orang laki-laki atau perempuan beranggapan bahwa anak adalah karunia terbesar, harta yang paling berharga, cita-cita yang tinggi, serta belahan jiwa yang secara khusus diberikan oleh tuhan yang maha kuasa kepada manusia yang telah menanti-nantikan kehadirannya.&lt;br /&gt;Menurut kajian ilmu biologi, anak adalah hasil dari suatu proses tahapan yang bermula dari bertemunya sel kelamin jantan dan betina ( pembuahan ), lalu terbentuklah zigot yang bergerak ke uterus hingga terbentuklah embrio yang akan tumbuh menjadi janin. Janin tersebut akan tumbuh dan jika saatnya telah tiba maka akan lahir ke dunia menjadi seorang anak.&lt;br /&gt;Dalam ilmu agama islam disebutkan bahwa yang dinamakan anak adalah amanah allah swt yang harus dirawat, diasuh dan dipelihara hingga tumbuh menjadi dewasa. Sebelum anak tersebut dilahirkan kedunia, ia telah diberi ketetapan oleh allah yaitu meliputi 3 perkara antara lain umur, rizki dan jodoh. Supaya anak mampu mencapai kesempurnaan tersebut, maka allah swt memberi tugas kepada orang tuanya untuk membimbing anaknya dengan baik dan benar agar tidak menyimpang dari jalan ajaran-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.3.  PENGERTIAN POLA ASUH ANAK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara etimologi, pola berarti bentuk, tata cara. Sedangkan asuh berarti menjaga, merawat dan mendidik. Sehingga pola asuh berarti bentuk atau sistem dalam menjaga, merawat dan mendidik. Jika ditinjau dari terminologi, pola asuh anak adalah suatu pola atau sistem yang diterapkan dalam menjaga, merawat dan mendidik seorang anak yang bersifat relatif konsisten dari waktu ke waktu. Pola perilaku ini dapat dirasakan oleh anak dari segi negatif atau positif.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;BAB III&lt;br /&gt;METODOLOGI PENELITIAN&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.1.  TEMPAT PENELITIAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian ini tempat atau wilayah yang kami teliti adalah kawasan Desa Bangun Rejo L III Blok A sampai Blok D Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.2.  POPULASI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian ini kami mengambil populasi yaitu warga Desa Bangun Rejo Blok A hingga Blok D Kecamatan Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara Kalimantan Timur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.3.  SAMPEL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Selama penelitian, kami berhasil mengumpulkan beberapa sampel, Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3 keluarga dari warga Bangun Rejo Blok A&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3 keluarga dari warga Bangun Rejo Blok B&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3 keluarga dari warga Bangun Rejo Blok C&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3 keluarga dari warga Bangun Rejo Blok D&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Objek penelitiannya adalah sistem penerapan pola asuh orang tua terhadap anak dan karakteristik anak yang diasuh tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.4.  WAKTU PENELITIAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penelitan ini kami laksanakan selama 1 bulan yaitu mulai tanggal 1 februari sampai tanggal 28 februari 2009.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Minggu Pertama, Kami gunakan untuk hunting buku-buku di perpustakaan dan mencari informasi dari media  massa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Minggu Kedua, Melakukan study pustaka dengan menelaah berbagai informasi yang berkaitan dengan tema   penelitian.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Minggu Ketiga, Melakukan observasi tentang pola asuh orang tua terhadap karakteristik anak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Minggu  Keempat,   Melakukan   penyusunan    dan    penulisan    karya    ilmiah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.5.  METODE PENELITIAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini dilakukan dengan  menggunakan  metode-metode  sebagai berikut :&lt;br /&gt;Pustaka                                                                                                                             Yaitu dengan menelaah, mempelajari dan meriset ke perpustakaan dari berbagai sumber buku-buku yang mempunyai keterkaitan dengan tema karya ilmiah ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Observasi                                                                                                                                  Metode observasi yang kami lakukan adalah melalui observasi nonpartisipasi ( observasi tak terlibat ). Gambaran objek yang kami peroleh dari lapangan adalah dengan cara mengamati pola perilaku, kesibukan serta kegiatan sehari-hari yang mereka kerjakan dari jarak tertentu. Selain itu, observasi yang kami lakukan yaitu dengan menganalisis dari isi media massa seperti artikel-artikel dan internet yang berkaitan dengan sistem pola asuh orang tua serta dampaknya terhadap karakteristik seorang anak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4.1.  MACAM-MACAM POLA ASUH ORANG TUA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menurut Baumrind ( 1967 ), Pola asuh orang tua dikelompokkan     menjadi 4 macam,  yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pola Asuh Secara Demokratis&lt;/span&gt;                                                                                                      Pola asuh secara demokratis adalah pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak, akan tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan mereka. Orang tua dengan pola asuh ini bersikap rasional, selalu mendasari tindakannya pada rasio atau pemikiran-pemikiran. Orang tua tipe ini juga bersifat realistis terhadap kemampuan anak, tidak berharap melebihi batas kemampuan sang anak. Orang tua tipe ini juga memberikan kebebasan kepada anak-anaknya dalam hal memilih dan melakukan sesuatu tindakan, dan pendekatannya kepada anak bersifat hangat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pola Asuh Otoriter&lt;/span&gt;Pola asuh otoriter adalah kebalikan dari pola asuh demokratis, yaitu cenderung menetapkan standar yang mutlak harus dituruti. Biasanya dibarengi dengan ancaman-ancaman. Misalnya, kalau tidak mau makan, maka tidak akan diajak bicara. Orang tua tipe ini juga cenderung memaksa, memerintah dan menghukum apabila sang anak tidak mau melakukan apa yang di inginkan oleh orang tua. Orang tua tipe ini juga tidak mengenal kompromi, dan dalam berkomunikasi biasanya bersifat satu arah. Orang tua tipe ini tidak memerlukan umpan balik dari anaknya untuk mengerti dan mengenal anaknya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pola Asuh Permisif                                                                                                                        Pola asuh permisif atau pemanja biasanya memberikan pengawasan yang sangat longgar, memberikan kesempatan pada anaknya untuk melakukan sesuatu tanpa pengawasan yang cukup darinya. Mereka cenderung tidak menegur atau memperingatkan anak apabila anak sedang dalam bahaya, dan sangat sedikit bimingan yang diberikan oleh mereka. Namun orang tua tipe ini biasanya bersifat hangat sehingga seringkali disukai oleh anak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pola Asuh Penelantar                                                                                                                    Pola asuh tipe yang terakhir ini pada umumnya memberikan waktu dan biaya yang sangat minim pada anak-anaknya, waktu mereka banyak digunakan untuk keperluan pribadi mereka seperti bekerja. Dan kadangkala mereka terlalu menghemat biaya untuk anak-anak mereka. Seorang ibu yang depresi adalah termasuk dalam kategori ini, mereka cenderung menelantarkan anak-anak mereka secara fisik dan psikis. Ibu yang depresi pada umumnya tidak mau memberikan perhatian fisik dan psikis pada anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4.2.  DAMPAK / PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP ANAK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengaruh Pola Asuh Demokratis&lt;/span&gt;                                                                                                Pola asuh demokratis akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang mandiri, dapat mengontrol diri, mempunyai hubungan baik dengan teman-temannya, mampu menghadapi stress, mempunyai minat terhadap hal-hal yang baru, dan kooperatif terhadap orang lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengaruh Pola Asuh Otoriter                                                                                                      &lt;/span&gt;Pola asuh otoriter akan menghasilkan karakteristik anak yang penakut, pendiam, tertutup, tidak berinisiatif, gemar menentang, suka melanggar norma-norma, berkepribadian lemah, cemas dan terkesan menarik diri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengaruh Pola Asuh Permisif                                                                                                      Pola asuh permisif akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang impulsif, agresif, tidak patuh, manja, kurang mandiri, mau menang sendiri, kurang matang secara sosial dan kurang percaya diri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengaruh Pola Asuh Penelantar                                                                                                  Pola asuh penelantar akan menghasilkan karakteristik anak yang moody, impulsif, agresif, kurang bertanggung jawab, tidak mau mengalah, self esteem ( harga diri ) yang rendah, sering bolos dan sering bermasalah dengan teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4.3 PENDEKATAN ORANG TUA YANG BERPOTENSI MENGGANGGU KEPRIBADIAN ANAK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah dua sisi pendekatan atau cara mengasuh orang tua yang mempunyai potensi dapat mengganggu kepribadian anak yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pendekatan Orang tua Yang Negatif&lt;/span&gt;                                                                                          Ada orang tua yang menyikapi anak-anaknya dengan cara yang negatif, bahkan ada yang sampai menjadikan anak-anak mereka sebagai objek kekerasan atau pelampiasan amarah. Ada pula sebagian anak yang terus-menerus dipandang sebagai anak kecil, akibatnya si anak jadi merasa tak berarti dalam hidup, mereka merasa tak dihargai sebagai manusia, padahal mungkin ia sudah bisa memberi pandangan-pandangan yang bermanfaat bagi anggota keluarga yang lain. Jika anak sudah memasuki usia remaja namun masih saja disikapi atau diperlakukan seperti anak kecil maka akan muncul kekecewaan yang mendalam pada diri anak tersebut, dan akan sulit bagi dirinya untuk cepat menjadi dewasa, karena perbuatan yang ia lakukan selalu diremehkan oleh orang tuanya. Ada juga anak-anak yang disikapi secara tidak adil oleh orang tuanya, semua anggota keluarganya mendapat perlakuan yang baik, sementara ia sendiri diperlakukan secara berbeda, seolah ia bukan anak kandung dalam keluarga tersebut. Hal ini tentu sangat menyakitkan si anak dan dapat menjadi faktor pendorong untuk melakukan hal-hal yang menyimpang seperti mengkonsumsi narkoba, mendekati miras, pergaulan bebas, tawuran dan lain sebagainya. Selain diperlakukan tidak adil, terkadang permasalahannya lebih serius. Tidak sedikit anak yang dianiaya oleh orang tuanya sendiri. Mereka dijadikan pelampiasan emosi orang tua, bahkan tidak sedikit pula mereka menjadi korban nafsu syahwat orang tuanya sendiri. Hal tersebut merupakan titik terberat dan sangat serius. Orang tua seperti ini kemungkinan mengalami gangguan jiwa dan perkembangan anak akan terhambat oleh perbuatannya tersebut, dan tentu saja sang anak menderita problem psikologi yang serius dimasa mendatang, kecuali bila kasusnya ditangani secara serius hingga tuntas. Seperti sebuah contoh pengalaman-pengalaman yang dialami oleh david Pelzer yang kemudian ditulis dan dibukukan oleh dirinya sendiri dan diberi judul “A Child Called It, The Lost Boy, dan A Child Called Dave”. buku-buku tersebut mengisahkan perjalanan hidup sang penulis sebagai korban Child Abuse “Penganiayaan Anak” yang kedua terburuk di Negara bagian Amerika. Penganiayaan yang dialami oleh Pelzer sebagai seorang anak sangat sulit untuk dibayangkan. Ia seolah tidak dianggap manusia, dianiaya setiap hari, disuruh memakan kotoran adikya sendiri, tidak diberi makan sampai terpaksa harus mengorek-ngorek tong sampah demi mendapatkan makanan, bahkan nyaris mati ditangan ibunya sendiri. Bagaimana mungkin seorang ibu tega menganiaya anaknya sekejam itu, tetapi itulah yang terjadi, ia mengalami berbagai siksaan yang sulit dan panjang. Hingga kemudian dipisahkan dari orang tuanya oleh pihak Negara setelah melalui proses penyembuhan yang cukup lama. Pelzer ternyata bisa hidup normal, malah ia menjadi seorang yang sukses dan hidupnya dan lebih berhasil daripada kebanyakan orang yang tumbuh dan dibesarkan dalam keluarga normal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang tua yang terlalu baik                                                                                                      Selain orang tua yang bersikap negatif pada anak-anaknya, ada juga yang justru bersikap terlalu positif. Mereka sangat sayang terhadap anak-anaknya, tetapi mereka tidak tahu cara mendidiknya, sehingga akhirnya sang anak jadi manja. Hal yang perlu dituturkan disini karena pengalaman dilapangan menunjukkan betapa banyak anak-anak yang dimanjakan dan memperoleh fasilitas yang lebih dari orang tua mereka, mereka ini cenderung akan bersikap arogan, malas dan merasa tidak perlu bekerja keras dalam hidup serta kurang memiliki tanggung jawab terhadap apa yang ia perbuat.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;BAB V&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A.  Kesimpulan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dari pembahasan yang telah terurai diatas dapat kami tarik kesimpulan, bahwa pola asuh orang tua mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menentukan bagaimana bentuk pribadi anak dimasa depan, Oleh sebab itu orang tua harus benar-benar mawas diri dan bersungguh-sungguh dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan serta norma-norma yang baik kepada anak melalui pola asuh yang baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B.  Saran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saran yang ingin tim peneliti sampaikan kepada segenap pembaca, sekiranya dapat dijadikan bahan introspeksi diri agar dapat menjadi orang tua yang sukses dalam mendidik anak-anaknya kelak, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hendaknya orang tua tidak egois, yaitu menganggap bahwa dirinya saja yang paling benar, karena pada prinsipnya setiap anak juga ingin mengekspresikan dirinya dengan gaya dan caranya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• Hendaknya orang tua lebih bijaksana kepada anak serta mampu memberikan contoh atau teladan yang baik kepada anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hendaknya orang tua lebih memahami nilai-nilai dan norma-norma kehidupan dan mengajarkan hal tersebut dengan sosialisasi yang baik kepada anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karena orang tua adalah tempat curahan hati seorang anak, maka jadilah orang tua yang mampu dijadikan sandaran yang baik bagi anak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pilihlah pola asuh anak yang baik agar anak yang diasuh dapat tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang berkarakteristik baik&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;RIWAYAT HIDUP&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nama :  Vina Sulistya Ningsih&lt;br /&gt;Tempat, Tgl lahir  :  Ds. Kertabuana, 25 Mei 1991&lt;br /&gt;Jenis kelamin :  Perempuan&lt;br /&gt;Agama :  Islam&lt;br /&gt;Kewarganegaraan :  Indonesia&lt;br /&gt;Pendidikan  - SDN 011 L4 Blok C II, Tamat Tahun 2003&lt;br /&gt;- SMP YPM DIPONEGORO Tenggarong Seberang,&lt;br /&gt;Tamat Tahun 2006&lt;br /&gt;- SMA YPM DIPONEGORO, Tenggarong Seberang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Nama :  Abdul Ghofur&lt;br /&gt;Tempat, Tgl lahir :  Tenggarong, 23 Februari 1991&lt;br /&gt;Jenis Kelamin :  laki-laki&lt;br /&gt;Agama :  Islam&lt;br /&gt;Kewarganegaraan :  Indonesia&lt;br /&gt;Pendidikan : -  SDN 016 Separi IV, Tamat tahun 2003&lt;br /&gt;-  MTS AL-IKHSAN Separi Besar, Tamat Tahun 2006&lt;br /&gt;-  SMA YPM DIPONEGORO, Tenggarong Seberang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Nama :  Dewi Fatmawati&lt;br /&gt;Tempat, Tgl lahir  :  Kutai, 20 Desember 1991&lt;br /&gt;Jenis kelamin :  Perempuan&lt;br /&gt;Agama :  Islam&lt;br /&gt;Kewarganegaraan :  Indonesia&lt;br /&gt;Pendidikan :  -  SDN 021 L II Blok C, Tamat Tahun 2003&lt;br /&gt;-  SMP YPM DIPONEGORO, Tamat Tahun 2006&lt;br /&gt;-  SMA YPM DIPONEGORO, Tenggarong Seberang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Nama :  Ira Suprihatin&lt;br /&gt;Tempat, Tgl lahir  :  Tenggarong, 16 Januari 1991&lt;br /&gt;Jenis kelamin :  Perempuan&lt;br /&gt;Agama :  Islam&lt;br /&gt;Kewarganegaraan :  Indonesia&lt;br /&gt;Pendidikan  - SDN 016 SEPARI IV, Tamat Tahun 2003&lt;br /&gt;- SMP YPM DIPONEGORO Tenggarong Seberang,&lt;br /&gt;Tamat Tahun 2006&lt;br /&gt;- SMA YPM DIPONEGORO Tenggarong Seberang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Nama :  M. Fitroh Al-Hadi&lt;br /&gt;Tempat, Tgl lahir  :  Kediri, 12 Agustus 1991&lt;br /&gt;Jenis kelamin :  laki-laki&lt;br /&gt;Agama :  Islam&lt;br /&gt;Kewarganegaraan :  Indonesia&lt;br /&gt;Pendidikan  -  SDN 004 Bukuan, Tamat Tahun 2003&lt;br /&gt;-  SMP 20 Bukuan, Tamat Tahun 2006&lt;br /&gt;-  SMA YPM DIPONEGORO, Tenggarong Seberang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Nama :  Rahmat Effendi&lt;br /&gt;Tempat, Tgl lahir  :  Kertabuana, 12 Desember 1991&lt;br /&gt;Jenis kelamin :  Laki-Laki&lt;br /&gt;Agama :  Islam&lt;br /&gt;Kewarganegaraan :  Indonesia&lt;br /&gt;Pendidikan   -  SDN 011 L IV Tamat Tahun 2003&lt;br /&gt;-  SMP YPM DIPONEGORO, Tamat Tahun 2006&lt;br /&gt;- SMA YPM DIPONEGORO, Tenggarong Seberang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Nama :  Sinta Purnamasari&lt;br /&gt;Tempat, Tgl lahir  :  Pendingin, 13 Februari 1990&lt;br /&gt;Jenis kelamin :  Perempuan&lt;br /&gt;Agama :  Islam&lt;br /&gt;Kewarganegaraan :  Indonesia&lt;br /&gt;Pendidikan  - SDN 010 Bangun Rejo, Tamat Tahun 2003&lt;br /&gt;- SMPN 1 Tenggarong Seberang, Tamat Tahun 2006&lt;br /&gt;- SMA YPM DIPONEGORO Tenggarong Seberang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.  Nama :  Sunadi&lt;br /&gt;Tempat, Tgl lahir  :  Madiun, 7 Agustus 1990&lt;br /&gt;Jenis kelamin :  Laki-Laki&lt;br /&gt;Agama :  Islam&lt;br /&gt;Kewarganegaraan :  Indonesia&lt;br /&gt;Pendidikan   - SDN 011 SP 1 Tamat Tahun 2003&lt;br /&gt;- SMP YPM DIPONEGORO Tenggarong Seberang,&lt;br /&gt;Tamat Tahun 2006&lt;br /&gt;- SMA YPM DIPONEGORO Tenggarong Seberang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alatas, Alwi. 2005. 13X ; Remaja Juga Bisa.&lt;br /&gt;Ali, Muhammad. 2006. Psikologi Remaja,  Jakarta : PT. Bumi Aksara.&lt;br /&gt;J. Gode, william. 2007. Sosiologi Keluarga. Jakarta : PT. Bumi Aksara.&lt;br /&gt;Lein, Laura dan. 1989. Anak ; Bagaimana Mengasuh Anak Dan Pengaruh Anak Bagi           Kehidupan Orang Tuanya.&lt;br /&gt;Tim Sosiologi. 2006. Sosiologi ; Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat Kelas X. Jakarta : yudistira.&lt;br /&gt;Tim Sosiologi. 2007. Sosiologi ; Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat Kelas XII. Jakarta : yudistira.&lt;br /&gt;Alatas, Alwi. 2005. Untuk 13X ; Remaja Juga Bisa Bahagia Sukses Mandiri. Jakarta : Penerbit Pena.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-6270302551236121929?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/6270302551236121929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2009/03/karya-ilmiah-pengaruh-pola-asuh-orang.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/6270302551236121929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/6270302551236121929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2009/03/karya-ilmiah-pengaruh-pola-asuh-orang.html' title='KARYA ILMIAH PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP  PERKEMBANGAN KARAKTERISTIK ANAK'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-6810570517334703685</id><published>2008-11-27T02:39:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T02:43:42.506-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PERKAWINAN ADAT BONE'/><title type='text'>PERKAWINAN ADAT BONE</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERKAWINAN ADAT BONE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;A. Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat kabupaten Bone, sebagaimana masyarakat kabupaten lainnya di Propinsi Sulawesi Selatan pada umumnya, merupakan pemeluk Islam yang taat, kehidupan mereka selalu diwarnai oleh keadaan yang serba religius. Kondisi ini ditunjukkan oleh banyaknya tempat-tempat ibadah dan Pendidikan Agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun penduduk Kabupaten Bone mayoritas memeluk agama Islam, namun di kota Watampone juga ada gereja dan beberapa tempat ibadah pemeluk agama lainnya. Hal ini berarti, pemeluk agama lain cukup leluasa untuk menunaikan ibadahnya. Keadaan ini memberikan dampak yang positif terhadap kehidupan keagamaan, karena mereka saling hormat-menghormati dan menghargai satu dengan yang lainnya. Di samping itu, peran pemuka agama terutama para alim ulama sangat dominan dalam kehidupan keagamaan, bahkan bagi masyarakat Bone, alim ulama merupakan figur kharismatik yang menjadi panutan masyarakat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sektor pendidikan,pemerintah Kabupeten Bone mengarahkan pembangunan pada upaya peningkatan mutu pendidikan, sehingga tercipta peningkatan relevansi pendidikan, serta mempunyai keterkaitan yang sesuai dengan kebutuhan tuntutan. Oleh karena itu, mutu pendidikan selalu ditingkatkan sebagai upaya peningkatan sumber daya manusia agar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermuara kepada meningkatnya daya saing masyarakat Bone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mengenai pengembangan kebudayaan, pemerintah Kabupaten Bone berupaya untuk membina nilai-nilai budaya daerah sebagai bagian dari budaya nasional denganberdasarkan pada penerapan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal masyarakat Bone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk kepedulian pemerintah Kabupaten Bone dalam bidang kebudayaan adalah memfasilitasi terbentuknya Lembaga Adat “Saoraja” Bone sebagai mitra pemerintah dalam hal pelestarian nilai-nilai adat dan budaya luhur serta pengembangan kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masyarakat manapun, hubungan kekerabatan merupakan aspek utama, baik karena dinilai penting oleh anggotanya maupun fungsinya sebagai struktur dasar yang akan suatu tatanan masyarakat. Pengetahuan mebdalam tentang prinsip-prinsip kekerabatan sangat diperlukan guna memahami apa yang mendasari berbagai aspek kehidupan masyarakat yang dianggap paling penting oleh orang Bugis dan yang saling berkaitan dalam membentuk tatanan sosial mereka. Aspek tersebut antara lain adalah perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi masyarakat Bugis termasuk di dalamnya Bone, perkawinan berarti siala atau saling mengambil satu sama lain, jadi perkawianan merupakan ikatan timbla balik. Walaupun mereka beeasal dari strata sosial yang berbeda, setelah mereka menjadi suami istri mereka merupakan mitra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, bagi masyarakat Bugis, perkawinan bukan saja penyatuan dua mempelai semata, akan tetapi merupakan suatu upacara penyatuan dan persekutuan dua keluarga besar yang biasanya telah memiliki hubngan sebelumnya dengan maksud mendekatkan atau mempereratnya (Mappasideppé mabélaé atau mendekatkan yang sudah jauh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemaknaan lain tentang perkawinan, pada buku Sulésana karya Anwar Ibrahim disinggung tentang siabbinéng dari kata biné yang berarti benih padi, “Mabbiné” artinya menanam padi. Terdapat kedekatan makna dan kedekatan bunyi dengan kata “bainé” atau istri “mabbainé” atau beristri. Dalam konteks ini kata siabbinéng, mengandung makna menanam benih dalam kehidupan rumah tangga. (Ibrahim. A, 2002)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikalangan masyarakat biasa, perkawinan biasanya berlangsung antar keluarga dekat atau antar kelompok patronasi yang sama (patron klien) sehingga mereka telah saling mengenal satu sama lain. Oleh karena itu, mereka yang berasal dari daerah lain, cenderung menjalin hubungan yang lebih dekat lagi dengan orang telah mereka kenal baik melalui jalur perkawinan. Dengan kata lain perkawinan adalah cara terbaik untuk menjadi (bukan orang lain/ tenniya tau laing). Hal ini juga sering ditempuh dua sahabat atau mitra usaha yang bersepakat menikahkan turunan mereka, atau bahkan menjodohkan anak mereka sejak kecil. (Pelras . 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikalangan masayarakat dikenal ada dua macam perkawinan yaitu perkawinan melalui proses peminangan dan perkawinan yang disebut silariang. Namun yang akan dibahas dalam buku ini adalah perkawinan melalui peminangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan melalui proses peminangan adalah tata cara yang paling baik dan biasanya melalui beberapa tahap. Sejak dahulu sampai kira0kira 30 tahun lalu, tahap demi tahap masih selalu dilakukan, baik oleh golongan bangsawan maupun yang bukan bangsawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun akibat dari perkembangan jaman serta pengaruh-pengaruh asing yang masuk maka terjadi beberapa perubahan, namun kartena masyarakat kita sangat kuat dalam memegang teguh adat, maka kebiasaan ini masih terus berlanjut walaupun disana sini telah disesuaikan dengan keadaan dan waktu. Dan pelaksanaannya pun telah mengalami beberapa perubahan tanpa meninggalkan nilai-nilai dan makna yang terkandung dalam semua tahapan upacara. (Sapada AN, 1985)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pandangan Islam Terhadap Perkawinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ajaran yang penting dalam Islam adalah perkawinan atau pernikahan. Begitu pentingnya ajaran tentang perkawinan tersebut sehingga dalam Al-Quran terdapat sejumlah ayat baik secara langsung maupun tidak langsung berbicara mengenai perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikah artinya menghimpun atau mengumpulkan. Salah satu upaya untuk menyalurkan naluri seksual suami istri dalam rumah tangga sekaligus sarana untuk menghasilkan keturunan yang dapat menjamin kelangsungan eksistensi manusia di atas bumi. Keberadaan mikah itu sejalan dengan lahirnya manusia di atas bumi dan merupakan fitrah manusia yang diberikan Allah SWT terhadap hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa definisi nikah yang dikemukakan ulama fiqih, tetapi seluruh definisi tersebut mengandung esensi yang sama meskipun redaksionalnya berbeda. Ulama Mazhab Syafi’I mendefinisikannya dengan “akad yang mengandung kebolehan melakukan hubungan suami istri dengan lafal nikah/kawin atau yang semakna dengan itu”. Sedangkan ulama Mazhab Hanafi mendefiniskannya dengan akad yang memfaedahkan halalnya melakukan hubungan suami istri antara seorang lelaki dan seorang perempuan selama tidak ada halangan syara’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Muhammad Abu Zahrah (w. 1394 H/1974 M), ahli hukum Islam dari Universitas Al-Azhar, berpendapat bahwaperbedaan kedua definisi di atas tidaklah bersifat prinsipil. Yang menjadi prinsip dalam definisi tersebut adalah nikah itu membuat seorang lelaki dan seorang wanita halal melakukan hubungan seksual. Untuk mengkompromikan kedua definisi, Abu Zahrah mengemukakan definisi nikah, yaitu :akad yang menjadikan halalnya hubungan seksual antara seorang lelaki dan seorang wanita, saling tolong menolong diantara keduanya serta menimbulkan hak dan kewajiban diantara keduanya”. Hak dan kewajiban yang dimaksud Abu Zahrah adalah hak dan kewajiban yang datangnya dari asy-Syar’I Allah SWT dan Rasul-Nya. Tujuan pernikahan sebagaimana disebutkan dalam salah satu ayat dalam Al-Quran adalah (artinya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kmau rasa kasih sayang …” (Q.S.30:21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ayat di atas jelas bahwa Islam menginginkan pasangan suami istri yang telah membina suatu rumah tangga melalui akad nikah tersebut bersifat langgeng. Terjalin keharmonisan di antara suami istri yang saling mengasihi dan menyayangi itu sehingga masing-masing pihak merasa damai dalam rumah tangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tangga seperti inilah yang diinginkan Islam, yakni rumah tangga sakinah, sebagaimana yang disyaratkan Allah SWT dalam surat Ar-Rum (30) ayat 21 di atas. ada tiga kata kunci yang disampaikan oleh Allah SWT dalam ayat tersebut, dikaitkan dengan rumah tangga yang ideal menurut Islam, yaitu sakinah (as-sakinah), mawadah (al-mawaddah), dan rahmat (ar-rahmah). Ulama tafsir menyatakan bahwa as-sakinah adalah suasana yang damai yang melingkupi rumah tangga yang bersangkutan; masing-masing pihak menjalankan perintah Allah SWT dengan tekun, saling menghormati, dan saling toleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari suasana as-sakinah tersebut akan muncul rasa saling mengasihi dan menyayangi (al-mawaddah), sehingga rasa tanggung jawab kedua belah pihak semakin tinggi. Selanjutnya, para musafir mengatakan bahwa dari as-sakinah dan al-mawaddah inilah nanti muncul ar-rahmah, yaitu keturunan yang sehat dan penuh berkat dari Allah SWT, sekaligus sebagai pencurahan rasa cinta dan kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Pandangan Masyarakat Bugis Terhadap Perkawinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena perkawinan bukan hanya merupakan peristiwa yang harus ditempuh atau dijalani oleh dua individu yang berlainan jenis kelamin, tetapi lebih jauh adalah perkawinan sesungguhnya proses yang melibatkan beban dan tanggung jawab dari banyak orang, baik itu tanggung jawab keluarga, kaum kerabat (sompung lolo) bahkan kesaksian dari seluruh masyarakat yang ada di lingkungannya. (Pelras.C,2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipandang dari sisi kebudayaan, maka perkawinan merupakan tatanan kehidupan yang mengatur kelakuan manusia. Selain itu perkawinan juga mengatur hak dan kewajiban serta perlindungannya terhadap hasil-hasil perkawinan yaitu anak-anak, kebutuhan seks (biologis), rasa aman (psikologis), serta kebutuhan sosial ekonomi, dan lai-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada masyarakat Bugis, perkawinan bukan saja merupakan pertautan dua insan laki-laki dan perempuan, namun merupakan juga pertautan antara dua keluarga besar. Ini disebabkan karena orang tua dan kerabat memegang peranan sebagai penentu dan pelaksana dalam perkawinan anak-anaknya. Sebagaimana digambarkan oleh H. TH. Chabot dalam bukunya “Verwanschap, stand en sexe in zuid celebes” yang berbunyi “Pilihan pasangan hidup, bukanlah urusan pribadi namun adalah urusan keluarga dan kerabat”. Dengan fungsi ini maka perkawinan haruslah diselenggarakan secara normatif menurut agama dan adat yang berlaku dalam masyarakat setempat dan harus diselenggarakan secara sungguh-sungguh dalam suatu upacara perkawinan. (Sapada AN, 1985)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Makna Perkawinan Perspektif Gender&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masyarakat Bugis termasuk Bone sebagaimana masyarakat lain di bagian dunia lainnya, lelaki dan perempuan mempunyai wilayah aktifitas yang berbeda. Namun pada hakikatnya orang Bugis tidak menganggap perempuan lebih dominan satu sama lain. Hubungan mereka saling melengkapi sebagai manifestasi dari perbedaan yang mereka miliki. Perbedaan ini diharapkan dapat saling melengkapi dan bersatu dalam satu ikatan perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal perkawinan biasanya laki-laki tinggal di rumah orang tua istri (mertua) sehingga tidak memberikan ruang bagi suami untuk bertindak semena-mena atau mendominasi sang istri. Sementara ruang di rumah pada hakikatnya telah dibagi berdasarkan gender. Bagian depan menjadi bagian laki-laki dan bafgain belakang menjadi wilayah perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pepatah Bugis wilayah perempuan adalah sekitar rumah, sedangkan ruang gerak laki-laki adalah “menjulang hingga ke langit” kata bijak tersebut menjelaskan peran laki-laki dan perenpuan dalam kehidupan sehari-hari. Aktiftas laki-laki adalah di luar rumah. Dialah tulang punggung penghasilan keluarga yang bertugas mencari nafkah (sappa laleng atuong). Sementara perempuan sebagai ibu (indo’ ana’) kewajibannya menjaga anak, menjmbuk padi, memasak, menyediakan lauk pauk dan membelanjakan penghasilan suami selaku pengurus yang bijaksana (pattaro malampé nawa-nawa é).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perbedaan tugas di atas bukan menjadi hal yang pokok melainkan saling melengkapi perbedaan itulah yang mendasari kemitraan diantara suami istri dalam saling menopang kepentingan mereka masing-masing (sibali perri) dan saling merepotkan (siporépo). (Pelras C. 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Sistem Kekerabatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umunya orang Bugis mempunyai sitem kekerabatan yang disebut dengan assiajingeng yang mengikuti sistem builateral. Yaitu sistem yang mengikuti lingkungan pergaulan hidup dari ayah maupun dari pihak ibu. Garis keturunan berdasarkan kedua orang tua. Hubungan kekerabatan ini menjadi sangat luas disebabkan karena, selain ia menjadi anggota keluarga ibu, ia juga menjadi anggota keluarga dari pihak ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan kekerabatan atau assiajingeng ini dibagi atas siajing maréppé (kerabat dekat) dan siajing mabéla (kerabat jauh). Kerabat dekat atau siajing maréppé merupakan kelompok penentu dan penmgendali martabat keluarga. Anggota keluarga dekat inilah yang menjadi to masiri’ (orang yang malu) bila anggota keluarga perempuan ri lariang (dibawa lari oleh orang lain), dan mereka itulah yang berkewajiban menghapus siri’ tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota siajing maréppé didasarkan atas dua jalur, yaitu réppé maréppé yaitu keanggotaan yang didasarkan atas hubungan darah, dan siteppang maréppé (sompung lolo) yaitu keanggotaan didasarkan tas hubungan perkawinan. (Makkulau, 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun anggota keluarga yang tergolong réppé maréppéyaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Iyya, Saya (yang bersangkutan)&lt;br /&gt;  2. Indo’ (ibu kandung iyya)&lt;br /&gt;  3. Ambo’ (ayah kandung iyya)&lt;br /&gt;  4. Nene’ (nenek kandung Iyya baik dari pihak ibu maupun dari ayah&lt;br /&gt;  5. Lato’ (kakek kandung Iyya baik dari ibu maupun dari ayah)&lt;br /&gt;  6. Silisureng makkunrai (saudara kandung perempuan Iyya )&lt;br /&gt;  7. Silisureng woroané (saudara laki-laki iyya)&lt;br /&gt;  8. Ana’ (anak kandung iyya)&lt;br /&gt;  9. Anauré (keponakan kandung iyya)&lt;br /&gt; 10. Amauré (paman kandung iyya)&lt;br /&gt; 11. Eppo (cucu kandung iyya)&lt;br /&gt; 12. Inauré / amauré makkunrai (bibi kandung iyya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan anggota keluarga yang termasuk siteppang maréppé yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Baine atau indo’ ‘ana’na (istri iyya)&lt;br /&gt;  2. Matua (ibu ayah/ kandung istri)&lt;br /&gt;  3. Ipa woroané (saudara laki-laki istri iyya)&lt;br /&gt;  4. Ipa makkunrai (saudara kandung perempuan istri iyya)&lt;br /&gt;  5. Manéttu (menantu, istri atau suami dari anak kandung iyya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Stratifikasi Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapisan sosial tradisional masyarakat Bone membedakan status menurut kadar ke arung annya (keturunan). Ukuran yang digunakan adalah soal asal keyrunan sebagai unsur primer. Oleh karena itu perlu dibedakan dahulu jenis-jenis keturunan yang teradapat di Kabupeten Bone secara umum dibagi atas beberapa golongan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ana’ mattola: yang berhak mewarisi tahta dan dipersiapkan untuk menjadi raja arung (raja/ratu). Tingkatan ini terbagi atas dua sub golongan yakni: ana’ sengngeng dan ana’rajéng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ana’ céra’ siseng/I: anak yang beradarah campuran atas kedua sub di atas yang kawin dengan perempuan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ana’ céra’ dua/II: anak hasil perkawinan céra’ siseng dengan perempuan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ana’ céra’ tellu/III: anak hasil perkawinan céra’ dua dengan perempuan biasa. Ketiga lapisan cerak ini menduduki golongan bangsawan menengah. Kemudian céra’ tellu ini dengan perempuan biasa akan menghasilkan bangsawan terendah. Ampo cinaga, anakkarung maddara-dara, dan anang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tau sama (orang biasa)/tau maradéka (orang bebas): di kalangan ini masih dibedakan atas keturunan leluhirnya yang masih terhitung bangsawan, betapapun rendahnya lapisan dan berapa jauhpun pertautannya (tau tongeng karaja) dan yang benar-benar keturunan orang biasa (tau sama mattanété lampé).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ata (hamba sahaya): golongan yang hilang kemerdekaannya karena sesuatu ikatan langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun penggolongan keturunan tersebut hanya bertahan sampai pada masa kemerdekaan, namun penggolongan keturunan tersebut sekarang ini tidak lagi dianut secara ketat, namun dalam berbagai hal, utamanya dalam kehidupan sosial kadangkala masih dipertanyakan, misalnya dalam hal meminang gadis, maka yang dipertanyakan adalah keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TATA CARA PERKAWINAN ADAT BONE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tahapan dari proses perkawinan adat Bone secara umum dapat dibagi atas tiga tahapan, yaitu tahapan pra nikah, nikah, dan tahapan setelah nikah. Selanjutnya untuk lebih jelasnya pada bagian ini akan dijelaskan tahapan perkawinan secara berturut-turut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. mdut Madduta msuro Massuro lEtu Lettu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tahapan pendahuluan yang harus dilewati sebelum pesta perkawinan (Mappabotting) dilangsungkan. Jika lelaki belum dijodohkan sejak kecil (atau sebelum dia lahir) maka keluatganya akan mulai mencari-cari pasangan yang kira-kira dianggap sesuai untuknya. Bagi kaum bangsawan, garis keturunan perempuan dan laki-laki akan diteliti secara seksama untuk mengetahui apakah status kebangsawanan mereka sesuai atau tidak, jagan sampai tingkatan pelamar lebih rendah dari tingkat perempuan yang akan dilamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madduta artinya meminang secara resmi, dahulu kala dilakukan beberapa kali, sampai ada kata sepakat, namun secara umum proses yang ditempuh sebelum meminang adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. mmnumnu Mammanu’-manu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mammanu’-manu’ bermakna seperti burung yang terbang kesana kemari, untuk menyelidiki apakah ada gadis yang berkenan di hati. Langkah pendahuluan ini biasanya ditugaskan kepada seseorang biasanya kepada para paruh baya perempuan, yang akan melakukan kunjungan biasa kepada keluarga perempuan untuk mencari tahu seluk beluknya, namun biasanya proses ini sangat tersamar. Mappésé-pésé dilakukan setelah kunjungan pertama tadi (Mammanu’-manu’) yaitu melakukan kunjungan resmi pertama untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang secara tidak langsung dan sangat halus (“ada orang yang akan mendekati anda………. Sudah adakah yang berbicara dengan anda?............sudah adakah yang punya?............... Apakah pintu masih terbuka?....”) agar kedua belah pihak tidak kehilangan muka atau malu seandainya pendekatan ini tidak membuahkan hasil. Jika keluarga perempuan memberi lampu hijau, kedua pihak kemudian menentukan hari untuk mengajukan lamaran secara resmi (Madduta). Selama proses pelamaran ini berlangsung garis keturunan, status kekerabatan, dan harta calon mempelai diteliti lebih jauh, sambil membicarakan sompa dan uang antaran (Dui ménré) yang harus diberikan oleh pihak laki-laki untuk biaya perkawinan pasangannya, serta hadiah persembahan kepada calon mempelai perempuan dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. mpEtu ad Mappettu Ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mappettu Ada yang baiasanya juga ditindak lanjuti dengan (mappasierekeng) atau menyimpulkan kembali kesepakatan-kesepakatan yang telah dibicarakan bersama pada proses sebelumnya. Ini sudah merupakan lamaran resmi dan biasanya disaksikan oleh keluarga dan kenalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat inilah akan dibicarakan secara terbuka segala sesuatu terutama mengenai hal-hal yang prinsipil. Ini sangat penting karena kemudian akan diambil kesepakatan atau mufakat bersama, kemudian dikuatkan kembali keputusan tersebut (mappasierekeng). Pada kesempatan ini diserahkan oleh pihak laki-laki pattenre’ ada atau passio (“pengikat”) berupa cincin, beserta sejumlah benda simbolis lainnya, misalnya tebu, sebagai simbol sesuatu yang manis, buah nangka (Panasa) yang mengibaratkan harapan (minasa); dan lain sebagainya. Apabila waktu perkawinan akan dilaksanakan dalam waktu singkat, maka passio ini diiringi passuro mita psuro mit yang diserahkan setelah pembicaraan telah disepakati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Satu lembar bahan waju tokko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Satu lembar sarung sutera atau lipa’ sabbé, juga disertai dengan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Satu piring besar nasi ketan (sokko)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Satu mangkok besar palopo’ (air gula merah yang dimasak dengan santan dan diberi telur ayam secukupnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Dua sisir pisang raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya antara pihak perempuan dan laki-laki pada acara mappettu ada ini dilangsungkan dialog. Dialog ini biasanya dimulai oleh pihak perempuan sebagai tuan rumah dan dibalas oleh pihak laki-laki. Salah satu contoh dialog hasil wawancara dengan nara sumber sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak perempuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AlhamdulillahiRabbil Alamin dan selanjutnya………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tomalebbikkeng iyya kialebbirié nennia kitanréréangngi alebbirenna, padamui topapoléi nennia toripoléi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naiya riolo pappuji nennia bereselleng, ripatarakkai tanrang asyukkurukeng téenrigangkata riséseé arajanna Puang séuwaé, namuka éloullé simatanna namérékki kuaromai ajjapa-jappang, apainringeng, kuwaétopa asagénang, natopada engka situju rupa, sipakario-sipakarennu, siwollompolong, natosiraga-raga, rijiji’ tudang pangngadereng ribola atudangenna tomalebbikkeng …………………silise’ (nama tuan rumah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuwaétopa tenriallupai massalawa nennia mappasalama mannennungeng masse lao ri Nabitta Muhammad SAW, Nabi iyya tirowangekki assalamakeng nennia asalewangeng rilino kuwaétopa ri akhérata matti. Insaya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naimunrinna ritu kupawarei élau addampeng sokkuke lao riolo alebiretta maneng, kupappolo bicara makkéwari mattuppu ade’ pappakaraja, namuka ikkeng mai napawakkangi ménasa paddennuang tomalebbikkeng ……………silise’ (nama tuan rumah) patallengangi majjajareng, tampub&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh dialog lain yang berupa elong ugi yang dahulu seringkali dilakukan pada masyarakat Bugis dengan dialog saling bersahut yang didahului oleh pihak tuan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) toemeR laoki ttud Tomménré laoki tatudang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tEjli tEteper Tejjali tettapéré&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bn mesmes Banna masé-masé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) mesmeswoemmEmi Masé-éwomémemmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lolGE tEekwiri Lolangeng tekkéwiring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sipupurE lino Sipuppreng lino&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) mkutnw sgl Makkutanawa’ segala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;agGer birir Agangaré biri’ta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tpocor lol Tapocora lolang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) aupucorcor lol Kupocora-cora lolang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;auni mtEG bEni Uni ma’tengnga benni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mnu prukusE Manu parukkuseng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) mnu epkugi aunimu Manuk pékkugi unimmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;muni mllEPEni Muni malalempenni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perwE sumGE Paréwek sumange&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) eakliGai auniku Engkalingai uni’ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tuliGi emnsku Tulingi ménasa’ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rimsglea Ri masagalaé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) edec llE nkutoko Décéng laleng nakutokkong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;edec top kujok Décé’topa kujokkang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mtupu spn Mattuppu sapana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) kutupu spnt Kutuppu sapanata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tud mbtPol Tudang mabbattampola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pw buG puet Mpawa bunga puté&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) buG puet ntbk Bunga puté nata’bakka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;poels riao rEnu Polesa’ riorennu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lisE msgl Lise’ masagala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) aEKk tEnia suro Engkaka tania suro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;poel tnia psE Polé tania paseng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wt mjjrE Watang majjajareng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) mkutnw sgl Ma’kutanawa sagala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buG sElE rERit Bunga sellé renri’ta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aEkg ropon Engkaga roppona&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) buGbuG sElE rERi Bunga-bunga sellé renring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tEropo tEplw Terropo te’palawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lpmnEmua Lappamanengmua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) abo bco aido bco Ambo’ baco indo’ baco&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pelGE plE lim Paléngeng pale lima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tR riaorEnu Tanra riorennu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) mcinairo mglu Macinnairo maggalung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;glu nrRE espE Galung naranreng sépé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nbien ntko Nabiné natakko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) mcin toai emGl Macinna toi méngngala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aes ri tEG jli Asé ri tengnga jali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rigi pbEsEn Ringgi pabbesenna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) memnsai sgl Mamménasai sagala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;emns aiy mua Ménasa iamua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sisoPu ewlrE Sisompung wélareng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) emnst ttiwi Ménasatta tatiwi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kibli rEnutoai Kibali rennutoi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mtuRu mtek Ma’tunrung mattakké&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) lbco kuealauw Labaco kuéllauwang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tudGE msibli Tudangeng massibali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pdai tEKEnE Pa’dai tengkénné’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) mealoai tpdEep Maéloi tapadeppé’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;todoGi tEprpi Todongi tepparapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ptpi tudGE Pa’tapping tudangeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) edg ps riliput Déga pasa rilipu’ta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;blC rikPot Balanca rikampo’ta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tliCo mebl Talinco mabéla&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) aEK ps rilipuku Engka pasa rilipu’ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;blC rikPoku Balanca rikampo’ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nwmi kusp Nyawami kusappa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) rEkua Nw tsp Re’kua nyawa tasappa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eaKni tloloGE Engkani talolongeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mtuRu mtek Mattunrung matta’ké&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) memnsw sgl Mamménasawa sagala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ttiPkE llE Tatimpakeng laleng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wEdieG kuaol Weddingé kuola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) auju aju pebert Ujung aju pabbéréta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ttroai psau Tataroi pasau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nmrj ruPu Namaraja rumpu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) agn augaukEGi Agana ugaukengngi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pkd tEprpi Pakkadang tepparapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tbu mcEni Tabu macenning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) aia bua mcEnieG Ia bua macenningngé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rikd kd emmE Rikadang-kadang mémeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ainp mdEnE Inappa maddenne’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) bua nonokiro eced Bua nonnokiro ce’de’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nwEdi tEkdpi Nawadding te’kadapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ysiturusiea Yassiturusié&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) mkutnw sgl Makkutanawak sagala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al aEKmupg Ala engkamupaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;llE tERiaol Laleng tenriola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) ekg gK ptEREt Kéga gangka pattenretta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tERE ed nttoK Tenrek dé natattongkang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nsipobirit Nasipobiritta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) tau ed buabuan Tau de’ bua’-bua’na&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;edea ntiwi bua Déé natiwi bua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mtuRu mtek Mattunrung mattakké&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) ek grup psiaot Kéga rupa passiota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siao ed ntluk Sio dé natallu’ka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sipobitrit Sipobiritta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) sao psoP ktin Sio pasompa katinna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mklu riteren Makkalu ritaréné&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ripNji rup Ripancaji rupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) Pihak laki-laki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-) Pihak perempuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Mappettu ada akan disepakati beberapa perjanjian, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· soP Sompa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sompa artinya mas kawin atau mahar sebagai syarat sahnya suatu perkawinan. Besarnya sompa telah ditentukan menurut golongan atau tingkatan derajat gadis. Penggolongan sompa tidaklah selalu sama dalam pengistilahannya. Ada dalam bentuk mata uang “real” dan ada pula dalam bentuk “kati” tetapi dalam buku ini secara umum adalah sebagi berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsawan tinggi 88 real&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsawan menengah 44 real&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arung palili 28 real&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan tau maradeka 20 real&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan ata (budak) 10 real&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir abad ke-19 besarnya mas kawin (sompa) ditetapkan berdasarkan status seseorang. Setiap satuam mas kawin disebut kati (mata uang kuno) satu kati senilai dengan 66 ringgit, atau sama dengan 88 real, 8 uang (8/20 rial) dan 8 duit (8/12 uang) dan setiap kati akan harus ditambah satu orang budak yang bernilai 40 real dan seekor kerbau yang bernilai 25 real. Sompa bagi kalangan perempuan bangsawan kelas tinggi Sompa bocco’ atau sompa puncak bisa mencapai 14 kati. Sedangkan bagi perempuan bangsawan terendah hanya 1 kati, dan orang baik-baik atau tau deceng setengah kati, dan kalangan baiasa hanya seperempat kati. Sistem perhitungan ini masih berlaku sampai sekarang, tetapi sejak masa kemerdekaan Republik Indonesia, maka mata uang ringgit (dulu senilai 2,5 rupiah atau 2,5 gulden Belanda) yang dihadikan satu perhitungan. Namun karena inflasi dan turunnya harga rupaih pada awal 1960 maka jelas sompa ini tidak berlaku lagi. Namun Sompa ini masih sangat penting artinya, khususnya bagi keluarga yang berstatus tinggi karena hadiahhadiah tambahannya, termasuk di dalamnya hadiah simbolis (batang tebu, labu, buah, nangka, anyaman-anyaman, dan bermacam-macam kue tradisonal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· duai emeR Dui ménré, duai blC Dui balanca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dui ménré adalah sejumlah uang yang akan diserahkan oleh pihak laki-laki pasa saat mappettu ada (mappasierekeng). Hal ini biasa dilakukan oleh pihak perempuan untuk mengetahui kerelaan atau kesanggupan berkorban dari pihak laki-laki sebagai perwujudan keinginannya untuk menjadi anggota keluarga. Dui ménré ini akan digunakan oleh pihak perempuan dalam rangka membiayai pesta perkawinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1975 Susan Millar dalam bukunya Wedding Bugis menunjukkan bahwa besarnya dui ménré berkisar antara Rp. 2.000 sampai dengan Rp. 5000,-. (Pelras. C, 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kondisi kekinian dimana kekuasaan politik tradisional semakinmemudar dui ménré semakin lama semakin mengalami kenaikan, hal ini disebabkan karena tidak ada lagi aturan dan pihak pihak yang berwenang menegakkan aturan adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· tR aEso aklbienGE Tanra esso akkalabinéngeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau semua persayaratan ini telah disepakati, kemudian telah dikuatkan (mappasierekeng) maka pinangan telah resmi diterima. Kemudian akan disepakati lagi hari H perkawinan. Penentuan hari H perkawinan (tanra esso akkalabinéneng) atau penentuan saat akad nikah biasanya disesuaikan dengan penanggalan berdasarkan tanggal dan bulan Islam. Setelah mengetahui hari pelaksanaan akad nikah (ménré botting) dengan sendirinya prosesi adat lainnya seperti mappacci, (tudampenni, wenni mappacci) serta marola sudahj diketahui pula. Upacara mappacci, pada malam tudampenni, atau malam pacar baiasanya dilakukan sehari atau beberapa hari sebelum hari perkawinan. Sedangkan ma’parola dilakukan sehari atau beberapa hari setelah hari perkawinan dilangsungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. mpaisE Mappaisseng atau memberi kabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kegiatan madduta atau peminangantelah selesai dean menghasilkan kesepakatan, maka kedua pihak keluarga calon mempelai akan menyampaikan kabar mengenai perkawinan ini.biasanya yang diberi tahu adalah keluarga yang sangat dekat, tokoh masyarakat yangdituakan, serta tetangga-tetangga dekat berhubung mereka inilah yang akan mengambil peran terhadap kesuksesan semua rangkaian upacara perkawinan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. mtP Mattampa mplEtu sElE Mappalettu selleng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari proses sebelumnya yaitu mappaisseng, dan biasanya pihak keluarga calon mempelai akan mengundang seluruh sanak saudara dan handai taulan. Undangan tertulis ini dilaksanakan kira-kira 10 atau 1 minggu sebelum resepsi perkawinan dilangsungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini disebut juga mappalettu selleng karena diharapkan pihak yang diundang akan merasa dihargai bila para pembawa undangan ini menyampaikan salam dan harapan dari pihak yang mengundang kiranya bersedia datang untuk memberi restu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. mptEto srpo / brug Mappatettong sarapo/ baruga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarapo atau baruga adalah bangunan tambahan yang didirikan di samping kiri/kanan rumah yang akan ditempati melaksanakan akad nikah. Sedangkan baruga adalah bangunan terpisah dari rumah yang ditempati bakal pengantin dan dindingnya terbuat dari jalinan bambu yang dianyam yang disebut wlsuji “walasuji”. Di dalam sarapo atau baruga dibuatkan pula tempat yang khusus bagi pengantin dan kedua orang tua mempelai yang disebut lmi “lamming”. Tetapi akhir-akhir ini di Kabupaen Bone sudah jarang lagi mendirikan sarapo oleh karena sudah ada beberapa gedung atau tenda yang dipersewakan lengkap dengan peralatannya, namun kadang pula masih ada yang melaksanakan terutama bagi kalangan bangsawan dan orang berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. mpci Mappacci, tudPEni Tudampenni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara adat mappacci dilaksanakan pada waktu tudampenni, menjelang acara akad nikah/ijab kabul keesokan harinya. Upacara mappacci adalah salah satu upacara adat Bugis yang dalam pelaksanaannya menggunakan daun pacar (Lawsania alba), atau Pacci. Sebelum kegiatan ini dilaksanakan biasanya dilakukan dulu dengan mappanré temme (khatam Al-Quran) dan barazanji. Daun pacci ini dikaitkan dengan kata paccing yang makananya adalah kebersihan dan kesucian. Dengan demikian pelaksanaan mappacci mengandung makna akan kebersihan raga dan kesucian jiwa. Sebagaimana yang tertera dalam ungkapan bahasa Bugis yang mengatakan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mpci aiynritu gau ripekaoRoai nlri adE. mNji gau mbias tPu sEnusEnua ri nia akt medec mmuaer naiy neletai pmes edwt esauwea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mappacci ianaritu gau’ ripakkéonroi nallari ade’, mancaji gau’ mabbiasa, tampu’ sennu-sennuang, ri nia’ akkatta madécéng mammuaréi naiyya nalétéi pammasé Déwata Séuwaé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun urutan dan tata cara mappacci adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum acara mappacci dimulai, biasanya dilakukan padduppa (penjemputan) mempelai. Calon mempelai dipersilakan oleh Protokol atau juru bicara keluarga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ptrkai mai eblo tudGE Patarakkai mai bélo tudangeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nriptud siapi siat Naripatudang siapi siata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tauea sielel autu ptudGE Taué silélé uttu patudangeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pdtud mpci sielao elao Padattudang mappacci siléo-leo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riwEni tudPEni kuaritu Riwenni tudang mpenni kuaritu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pciGi sia dtu eblo tudGE Paccingi sia datu bélo tudangeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riptj mai botieG Ripatajang mai bottinngngé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nriptEru coko rilmi naripattéru cokkong ri lamming&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lko aulwE lakko ulaweng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan ini berarti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon mempelai dipersilakan menuju pelaminan. Pelaminan di sisi para pendamping. Duduk saling berdekatan satu sama lain. Mereka duduk bersuka ria di malam tudampenni, mappacci pada sang raja/ratu mempelai nan rupawan. Tuntunlah dan bimbinglah sang raja/ratu menuju pelaminan yang bertahtakan emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan mappacci disiapkan perlengkapan yang kesemuanya mengandung arti makna simbolis seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Sebuah bantal atau pengalas kepala yang diletakkan di depan calon pengantin, yang memiliki makna penghormatan atau martabat, kemuliaan dalam bahasa Bugis berarti mappakalebbi.&lt;br /&gt;   * Sarung sutera 7 lembar yang tersusun di atas bantal yang mengandung arti harga diri.&lt;br /&gt;   * Di atas bnatal diletakkan pucuk daun pisang yang melambangkan kehidupan yang berkesinambungan dan lestari.&lt;br /&gt;   * Di atas pucuk daun pisang diletakkan pula daun nangka sebanyak 7 atau 9 lembar sebagai permakna ménasa atau harapan.&lt;br /&gt;   * Sebuah piring yang berisi wenno yaitu beras yang disangrai hingga mengembang sebagai simbol berkembang dengan baik sesuai dengan arti bahasa Bugisnya (mpenno rialéi).&lt;br /&gt;   * Tai bani, patti atau lilin yang bermakna sebagai suluh penerang, juga diartikan sebagai simbol kehidupan lebah yang senantiasa rukun dan tidak saling mengganggu.&lt;br /&gt;   * Daun pacar atau pacci sebagai simbol dari kebersihan dan kesucian. Penggunaan pacci ini menandakan bahwa calon mempelai telah bersih dan suci hatinya untuk menempuh akad nikah keesokan harinya dan kehidupan selanjutnya sebagai sepasang suami istri hingga ajal menjemput. Daunpacar atau pacci yang telah dihaluskan ini disimpan dalam wadah bekkeng sebagai permaknaan dari kesatuan jiwa atau kerukunan dalam kehidupan keluarga dan kehidupan masayarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang diminta untuk meletakkan pacci pada calon mempelai biasanya adalah orang-orang yang mempunyai kedudukan sosial yang baik dan punya kehidupan kehidupan rumah tangga yang bahagia. Semua ini mengandung makna agar calon mempelai kelak di kemudian hari dapat hidup bahagia seperti mereka yang meletakkan pacci di atas tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah orang yang meletakkan pacci ke tangan calon mempelai adalah biasanya disesuaikan dengan stratifikasi sosial calon mempelai itu sendiri. Untuk golongan bangsawan tertinggi jumlahnya 2 x 9 orang atau dalam istilah Bugis “duakkaséra”. Untuk golongan bangsawan menengah sebanyak 2 x 7 orang atau “duappitu”. Sedangkan untuk golongan di bawahnya bisa 1 x 9 atau 1 x 7 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara memberi pacci kepada calon mempelai adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil sedikit daun pacci yang telah dihaluskan (telah dibentuk bulat supaya praktis), lalu diletakkan daun dan diusap ke tangan calon mempelai. Pertama ke telapak tangan kanan, kemudian telapak tangan kiri, lalu disertai dengan doa semoga calon mempelai kelak dapat hidup dengan bahagia. Kemudian kepada orang yang telah memberikan pacci diserahkan rokok sebagai penghormatan. Dahulu disuguhi sirih yang telah dilipat-lipat lengkap dengan segala isinya. Tetapi karena sekarang ini sudah jarang orang yang memakan sirih maka diganti dengan rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali-kali indo’ botting menghamburkan wenno kepada calon memepelai atau mereka yang meletakkan daunpacar tadi dapat pula menghamburkan wenno yang disertai dengan doa. Biasanya upacara mappacci didahului dengan pembacaan Barzanji sebagai pernyataan syukur kepada Allah SWT dan sanjungan kepada Nabiyullah Muhammad SAW atas nikmat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua selesai meletakkan pacci ke telapak tangan calon mempelai maka tamu-tamu disuguhi dengan kue-kue tradisional yang diletakkan dalam bosara. Biasanya acara mappacci ini didahului dengan ritual sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ripsau Ripasau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dalam kesibukan mempersiapkan pesta pernikahan maka diadakan pula persiapan-persiapan yang tak kalah pentingnya yaitu perawatan pengantin (ripasau/mappasau). Biasanya perawatan ini dilakukan sebelum hari pernikahan (3 hari berturut-turut atau karena keterbatasan waktu hanya dilakukan 1 kali saja pada saat sebelum kegiatan mappacci).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ripasau atau mappsau ini dilakukan pada satu ruangan tertentu yang terlebih dahulu dipersiapkan dengan memasak berbagai macam ramuan yang terdiri dari daun sukun, daun coppéng, daun pandan, rampa para’pulo dan akar-akaran yang harum dalam belanga yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulut belanga ditutup dengan batang pisang yang diberi terowongan bambu sepanjang tangga rumah yang disumbat dengan tutup periuk. Uap yang keluar kemudian akan menghangatkan tubuh sampai membuka pori-pori kulit sehingga mengeluarkan keringat dari seluruh tubuh sehingga tubuh menjadi bersih dan segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebelum kegiatan ini, terlebih dahulu pengantin dipakaikan bedak basah atau lulur yang terdir atas beras yang telah direndam dan telah ditumbuk halus bersama kunyit dan akar-akaran yang harum ditambah dengan rempah-rempah. Ramuan ini kemudian dilulurkan ke seluruh permukaan badan. Dahulu kala ritual ini dilaksanakan selama 40 hari, dewasa ini hanya 3 hari atau 7 hari atau malah hanya 1 kali sebelum acara tudampenni atau mappacci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cEem psili Cemmé passili’, mpsili Mappassili’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut juga cemmé tula’ bala yaitu permohonan kepada Allah SWT agar kiranya dijauhkan dari segala macam bahaya atau bala, yang dapat menimpa khususnya bagi calon mempelai. Prosesi ini dilaksanakan di depan pintu rumah dengan maksud agar kiranya bala atau bencana dari luar tidak masuk ke dalam rumah dan bala yang berasal dari dalam rumah bisa keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata caranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara ini biasanya dilaksanakan pasa jam 10.00 (sedang naiknya matahri) dan dilakukan di depan pintu rumah. Calom mempelai perempuan atau laki-laki memakai baju biasa dan sarung yang tidak terlalu lusuh (tua), karena baju ini nantinya akan diserahkan kepada indo’ botting yang melaksanakan cemmé passili’ ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon mempelai duduk di atas kelapa yang masih utuh yang diletakkan di atas sebuah loyang besar, disamping itu diletakkan sebuah ja’jakang yaitu sebuah bakul yang berisi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Satu gantang beras&lt;br /&gt;   * Pesse pelleng (lilin) 2 buah&lt;br /&gt;   * Kelapa yang masih utuh&lt;br /&gt;   * Gula merah&lt;br /&gt;   * Pala (sepasang)&lt;br /&gt;   * Kayu manis&lt;br /&gt;   * Sirih segar&lt;br /&gt;   * Pinang beberapa buah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upacara mappassili’ dilakukan kedua lilin atau pesse pelleng harus dinyalakan. Kemudian disiapkan berbagai macam bahan yang akan digunakan sebagai ramuan dan dicampurkan ke dalam air dalam gentong yang terbuat dari tanah liat. Dari beberapa sumber disebutkan bahwa sumber air yang akan digunakan biasanya berasal dari beberapa sumur bersejarah dan masih dianggap punya kelebihan (keramat) dibanding sumber air biasa. Sumur yang dianggap suci di masyarakat Bone ini ada beberapa diantaranya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Bubung Manurungé disebut juga bubung Cemma yang terletak di jalan Manurungé (tidak ada lagi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Bubung Lassonrongdisebut juga bubung suwabeng terletak di sekitar jalan Lassonrong sekarang jalan Irian. (tidak ada lagi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Bubung Laccokkong yang treletak di sekitar jalan Serigala di lingkungan Laccokkong Kel. Watampone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Bubung Lagaroang yang terletak di Kelurahan Bukaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bahan-bahan yang akan digunakan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Daun sirih simbol harga diri&lt;br /&gt;   * Daun serikaja simbol kekayaan&lt;br /&gt;   * Daun waru simbol kesuburan&lt;br /&gt;   * Daun tebu simbol kenikmatan&lt;br /&gt;   * Daun ta’baliang simbol penangkis bala&lt;br /&gt;   * Bunga cabbéru simbol keceriaan&lt;br /&gt;   * Daun cangadori simbol penonjolan&lt;br /&gt;   * Maja alosi atau mayang pinang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan bahan tersebut dimasukkan ke dalam gentong atau loyang terbuat dari tanah liat sebagai simbol lekat atau saling melengket yang telah dialasi dengan semacam tikar yang disebut okkong/appereng sebagai simbol jalinan kebersamaan. Setelah semuanya siap maka dilakukanlah penyiraman pertama yang dilakukan oleh indo’ botting dengan membaca Basmalah kemudian dilanjutkan dengan membaca beberapa doa kiranya Allah SWT senantiasa memberikan berkah –Nya kepada calon mempelai. Berikut ini lafal doa klasik yang biasa diucapkan oleh indo’ botting:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahi Rahmani Rahim Bismillahi Rahmani Rahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aulwE ri nbi eheler. Ulaweng ri Nabi Hélléré.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aupeaeR ri rupamu. Upaénré ri rpammu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nmcy ri rupmu Namaccayya ri rupammu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ncuel nbiea ri aolomu Nacculé Nabié ri olomu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aiy mnE pdmu ripCji Ia maneng padammu ripancaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ri puw Allah Taala mkit Ri Puang Allah Taala makkita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mpuji mnE. Mappuji maneng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;brkn nbi Muhammad Barakka’na Nabi Muhammad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;brkmu. Barakka’mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cyn nbi Yusuf cymu Cayyana Nabi Yusufu cayyamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;musianEnuGE biddri ri Musiannennungeng bidadari ri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;llE surug. Laleng suruga.....dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyiraman dimulai dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala 3x kemudian selangkah/bahu kanan 3x.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahu kiri 3x, punggung dan seluruh badan sebanyak 3x.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah Indo’ botting mempersilahkan kepada pinisepuh/ kleuarga lainnya untuk melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai maka air itu pun dipercikkan ke arah luar pintu rumah dengan maksud agar semua yang tidak baik keluar pula melalui pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah cemme passili’ atau mappassili’ selesai maka calon mempelai baik itu laki-laki maupun perempuan disilakan mandi seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon mempelai perempuan kemudian memakai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Waju tokko warna merah jambu&lt;br /&gt;   * Lipa’ sabbé warna hijau dan perhiasan sekedarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon mempelai pria bisa memakai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Waju belladada (warna tidak ditentukan)&lt;br /&gt;   * Lipa’ sabbé yang serasi&lt;br /&gt;   * Songko’ pamiring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah acara mappassili’ atau cemme passili’ selesai maka calon mempelai perempuan maupun calon mempelai laki-laki didudukkan di lamming untuk mengikuti upacara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mecko Macceko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macceko berarti mencukur rambur-rambut halus yang ada pada dahi dan di belakang telinga, agar supaya “dadasa” yaitu riasan hitam pada dahi yang akan dipakai pada calon mempelai perempuan pada waktu dirias dapat melekat dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi puteri bangsawan acara macceko ini merupakan acara tersendiri, mereka menggunakan kostum yang sederhana yang terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waju tokko ukuran panjang dengan warna bakko (merah jambu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lipa’ sabbé warna hijau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhiasan sederhana seperti simatayya, bangkara, gelang lola, kalung kote, bunga simboléng, dan pinang goyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon mempelai didudukkan di atas tikar pandan yang bulat dilengkapi dengan alat kebesaran keluarganya yang biasanya terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lellu’ yang dipegang oleh 4, 6, 8 orang tergantung dari stratifikasi sosial mempelai itu sendiri. Disamping itu pula duduk indo’ pasusu sekuarang-kurangnya 2 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini dimeriahkan pula dengan iringan gendrang bali sumange.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara macceko ini hanya diperuntukkan bagi calon mempelai perempuan. Dahulu kala model dadasa ini berbeda antara perempuan yang bangsawan dan perempuan dari kalangan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Akad Nikah aEso aklbienGE esso akkalabinengeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara akad nikah juga memiliki beberapa rangkaian acara yang secara beruntun. Kegiatan yang dimaksud adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. mepeR boti Mappénré Botting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan kegiatan mengantar pengantin laki-laki ke rumah pengantin perempuan untuk melaksanakan akad nikah. Di depan pengantin laki-laki ada beberapa laki-laki tua berpakaian adat dan membawa keris. Kemudian diikuti oleh sepasang remaja yang masing-masing berpakaian pengantin. Lalu diikuti sekelompok bissu yang berpakaian adat pula berjalan sambil menari mengikuti irama gendang. Lalu di belakangnya terdiri dari dua orang laki-laki berpakaian tapong yang membawa gendang dan gong. Kemudian pengantin laki-laki pada barisan beikutnya dengan diapit oleh dua orang passeppi dan satu bali botting. Pakaian passeppi tidak sama warnanya dengan pakaian pengantin. Untuk lebih jelasnya urutan rombongan dapat diurut sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        1. Pembawa mas kawin atau sompa&lt;br /&gt;        2. Pembawa cerek dan alat kebesaran keluarga&lt;br /&gt;        3. Paddénréng botting&lt;br /&gt;        4. Mempelai laki-laki&lt;br /&gt;        5. Balibotting laki-laki&lt;br /&gt;        6. Passeppi laki-laki dua orang&lt;br /&gt;        7. Pattiwi lellu’&lt;br /&gt;        8. Pattiwi teddung&lt;br /&gt;        9. Indo’ pasusu&lt;br /&gt;       10. Saksi-saksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pakaian yang dikenakan oleh rombongan pengiring mempelai laki-laki yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kelompok pembawa sompa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Jas biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Lipa’ sabbe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Songkok hitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Peralatan: kompu-kompu yang terbuat dari tembaga tau perak yang diisi dengan beras 4 liter (1 gantang), pala, kayu manis kemiri, gula merah, dan mas kawin yang telah disepakati dan dibingkus dengan kain putih kemudian diletakkan dalam sarung yang disebut tope warna putih atau kuning untuk golongan bangsawan. Tope ini digantungkan pada leher pembawa sompa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kelompok pembawa cerek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Dahulu biasanya tanpa baju, tetapi sekarang dapat diganti dengan baju kaos berlengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Tapong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Songkok putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Alat: cere’ amiccung (wadah meludah dari perak), ataotang (tempat sirih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kelompok paddénréng botting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Jas tutup warna hitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Lipa’ sabbé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Songko’ pamiring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempelai laki-laki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 macam tergantung pada stratifikasi sosial mempelai laki-laki dengan tidak mengabaikan stratifikasi sosial mempelai perempuan. Kostum biasa yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mallipa’ sabbé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Jas biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Lipa’ sabbé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Songko’ pamiring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Keris dengan passapu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mattapong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Waju belladada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Tapong pakai rantai lipoa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Songko’ ni ure’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Keris dengan passapu pakai meili&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Dapat memakai salempang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Passigara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Waju belladada dari bahan broket&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Lipa’ antalassa pakai rantai lipa’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Passio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Salempang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Sigara lengkap dengan bunga sarampa, pinang goyang, bunga sibali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Keris dengan passapu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Gelang naga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balibotting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena merupakan pasangan dari mempelai laki-laki maka seluruh pakaiannya bersama perhiasannya harus sama dengan pakaian yang dikenakan oleh mempelai laki-laki, terutama jika pengantin laki-laki memakai sigara. Biasanya yang menjadi balibotting haruslah saudara sendiri atau keluarga yang mempunyai stratifikasi sosial yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Passeppi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kostum passeppi tidak jauh beda dengan kostum pengantin, hanya nilainya tidak sama. Misalnya, apabila perhiasan pengantin laki-laki terbuat dari emas, maka passeppi terbuat dari perak, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pattiwi lellu’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlahnya 4 orang, 6 orang, 8 orang tergantung pada tingkatan sosial pengantin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana’ mattola memakai 8 orang. Sedangkan bagi orang biasa atau terendah sama sekali tidak memakai lellu’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kostum mereka terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk laki-laki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Kemeja putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Tapong tanpa rantai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Songkok putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Passapu merah atau keris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk perempuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Waju tokko tanpa rantai waju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Lipa’ sabbé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Hiasan sederhana terdiri dari gelang kecil, bangkara, geno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Sibatu dan ikat pingggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pattiwi teddung (pembawa payung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan pembawa tombak, kecuali passapu diganti dengan songko’ Bone, biasa tanpa pinggiran emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indo’ pasusu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini lazim terdiri dari 2 orang saja. Kostum mereka terdiri dari waju tokko warna putih memakai sarung Mandar dan hanya memakai giwang dan bros saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saksi-saksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari keluarga dekat pengantin laki-laki atau mereka yang dituakan oleh masyarakat. Kostumnya hanya jas biasa, lipa’ sabbé, dan songko’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. mdup boti Madduppa botting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diartikan menjemput kedatangan pengantin laki-laki. Sebelum penganting laki-laki berangkat ke rumah perempuan, terlebih dahulu rombongan tersebut menunggu penjemput dari pihak perempuan (biasanya dibicarakan lebih dahulu sebagai suatu perjanjian). Bila tempat mempelai perempuan jauh dari lokasi rumah laki-laki maka yang disepakati adalah jam tiba di rumah perempuan. Rombongan penjemput tersebut menyampaikan kepada pihak laki-laki bahwa pihak perempuan telah siap menerima kedatangan pihak laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyambut kedatangan rombongan mempelai laki-laki maka di depan rumah mempelai perempuan telah menunggu beberapa penjemput yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ 2 orang padduppa: 1 orang puteri dan 1 orang remaja dengan pakaian lengkap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ 2 orang pakkusu-usui: perempuan yang sudah menikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ 2 orang pallipa’ sabbé: sepasang orang tua setengah baya sebagai wakil orang tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ 1 orang prempuan pangampo wenno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ 1 atau 2 orang padduppa botting yang biasanya dilakukan oleh saudara dari orang tua mempelai perempuan, mereka ditugaskan menjemput dan menuntun pengantin turun dari kendaraan menuju ke dalam rumah untuk melaksanakan akad nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Akad Nikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bersiap melakukan akad nikah adalah bapak atau wali calon mempelai perempuan atau imam kampung atau salah seorang yang ditunjuk oleh Departemen Agama. Dua orang saksi dari kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantin laki-laki duduk bersila siap melaksanakan akad nikah. Acara akad nikah dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang dilanjutkan dengan pemeriksaan berkas pernikahan, penandatanganan berkas dan juga sompa. Pihak yang bertandatangan adalah pengantin laki-laki, pengantin perempuan, wali dan 2 orang saksi. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan perwalian dari orang tua atau wali pengantin perempuan kepada imam kampung/penghulu yang akan menikahkan. Orang tua atau wali perempuan mengucapkan, “dengan mengucapkan Bismillahi Rahmani Rahim saya orang tua/wali pengantin perempuan menyerahkan perwalian kepada imam kampung/penghulu untukmenikahkan anak saya dengan lak-laki (disebutkan nama pengantin laki-laki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijab kabul dilakukan dengan didahului oleh khutbah nikah oleh imam kampung atau orang yang ditunjuk oleh undang-undang. Ijab kabul dilakukan dengan pengantin laki-laki berhadapan dengan imam lalu saling berpegangan ibu jari kanan sebelumnya. Pengantin laki-laki dibimbing oleh imam untuk menjawab pertanyaan imam, setelah merasa lancar maka ijab kabulpun dilaksanakan. Beberapa bacaan yang diucapkan oleh imam harus diikuti oleh pengantin laki-laki seperti:istigfar, syahadatain, shalawat, lalu ijab kabul. Ucapan ijab kabul diucapkan oleh imam dengan mengatakan “saudara A bin B saya menikahkan engkau atas perwalian orang tua/wali kepada saya dengan..............dengan mahar 88 real karena Allah” dan dijawab oleh pengantin laki-laki “saya terima nikahnya.....................dengan mahar 88 real karena Allah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses ijab kabul ini biasanya diulang 2-3 kali untuk memperjelas ketepatan jawaban laki-laki. Setelah itu pengantin laki-laki membaca sighat taklik talak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama proses ini mempelai perempuan tetap berada di dalam kamar pengantin yang telah dihiasi lamming dan didampingi oleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ 2 orang passeppi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ 1 orang balibotting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ 3 orang pattiwi cere’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ 2 orang indo’ pasusu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ini merupakan pendamping yang dahulu kala harus disesuaikan dengan tingkat derajat pengantin, dan disesuaikan dengan jumlah dari pendamping pengantin laki-laki yang dibawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila pengantin perempuan merupakan puteri bangsawan, maka selain ia dinaungi lellu’ ia juga dipangku oleh seorang perempuan atau indo’ pasusu sendiri selama akad nikah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. mpsiluk Mappasiluka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah akad nikah selesai maka dilanjutkan dengan acara mappasiluka atau mappasikarawa. Acara ini merupakan kegiatan mempertemukan mempelai laki-laki dengan pasangannya. Pengantin laki-laki diantar oleh seseorang yang dituakan oleh keluarganya menuju kamar pengantin. Kegiatan ini biasa disebut juga dengan mappalettu nikka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering terjadi pintu kamar pemgantin perempuan, sehingga untuk masuk dilakukan dulu dialog yang disertai dengan pemberian kenang-kenangan berupa uang dari oarng yang mengantar pengantin laki-laki sebagai pembuka pintu. Setiba di kamar, oleh orang yang mengantar menuntun pengantin laki-laki untuk menyentuh bagian tertentu tubuh pengantin perempuan. Ada beberapa variasi bagian tubuh yang disentuh, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Ubun-ubun, bahkan menciumnya agar laki-laki tidak diperintah oleh istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Bagian atas dada, agar kehidupan keluarga dapat mendatangkan rezeki yang banyak seperti gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Jabat tangan atau ibu jari, diharapkan nantinya kedua pasangan ini saling mengerti dan saling memaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Ada yang memegang telinganya dengan maksud agar istrinya dapat senantiasa mendengar ajakan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Adapula yang langsung mencium aroma harum istrinya seperti tradisi yang dilakukan di Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah uapacara ini pengantin laki-laki duduk di sisi istrinya untuk mengikuti kegiatan malloangeng. Orang tua atau orang yang telah ahli dalam hal ini ditunjuk melilitkan kain/sarung sehingga kedua pengantin berada dalam satu sarung, kemudian kedua pinggirnya dikaitkan dan dijahit tiga kali dengan benang emas atau benang biasa yang tidak ada pinggirnya. Kegiatan ini memiliki makna agar nantinya pasangan ini senantiasa bersatu padu dalam menempuh kehidupan rumah tangganya di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. merlau dPE Maréllau Dampeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah prosesi mappasiluka maka dilanjutkan dengan acara memohon maaf kepada kedua orang tua pengantin perempuan dan seluruh keluarga dekat yang sempat hadir pada akad nikah tersebut. Selesai memohon maaf lalu kedua pengantin diantar menuju pelaiminan untuk bersanding guna menerima ucapan selamat dan doa restu dari segenap tamu dan keluarga yang hadir, biasanya acara ini dilanjutkan dengan resepsi di malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Upacara Sesudah Akad Nikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. mprol Mapparola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini merupakan juga prosesi penting dalam rangkaian perkawinan adat Bone, yaitu kunjungan balasan dari pihak perempuan kepada pihak lak-laki. Jadi merupakan sebuah kekurangan, apabila seorang mempelai perempuan tidak diantar ke rumah orang tua mempelai laki-laki. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan sehari atau beberapa hari setelah upacara akad nikah dilaksanakan. Kegiatan biasanya tidak dilakukan jika pernikahan tidak mendapat restu dari orang tua pihak laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang disepakati untuk proses mapparola/marola (mammatoa) kedua belah pihak kemudian mengundang kembali keluarga dan kaum kerabat untuk hadir dan meramaikan upacara mapparola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga pihak perempuan mengundang beberapa keluarga untuk turut mengantar kedua mempelai ke rumah orang tua pihak laki-laki. Sedangkan pihak laki-laki mengundang beberapa keluarga dan kerabat untuk menyambut kedatangan pihak perempuan. Kedua mempelai kembali dirias seperti pada waktu akad nikah, lengkap pula dengan semua pengringnya, seperti balibotting, passeppi, pembawa cerek, pembawa tombak, pembawa payung, pembawalellu’, indo’ pasusu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kedua mempelai beserta rombongan tiba di hadapan rumah orang tua laki-laki maka disambut dengan wanita berpakaian waju tokko hitam dengan menghamburkan wenno, sebagai pakkuru sumange’ (ucapan selamat datang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara mapparola ini biasanya dilakukan juga makkasiwiang yaitu mempelai perempuan membawakan sarung untuk mertua/orang tua laki-laki beserta saudar-saudaranya. Hal ini dilakukan di kamar pengantin laki-laki. Pengantin perempuan diantar oleh indo’ botting untuk memberikan sarung sutera kepada orang tua dan saudara pengantin laki-laki. Di daerah Bugis biasanya pemberian ini akan dikembalikan lagi dengan ditambahkan pemberian dari mempelai laki-laki sesuai dengan kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. mrol ewkdua Marola wekka dua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada marola wekka dua ini, mempelai perempuan biasanya hanya bermalam satu malam saja dan sebelum matahari terbit kedua mempelai kembali ke rumah mempelai perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. msiar kuburu Ziarah kubur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun banyak pihak mengatakan bahwa ziarah kubur bukanlah merupakan rangaian dalam upacara perkawinan adat Bone namun sampai saat ini kegiatan tersebut masih sangat sering dilakukan karena merupakan tradisi atau adat kebiasaan bagi masyarakat Bone, yaitu lima harai atau seminggu setelah kedua belah pihak melaksanakan upacara perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. cEem cEem Cemmé-cemmé atau mandi-mandi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Bone bahwa setelah upacara perkawinan yang banyak menguras tenaga dan pemikiran maka rombongan dari kedua belah pihak pergi mandi-mandi di suatu tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NILAI LUHUR PERKAWINAN ADAT BONE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali nilai-nilai spiritual yang daoat kita petik di dalam prosesi perkawinan ini, baik itu yang tersirat dari setiap tahap yang dilakukan maupun dari setiap perlengkapan yang digunakan dalam prosesi pernikahan adat Bugis. Namun sebelum kita membahas nilai-nilai spiritual tersebut ada baiknya kita membahas lebih dahulu makna dan fungsi dari perkawinan baik dari segi agama Islam sebagai agama yang dianut oleh masyarakat Bugis maupun dari sudut sosial kebudayaan Bugis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Nilai Spritual Perkawinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah melimpahkan karunia-Nya yang teramat agung kepada hamba-Nya melalui perkawinan. AllahSWT menjadikan perkawinan untuk menunjukkan kepada kita semua sebagian daripada tanda-tanda kekuasaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya perkawinan dalam pandangan agama Islam adalah suatu ibadah dan usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan perkawinan seorang manusia akan medapatkan balasan baik dan pahala. Tentu saja dengan melakukan perkawinan dengan niat ikhlas dan tujuan yang benar. Perkawinan yang mereka lakukan semata-mata untuk menghindarkan diri dari hal-hal yang haram, bukan karena nafsu hewani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT melimpahkan kepada manusia melakui perkawinan dengan menjadikan hubungan seks seperti yang dilakukan oleh binatang sebagai suatu ibadah yang dipergunakan seorang mukmin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini bermakna bahwa Allah memerintahkan perkawinan sebagai alasan pembenaran bagi hubungan seks. Islam telah mengangkat posisi kenikmatan fisik kepada tingkatan yang lebih mulia dan suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan juga merupakan proses pengemblengan dan penyucian jiwa. Pengemblengan ini dilakukan dengan cara menunaikan semua hak istri, sabar tehadap sikaonya, memaafkan kesalahannya, berusaha memperbaikinya, memberikan petunjuk ke jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui perkawinan Allah melimpahkan beberapa anugerah dan karunia-Nya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Anugerah Pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya istri adalah perempuan yang berjiwa mulia. Allah SWT menciptakan jiwa perempuan dari unsur yang juga dipergunakan untuk menciptakan laki-laki. Oleh karena itulah laki-laki dan perempuan sama dan sejajar dalam tingkat kemuliaan dan penciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu diantara hikmah penciptaan makhluk manusia dari jenis yang sama tiada lain agar mereka dapat bersatu dengan sempurna serta dapat saling mengenal seperti ungkapan yang berbunyi “sekelompok jenis makhluk itu akan senang (cinta) kepada jenis makhluk yang sama dengan dirinya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Anugerah kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anugerah yangt kedua adalah bahwa Allah SWT memberikan kepada kita semua pemahaman bahwa istri itu bagaikan tempat tinggal dan ketenangan jiwa yang dapat dirasakan oleh laki-laki. Namun hal itu baru dapat dirasakan oleh setiap laki-laki jika hidup dengan istri yang mulia. Laki-laki akan merasa tentram dan tenang serta suka cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu dapat ditemukan dalam naungan kehidupan rumah tangga yang bahagia.perempuan adalah tempat menaruh kepercayaan bagi laki-laki, demikian juga sebaliknya laki-laki adalah tempat menyandarkan kepercayaan bagi perempuan. Hal itu termaktub dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 187 yang artinya: “Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan engkaupun adalah pakaian bagi mereka”. Dan diantara mereka Allah juga menanamkan rasa simpati (cinta) diantara mereka. Seandainya bukan karena nikmat ini maka tidak akan ada rasa senang seorang laki-laki kepada perempuan dan tidak dan tidak akan langgeng persahabatan diantara manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah tujuan Allah menciptakan perempuan dan laki-laki, yakni menjadikan adanya sara suka diantara keduanya seperti juga lainnya, Allah menciptakan nafsu dan syhwat diamtara mereka dengan tujuan terciptanya perkawinan diantara mereka. Sehingga sempurnalah bangunan kehidupan masyarakat manusia. Roda kehidupan akan terus berputa dengan saling memberi dan tolong menolong sebagai manifestasi dari rasa simpati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Makna yang Terkandung dalam Perkawinan Adat Bone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali terkandung simbol-sinmbol atau sennu-sennuang yang terkandung di dalam proses perkawinan adat Bone ini. Baik itu yang tersirat dalam prosesnya maupun yang terkandung dalam peralatan/perlengkapan yang digunakan. Hal ini menggambarkan kepada kita betapa nenek moyang kita telah mewariskan nilai-nilai luhur yang senantiasa harus kita lestarikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mengenai nilai0nilai tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Madduta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesi meminang mengandung harapan serta nilai-nilai yang sangat mendalam., yang mana proses peminangan ini menunjukkan bagaimana kita seharusnya memposisikan perkawinan sebagai upaya penghargaan kepada perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena perkawinan adalah sebuah anugerah kemuliaan yang diberikan Allah SWT kepada manusia, maka perkawinan haruslah dilakukan dengan segala norma-norma yang berlaku. Karena perintah perkawinan adalah perintah yang penting, maka konsekwensinya adalah berimbas kepada hal-hal yang berkaitan dengannya. Misalnya masalah nasab (gineologi), nafkah, harta warisan dan masalah-masalah lain yang berhubungan dengan manisnya mengarungi kehidupan berumah tangga, kontak pandangan ke sesama pasangan, maupun ketika menjalani hubungan intim. Oleh karena itu sebelum dilaksanakan akad nikah maka terlebih dahulu melakukan pertunangan. Dengan tujuan agar kedua pasangan dapat saling mengenal terlebih dahulu sebelum terjadi ikatan sakral. Di sinilah letak keistimewaan madduta (meminang) yang di dalamnya ada proses untuk saling mengenal (mammanu’manu’, mappésé’pese’, kemudian mappasierekeng).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam syariat Islam diatur tata cara perkawinan yang baik. Dimana diatur agar pihak laki-laki meminang perempuan dengan baik-baik melalui keluarganya. Islam tidak mengizinkan seorang gadis menikah sendiri tanpa adanya wali atau tanpa sepengetahuan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga syarat untuk meminang seorang perempuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. hendaklah perempuan tersebut tidak dalam perlindungan seseorang, yakni dalam ikatan perkawinan, (bukan istri orang lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. kedua, hendaklah perempuan itu tidak dalam masa iddah akibat ditinggal mati suami atau setelah bercerai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Hendaklah perempuan tersebut bukan dalam proses pinangan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mas Kawin atau Mahar atau Sompa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas kawin di dalam Islam dianggap sebagai ungkapan kasih sayang. Mas kawin juga merupakan isyarat atau tanda kemuliaan seorang perempuan. Allah menysariatkan mas kawin seperti sebuah hadiah dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan yang dilamarnya ketika telah mencapai kesepakatan diantara keduanya (untuk menikah). Mas kawin juga merupakan bentuk pengakuan terhadap kemanusiaan dan kemuliaan perempuan. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surah An-Nisa ayat 4 yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berikanlah mas kawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas kawin merupakan pemberian yang dapat melanggengkan rasa cinta, mengokohkan bangunan keharmonisan rumah tangga dan juga dapat menyokong tuntutan nafkah kehidupan rumah tangga. Oleh karena itu perkawinan harus dilangsungkan dengan adanya mas kawin (mahar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ripasau (mandi sauna)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan prosesi yang dilakukan dalam rangka membersihkan tubuh calon mempelai dari sesuatu yang kotor, baik itu yang berada di dalam tubuh maupun yang ada dipermukaan tubuh calon mempelai. Hikmah yang ingin diraih di sisni adalah sebelum dilaksanakannya proses perkawinan, diharapkan calon mempelai dapat sehat dan bugar sehingga nantinya mempelai dapat mengikuti seluruh prosesi dengan baik. Selain bersih lahiriah diharapkan juga calon mempelai mendapatkan kebersihan hati. Sesungguhnya Allah SWT Maha suci dan sangat mencintai hal-hal yang bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cemme passili&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cemme passili merupakan permohonan kepada Allah SWT kiranya senantiasa memberikan perlindungan dari hal-hal jelek baik itu yang berasal dari dalam rumah maupun dari luar rumah. Jadi bila mappasau dilakukan untuk membersihkan dari sesuatu yang kotor yang berasal dari dalam tubuh (faktor internal) maka cemme passili adalah upaya melindungi diri dari hal-hal jelek yang berasal dari luar tubuh (eksternal). Upaya ini mengandung hikmah bahwa diharapkan calon penganting senantiasa menjaga diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai bahan yang digunakan telah disinggung pada bagian sebelumnya namun untuk penjelasan mengenai makna dari penggunaan bahan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Daun sirih atau daung siri merupakan simbolharga diri. Penggunaan bahan ini selain fungsinya sebagai anti septik tetapi juga mengandung arti siri’ yaitu harga diri atau rasa bangga/malu. Dengan harapan di masa yang akan datang mempelai dapat mempertahankan harga dirinya dalam melakoni kehidupan. Sebagaimana kita tahu bahwa pada masyarakat Bugis siri’ merupakan nilai yang paling diagungkan, seperti pada ungkapan Bugis yang menyatakan: sirieami riasE tau “siri’ émmi riaseng tau” yang artinya hanya karena kita mempunyai rasa malu maka disebut manusia. Ungkapan ni menunjukkan bahwa salah satu nilai kemanusiaan seseorang adalah rasa malu. Dalam tuntunan agama Islam juga memerintahkan keharusan mempertahankan rasa malu sebagai perisai hidup.&lt;br /&gt;  2. Daun sarikaya simbol kekayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun sarikaja dalam ilmu pengobatan tradisional juga berfungsi sebagia anti septik. Dari penyebutannya sari kaya “kaya” hikmahnya adalah pengharapan manusia untuk dicukupkan rezekinya oleh Allah SWT. Kekayaan di sini tidak dilihat dari sudut kuantitas namun lebih kepada kualitas. Sehingga keberjahan dan kecukupan senantiasa mengiringi kehidupan mempelai dalam menempuh hidup dalam bahtera rumah tangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Daun waru simbol kesuburan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun waru ini meruapkan lambang kesuburan. Hal ini menyiratkan harapan semoga nantinya kedua mempelai dianugerahi keturunan yang banyak dan berkualitas sehingga mampu menreuskan kehidupan ini. Daun waru merupakan juga simbol kekuatan dan ketahanan menghadapi hidup, pohon waru dimanapun hidupakan tetap rimbun daunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Daun tebu simbol kenikmatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tebu merupakan tanaman penghasil gula. Oleh karena gula memberikan rasa manis, maka diharapkan kedua mempelai senantiasa dapat mereguk manisnya kehidupan, dan terhindar dari kendala-kendala yang dapat merusak keidupan rumah tangganya kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Daung ta’baliang simbol penangkis bala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daung ta’baliang ini mewakili simbol penangkis bala oleh karena permukaan dari daun ini mempunyai warna yang berbeda dengan warna bagian bawahnya. Pemaknaan yang ingin diambil dari penggunaan bunga ta’baliangadalah agar kiranya kehidupan calon mempelai senantiasa terhindar dari bala bencana, sehingga dapat menunaikan tanggung jawab sebagai suami istri dengan tentram dan senantiasa diridhoi Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Bunga Cabberu simbol keceriaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cabberu berartri senyum dan keceriaan. Penggunaan bunga ini memberikan makna bahwa dalam menempuh kehidupan rumah tangga yang sangat berat tantangannya, kedua pasangan suami istri diharapkan mampu tetap berbaik sangka, ceria dan tersenyum menghadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Daun cangadori simbol penonjolan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cangadori merupakan simbol penonjolan oleh karena walaupun bunganya kecil namun akan tetap menonjol baik dari segi warna maupun bentuknya. Hikmahnya adalah bahwa kehidupan suami istri haruslah dilandasi oleh rasa percaya diri, optimis dalam menempuh kehidupan rumah tangganya. Rasa optimis dan percaya diri inilah yang kemudian akan melahirkan generasi-generasi yang tangguh, cerdas dalam melanjutkan eksistensi manusia di muka bumi. Selain itu diharapkan pasangan ini nantinya menjadi tonggak utama kebanggaan keluarga, masyarakat, bangsa dan tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Maja alosi simbol serba guna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maja alosi atau mayang pinang adalah simbol serba guna. Seluruh bagian dari pohon pinang ini dapat digunakan mulai dari akar sampai buahnya. Pemaknaan ini berarti pasangan ini diharapkan mampu memberiakn dan menciptakan karya, termasuk keturunan yang dapat bermafaat bagi keluarga dan lingkungannya sebagaimana layaknya pohon pinang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mappacci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mappacci yang dilaksanakan pada saat tudampenni/wenni mappacci merupakan upacara yang sangat kental dengan nuansa bathin. Dimana proses ini merupakan upaya manusia untuk membersihkan dan mensucikan diri dari hal yang tidak baik. Dengan keyakinan bahwa segala tujuan yang baik harus didasari oleh niat dan upaya yang baik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena perkawinan merupakan sesuatu yang suci dan dirahmati Allah, maka segenap keluarga termasuk calon mempelai diharapkan untuk mengikhlaskan segenap hati dalam menempuh kehidupan ini. Karena bagi calon mempelai perkawinan merupakan awal dari kehidupan baru sebagai suami istri, jadi hendaklah segala sesuatunya betul-betul bersih dan suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mappacci merupakan kegiatan dimana semua kerabat dan keluarga memberikan restu dan ridhanya kepada calon mempelai sehingga terukir kebahagiaan mendalam bagi calon mempelai dalam menempuh kehidupan selanjutnya sebagai suami istri serta mendapatkan ridha dan keberkahan dari Allag SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna simbolis dari peralatan yang dipergunakan dalam upacara mappacci adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Bantal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantal terbuat dari kapuk dan kapas sebagai perlambangan kemakmuran, yang dalam bahasa Bugisnya adalah aselwGE “asaléwangeng”. Bantal sesuai dengan peruntukannya merupakan pengalas atau penopang kepala, yang mana kepala merupakan organ tubuh manusia yang paling mulia (alebbireng). Dengan demikian diharapkan calon mempelai senantiasa menjaga harkat dan martabatnya dan saling hormat menghormati. Dalam bahasa Bugisnya njgaiwi alEbirEn mpkrj nEnia mpklEbiai (najagaiwi alebbirenna, mappakaraja nenniya mappakalebbii)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Sarung 7 lembar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarung merupakan penutup/pelindung tubuh. Sarung merupakan simbol dari upaya manusia menjaga harga dirinya. Sehingga kelak mempelai senantiasa dapat menjaga harga diri dan kehormatan keluarganya, dalam bahasa Bugis dinyatakan dengan nalitutuaisirin “sini naalitutuiwi sirina”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan sarung memerlukan keterampilan, kletelatenan, dan ketekunan. Ini memberikan pesan bahwa dalam menempuh kehidupan ini dibutuhkan keterampilam, ketelatenan, dan ketekunan sehingga rahmat Allah SWT dapat diraih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna simbolis tujuh lembar ini, adalah bahwa tujuh lembar dalam bahasa Bugis pitllampa. Angka pitu ini sangat dikaitkan dengan filosofi orang Bugis yang menyatakan: aiyp muabt tau erko muelni mtuliliai dpurEeG ewk pitu “iyapa muabbatang tau rekko mulléni mattulili dapurengé wékka pitu”, yang artinya bahwa persyaratan untuk menikah adalah kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup selama 7 hari dalam seminggu baik itu kebutuhan kahiriah maupun kebutuhan rohani. Hikmahnya kemudian semakin dalam jika merujuk perumpamaan dapur yang digambarkan oleh ungkapan tersebut. Dapur bagi masyarakat Bugis merupakan pusat dari seluruh sumber kehidupan rumah tangga. Bentuk dapur yang segi empat terkait lagi dengan konsep sulp aEp sulapa’ eppa. Sulapa’ eppa merupakan konsep kehidupan manusia Bugis yaitu empat sisi kehidupan yang senantiasa harus ditunaikan oleh kedua mempelia. Sisi pertama adalah mengenai kebutuhan akan pangan, sisi kedua mengenai kebutuhan akan papan (rumah) dan sisi ketiga mengenai kebutuhan akan sandang dan sisi yang keempat adalah kebutuhan akan harmonisasi kehidupan rumah tangga (kemampuan saling menjaga perasaa). Jadi pemaknaan ini mengandung hikmah tentang bagaimana sebuah perkawinan yang sangat sakral menuntut kemampuan calon mempelai untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik baru kemudian melangkah ke arah perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah sarung yang tujuh lembar juga bermakna dalam bahasa Bugis tuju. Ini sangat erta kaitannya dengan kata patujui atau tujui yang artinya benar atau bermanfaat. Pemaknaan ini diharapkan memberikan insprirasi untuk senantiasa melakukan atau mengerjakan sesuatu yang benar atau bermanfaat sini tujuai (sini’tujui).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pucuk daun pisang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengetahui bahwa daun pisang yang telah tua, belum kering, sudah muncul lagi daun mudanya untuk meneruskan kehidupannya, dalam bahasa bugisnya mcoli mdau (maccoli maddaung) melambangkan kehidupan yang sambung menyambung (berkesinambungan) seperti yang diungkapkan dakam lagu/syair Bugis yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tEnpodo mcoli mdau cjia ptol pllo. neaeR mloGi loGi naiy siki birit medec.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tennapodo maccoli maddaung, cajiang wija pattola palallo, naénré mallongi longi, naiya sikki biritta madécéng”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang artinya: semoga medapatkan keturunan yang lebih baik, dapat berguna bagi bangsa, tanah air dan agama serta kepada kedua orang tua. Pemaknaan ini menjelaskan kepada kita bahwa perkawinan merupakan proses untuk melanjutkan kehidupan sehingga kehidupan di dunia dapat terus berlanjut sampai pada akhirnya kita tinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Daun nangka (daung panasa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “panasa” mirip dengan sebutan “ménasa” yang berarti harapan mulia dan cita-cita luhur. Dalam ungkapan Bugis dikenal “mamminasa ridécéngng” artinya senantiasa bercita-cita kepada kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bunga nangka dalam bahasa Bugis disebut lempu, yang dikaitkan dengan kata “lempu” yang dalam bahasa Bugisnya berarti jujur. Salah satu syair Bugis menjelaskan tentang kejujuran ini yaitu duami rial spo auGn pnsea eblo knukuea “duami riala sappo, unganna panasaé bélo kanukué”. Hal ini bermaksud bahwa dalam kehidupan ini ada dua hal yang perlu dijadikan perisai hidup yaitu unganna panasaé (lempu) kejujuran, dan belo kanukué (paccing) kebersihan dan kesucian jiwa. Dengan demikian diharapkan kiranya kelak kedua mempelai memiliki kejujuran dan kebersihan hati dalam menempuh hidup sebagai suami istri. Konsep kejujuran ini dahulu pernah diutarakan melalui dialog antara Raja Bone La Tenrirawe Bongkangngé dengan cendekiawan Bone Kajao Laliddong sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kjao llido: ag siao aruPoen muasE tEtroai Reb alEbirEmu ptoko pulnai alEbirE mubkuriea aj ntEer tEer tau tEbEmu aj npd wEno pGPo wrPr mubkuriea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajao Laliddong: Aga sio Arunmponé muaseng tettaroi nrebba alebbiremmu, patokkong pulanai alebbireng mubakurié, aja natatterei-tere tau tebbemu, aja napada wenno pangampo waramparang mubakurié.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijawab oleh Arungmpone:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lEPuea kjao aEeReG acea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lempué Kajao enrengngé accaé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajao Laliddong: Apakah gerangan wahai Raja Bone yang engkau sebut tidak membiarkan rebah kemuliaanmu, senantiasa menegakkan kemuliaan yang engkau miliki, tidak bercerai berai rakyatmu, tidak seperti penabur harta benda milikmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Bone: Kejujuran Kajao beserta kepintaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Beras Melati (wenno)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beras yang digoreng tanpa minyak/disangrai hingga mekar mengembang. Dalam bahasa Bugisnya Peno riaelai “mpenno rialei” mekar dengan sendirinya. Sehingga kedua mempelai dapat mandiri dalam membina bantera rumah tangganya, dan senantiasa mampu mengembangkan/menurunkan sifat-sifat yang baik kepada anak cucunya di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Lilin (tai bani, patti)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taibani/patti berasal dari lebah yang dijadikan lilin sebagai suluh/pelita yang dapat menerangi kegelapan yang berati panutan atau suri tauladan. Penggunaan lilin memberikan arti bahwa kedua mempelai senantiasa dapat menjadi suluh penerang bagi keluarganya, suri tauladan bagi anak-anaknya, dan keluarga. Pemaknaan lain dari kehidupan lebah yang senantiasa hidup rukun dan damai, rajin dan tidak saling mengganggu satu sama lain, kita juga duharapkan dapat mengambil hikmahnya, yaitu kedua mempelai haruslah dapat bekerja sama berkarya dalam mengisi hidup. Selain daripada itu lebah juga menghasilkan madu. Madu ini sangat berguna bagi manusia, dalam bahasa Bugis madu berati “cani” yang dikaitkan dengan kata (cenning), dengan harapan bahwa calon mempelai senantiasa memiliki hati yang manis, sifat perilaku, tutur kata dan perbuatan yang manis laksana madu untuk menjalin kebersamaan dan keharmonisan seperti kehidupan lebah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Daun pacar atau pacci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun pacar atau pacci sebagai simbol dari kebersihan dan kesucian. Penggunaan pacci ini menandakan bahwa calon mempelai telah bersih dan suci hatinya untuk menempuh akad nikah keesokan harinya dan kehidupan selanjutnya sebagai sepasang suami istri hingga ajal menjemput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Tempat pacci yang terbuat dari logam (bekkeng)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpaduan antara ca’paru dan pacci melambangkan dua insan yang saling mengisi, menyatu dalam ikatan yang kokoh, semoga pasangan suami istri tetap menyatu, bersama mereguk nikmatnya cinta dan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. aEso aklbienGE Esso akkalabinengeng (hari akad nikah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akad nikah merupakan bagian paling utama atau aulu agaukE ulu aggaukeng, dan acara kunci dalam pernikahan. Pada intinya akad nikah adalah upacara keagamaan untuk pernikahan antara dua insan manusia. Melalui akad nikah, maka hubungan antara dua insan yang saling bersepakat untuk berumah tangga diresmikan di hadapan manusia dan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan bukan sekedar menyatukan dua insan dalam sebuah pelaminan. Allah menetapkan suatu ikatan suci, yaitu akad nikah. Dengan dua kalimat yang sederhana Ijab dan Qabul terjadilah perubahan besar, yang haram menjadi halal, yang maksiat menjadi ibadah, kekejian menjadi kesucian, dan kebebasan menjadi tanggung jawab. Maka nafsupun berubah menjadi cinta dan kasih sayang. Begitu besarnya perubahan ini sehingga Al-Quran menyebut akad nikah sebagai Mitsaqan Ghalidzha (perjanjian yang berat). Hanya 3 kali kata ini disebut dalam Al-Quran. Pertama, ketika Akkah membuat perjanjian dengan Nabi dan Rasul Ulul-Azmi (QS 33: 7). Kedua, ketika Allah mengangkat bukit Tsur di atas kepala Bani Israil dan menyuruh mereka bersumpah setia di hadapan Allah (QS 4:154).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akad nikah bukanlah sekedar kata-kata yang terucap dari mulut laki-laki, atau sekedar formalitas untuk mensahkan hubungan suami istri, atau bahkan adat yang menjadi kebiasaan dalam pernikahan. Akad nikah adalah sebuah perjanjian sakral yang ikatannya amat kokoh dan kuat. Akad nikah telah mengikatkan suami dan istri dalam sebuah perjanjian syariah, dimana perjanjian itu wajib dipenuhi hak-haknya. Perjanjian agung menghalalkan kehormatan diri untuk dinikmati pihak lainnya. Perjanjian kokoh yang tidak boleh dicederai dengan ucapan dan perbuatan yang menyimpang dari hakikat perjanjian itu sendiri. Allah SWT berfirman, “Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain, sedang kamu telah memberikan keopada seseorang diantara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali daripadanya sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan dusta dan dengan (menanggung) dosa yang besar? Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali padahal sebagian kamu telahbergaul dengan yang lain sebagai suami istri? Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat (An-Nisaa:20-21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemaknaan lain dari perkawinan menyebutkan bahwa pernikahan adalah aqad yang menghalalkan kedua belah pihak, laki-laki dan perempuan untuk bersenang-senang satu dengan yang lainnya. Sehingga pernikahan bisa dipahami sebagai; aqad untuk beribadah kepada Allah, aqad untuk menegakkan syariah Allah, aqad untuk membangunrumah tangga sakinah mawaddah warahmah. Pernikahan juga aqad untuk meninggalkan kemaksiatan, aqad untuk saling menghormati dan menghargai, aqad untuk saling menerima apa adanya, aqad untuk saling mengautkan keimananan, aqad untuk saling membantu dan meringankan beban, aqad untuk saling menasehati, aqad untuk setia kepada pasangannya dalam suka dan duka, dalam kefakiran dan kekayaan, dalam sakit dan sehat. Pernikahan berarti akad untuk meniti hari-hari dalam kebersamaan, aqad untuk saling melindungi, aqad untuk saling memberi rasa aman, aqad untuk saling mempercayai, aqad untuk saling menutupi aib, aqad untuksaling mencurahkan perasaan, aqad untuk berlomba menunaikan kewajiban, aqad untuk saling memaafkan kesalahan, aqad untuk tidak menyimpan dendan dan kemarahan, aqad untuk tidak mengungkit-ungkit kelemahan, kekurangan dan kesalahan. Pernikahan adalah aqad untuk tidak melakukan pelanggaran, aqad untuk tidak saling menyakiti hati dan perasaan, aqad untuk tidak saling menyakiti badan, aqad untuk lembut dalam perkataan, santun dalam pergaulan, aqad untuk indah dalam penampilan, aqad untuk mesra dalam mengungkapkan keinginan, aqad untuk saling mengembangkan potensi diri, aqad untuk adanya keterbukaan yang melegakan, aqad untuk saling menumpahkan kasih sayang, aqad untuk saling merindukan, aqad untuk tidak adanya pemaksaan kehendak, aqad untuk tidak saling membiarkan, aqad untuk tidak saling meninggalkan. Pernikahan juga bermakna aqad untuk menebarkan kewajiban, aqad untuk mencetak generasi berkualitas, aqad untuk siap menjadi bapak dan ibu bagi anak-anak, aqad untuk membangunperadaban, aqad untuk segala yang bernama kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mapparola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep keseimbangan tergambar dalam prosesi ini, dimana pihak perempuan berkunjung pula ke rumah pihak laki-laki. Hikmah yang dapat diambil dari mapparola ini adalah menyambung tali silaturrahmi antara dua keluarga besar. Hikmah yang lain adalah, dengan mapparola ini pengantin perempuan dapat memberikan penghargaan dan kasih sayangnya kepada orang tua suaminya (mertua) yang disimbolkan dengan pemberian sarung pada saat makkasiwiang. Dengan kegiatan ini diharapkan kedua pasangan ini mampu mencurahkan kasih sayangnya kepada orang tua tanpa ada perbedaan, sehingga kehidupan rumah tangganya senantiasa dinaungi oleh keridoan orang tua yang berujung kepada keridhoan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-6810570517334703685?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/6810570517334703685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2008/11/perkawinan-adat-bone_27.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/6810570517334703685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/6810570517334703685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2008/11/perkawinan-adat-bone_27.html' title='PERKAWINAN ADAT BONE'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-4654951966909004006</id><published>2008-11-09T07:40:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T07:41:32.931-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pancasila Sebagai Sistem Filsafat'/><title type='text'>Pancasila Sebagai Sistem Filsafat</title><content type='html'>Pancasila adalah lima sila yang merupakan satu kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur yang bersumber dari nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia yang sangat majemuk dan beragam dalam artian BHINEKA TUNGGAL IKA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Objek materi filsafat adalah mempelajari segala hakikat sesuatu baik materal konkrit (manusia,binatang,alam dll) dan abstak (nilai,ide,moral dan pandangan hidup).&lt;br /&gt;Pancasila sebagai sistem filsafat adalah suatu kesatuan yang saling berhubungan untuk satu tujuan tertentu,dan saling berkualifikasi yang tidak terpisahkan satu dengan yang lainnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Pancasila pada dasarnya satu bagian/unit-unit yang saling berkaitan satu sama&lt;br /&gt;lain,dan memiliki fungsi serta tugas masing-masing.&lt;br /&gt;Misal : Ketika mengkaji sila kelima yang intinya tentang kedilan. Maka harus dikaitkan&lt;br /&gt;dengan nilai sila-sila yang lain artinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keadilan yang ber keTuhanan (sila 1)&lt;br /&gt;- Keadilan yang berPrikemanusian (sila 2)&lt;br /&gt;- Keadilan yang berKesatuan/Nasionalisme,Kekeluargaan (sila 3)&lt;br /&gt;- Keadilan yang Demokratis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kesemua sila-sila tersebut saling mencakup,bukan hanya di nilai satu persatu.&lt;br /&gt;Semua unsur (5 sila) tersebut memiliki fungsi/makna dan tugas masing-masing memiliki tujuan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang merupakan kenyataan objektif yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Pancasila memberi petunjuk mencapai kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan suku atau ras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan negara yang dimaksud adalah bahwa semua aturan kehidupan hukum kegiatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berpedoman pada pancasila. Karena pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum bangsa dan negara republik indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berfikir kefilsafatan ialah orang yang tidak meremehkan terhadap orang yang lebih rendah derajatnya dan tidak menyepelekan masalah yang kecil, dan selalu berfikiran positif, kritis, dan berdifat arif bijaksana, universal dan selalu optimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CONTOH.&lt;br /&gt;Seorang ilmuan tidak puas mengenal ilmu hanya dari segi/sudut pandang ilmu itu sendiri. Dia ingin melihat hakikat ilmu dari konstelasi lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sumber pengetahuan pancasila pada dasarnya adalah bangsa indonesia itu sendiri yang memiliki nilai adat istiadat serta kebudayaan dan nilai religius.&lt;br /&gt;- Tentang kebenaran pengetahuan pancasila berdasarkan tingkatnya, maka pancasila mengakui kebenaran yang bersumber pada akal manusia. Potensi yang terdapat dalam diri manusia untuk mendapatkan kebenaran dalam kaitannya dengan pengetahuan positif. Pancasia juga mengakui kebenaran pengetahuan manusia yang bersumber pada intuisi/perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Manusia pada hakikatnya kedudukan kodratnya adalah sebagai makhluk tuhan yang maha esa, maka sesuai dengan sila pertama pancasila juga mengakui kebenaran wahyu yang bersifat mutlak sebagai tingkatan kebenaran yang tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu dalam sila ke 3, ke 2, ke 4, dan ke 5, maka epistimologis ( hakikat dan sistem pengetahuan ) pancasila juga mengakui kebenaran konsensus terutama dalam kaitannya dengan hakikat sifat kodrat manusia makhluk individu dan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dasar Axiologis ( Hakikat, Nilai, Kriteria ) Sila Sila Pancasila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang axiologis adalah cabang filsafat yang menyelidiki makna nilai, sumber nilai, jenis &amp; tingkatan nilai serta hakikat nilai seperti nilai alamiah &amp; jasmaniah, tanah subur, udara bersih, air bersih, cahaya dan panas cahaya matahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut tinggi rendahnya, nilai dapat digolongkan menjadi 4 tingkatan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nilai kebenaran, yaitu nilai bersumber pada akal, rasio, budi atau cipta manusia&lt;br /&gt;2. Nilai keindahan/nilai estetis yaitu yang bersumber pada perasaan manusia&lt;br /&gt;3. Nilai kebaikan/nilai moral, yaitu nilai yang bersumber pada unsur kehendak manusia&lt;br /&gt;4. Nilai religius yang merupakan nilai keharmonian tertinggi dan bersifat mutlak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nilai ini berhubungan dengan kepercayaan dan keyakinan manusia dan bersumber pada wahyu yang berasal dari tuhan yang maha esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEMOKRASI INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua negara mengakui bahwa demokrasi sebagai alat ukur dan keabsahan politik&lt;br /&gt;Kehendak rakyat adalah kehendak utama kewenangan pemerintah menjadi basis tegaknya sistem politik demokrasi. Demokrasi meletakkan masyarakat pada posisi penting, hal ini di karenakan masih memegang teguh rakyat selaku pemegang kedaulatan. Negara yang tidak memegang demokrasi disebut negara otoriter. Ini menunjukkan bahwa demokrasi itu begitu penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Demokrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara etimologi, demokrasi berasal dari bahasa yunani, yaitu demos = rakyat, dan cratos / cratein = pemerintahan atau kekuasaan. Yang i ntinya adalah pemerintahan rakyat atau kekuasaan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan demokrasi ini ada 2 yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi langsung dan demokrasi tidak langsung.&lt;br /&gt;- demokrasi langsung adalah demokrasi yang seluruh rakyatnya di ikut sertakan dalam permusyawaratan untuk menentukan kebijakan dan mengambil keputusan&lt;br /&gt;- demokrasi tidak langsung adalah demokrasi yang dilaksanakan melalui sistem perwakilan ke dewan perwakilan rakyat ( DPR ) dan mejlis permusyawaratan rakyat ( MPR ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi Sebagai Sikap Hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demokrasi ini dipahami sebagai sikap hidup dan pandangan hidup yang demokratis dengan didasarkan nilai-nilai demokrasi dan membentu budaya/kultur demokrasi baik dari warga negara maupun dari pejabat negara/pemerintah. Demokrasi merupakan penerapan kaidah-kaidah prinsip demokrasi pada kekuatan sistem politik kenegaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi Di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa indonesia sejak dulu sudah mempraktekkan ide tentang demokrasi meskipun bukan tingkat kenegaraan tetapi masih dalam tingkat desa dan disebut demokrasi desa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan kontekstual demokrasi di indonesia adalah demokras pancasila karena pancasila merupakan ideologi negara, pandangan hidup bangsa indonesia, dan sebagai identitas nasional indonesia. Pancasila ideologi nasional karena sebagai cita-cita masyarakat dan sebagai pedoman membuat keputusan politik. Keterkaitan demokrasi pancasila dengan civil society atau mayarakat madani indonesia secara kualitatif di tandai oleh keimanan dan ketakwaan terhadap tuhan yang maha esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Politik Demokrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Landasan sistem politik demokrasi di indonesia adalah sistem politik demokrasi didasarkan pada nila, prinsip, prosedur dan kelambangan yang demokratis. Sistem ini mampu menjamin hak kebebasan warganegara, membatasi kekuasaan pemerintah dan memberikan keadilan. Indonesia sejak awal berdiri sudah menjadikan demokrasi sebagai pilihan sistem politik. Negara indonesia sebagai negara demokrasi terdapat pada,&lt;br /&gt;Pancasila ( sila ke 4 ).&lt;br /&gt;Uud 1945 pasal 1 ( ayat 2 ) sebelum di amandemen dan sesudah di amandemen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun perubahannya ini membuktikan sejak berdirinya negara indonesia telah menganut demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6276535730734392389-4654951966909004006?l=ary-education.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ary-education.blogspot.com/feeds/4654951966909004006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2008/11/pancasila-sebagai-sistem-filsafat.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/4654951966909004006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6276535730734392389/posts/default/4654951966909004006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ary-education.blogspot.com/2008/11/pancasila-sebagai-sistem-filsafat.html' title='Pancasila Sebagai Sistem Filsafat'/><author><name>Ary Anshorie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11335910892612267488</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SRM2fddcKXI/AAAAAAAAAhU/75ERp9mzNm8/S220/ary-indo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6276535730734392389.post-1965621449060927948</id><published>2008-10-23T11:58:00.001-07:00</published><updated>2012-02-21T03:49:47.234-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah kimia'/><title type='text'>Makalah Kimia Lengkap</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SKYcFHrvIJI/AAAAAAAAAZ4/gdUh4bqpV0Y/s1600-h/CRIM0205.JPG" style="color: #f3f3f3;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234902491152195730" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y8X87TV4ogs/SKYcFHrvIJI/AAAAAAAAAZ4/gdUh4bqpV0Y/s200/CRIM0205.JPG" style="cursor: pointer; float: right; height: 129px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 161px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Ehm..... Lagi nyari makalah kimia ya..... ??? ga salah lagi deh emang ini tempatnya.. ini hasil ketikanku sendiri lho... sueeer deh gue ga ngibul.,, ini aku tulis sekitar..... ehm... kapan ya kok lupa??? oh iya sekitar pertengahan februari 2008 kemarin.. bagi temen2 yang lagi nyari artikel untuk tugas perangkuman makalah kimia tinggal klik aja tulisan BACA SELENGKAPNYA.. silahkan dibuka, bibaca, di cermati trus di copy.. oh iya lupa, tinggalkan pesan juga ya..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="color: #f3f3f3;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f3f3f3;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f3f3f3;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f3f3f3; line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Rangkuman Kimia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Struktur Atom&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;A. Partikel-Partikel Penyusun Atom&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1. Elektron&lt;b&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Tabung katode terbuat dari dua kawat yang di beri potensial listrik yang cukup besar dalam tabung kaca sehingga dapat terjadi perpendaran cahaya. J.Plucker menyimpulkan  Bahwa sinar katode mempunyai sifat :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1. Merambat lurus dari kutub negatif ke kutub positif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2. Bermuatan negatif&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;3. Sifat sinar katode tidak di pengaruhi oleh jenis kawat elektrode yang di pakai, jenis gas dalam tabung   dan bahan yang di gunakan untuk menghasilkan arus listrik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Pada tahun 1879 William Crookes menemukan tabung katode yang lebih baik. Maka JJ. Thompson memastikan bahwa sinar katode merupakan partikel sebab dapat memutarkan baling-baling yang di letakkan di antara katode dan anode. JJ. Thompson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom ( Partikel Sub Atom ) yang bermuatan negatif dan di sebut elektron.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f3f3f3; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Teori Atom Thompson:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamnya tersebar muatan negatif elektron.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Penyelidikan lebih lanjut di lakukan oleh Robert A. Milikan dan berhasil menemukan muatan setiap tetes minyak, yaitu kelipatan dari bil yang sangat kecil yaitu 1,59 x 10&lt;sup&gt;-19&lt;/sup&gt; c. dan kemudian di sebut dengan satuan muatan elektron &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2. Inti Atom&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Pada tahun 1886 Eugen Goldstein memodifikasi tabung sinar katode dengan melubangi lempeng sinar katodenya. Dan Goldstein menemukan sinar yang arahnya berlawanan dengan sinar katode melalui lubang katode tersebut. Sinar ini melewati lubang (kanal) maka sinar ini di sebut sinar kanal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Pada tahun 1898, wilhelm Wien menunjukkan bahwa sinar kanal  merupakan partikel yang bermuatan positif. Sinar kanal di sebut proton, dari penelitian   terhadap atom hidrogen dapat di tentukan bahwa &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; proton adalah 1.837 kali &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; elektron. Untuk mengetahui partikel-partikel tersebut Ernest Rutherford bersama dua orang muridnya  (Hans Geiger dan Ernest Marsden) melakukan percobaan yang di kenal dengan hamburan sinar alfa terhadap lempeng tipis emas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Dan dapat di simpulkan antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Atom bukan bola pejal, karena hampir semua partikel      di teruskan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jika lempengan emas tersebut di anggap sebagai satu      lapisan atom-atom emas, maka di dalam atom emas terdapat partikel yang      sangat kecil yang bermuatan positif&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa      akan di belokkan jika perbandingan tersebut nerupakan perbandingan      diameter, maka di dapatkan ukuran inti kira-kira 10.000 lebih kecil      daripada ukuran atom secara keseluruhan &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Model atom &lt;st1:place st="on"&gt;Rutherford&lt;/st1:place&gt; mengusulkan model atom yang di kenal sebagai Atom Rutherford yang menyatakan bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif di kelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Rutherford memperkirakan jari-jari atom kira-kira 10&lt;sup&gt;–8&lt;/sup&gt; cm dan jari-jari inti kira-kira 10&lt;sup&gt;-13&lt;/sup&gt; cm. yang di buktikan oleh James Chadwick pada tahun 1932, berdasarkan perhitungannya terhadap massa atom dan percobaan hamburan partikel alfa terhadap boron dan parafin partikel atom yang menyusun atom di sebut neutron, jadi di dalam inti atom terdapat proton yang bermuatan positif dan neutron yang tidak bermuatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Partikel-partikel dasar penyusun atom :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-bottom-style: none; border-bottom-width: medium; border-collapse: collapse; border-color: initial; border-image: initial; border-left-style: none; border-left-width: medium; border-right-style: none; border-right-width: medium; border-top-style: none; border-top-width: medium; margin-left: 11.4pt;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid yellow; padding: 0cm 5.4pt; width: 54pt;" valign="top" width="72"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Partikel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 96pt;" valign="top" width="128"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;b&gt;Massa&lt;/b&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;b&gt; eksak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;(gram)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 78pt;" valign="top" width="104"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;b&gt;Massa&lt;/b&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;b&gt; relatif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;(amu)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 120pt;" valign="top" width="160"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Muatan eksak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;(Coulomb)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 96pt;" valign="top" width="128"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Muatan   relatif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;(sme)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 44.6pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; height: 44.6pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 54pt;" valign="top" width="72"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Elektron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Proton&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Neutron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; height: 44.6pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 96pt;" valign="top" width="128"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;9,1100 – 10 &lt;sup&gt;–28&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1,6726 – 10 &lt;sup&gt;–24&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1,6750 – 10 &lt;sup&gt;–24&lt;/sup&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; height: 44.6pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 78pt;" valign="top" width="104"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; height: 44.6pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 120pt;" valign="top" width="160"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;– 1,6 . 10 &lt;sup&gt;–19&lt;/sup&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;+1,6 . 10 &lt;sup&gt;–19&lt;/sup&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; height: 44.6pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 96pt;" valign="top" width="128"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;– 1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;+1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;B. Tanda Atom&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;            &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;b&gt;            &lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Proton merupakan partikel khas suatu atom, artinya atom akan mempunyai jumlah proton yang berbeda dengan atom lain, jadi nomor atom menunjukkan jumlah proton yang di miliki oleh suatu atom.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Massa&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; atom merupakan &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; dari seluruh partikel penyusun atom. Jumlah proton dan neutron selanjutnya di sebut nomor &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; dari suatu atom. atom-atom suatu unsur dapat mempunyai nomor &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; yang berbeda karena jumlah&lt;/span&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;neutron dalam atom tersebut berbeda. Atom-atom dari unsur yang sama mempunyai nomor &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; atom yang berbeda yang di sebut isotop.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-bottom-style: none; border-bottom-width: medium; border-collapse: collapse; border-color: initial; border-image: initial; border-left-style: none; border-left-width: medium; border-right-style: none; border-right-width: medium; border-top-style: none; border-top-width: medium; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 34.9pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid yellow; height: 34.9pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 53.4pt;" valign="top" width="71"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;X&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Keterangan :     X = Lambang Unsur&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;A = Nomor Massa (Jumlah proton + Jumlah Neutron)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2  = Nomor Atom (Jumlah proton)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Contoh :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;sup&gt;23&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;ΙΙ&lt;/sub&gt;Na   &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;Artinya: Isotop Na mempunyai nomor atom II dan nomor &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; 23&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt; Jumlah proton         = II&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;Jumlah Elektron       = II&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;Jumlah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Newton&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;       = 23 – II&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;= 12.               &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;C. Konfigurasi Elektron&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Niels Bohr melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen berhasil memberi gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah di sekitar inti atom. Niels berhasil menyusun model atom yang di kenal sebagai &lt;u&gt;“Model Atom Bohr”&lt;/u&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Menurut model atom Bohr. Elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang di sebut &lt;i&gt;kulit elektron&lt;/i&gt;. Atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yan terletak paling dalam, semakin keluar besar nomor kulitnya dan makin tinggi tingkat energinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Tiap-tiap kulit elektron hanya dapat di tempati elektron maksimum 2n&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;, dengan n adalah nomor kulit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;“Kulit dan jumlah elektron maksimum”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-bottom-style: none; border-bottom-width: medium; border-collapse: collapse; border-color: initial; border-image: initial; border-left-style: none; border-left-width: medium; border-right-style: none; border-right-width: medium; border-top-style: none; border-top-width: medium; margin-left: 11.4pt;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid yellow; padding: 0cm 5.4pt; width: 126pt;" valign="top" width="168"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Nomor kulit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 132pt;" valign="top" width="176"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Nama kulit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 186pt;" valign="top" width="248"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jumlah   elektron Maksimum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 126pt;" valign="top" width="168"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 132pt;" valign="top" width="176"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;K&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;L&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;M&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;N&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;O&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;P&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Q&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 186pt;" valign="top" width="248"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2 elektron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;8 elektron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;18 elektron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;32 elektron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;50 elektron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;72 elektron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;98 elektron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Contoh :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt; 12&lt;sup&gt; &lt;/sup&gt;Mg&lt;sub&gt;          &lt;/sub&gt;: 2 8 2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt; 19 K       : 2 8 8 1                        &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;D. Perkembangan Model Atom&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;John Dahlton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Setiap unsur tersusun atas partikel-partikel kecil      yang tidak dapat di bagi lagi yang di sebut dengan atom.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Atom-atom terdiri dari unsur-unsur yang sama akan      mempunyai sifat yang sama, sedangkan atom-atom dari unsur-unsur yang      berbeda akan mempunyai sifat yang berbeda pula.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Terjadi perubahan susunan atom-atom dalam zat      tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Berdasarkan percobaannya tentang sifat listrik suatu zat, maka JJ. Thompson berkesimpulan bahwa atom merupakan bola pejal yang bermuatan negatif. Selanjutnya dari fakta percobaan di simpulkan bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, di kelilingi elektron pada jarak yang sangat jauh. Elektron tidak tertarik kedalam inti karena &lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt; tarik ini di lawan oleh &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; sentrifugal dari elektron yang bergerak melingkar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Teori Rutherford bertentangan dengan teori Maxwell tentang mekanika, yang menyatakan bahwa bila ada partikel bermuatan bergerak melingkar akan kehilangan energi, sehingga yang bergerak melingkar akan kehilangan energi pula hingga akhirnya akan mudah tertarik oleh inti dan bentuk lintasan makin mendekat ke inti atom.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Kelemahan model atom &lt;st1:place st="on"&gt;Rutherford&lt;/st1:place&gt; di perbaiki oleh Niels berdasarkan hasil percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Bohr menyatakan bahwa selama mengelilingi inti atom, elektron tidak kehilangan energi dan berada pada tingkat-tingkat energi tertentu yang di sebut orbit atau kulit elektron.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Namun penemuan Heisenberg tentang dualisme materi dan energi menunjukkan bahwa model atom Bohr tidak tepat lagi. Bersama dengan Schrodinger membuat model atom yang lebih di kenal dengan model atom mekanika gelombang atau atom modern, menurut model atom ini, elektron tidak dapat di pastikan tempatnya, hanya dapat di tentukan keboleh jadiannya (kemungkinan) terbesar elektron ada di sebut &lt;i&gt;Orbital&lt;/i&gt;                 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Larutan Nonelektrolit dan Elektrolit&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Zat cair yang bisa menghantarkan listrik di sebut elektrolit, sedangkan zat cair yang tidak dapat menghantarkan listrik di sebut Nonelektrolit &lt;i&gt;Suatu zat dapat menjadi elektrolit bila di dalam larutannya xat tersebutterurai menjadi ion-ion yang bebas bergerak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1 ). Senyawa Ion&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Dalam keadaan padatan (Kristal) senyawa ion tidak menghantarkan listrik. Sebaliknya, bila senyawa ion tersebut dalam bentuk leburan atau larutan, maka ion-ionnya bebas bergerak sehingga dapat menghantarkan listrik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2 ). Senyawa Kovalen&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Beberapa senyawa kovalen dalam air dapat terurai menjadi ion-ion positif dan ion negatif. HCL merupakan senyawa kovalen, tetapi karena pengaruh molekul-molekul air, HCL dapat terurai menjadi ion H + dan ion cL&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;HCL &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;     &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;      H&lt;sup&gt;f&lt;/sup&gt; &lt;sub&gt;(aq)   &lt;/sub&gt;+  cL&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt; &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;“Peristiwa terurainya molekul menjadi ion-ion ini di sebut &lt;i&gt;Ionisasi.&lt;/i&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺ Larutan elektrolit yang berdaya hantar listrik kuat di sebut elektrolit kuat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺ Larutan elektrolit yang berdaya hantar listrik lemah di sebut elektrolit lemah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Senyawa hidro karbon dan minyak bumi”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;A.   Mengenali senyawa karbon dan sumbernya&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1. Mengenali senyawa karbon&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan arang atau karbon, sedangkan pembakaran sempurna akan menghasilkkan ga CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;, untuk mengenalinya di lakukan dengan cara mengalirkan gas hasil pembakaran ke dalam air kapur ( Ca (OH&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;) atau air barit atau ( Ba ( OH )&lt;sub&gt;2 &lt;/sub&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Hasil pembakaran sempurna senyawa karbon berupa gas CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; dan gas terseut dapat menge3ruhkabn air kapur atau air barit karena terjadi reaksi :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; (&lt;sub&gt;g&lt;/sub&gt;)    +    Ca ( OH )&lt;sub&gt;2          &lt;/sub&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;        &lt;/sub&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ca&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;CO&lt;sub&gt;(s)&lt;/sub&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;jadi, bila gas hasil pembakaran tersebut mengeruhkan air kapur atau air barit berarti senyawa yang di bakar mirip senyawa karbon&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2.Sumber senyawa karbon&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Senyawa karbon berasal dari berbagai sumber, antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;a.   Tumbuhan dan hewan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;b.  Batu bara&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;c.   Gas alam dan minyak bumi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;B.   Senyawa karbon organik dan senyawa karbon anorganik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Senyawa karbon yang hanya dapat dibuat (disentesis) oleh tubuh (organ) makhluk hidup di sebut senyawa &lt;i&gt;organik&lt;/i&gt;, sedangkan senyawa yang dapat di buat (disintesis) di luar tubuh makhluk hidup &lt;i&gt;senyawa anorganik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;senyawa karbon organik dan senyawa anorganik di dasarkan kepada &lt;i&gt;sifat dan strukturnya&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Perbedaan senyawa organik dan senyawa anorganik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-bottom-style: none; border-bottom-width: medium; border-collapse: collapse; border-color: initial; border-image: initial; border-left-style: none; border-left-width: medium; border-right-style: none; border-right-width: medium; border-top-style: none; border-top-width: medium; margin-left: 11.4pt;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid yellow; padding: 0cm 5.4pt; width: 114pt;" valign="top" width="152"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Perbedaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 174pt;" valign="top" width="232"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Senyawa   karbon organik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 156pt;" valign="top" width="208"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Senyawa   karbon anorganik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 114pt;" valign="top" width="152"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Kestabilan   terhadap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Pemanasan   kelarutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Titik   lebur &amp;amp; titik didih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Kereaktifan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;struktur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 174pt;" valign="top" width="232"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Mudah   terurai atau berubah struktur. Umumnya sukar larut dalam Pelarut polar, tetapi   mudah larut dalam pelarut nonpolar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Umumnya   relatif rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Kurang   reaktif (sukar bereaksi) dan jika beraksi cenderung lambat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Mempunyai   rantai atom karbon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 156pt;" valign="top" width="208"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Stabil   pada pemanasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Mudah   larut dalam pelarut polar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang sangat tinggi tetapi ada pula yang sangat rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Reaktif   dan umumnya berlangsung cepat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Tidak   mempunyai rantai atom karbon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;C.     Sifat khas dari atom karbon&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Sifat khas dari atom karbon yaitu antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Mempunyai nomor atom 6, dengan elektron vol. 4&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Atom karbon dengan keempat tangan ikatan itu dapat      membentuk rantai atom karbon dengan berbagai bentuk dan kemungkinan,      antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;a.. Berdasarkan jumlah ikatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -6pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1). Ikatan rangkap tunggal&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -6pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2). Ikatan rangkap dua&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -6pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;3). Ikatan rangkap tiga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -6pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;b. Berdasarkan bentuk ranainya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1). Rantai terbuka ( Alifatis)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2). Rantai tertutup ( siklis )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;3). Kedudukan atom karbon dalam rantai karbon.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Kedudukan rantai karbon di bedakan menjadio empat macam, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;a). atom karbon primer&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;b). atom karbon sekunder&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;c). atom karbon tersier&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;d). atom karbon kuarterner&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 96pt; text-align: justify; text-indent: -96pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;D.  Hidrokarbon.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Berdasarkan ikatan yang terdapat pada rantai karbonnya, hidrokarbon di bedakan menjadi 1. Hirokarbon jenuh, yaitu hidrokarbon yang pada ranai karbonnya semua berikatan                tungggal, di sebut juga sebagai alkana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2.   Hidrokarbon tak jenuh yaitu hidro karbon yang pada rantai karbonnya terdapat ikatan     rangkap dua ( alkana ) dan rangkap tiga ( Alkana).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Minyak bumi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white; text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Minyak bumi merupakan campuran dari berbagai senyawa penyusun utamanya berupa hidrokarbon, terutama alkana, sikloalkana dan aromatis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Komposisi minyak bumi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-bottom-style: none; border-bottom-width: medium; border-collapse: collapse; border-color: initial; border-image: initial; border-left-style: none; border-left-width: medium; border-right-style: none; border-right-width: medium; border-top-style: none; border-top-width: medium; margin-left: 11.4pt;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid yellow; padding: 0cm 5.4pt; width: 143.4pt;" valign="top" width="191"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jenis senyawa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 132.6pt;" valign="top" width="177"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jumlah Presentase&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 168pt;" valign="top" width="224"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Contoh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 143.4pt;" valign="top" width="191"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Hodrokarbon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Senyawa belarang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Senyawa Nitrogen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Senyawa Oksigen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Organo Logam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 132.6pt;" valign="top" width="177"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;90 – 99 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;0,1 – 7 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;0,01 – 0,9 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;0,01 – 0,4 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Sangat kecil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 168pt;" valign="top" width="224"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Alkana, Siklo Alkana, Aromatis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Tio Alkana ( R – S –R )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Alkanatiol ( R – S – R)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Pirol ( C4 H5 N )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Asam, Karboksilat ( RcooH)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Senyawa Logam Nikel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;*proses pembentukan miyak bumi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Menurut teori dupleks :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;-minyak bumi terbentuk dari jasad renik yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang telah mati, akibat pengaruh waktu yang mencapai ribuan bahkan jutaan tahun, jasad renik berubah menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Minyak bumi di kelompokkan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui. Deposit minyak bumi di &lt;st1:country-region st="on"&gt;indonesia&lt;/st1:country-region&gt; pada umumnya terdapat di daerah pantai atau lepas panai, yaitu pantai utara jawa (Cepu, Wonokromo, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Cirebon&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ). Daerah sumatera bagian utara dan timur ( Aceh, Riau). Daerah kalimantan bagia timur ( Tarakan, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Balikpapan&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ) dan daerah kepala burung ( Papua).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Pengelolaan minyak bumi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 6pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;A. Pengelolaan tahap pertama ( &lt;i&gt;primary processing&lt;/i&gt; ).            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -24pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Pada tahap pertama ini di lakukan proses “ dostilasi Be, pada proses distilasi bertingkat    ini meliputi :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -24pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 126pt; text-align: justify; text-indent: -108pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;a.   Fraksi pertama         : menghasilkan gas elpiji di gunakan untuk bahan bakar kompor gas, atau mobil dengan BBG&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 126pt; text-align: justify; text-indent: -108pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;b.  Fraksi kedua            : sering di sebut nafta ( Gas Bumi ), nafta ini tidak dapat langsung di sunakan, teteapi di olah pada tahap kedua untuk di jadikan bensi (premium) atau bahan ptrokimia, nafta sering juga di sebut dengan bensin berat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 126pt; text-align: justify; text-indent: -108pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;c.   Fraksi ketiga              : di buat menjadi kerosin ( minyak tanah) dan Autur ( Bahan bakar pesawat jet)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 126pt; text-align: justify; text-indent: -108pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;d.  Fraksi keempat         : di buat menjadi solar, di gunakan sebagai bahan bakar mesin diesel.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 126pt; text-align: justify; text-indent: -108pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;e.   Fraksi kelima            : di sebut residu yang berisi hidrokarbon rantai panjang dan dapat di olah lebih lanjut pada pada tahap kedua menjadi berbagai senyawa karbon lainnya dan sisanya sebagai aspal dan lilin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;B. pengolahan tahap kedua&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Proses ini merupakan lanjutan dari hasil penyulingan pada tahap kedua&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Proses-proses ini meliputi :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;a.       perengkahan &lt;i&gt;( Cracking&lt;/i&gt; ) : Di lakukan perubahan struktur nkimia senyawa- senyawa hidrokarbon,m yang meliputi perengkahan ( pemecahan rantai ). Alkilasi ( pembentukan alkil), polimerasi, reformasi dan isomerasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;b.      Proses ekstrasi : pembersihan produk dengan menggunakan pelarut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;c.       Proses kristalisasi : proses pengolahan produk-produk melalui perbedaan titik cairnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;d.      Pembersihan dan kontaminasi : proses pengolahan tahap pertama dan tahap kedua sering terjadi kontaminasi sehingga kotoran-kotoran ini harus di bersihkan dengan menambahkan soda kaustik ( NaOH ) tanah liat atau proses Hidrogenesi.       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;b&gt;PH Larutan&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Asam dan Basa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;a.   &lt;u&gt;Asam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Menurut Arrhenius (1887) Asam adalah suatu zat yang bila di larutkan ke dalam air akan ion hidronium ( H+)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Beberapa Asam, Nama asam dan Reaksi Ionisasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-bottom-style: none; border-bottom-width: medium; border-collapse: collapse; border-color: initial; border-image: initial; border-left-style: none; border-left-width: medium; border-right-style: none; border-right-width: medium; border-top-style: none; border-top-width: medium; margin-left: 5.4pt; width: 600px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 23.35pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid yellow; height: 23.35pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 102pt;" valign="top" width="136"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Rumus Asam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; height: 23.35pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Nama Asam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; height: 23.35pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 240pt;" valign="top" width="320"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Reaksi   Ionisasinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 108.1pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; height: 108.1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 102pt;" valign="top" width="136"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;HF&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;HBr&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;S&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;CooH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;HNO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;SO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;H&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;PO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;C&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; height: 108.1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;As. Flurida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;As. Bromida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;As. Sulfida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;As. Asetat (Cuka)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;As. Nitrat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;As. Sulfat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;As. Fosfat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;As. Oksolat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; height: 108.1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 240pt;" valign="top" width="320"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;HF &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;                   &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;    H &lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)    &lt;/sub&gt;+ F&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt; (aq)  &lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;HBR &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;                &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;   H &lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)    &lt;/sub&gt;+ Br&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)  &lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;s &lt;sub&gt;(aq&lt;/sub&gt;)                  &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;    2H &lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)   &lt;/sub&gt;+ S2&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;       &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;    H &lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)    &lt;/sub&gt;+ CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;Coo&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;HNO&lt;sub&gt;3(aq&lt;/sub&gt;)               &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;   &lt;/sub&gt;    H &lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)    &lt;/sub&gt;+ NO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;– &lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;SO&lt;sub&gt;4(aq)&lt;/sub&gt;               &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;   &lt;/sub&gt;   2H &lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)    &lt;/sub&gt;+ SO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;   (aq)&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;H&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;PO&lt;sub&gt;4(aq)&lt;/sub&gt;               &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;   &lt;/sub&gt;   3H &lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)    &lt;/sub&gt;+ PO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;C&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;4(aq)&lt;/sub&gt;              &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;   &lt;/sub&gt;  2H &lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;      +    C&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;-&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21pt; text-align: justify; text-indent: -21pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Asam yang menghasilkan sebuah H+ di sebut Monoprotik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21pt; text-align: justify; text-indent: -21pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Asam yang menghasilkan dua ion H+ di sebut asam Diprotik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Dipandang dari jumlah ion yang di hasilkan, Asam di bedakan menjadi :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1.      Asam kuat, yaitu asam yang mudah terionisasi dan banyak menghasilkan H+ dalam larutannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2.      Asam lemah, yaitu asam yang sedikit terionisasi dan sedikit menghasilkan H+ dalam larutannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;b.  &lt;u&gt;Basa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Menurut Arrhenius, basa adalah suatu senyawa yang di dalam air (larutan) dapat menghasilkan ion CH&lt;sup&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Beberapa basa, Nama basa, dan Ionisasinya dalam air&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-bottom-style: none; border-bottom-width: medium; border-collapse: collapse; border-color: initial; border-image: initial; border-left-style: none; border-left-width: medium; border-right-style: none; border-right-width: medium; border-top-style: none; border-top-width: medium; margin-left: 5.4pt;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid yellow; padding: 0cm 5.4pt; width: 96pt;" width="128"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Rumuss basa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 120pt;" width="160"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Nama basa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Ionisasi basa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 96pt;" valign="top" width="128"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;NaOH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;KOH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Ca (oH)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Ba (oH)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;NH3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 120pt;" valign="top" width="160"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Natrium Hidroksida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Kalium Hidroksida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Kalsium Hidroksida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Barium Hidroksida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Amona &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 234pt;" valign="top" width="312"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;NaOH &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt; —Na&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt; + &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;KOH &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt; —K&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt; + &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;   (aq)&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Ca (OH)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; &lt;sub&gt;(aq)­­­&lt;/sub&gt; — C&lt;sup&gt;a2&lt;/sup&gt;+   &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt; + 2OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt; (aq)&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Ba (OH)&lt;sub&gt;2 (aq)&lt;/sub&gt; — Ba &lt;sup&gt;2+&lt;/sup&gt; &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;   + 2OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;NH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt; + H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O(l)—NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;   &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt; + &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;sub&gt;   (aq)&lt;/sub&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Berdasarkan daya hantar listriknya, Basa di bedakan menjadi :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1. Basa kuat, adalah basa yang terionisasi sempurna, misalnya : KOH, NaOH, Ba (OH)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2. Basa lemah, adalah basa yang hanya sedikit terionisasi, misalnya : NH3 dan AL (OH)&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Titrasi Asam Basa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Titrasi melibatkan reaksi antara asam dengan basa, yang di kenal dengan istilah &lt;i&gt;titrasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;    asam basa atau asidi alkalimeri&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Titrasi yang menyandarkan pada jumlah volume larutan disebut &lt;i&gt;titrasi volumetri.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺&lt;i&gt;Volume titik akhir titrasi&lt;/i&gt; adalah dimana tepat pada saat warna indikator berubah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;penambahan ( titrasi ) di hentikan dan volumenya di catat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Volume larutan penitrasi yang di peroleh melalui perhitungan secara teoritis di sebut &lt;i&gt;titik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;i&gt;    ekivalen&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Perbedaan volume titik akhir titrsi dengan titik ekivalen di sebut &lt;i&gt;kesalahan titrasi&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Contoh soal :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Sebanyak 20 ml larutan H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;So4 yang belum      di ketahui konsentrasiny dititrasi dengan mulai berubah pada saat volun      NaOH 0,1 dengan menggunakan indikator fenolftalein (pp). Warna pp mulai      berubah pp H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; SO4 tersebut ?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jawab :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Reaksi yang terjadi pada reaksi tersebut adalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; SO&lt;sub&gt;4 (aq)&lt;/sub&gt;+ 2Na OH &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;     &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;      Na2 SO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;+ 2 H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;(L)_&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;NaOH yang terpakai pada saat titrasi = 0,1 mol L&lt;sup&gt;–1  &lt;/sup&gt; x   0,032 L&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;= 0,032 mol&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Dari persamaan reaksi 1 mol H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;SO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; = 2 mol NaOh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 231px; margin-top: 21px; position: absolute; width: 34px; z-index: 42;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1067" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" width="34" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jadi, H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;SO4 yang di titrasi =   1    x   0,032 mol&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;= 0,0016 mol&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Konsentrasi H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;SO4 = 0,0016 mol / 0,02 ml&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;= 0,08 mol L –  1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;= 0,08 M.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Larutan Penyangga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;A. Komposisi Larutan Penyangga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Larutan pentannga atau buffer adalah larutan yang PH nya relatif tetap (tidak berubah )  pada penambahan sedikit asam atau sedikit basa. Di tinjau dari komposisi zat penyusunnya terdapat dua sistem larutan penyangga yaitu sistem penyangga Asam lemah dengan basa konjugasinya dan sistem penyangga basa lemah dengan asam konjugasinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84pt; text-align: justify; text-indent: -66pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;a.   Aistem penyangga asam dan basa konjugsi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;          &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;       CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; Coo&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;  +  H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooNa &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;           &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;      CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; Coo&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt; + Na&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Di dalam larutan penyangga tersebut terdapat campuran asam lemah ( CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH ) dengan basa konjugasinya ( CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; Coo&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Contoh soal :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1.      Mereaksikan 100 ml larutan CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH 0,1 M dengan 50 ml larutan NaOh 0,1 M sehinnga  stoikiometri dalam 150 ml campuran yang di hasilkan terdapat 0,005 mol CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH ( Sisa Reaksi ) dan CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; Coo&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;  (Hasil reaksi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jawab :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH (&lt;sub&gt;aq)  &lt;/sub&gt;+  NaOH &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;        &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;     CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooNa &lt;sub&gt;(aq)  &lt;/sub&gt;+  H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;(L)–&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Di reaksikan : 0,01               0,005 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 62px; margin-top: 18px; position: absolute; width: 514px; z-index: 1;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1026" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" width="514" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Bereaksi       : 0,005 0,005   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Akhir             : 0,005                0                   0,005 mol        &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;CH3 Coo&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt; (aq)  &lt;/sub&gt;+  Na&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;0,005 mol         &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jadi, setelah semua NaOH habis bereaksi didalam larutan terdapat CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;CooH yang tidak bereaksi (0,005 mol) dan CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; Coo&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt; yang berasal dari ionisasi CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; Coo Na hasil reaksi (0,005)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;b. Sistem penyangga Basa dan asam konjugasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;campuran NH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; atau NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; OH dan NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; CL terdapat ion OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt; yang berasal dari ionisasi sebagian NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;OH, ion NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; yang berasal dari ionisasi NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; OH dan Ionisasi NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; CL. Dalam sistem penyangga tersebut terdapat basa lemah dan asam konjugasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Contoh soal :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2.      Mereaksikan 100 ml larutan NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;Oh 0,1 M dengan 50 ml larutan HCL 0,1 M, maka secara stoikiometri di dalam 150 ml campuran yang di hasilkan terdapat 0,005 mol NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;OH (sisa reaksi )  +  NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; (Hasil Reaksi ).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jawab :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;OH &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;  + HCL &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;       NH CL &lt;sub&gt;(aq&lt;/sub&gt;)  + H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O (L).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Direaksikan : 0,01                       0,005&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 62px; margin-top: 18px; position: absolute; width: 514px; z-index: 2;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1027" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" width="514" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Bereaksi       : 0,005                    0,005&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Akhir            : 0,00%                      0                        0,005 mol&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;  + CL&lt;sup&gt;– &lt;/sup&gt; &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;0,005 mol     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;B. PH Larutan Penyangga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;a. Sistem penyangga Asam lemah dan Basa konjugasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Yang berperan penting dalam larutan penyangga adalah sistem reaksi kesetimbangan yang terjadi pada asam lemah atau basa lemah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Rumuss :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 197px; margin-top: 23px; position: absolute; width: 66px; z-index: 3;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1028" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" width="66" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;                [ H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;] = Ka   x   Mol As&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Mol Basa konjugasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 24pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;b. Sistem penyangga basa lemah dan asam konjugasinya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-indent: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;di dalam sistem ini yang paling berperan adalah reaksi kesetimbangan pada basa lemah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-indent: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Rumuss :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 151px; margin-top: 23px; position: absolute; width: 114px; z-index: 4;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1029" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.gif" width="114" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;[&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;] = kb x mol Basa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Mol Asam konjugasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;C. Prinsip kerja larutan penyangga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Pada dasarnya suatu larutan penyangga yang tersusun dari asam lemah dan basa konjugasi         merupakan sistem kesetimbangan ion dalam air, yang melibatkan adanya kesetimbangan air dan kesetimbangan asam lemah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Contoh soal :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;3. 1 liter air larutan penyangga yang mengandung 0,1 M CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH dan 0,1 M CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; Coo- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Di tambahkan 10 ml larutan HCL 0,1 M. jika Ka CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH = 10&lt;sup&gt;–5&lt;/sup&gt;, hitunglah pH larutan penyangga tersebut sebelum dan sesudah di tambahkan HCL.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jawab : aj sebelum di tambahkan HCL.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;[H+]  =  Ka x [ CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH ]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;[CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;=   10&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;5 x 0,1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;0,1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;=   10&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;pH   =  5&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;b. sesudah di tambah HCL&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jumlah mol sebelum ditambaah HCL&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;span style="height: 38px; left: 0px; margin-left: 296px; margin-top: 1px; position: absolute; width: 2px; z-index: 5;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="38" shapes="_x0000_s1030" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image005.gif" width="2" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH  =  0,1 mol L&lt;sup&gt;–1&lt;/sup&gt;  x  1 L          CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; Coo–  =  0,1 mol L&lt;sup&gt;–1&lt;/sup&gt;  x  1L&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;= 0,1 mol                                                =  0,1 mol&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;HCL yang di tambahkan = 0,1 mol L&lt;sup&gt;–1&lt;/sup&gt;  x  0,01 L&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;= 0,001&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Pada penambahan HCL, maka ion H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; dari HCL akan bereaksi dengan ion CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; Coo&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; Coo&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;   +  H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;       &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;     CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jadi, setelah penambahan HCL jumlah mol&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; CooH             =   (0,1  +  0,001) mol  =  0,1001 mol&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; Coo&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;              =    (0,1  –   0,001) mol  =  0,o99 mol&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Sehingga  [H+]      =   10&lt;sup&gt;– 5&lt;/sup&gt;  x 0,1001  =  1,011 – 10&lt;sup&gt;-5&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 239px; margin-top: 0px; position: absolute; width: 66px; z-index: 6;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1031" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image006.gif" width="66" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;                                                 0,099&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;pH  =   5- log 1,o11 = 4,995 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;D. Larutan pentangga dalam kehidupan sehari-hari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;a). Sistem penyangga karbonat dalam darah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;pH darah relatif tetap di sekitar 7,4. hal ini di karenakan adanya sistem penyangga H&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; CO&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; / HCO&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Sehinnga meskipun setiap saat darah kemasukan berbagai zat yang bersifat asam maupun basa akan selalu dapat di netralisir penagruhnya terhadap perubahan pH. Bila darah kemasukan zat yang bersifat asam maka reaksinya :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; (aq)    +   hCO&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;3(aq)&lt;/sub&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;       H&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;CO&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Sebaliknya apabila kemasukan zat yang bersifat basa maka reaksinya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;      +     H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;CO&lt;sub&gt;3 (aq)&lt;/sub&gt;        &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;       HCO&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;3(aq)   &lt;/sub&gt;  +     H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;(L)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;b). Sistem penyangga fosfat dalam cairan sel.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Cairan intrasel merupakan media penting untuk berlangsungnya rekasi metabolisme tubuh yang dapat menghasilkan zat-zat yang bersifat asam atau basa. Adanya zat hasil metabolisme yang berupa asam akan dapat menurunkan harga pH cairan intrasel dan sebaliknya, bila dari proses metabolisme di hasilkan banyak zat bersifat asam, maka reksinya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;HPO&lt;sup&gt;2–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;4(aq)&lt;/sub&gt;      +      H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;         &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;       H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;PO&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Dan bila dari proses metabolisme di hasilkan banyak zat bersifat basa, maka reaksinya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;PO&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;4 (aq)&lt;/sub&gt;    +    &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;sub&gt; (aq)&lt;/sub&gt;           &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;        HPO&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;4(aq)    &lt;/sub&gt;  +      H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;(L)&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;c). sistem asam amino / protein&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Asam amino mengandung gugus yang bersifat asam dan gugus yang bersifat basa. Asam amino berfungsi sebagai sistem penyangga di dalam tubuh. Ion H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; akan di ikat oleh gugus yang bersifat basa dan ion &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;  akan di ikat oleh gugus yang bersifat asam. Dengan demikian larutan yang mengandung asam amino akan mempunyai pH relatif tetap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-indent: -30pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Hidrolisis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-indent: -30pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;A. jenis garam dan realsi Hidrolisis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt; text-indent: -30pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Reaksi penguraian garam oleh air atau reaksi ion-ion garam dengan air di sebut   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt; text-indent: -30pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;hidrolisis. Pada penguraian garam tersebut dapat terjadi beberapa kemungkinan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt; text-indent: -30pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1). Ion garam bereaksi dengan air menghasilkan ion H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; sehingga menyebabkan [H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;] &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Dalam air bertambah dan akibatnya [H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;] &amp;gt; [&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;] dan larutan bersifat asam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2). Ion garam bereaksi dengan air dan menghasilkan ion OH sehingga didalam sistem   [H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;] &amp;lt; [OH], akibatnya larutan bersifat basa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;3). Ion garam tersebut tidak bereaksi dengan air, sehingga [H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;] dalam air akan tetap    sama dengan [OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;] dan air akan tetap netral (pH =7)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1.      Garam yang terbentuk dari asam lemah dan dasa kuat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat bila di larutkan dalam air akan menghasilkan anion dari asam lemah. Ion tersebut bila bereaksi dengan air menghasilkan ion &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;  yang menyebabkan larutan bersifat basa. Jadi, garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan terhidrolisis sebagian (parsial) dan bersifat basa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2.      Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Garam berasal dari asam kuat dan basa lemah bila di larutkandalam air akan menghasilkan kation yang berasal dari basa lemah. Ion tersebut bila bereaksi dengan air akan menghasilkan ion H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; yang menyebabkan larutan bersifat asam. Jadi, garam berasal dari asam kuat dan basa lemah akan terhidrolisis sebagian (parsial) dan bersifat asam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;3.      Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Garam berasal dari asam lemah dan basa lemah di dalam air terionisasi dan kedua ion garam tersenut bereaksi dengan air. Oleh karena itu reaksi kedua garam tersebut masing-masing menghasilkan ion H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; dan ion OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;, maka sifat larutan garam ini di tentukan oleh harga tetapan kesetimbangan dari asam lemah dan basa yang terbentuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;4.      Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Ion yang di hasilkan dari ionisasi garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak ada yang bereaksi dengan air, sebab ion-ion yang bereaksi akan segera terionisasi. Kesimpulannya, garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak terhidrolisis. Oleh karena itu, konsentrasi ion H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; dan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;  dalam air tidak terganggu, sehingga larutan bersifat netral.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;B. Harga pH larutan Garam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1). Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;       Rumuss :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Kh  =    1     x  Kw                                            [ &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;sup&gt; &lt;/sup&gt;]  =     √  Kw    x   [ A&lt;sup&gt;– &lt;/sup&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Ka                                                                                  Ka&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Keterangan : Kw    = Tetapan ionisasi air ( 10&lt;sup&gt;–14 &lt;/sup&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Ka   = Tetapan ionisasi asam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;[ A&lt;sup&gt;– &lt;/sup&gt;]  = Konsentrasi ion garam yang terhidrolisis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Contoh soal :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;* Hitunglah pH larutan NaCN 0,01 M. Di ketahui Ka HCN = 10&lt;sup&gt;–10&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jawab :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;NaCN           &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;        Na&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;     +     CN&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;0,1 M                             0,1 M&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;[&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;]     =     √  Kw    x    [ CN&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt; ]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Ka&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;[&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;]     =     √  10&lt;sup&gt;–14    &lt;/sup&gt;[ 0,01 ]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;10&lt;sup&gt;–10&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;[&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;OH&lt;sup&gt;–&lt;/sup&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;]     = 10&lt;sup&gt;–3&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;poH        = 3&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;pH          = 11&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2). Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; Rumus :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Kh =      1     &lt;sub&gt;X&lt;/sub&gt;      Kw            [ H+ ]  =    √   Kw    &lt;sub&gt;X     &lt;/sub&gt;[ B&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; ]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Kb                                                    Kb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Keterangan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Kw    = Tetapan ionisasi air&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Kb     = Tetapan ionisasi basa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;[ B&lt;sup&gt;+ &lt;/sup&gt;]  = Konsentrasi ion garam yang terhidrolisis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Contoh soal :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;* Hitunglah pH larutan ( NH&lt;sub&gt;4 &lt;/sub&gt;)&lt;sub&gt;2 &lt;/sub&gt;SO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; 0,1 M, Jika Kb NH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; = 2  x 10&lt;sup&gt;–5&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jawab :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;( NH&lt;sub&gt;4 &lt;/sub&gt;)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; SO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; &lt;sub&gt;(aq)&lt;/sub&gt;             &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;          2NH&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;   +  SO&lt;sup&gt;2–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Garam berasal dari asam kuat dan basa lemah, maka larutannya bersifat asam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;[H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;] =    √   Kw   &lt;sub&gt; X&lt;/sub&gt;    [ NH&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;4 &lt;/sub&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Kb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;[H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;] =     √  10&lt;sup&gt;–14    &lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;X    &lt;/sub&gt;0,2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2 x 10&lt;sup&gt;–5&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;[H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;] = 10&lt;sup&gt;–5&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;pH    =  5&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 42pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;3). Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Rumus :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;[ H&lt;sup&gt;+ &lt;/sup&gt;] =    √   Ka  x  Kw&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Kb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Dari rumuss harga pH larutan garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah tidak tergantung pada konsentrasi ion-ion garam dalam larutan namun tergantung pada harga ka dan kb dari asam basa pembentuknya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺ Jika Ka = kb, maka larutan akan bersifat netral ( pH = 7 )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺ Jika Ka &amp;gt; kb, maka larutan akan bersifat asam  ( pH &amp;lt;&amp;gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺ Jika Ka &amp;lt; style=""&amp;gt;   ( pH &amp;gt; 7 )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Contoh soal :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;* Hitunglah pH larutan CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;CooNH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; 0,1 M, Jika diketahui. Ka = 10&lt;sup&gt;–10&lt;/sup&gt; dan kb NH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; = 10&lt;sup&gt;–5&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jawab :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;[ H&lt;sup&gt;+ &lt;/sup&gt;]    =    √   Ka  x  Kw&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Kb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;[ H&lt;sup&gt;+ &lt;/sup&gt;]    =   √   10&lt;sup&gt;–10  &lt;/sup&gt;x 10&lt;sup&gt;–14    &lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;10&lt;sup&gt;–8  &lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;[ H&lt;sup&gt;+ &lt;/sup&gt;]    =    √   10&lt;sup&gt;–19 &lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;pH     =  – Log ( 10&lt;sup&gt;–19 &lt;/sup&gt;) ½ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 126pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;=  ½ ( – Log 10&lt;sup&gt;–19 &lt;/sup&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;pH    =  8,5&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 60pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&amp;gt; Hasil kali kelarutan (Ksp)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 78pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Rumuss :&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 78pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Ksp Am Bn = [ A&lt;sup&gt;n+ &lt;/sup&gt;] &lt;sup&gt;m &lt;/sup&gt;[ B&lt;sup&gt;m– &lt;/sup&gt;] &lt;sup&gt;n&lt;/sup&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 78pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 78pt;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Contoh :&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Untuk senyawa ion sukar larut Ag&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; CrO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; dengan kesetimbangan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Ag&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; CrO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;          &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;         2Ag&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;  + CrO&lt;sup&gt;2–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 78pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jawab:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Ksp Am Bn        = [ A&lt;sup&gt;n+ &lt;/sup&gt;] m [ B&lt;sup&gt;m– &lt;/sup&gt;]n&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 102pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Ksp Ag&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;CrO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;     = [ Ag&lt;sup&gt;+ &lt;/sup&gt;] &lt;sup&gt;2 &lt;/sup&gt;[ CrO&lt;sup&gt;2–&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;4 &lt;/sub&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;“Sifat Kolegatif Larutan”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Sifat kolegatif larutan adalah unsur-unsur larutan yang tidak tergantung kepada jenis zat terlarut tetapi hanya tergantung pada konsentrasi partikelnya meliputi :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.3pt; text-indent: -54.3pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Penurunan tekanan uap jenuh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.3pt; text-indent: -54.3pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Kenaikan titik didih&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.3pt; text-indent: -54.3pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Kenaikan titik beku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.3pt; text-indent: -54.3pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Tekanan osmotik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.3pt; text-indent: -54.3pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Konsentrasi Larutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1). Molaritas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Adalah satuan konsentrasi yang menyatakan banyaknya mol zat terlarut di dalam setiap 1 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Liter larutan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="height: 2px; margin-left: 310px; margin-top: 17px; position: absolute; width: 50px; z-index: 9;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1034" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image007.gif" width="50" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;     M = n ---- mol        atau      M = m          .         1000&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 8;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 219px; position: absolute; top: -1px; width: 26px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1033" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image008.gif" width="26" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 7;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 42px; position: absolute; top: -1px; width: 26px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1032" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image008.gif" width="26" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;            V ---- V                                mr                     V         &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;       Volume (ml)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84pt; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;u&gt;Contoh soal&lt;/u&gt; : Hitung konsentrasi larutan yan gdi buat dari 2gr NaOH yang dilarutkan     dalam air hingga volume 500 ml  ( Mr. NaOH = 40 )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84pt; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;u&gt;Jawab &lt;/u&gt;: Diketahui m =  2gr&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84pt; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;V =  500 ml&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84pt; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Ditanyakan       M…?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84pt; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 205px; margin-top: 16px; position: absolute; width: 50px; z-index: 11;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1036" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image009.gif" width="50" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;             Jawab      M =  m    &lt;sub&gt;X&lt;/sub&gt;    1000&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84pt; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 155px; margin-top: 0px; position: absolute; width: 26px; z-index: 10;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1035" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image010.gif" width="26" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;                                     Mr           V&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 84pt; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 206px; margin-top: 16px; position: absolute; width: 42px; z-index: 13;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1038" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image011.gif" width="42" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 162px; margin-top: 16px; position: absolute; width: 26px; z-index: 12;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1037" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image012.gif" width="26" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;                                 =    2   &lt;sub&gt;X&lt;/sub&gt;  1000&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 120pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;40       500&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 96pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 160px; margin-top: 16px; position: absolute; width: 50px; z-index: 14;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1039" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image013.gif" width="50" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;     =   2000&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 96pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;20.000&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 96pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;=  0,1 m&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2). Molalitas (m)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Adalah satuan konsentrasi yang manyatakan banyaknya mol zat pelarut tiap 1 Kg pelarut   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;( 1000 gr pelarut )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;M  =  n         &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;        Keterangan : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 59px; margin-top: 0px; position: absolute; width: 18px; z-index: 15;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1040" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image014.gif" width="18" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;          P                                          m  = molalitas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;n   = mol zat pelarut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;p   = &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pelarut (Kg)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;w  = &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; zat (gn)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;u&gt;Contoh soal&lt;/u&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1.  berapakah kemolalan larutan yang d buat dengan mencampurkan 3 gr urea dengan 200 gr&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;air?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2.  berapakah kemolalan larutan glukosa yang mempunyai 12 % &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; glukosa (mr. 180) ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;u&gt;Jawab&lt;/u&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1). Diketahui           w =      3gr&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;mr =       60      &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;     (mr. Co (NH2)2) Urea C = 12, N=14, 0 = 16, H = 1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;p =       200 gr&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Ditanyakan       m…?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jawab              m =     w  &lt;sub&gt;X&lt;/sub&gt;  1000&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 16;"&gt;&lt;span style="color: white; height: 2px; left: 183px; position: absolute; top: -1px; width: 26px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1041" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image012.gif" width="26" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 220px; margin-top: 0px; position: absolute; width: 42px; z-index: 17;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1042" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image015.gif" width="42" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;                                         Mr       p&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;=      3   &lt;sub&gt;X&lt;/sub&gt;  1000&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 19;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 222px; position: absolute; top: -1px; width: 42px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1044" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image016.gif" width="42" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 18;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 182px; position: absolute; top: -1px; width: 26px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1043" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image010.gif" width="26" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                         60      200         &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;=     0,25&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2). Diketahui mr = 180, dalam 12 % &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; glukosa terdapat 12 gr dan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; air ( 100 –   12 ) = 88 gr&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Ditanyakan m…?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jawab              m =      w  &lt;sub&gt;X&lt;/sub&gt;  1000&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 223px; margin-top: 1px; position: absolute; width: 50px; z-index: 21;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1046" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image017.gif" width="50" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 189px; margin-top: 0px; position: absolute; width: 18px; z-index: 20;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1045" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image018.gif" width="18" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;                                          mr        p                                                                                                              =      12  &lt;sub&gt;X&lt;/sub&gt;  1000                                                                        &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 226px; margin-top: 0px; position: absolute; width: 42px; z-index: 23;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1048" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image019.gif" width="42" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 186px; margin-top: 0px; position: absolute; width: 26px; z-index: 22;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1047" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image010.gif" width="26" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;                                         180       88&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;=      0,76&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;3). Fraksi Mol&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -60pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Adalah satuan konsentrasi yang menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atai pelarut terhadap jumlah mol larutan. Jadi kalai na = adalah zat pelarut, nb = adalah mol terlarut, maka fraksi mol pelarut (XA) adalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;XA =    na        &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;       X pelarut   =               Mol pelarut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 327px; margin-top: 0px; position: absolute; width: 154px; z-index: 25;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1050" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image020.gif" width="154" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 95px; margin-top: 0px; position: absolute; width: 26px; z-index: 24;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1049" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image021.gif" width="26" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;       nA  +  nb                                             mol pelarut  +  mol zat pelarut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Dan Fraksi mol zat terlarut (XB) adalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;XB =    nB             &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;             X terlarut  =               Mol terlarut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 316px; margin-top: 0px; position: absolute; width: 162px; z-index: 27;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1052" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image022.gif" width="162" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 84px; margin-top: 0px; position: absolute; width: 50px; z-index: 26;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1051" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image017.gif" width="50" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;       nA  +  nB                                           mol pelarut  +  mol terlarut    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;XA  +  XB  =  1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;u&gt;Contoh Soal&lt;/u&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1). Tentukan kadar glukosa jika di ketahui fraksi mol glukosa sebesar 0,2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;u&gt;Jawab&lt;/u&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Xglukosa     =  0,2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Xair =  1 – 0,2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;=  0,8&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Perbandingan glukosa           :  air     =  0,2  : 0,8  = 2:8&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; air       =  n . Mr&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;=  8 . 18&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;=  144gr&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; glukosa    =  n . Mr&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;=  2 . 180         144gr   +   360gr  =  504gr&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;=  360gr&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;% glukosa        =  360  X  100%  =  71,43%&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 28;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 252px; position: absolute; top: -1px; width: 34px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1053" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" width="34" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                    504   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;a). Penurunan tekanan uap ( &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;p )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 69.95pt; text-align: justify; text-indent: -51.95pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Uap jenuh adalah uap yang berada dalam kesetimbangan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 69.95pt; text-align: justify; text-indent: -51.95pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Tekanan uap jenuh adalah tekanan yang di sebabkan oleh uap jenuh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Uap raouh hubungan antara tekanan uap jenuh larutan dengan tekanan uap jenuh pelarut adalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -24pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;p = Xpelarut . Po    Keterangan : p  =  tekanan uap jenuh larutan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;po  =  tekanan uap jenuh pelarut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Xpelarut  =  fraksi mol pelarut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Selisih antara tekanan uap jenuh pelarut dengan tekanan uap jenuh larutan di sebut “&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;p”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;      Δ&lt;/span&gt;p    =  Xterlarut . po        Keterangan :  &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;p  =  Penurunan tekanan uap jenuh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;p    =  po - p  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;b). Kenaikan titik jenuh (&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;B)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -30pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Titik didih adalah suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmosfer di sekitarnya. Example : Di permukaan laut ( p = 760 mmHG) air mendidih pada suhu 100&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;º&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;C karena pada suhu 100&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;º&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;C tekanan uap air 760 mmHG.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -30pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Dengan adanya zat – terlarut dalam suatu zat cair maka titik didih zat cair itu akan naik sebanding dengan konsentrasi zat terlarut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -30pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Selisih antara larutan dengan titik pelarutnya di sebut kenaikan titik didih (&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;Tb = Tb Larutan Elevation).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -30pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;b  =  Larutan  –   Tb Pelarut.          &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -30pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;Tb tidak tergantung pada jenis zat terlarut tapi tergantung pada konsentrasi partikel dalam larutan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;b  =  kb  .  m   Keterangan       &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;Tb     =  Kenaikan titik didih&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Kb       =  Tetapan kenaikan titik didih molal     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;m         =  Molalitas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;c). Penurunan titik beku (&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;Tf)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Titik beku adalah siatu suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap padatan. Example, Pada tekanan 1 atm, air membeku pada 0&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;º&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;C&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;karena pada suhu itu tekanan uap air  =  tekanan uap es.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Adanya zat-zat terlarut dalam suatu zat cair mengakibatkan titik beku zat cair itu akan turun    &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;     sebanding dengan konsentrasi zat terlarut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Selisih antara titik beku larutan dengan titik beku pelarutnya di sebut penurunan titik beku (  &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;Tf  =  freezing point defression)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;Tf  =  Tf pelarut  –   Tf larutan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;Tf tidak tergantung pada jenis zat terlarut tapi tergantung pada konsentrasi konsentrasi partikel dalam larutan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Keterangan       &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;Tf      =  penurunan titik beku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Δ&lt;/span&gt;Tf  =  kf  .  m                           kf         =  tetapan penurunan titik beku molal&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;M         =  Molalitas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;”Sistem periodik unsur”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Perkembangan Sistem periodik&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Triade Dobereiner&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;“ Bila unsur-unsur di kelompokkan berdasarkan kesamaan sifatnya dan di urutkan &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; atomnya, maka setiap kelompok mterdapat tiga unsur dengan &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; unsur yang di tenga merupakan rata-rata dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; unsur yang di tepi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="2" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Teori Oktet Newland&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -6pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jika unsur-unsur di susun berdasarkan kenaikan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; atom, maka sifat unsur tersebut  akan berulang setelah ke delapan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="3" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Sistem Periodik Modeleef.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Bila unsur-unsur di susun berdasarkn kenaikan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; atomnya, maka sifat unsur akan berulang secara periodik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="4" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Sistem periodik modern.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Bahwa bila unsur-unsur di susun berdasarkan kenakan nomor atom, maka sifat unsur akan berukang secara periodi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Beberapa golongan di beri nama khusus, Misalnya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;- golongan IA         disebut dengan golongan Alkali&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;- golongan IIA        disebut dengan golongan Alkali Tanah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;- golongan VIA     disebut dengan golongan Alkali Khalkogen&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;- golongan VIIA   disebut dengan golongan Alkali Halogen&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;- golongan VIIA   disebut dengan golongan Alkali gas mulia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;5.   Hubungan konfigurasi elektron dan Sistem periodik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Dari konfigurasi elektron dapat di tentukan letak unsur dalam sistem periodik, yaitu        jumlah kulit elektron menunjukkan letak dalam sistem unsur&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Contoh :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Golongan IIA   :  4Be – 12 Mg – 20Ca – 38Sr mempunyai konfigurasi elektron                        masing-masing :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;4 Be     :  2 , 2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;12 Mg  :  2 , 8 , 2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;20Ca    :  2 , 8 , 8 , 2    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;38Sr     :  2 , 8 , 18 , 8 , 2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Semua unsur golongan IIA mempunyai elektron valensi sebanyak 2 elektron.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Dari contoh tersebut dapat di simpulkan bahwa jumlah elektron valensi suatu atom unsur menunjukkan golongan di dalam sistem periodik unsur&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="2" style="margin-top: 0cm;" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Sifat-Sifat KePeriodikan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;jari-jari atom&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;jari0jari atom merupakan jarak dari pusat atom ( inti atom ) sampai kulit elektron           terluar yang di tempati elektron. Panjang pendeknya jari-jari atom di tentukan oleh dua       faktor yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;a). Jumlah kulit elektron&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Makin banyak jumlah kulit yang dimiliki oleh suatu atom, maka jari-jari atomnya            makim panjang        &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;b). Muatan inti atom&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Makin banyak inti atom berarti makin besar muatan intinya dan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tarik inti atom        terhadap elektron lebih kuat sehingga elektron lebih mendekat ke inti atom&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="2" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Energi ionisasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Energi ionisasi yang di perlukan untuk melepaskan elektron yang trikat paling lemah        oleh suatu atom atau ion dalam wujud gas. Energi ionisasi pertama di gunakan untuk  melepaskan elektron pada kulit terluar, sedangkan energi ionisasi yang kedua             merupakan energi yang di perlukan suatu ion ( Ion +1 ) untuk melepas elektronnnya       yang terikat paling lemah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="3" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Afinitas Elektron&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Afinits elektron adalah besarnya energi yang di hasilkan atau di lepaskan apabila suatu    atom menarik sebuah elektron. Afinitas elektron. Afinits elektro dapat di gunakan  sebagai ukuran mudah tidaknya suatu atom menangkap elektron semakin besar energi         yang di             lepas ( Afinitas Elektron ) menunjukkan bahwa atom tersebut       cenderung menarik elektron      menjadi ion negatif&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="4" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Keelektronegatifan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Adalah kecendrungan suatu atom dalam menarik pasangan elektron yang di gunakan bersama dalam membentuk ikatan.makin besar keelektronegatifan suatu atom, makin nudah menarik pasangan elektron ikatan, atau &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tarik elektron dari atom. Skala keelektronegatifan di dasarkan kepada &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tarik terhadap elektron relatif&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;“Ikatan Kimia”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;A. Kestabilan Atom&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1. Membentuk Ion&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Dalam membentuk ion suatu atom akan melepas atau mengikat elektron. Untuk mencapai kestabilan, atom-atom  yang mempunyai energi ionisasi yang rendah cencerung melepaskan elektron, sedangkan atom-atom yang mempunyai afinitas elektron yang besar cenderung mengikat elektron.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Contoh :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Atom 17 cl  :  2, 8, 7  ( Konfigurasi tidak stabil )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Agar stabil cara yang memungkinkan adalah menjadikan konfigurasi elektron                             seperti 18 Ar  :  2, 8, 8 Dengan mengikat sebuah elektron menjadi cl –&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→   &lt;/span&gt;17cl     +      e–             cl –&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 12pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;( 2, 8, 7 )                              (2, 8, 8 )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Proses perangkapan itu terjadi karena afinitas atom clorin besar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2. Menggunakan pasangan elektron bersama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Atom-atom yang sukar melepas elektron atau mempunyai energi ionisasi yang tinggi dan         atom yang sukar menarik elektron atau mempunyai afinitas elaktron yang rendah   mempunyai kecenderungan untuk membentuk pasangan elektron yang di pakai bersama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;B. Ikatan ion&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;”Ikatan ion terjadi karena adanya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tarik-menarik elektrostatis antara ion positif dengan   ion negatif”. Unsur-unsur logam umumnya mempunyai energi ionisasi yang rendah,            sedangkan unsur-unsur nonlogam mempunyai afinitas elektron yang tinggi, dengan      demikian dapat di katakan bahwa astara unsur-unsur logam dengan unsur-unsur nonlogam       umumnya akan membentuk ikatan ion.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Contoh :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Senyawa NaCl&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;“Na    :   2, 8, 1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;17 cl   :   2, 8, 7&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Atom Na akan melepas sebuah elektron&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Na   &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;   Na  +     +    e–&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Atom cl akan mengikat sebuah elektron yang di lepaskan oleh atom Na tersebut                              sehingga menjadi cl   &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;  + +  e–    cl–  setiap ion Na  +  menarik                                    sebuah ion cl- membentuk senyawa netral Na cl&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Na+   +  cl–        &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;       Na cl&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;b&gt;C.     &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Ikatan Kovalen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1.  Ikatan Kovalen&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Untuk menggambarkan bagaiman ikatan kovalen terjadi di gunakan rumus titik elektron    ( struktur lewis ). Menggambarkan peranan elektron valensi dalam mengadakan ikatan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Contoh :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1. ,H      :       1    ( Elektron Val. 1 ) Dilambangkan dengan : H.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2. 7N :   2,5   ( Elektron Val. % ) Dilambangkan dengan : N&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;3. 8O :   2,6   ( Elektron Val, 6 ) Dilambangkan dengan : O&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2.  Ikatan Kovalen Koordinasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Ikatan Kovalen Koordinasi umumnya terjadi pada molekul yang juga mempunyai             ikatan kovalen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;3. Menggambarkan rumus titik elektron ( Lewis ) untuk molekul poliatom, beberapa            catatan yang dapat berguna dalam meramalkan strujtur lewis dari molekul yang  beratom banyak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1). Semua elektron terluar ( elektron Valensi ) dari masing-masing atom yang berikatan                harus di hitung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2). Umumnya atom-atom dalam struktur lewis akan mempunyai delapan elektron                                     valensi, kecuali atom hidrogen yang hanya mempunyai 2 elektron (duplet).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;3). Jumlah elektron yang do terima oleh suatu atom akan sama dengan yang di berikan,                kecuali terjadi ikatan koordinasi yaitu suatu yang hanya nenberi atau menerima saja                      pasangan elektron.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;4). Umumnya dalam struktur lewis semua elektron merupakan pasangan termasuk                                   pasangan elektron bebas ( Tidak untuk berikatan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;4. Penyimpangan Kaidah Oktet&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Beberapa molekul kovalen mempunyai struktur lewis yang tidak oktet atau duplet.           Struktur demikian dapat di benarkan karena fakta menunjukkan adanya senyawa          tersebut, misalnya Co dan Bf3. Pada umunya molekul yang mempunyai jumlah elektron       valensi ganjil akan mempunyai susunan tidak oktet, misalnya N2O dan PCls&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;5.  Ikatan campuran Ion atau kovalen&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Didalam suatu molekul kadang-kadang terjadi ikatan kovalen dan ikatan ion sekaligus.     Bahkan dapat pula terjadi ikatannya merupakan ikatan ion, ikatan kovalen dan ikatan  koordinasi. Dalam hal ini untuk menggambarkan struktur lewis-nya harus jelas ion      positif dan negatifnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;6.  Ikatan kovalen polar dan non polar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Terjadinya kutub listrik dalam ikatan kovalen disebut dengan peristiwa polaritas         ikatan.  Peristiwa itu di sebabkan adanya perbedaan kekuatan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tarik terhadap  pasangan          elektron yang di gunakan bersama. Besarnya kekuatan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tarik elektron        dari suatu          atom     dinyatakan sebagai keelektronegatifan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Atom mempunyai harga keelektronegatifan labih besar akan menarik pasangan          elektron            lebih dekat padanya, sehingga atom tersebut menjadi negatif daripada   atom tersebut    yang kurang kuat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tariknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Makin besar perbedaan harga keelektronegatifan antara kedua atom yang berikatan,             makin polar ikatannya. Atom-atom yang tidak mempunyai perbedaan     keelktronegatifan, ikatannya merupakan ikatan nonpolar misalnya molekul O2, N2, H2   dan cl2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;7.  Ikatan Logam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tarikan inti atom-atom logam dengan larutan elektron mengakibatkan    terjadinya ikatan logam. Adanya elektron yang dapat bergerak bebas dari suatu atom ke       atom yang lain menjadikan logam sebagai penghantar yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;”Hukum-hukum dasar kimia”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;A. Hukum Kekekalan Massa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Antonie Laurent Lavoiser melakukan penelitian terhadap logam cair yang berwarna    putih perak dengan oksigen untuk membentuk merkuri oksida yang berwarna merah.     Maka Lavoiser menemukan hukum kekekalan &lt;st1:city st="on"&gt;Massa&lt;/st1:city&gt; atau lavoiser yang menyatakan    bahwa &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; total zat-zat   hasil reaksi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Contoh soal :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1). Logam Magnesium seberat 4 gram di bakar dengan oksigen akan menghasilkan                                  magnesium oksida. Jika &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; oksigen yang digunakan 6 gram, maka &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;                             magnesium oksida yang di hasilkan dapat di hitung sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Massa&lt;/st1:city&gt; zat-zat sebelum reaksi      =  &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; zat-zat hasil reaksi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;M Magnesium oksida                 =  m Magnesium   +      m oksida        &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;=  4 gram      +      6 gram&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;=  10 gram&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;B. Hukum perbandingan tetap ( Hukum Proust )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Berdasarkan proses terbentuknya, senyawa adalah gabungan dua unsur atau lebih      unsur    dengan perbandungan tertentu dan tetap. Melalui percobaan dengan      membandingkan  &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; belerang dengan tembaga adalah 1 : 2, dapat di simpulkan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1). Setiap senyawa tertentu selalu ( tersusun ) mengandung unsur-unsur yang sama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2). Perbandingan &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; unsur-unsur dalam senyawa selalu tetap, pernyataan ini                    deikenal sebagai hukum perbandingan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ( Hukum Proust )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;C.      Hukum perbandingan volume &amp;amp; Hipotesis Avogadro&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1).  Hukum Perbandingan volume&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Di kemukakan oleh ilmuan perancis Joseph Louis Gay Lussac ( 1778 – 1850 )                                  dengan percobaanya tentang volum gas yang terlihat sebagai reaksi. Setiap satu                   satuan volum gas hidrogen bereaksi dengan satu satuan vo,um gas clorin akan                            menghasilkam dua satuan volum gas hidrogen klorida. Setiap dua satuan volum gas          hidrogen bereaksi dengan satu satuan volum gas oksigen akan menghasilkan dua                satuan volum uap air. Dari percobaan tersebut, Gay Lussac berkesimpulan bahwa :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Volume gas-gas yang bereaksi &amp;amp; volum gas-gas hasil reaksi bila di ukur                                                  pada suhu &amp;amp; tekanan yang sama berbanding sebagai bilangan bulat dan                                                             sederhana ( Hukum Perbandingan volum Gay– Lussac)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2). Hukum Avogadro &amp;amp; Hipotesis Avogrado&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Hukum Avogadro berpendapat bahwa satuan terkecil dari suatu zat tidaklah harus                 atom, tetapi dapat merupakan gabungan atom yang di sebut molekul, 1 molekul gas                 hidrogen + ½ molekul oksigen + ½ molekul oksigen      &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;     1 molekul air.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Berdasarkan hal tersebut, maka avogadro membuat hipotesis yang di kenal dengan          hipotesis avogadro yang menyatakan bahwa :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Pada suhu dan tekanan yang sama semua gas yang volumnya sama akan                                mengandung jumlah molekul yang sama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Avogadro yang mengemukakan pola hubungan antara perbandingan volum gas-gas          yang bereaksi yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jika di ukur pada suhu &amp;amp; tekanan yang sama perbandingan volum gas yang terlibat                          dalam reaksi sama merupakan angka yang bulat dan sederhana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;“Perhitungan Kimia &amp;amp; Persamaan reaksi”&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;A. Perhitungan kimia ( Stoikiometri ) adalah bagian dari ilmu kimia yang membahas  tentang perbandingan &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; unsur-unsur dalam senyawa termasuk di dalamnya            pembahasan tentang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; unsur-unsur dalam rumus &amp;amp; reaksi kimia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1). Penentuan rumus empiris &amp;amp; rumus molekul&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Rumus empiris menunjukkan perbandingan jumlah atom-atom yang terdapat dalam        suatu senyawa. Perbandingan itu di nyatakan dalam bilangan bulat terkecil, bilangan             ini di dapat dari analisis terhadap senyawa itu dan di nyatakan dalam mol atom-atom    penyusunnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Contoh :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1).  Suatu karbon mengandung unsur C, H, dan O. pada pembakaran 0,29gr senyawa                           itu di peroleh 0,66gr CO2 &amp;amp; 0,27gr H2). Bila &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; molekul relatif senyawa itu                           adalah 58 tentukan rumus molekulnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jawab  :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Cara 1  :   Misal senyawa tersebut adalah CxHy)2. maka pada pembakaran trjadi reaksi                                            C x Hy O2 +  Oz       &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;     CO2      +   H2O&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Massa C dalam C x Hy Oz = Massa C dalam 0,66gr CO2 Hasil pembakaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 251px; margin-top: 17px; position: absolute; width: 42px; z-index: 29;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1054" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image023.gif" width="42" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;                                                      = 1 x 12 x 0,66&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;44   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;= 0,18gr.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Massa H dalam C x Hy Oz = &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; H dalam 0,27gr H2o hasil pembakaran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;= 2 x 1 x 0,27gr&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 30;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 251px; position: absolute; top: -1px; width: 34px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1055" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" width="34" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                           18&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;= 0,03gr&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Massa O dalam C x Hy Oz = &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; Cx Hy Oz – ( &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; C + &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; H )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;= 0,29 – ( 0,18 + 0,03 )gr&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;= 0,08gr&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;nC : nH : nO                       =   mc            :  mH      :  mO&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 33;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 368px; position: absolute; top: -1px; width: 34px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1058" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image024.gif" width="34" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 31;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 252px; position: absolute; top: -1px; width: 34px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1056" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image024.gif" width="34" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 32;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 307px; position: absolute; top: -1px; width: 34px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1057" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image024.gif" width="34" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                           Arc        Arh        ArO&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;=  0,18     :   0,03    :  0,08&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 36;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 368px; position: absolute; top: -1px; width: 42px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1061" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image023.gif" width="42" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 35;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 312px; position: absolute; top: -1px; width: 42px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1060" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image023.gif" width="42" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 34;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 255px; position: absolute; top: -1px; width: 34px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1059" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" width="34" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                            12            1            16        &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;=  0,015   :  0,03   :    0,05&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;=      3      :    6      :      1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jadi rumus empiris senyawa tersebut adalah C3 H6 O&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jika rumus molekul senyawa di angga ( C3 H6 O ) dengan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; rumus 58, maka,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Mr ( C3 H6 O )     = ( 36 + 6 + 16 ) n&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;58      = 58 n&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;n        = 1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jadi, rumus molekul senyawa tersebut adalah 1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2. Persentase Unsur dalam senyawa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Rumus kimia menunjukkan jumlah atom-atom penyusun suatu zat. Oleh karena itu                  &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;   atom suatu unsur sudah tertentu, maka rumus kimia tersebut dapat pula di               tentukan           persentase atau komposisi masing-masing dalam suatu zat.       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Contoh soal :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Tentukan komposisi masing-masing unsur dalam senyawa AL2 O3(Ar Al=27,0 = 6) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jawab :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Misalnya AL2 O3 sejumlah 1 mol, berarti massanya=102gr ( mr AL2 O3 = 102 )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Setiap 1 mol AL2 O3 mengandung 2 mol &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;AL&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;                = 2 x 27&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;= 54&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Maka, persentase &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;AL&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; dalam AL2 O3                 = 54gr  x  100%&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 37;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 411px; position: absolute; top: -1px; width: 32px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1062" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image025.gif" width="32" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                      102gr          &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;= 53,94%&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Setiap 1 mol AL2 O3 mengandung 3 mol atom O         = 3 x 16&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;= 48gr          &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Persentase &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; O dalam AL2 O3                              =  48  x  100%&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 38;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 409px; position: absolute; top: -1px; width: 34px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1063" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" width="34" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                       102&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;= 46,06%&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Atau,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Persentase &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; O dalam AL2 O3                              = (100 – 53,94)%&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;= 46,06%&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Dari contoh di atas, maka di dapatkan rumus :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-bottom-style: none; border-bottom-width: medium; border-collapse: collapse; border-color: initial; border-image: initial; border-left-style: none; border-left-width: medium; border-right-style: none; border-right-width: medium; border-top-style: none; border-top-width: medium; margin-left: 77.4pt;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 31.85pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid yellow; height: 31.85pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 282pt;" valign="top" width="376"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; A dalam p gram Am Bn =    m  x  Ar A    x  p gram&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Mr Am Bn&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;B.     Persamaan reaksi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Zat yang mengalami perubahan di sebut zat pereaksi ( reaktan ) dan zat hasil      perubahan di sebut Hasil reaksi ( produk )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;* Persamaan reaksi menggambarkan rumus kimia zat-zat pereaksi atau reaktan dan zat               hasil reaksi yang doi batasi dengan tanda panah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;* Syarat-syarat persamaan reaksi setara adalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;a). pereaksi dan hasil reaksi di nyatakan dengan rumus kumia yang benar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;b). memenuhi hukum kekekalan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang di tunjukkan oleh jumlah atom-atom                          sebelum reaksi ( di belakang tanda panah ).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;c). wujud za-zat yang terlibat reaksi harus di nyatakan dalam tanda kurung setelah                               rumus kimia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;”Sel Elektrokimia”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1).  Reaksi Redoks Spontan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Adalah reaksi redoks yang berlangsung serta merta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2).  Reaksi Volta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Elektroda tempat terjadinya reduksi di sebut katode, sedangkan tempat terjadinya oksidasi  di sebut anode.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Untuk menetralkan muatan listrik, maka labu A dan labu B di hubungkan oleh suatu             jembatan garam yaitu larutan garam ( Macl atau kNO3.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;3).  Notasi Sel Volta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Susunan suatu sel &lt;st1:place st="on"&gt;volta&lt;/st1:place&gt; di nyatakan dengan suatu notasi singkat yang di sebut juga    diagram sel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Misalnya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Zn &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ι Zn 2+ ΙΙ Cu 2+ Ι Cu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Anode di gambarkan pada bagian kirin sedangkan katode di sebelah kanan. Pada notasi ini             terjadi oksidasi 2n menjadi Zn 2+, sedangkan anode Cu 2+ mengalami reduksi menjadi      Cu. Dua garis sejajar (&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;ΙΙ&lt;/span&gt;) yang memisahkan anode dan katode menyatakan jembatan         garam, sedangkan garis tunggal menyatakan batas abtar fase ( 2n padatan, sedangkan Zn   2+ dalam larutan, Cu 2+ dalam larutan sedangkan Cu padatan )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;4).  Potensial Elektrode Standar (E)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Selisih potensial di sebut potensial sel dan di beri lambang Esel. Potensial sel di sebut juga    &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; gerak listrik ( ggl = emf atau elektromotif force )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Tekanan gas &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ι&lt;/span&gt;atm di sebut potensial sel standar dan di beri lambang E&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;º&lt;/span&gt;sel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;a).  Potensial Elektrode&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;yaitu beda potensial elektrode terhadap elektrode hidrogen. Potensial elektrode                                     hidrogen = ) volt.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Potendial elektrode sama dengan potensial reduksi, adapun potensial oksidasi sama                   nilainya dengan potensial reduksi, tetapi tandany berlawanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;b).  Potensial sel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Eºsel = Eº (+) –  Eº (– )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Katode (reduksi) adalah elektrode yang mempunyai harga E&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;º&lt;/span&gt; lebih besar (lebih positif)               sedangkan anode ( oksidasi ) adalah yang mempunyai Eº lebih kecil ( Lebih negatif )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;5).  Potensial Reaksi Redoks&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Reaksi oksidasi adalah jumlah dari potensial setengah reaksi reduksi dan setengah reaksi      oksidasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;6).  Reaksi keaktifan logam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Yaitu susunan unsur-unsur logam berdasarkan potensial elektrode standarnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Makin tinggi kedudukan suatu logam dalam deret suatu &lt;st1:place st="on"&gt;volta&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Logam makin rekatifan ( mudah melepas elektron )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Logam merupakan reduktor yang semakin kuat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Sebaliknya, makin rendah kedudukan logam dalam deret &lt;st1:place st="on"&gt;volta&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Logam makin kurang rekatif ( Makin sukar melepas elektron )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Logam merupakan oksidator yang semakin kuat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;7).  Beberapa sel &lt;st1:place st="on"&gt;Volta&lt;/st1:place&gt; komersial&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;a. Aki&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jenis baterai yang banyak di gunakan ubtuk kendaraan bermotor&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;b. Baterai kering&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;c. Baterai alkaline&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;d. Baterai Nikel – Kadmium&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;e. Baterai kerak oksida&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;f.  Baterai litium&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;g. Sel bahan bakar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;b&gt;SEL ELEKTROLIS  &lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;→&lt;/span&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;Kebalikan dari sel elektrokimia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Dalam sel elektrolisis, Listrik di gunakan untuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan. Jadi sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel &lt;st1:place st="on"&gt;volta&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;1).  Susunan Sel Elektrolisis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Tidak memerlukan jembatn garam, komponen utamanya yaitu sebuah wadah elektrode,       elektrolit &amp;amp; sumber arus searah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;2).  Reaksi-reaksi elektrolisis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Tidak menuliskan reaksi elektrolisis laritan elektrolit. Faktor-faktor yang di   pertimbangkan antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;I.    Reaksi yang berkompetisi pada tiap-tiap elektrode&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Spesi yang mengalami reduksi di katode adalah yang mempunyai potensial elektrode lebih positif&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Sepsi yang mengalami oksidasi dianose adalah yang mempunyai potensial elektrode lebih negatif&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -30pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;II.   Jenis Elektrode, apakah innert atau aktif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -30pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Elektrode innert adala elektrode yang tidak terlibat dalam reaksi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -30pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Elektrode innert yang sering di gunakan yaitu platina dan grafit&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -30pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;III.   Overpotensial&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;a).  Reaksi di katode&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jika kation berasal dari logam-logam aktif maka airlah yang adan tereduksi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;b).  Reaksi-Reaksi di anode&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Logam mempunyai potensial oksidasi lebi besar daripada airn atau anion sisa                 asam. Jika anode tidak terbuat dari pt, An atau grafit maka anode akan teroksidasi.             Pt, Au, atau grafit termasuk elektrodainnert atau sukar bereaksi. Jika anode              termasuk innert maka reaksi anode tergantung pada jenis anion dalam larutan.          Anion sisa                     oksi mempunyai potensial oksidasi lebih negatif                          daripada air. Anion-anion seperti itu sukar di oksidasi sehingga air yang                                   teroksidasi. Jika anion leboh mudah di oksidasi daripada air, seperti Br–  dan I–                  maka anion itulah yang teroksidasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;3).  Hukum-hukum Faraday&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Hukum Faraday I :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; zat yang di berikan pada elektrolisis (G) berbanding lurus                                                    jumlah listrik yang di        gunakan (Q)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;G = Q&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Jumlah muatan listrik (Q) sama dengan hasil kali dari kuat arus (I) dengan waktu (t).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Q = it&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Berdasarkan persamaan di atas dapat di tuliskan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 30pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;G = ME&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;☺Hukum Faraday II :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Massa&lt;/st1:city&gt; zat di bebaskan pada elektrolisis ( G ) berbanding lurus dengan               &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ekivalen zat itu ( ME ).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;G = ME&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Dari penggabungan hukum faraday I dan II menghasilkan persamaan, dan dapat di           nyatakan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Keterangan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 56px; margin-top: 16px; position: absolute; width: 58px; z-index: 39;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1064" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image026.gif" width="58" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;G =        it            x   ME                        G       = &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; zat yang di bebaskan (dalam gram)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;96.500                                         i         = kuat arus (Dalam Ampere)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;t         = waktu (Dalam Sekon)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;ME    = &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Ekivalen&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Massa Ekivalen dari unsur-unsur logam sama dengan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; atom rrelatif (Ar) di bagi dengan bilangan oksidasinya (Biloks)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;ME =     Ar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 40;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 58px; position: absolute; top: -1px; width: 58px;"&gt;&lt;img height="2" shapes="_x0000_s1065" src="file:///C:/DOCUME%7E1/OP-MAG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image026.gif" width="58" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;           Biloks                &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Maka perbandingan &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; zat-zat yang di bebaskan sama d
